Friday, May 26, 2017

Cara Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga ke Jepang

Setelah menikah, salah satu hal penting yang harus dipikirkan adalah tempat tinggal. Hendak tinggal dimana nanti setelah menikah adalah pertanyaan yang belum terjawab meski aku dan calon suami saat itu sudah sering membicarakannya. Calon suamiku bekerja di Jepang, sedang aku bekerja di Bandung. Selama setahun masa ta'aruf, kami merencanakan beragam macam skenario supaya kami bisa tinggal bersama.

Aku harus melakukan sesuatu selama di Jepang supaya aku bisa mendapat visa tinggal tetap. Opsi melanjutkan sekolah S2 di Jepang adalah pilihan utama. Maka mulailah aku merencanakan semuanya. Namun rupanya, di tengah jalan aku belum cukup siap untuk mengajukan beasiswa S2 ke Jepang sebab pada saat itu waktuku masih terbagi untuk bekerja. Untuk sementara waktu, rencana melanjutkan sekolah disimpan dulu.

Maka itulah muncul opsi kedua yaitu menggunakan visa kunjungan keluarga selama 3 bulan di Jepang. Setidaknya, aku dan suamiku bisa bertemu dan tinggal bersama untuk sementara waktu. Berita baiknya, visa kunjungan keluarga ini kabarnya bisa diperpanjang. Namun untuk hal ini, aku harus menanyakannya lebih lanjut.

Monday, March 6, 2017

Ada Apes dan Kelak Batih di Sembalun. Apa Itu?

Meski hanya menghabiskan waktu 1 hari 1 malam di Desa Sembalun, aku begitu terkesan dengan suasana alam desa ini. Bayangan saja, malam itu bintang seakan berjarak begitu dekat. Bintang-bintang itu berkelip dengan jenaka, seolah menggodaku untuk terus memandanginya. Pagi harinya, pemandangan yang pertama kulihat saat keluar penginapan adalah Gunung Rinjani yang berdiri begitu kokoh. Udara yang kuhirup sejuk sekali, dan embun seakan melingkupiku dengan kelembutannya yang sangat. Ah, aku rindu Sembalun.

Aku rindu pada masakan khas Sembalun. Masakan yang bahan-bahannya diambil langsung dari tanah Sembalun yang subur. Dengan hanya berbahan sederhana, putri Sembalun mampu menyulap bahan-bahan itu menjadi masakan yang memanjakan lidah. Ah, aku rindu Sembalun. Rindu pada semua yang ada pada Sembalun.

Aku meminta resep Banteng Ngangaq, Apes dan Kelak Batih kepada Ibunda Mas Riyal. Aku mencatat dalam notes di handphone-ku setiap detail resepnya. Bila ada hal yang terlewatkan, aku sampai berkirim pesan kepada Mas Riyal untuk mengirimkan kembali resep-resep itu. Tujuannya supaya masakanku setidaknya mendekati nikmatnya masakan Ibunda Mas Riyal.

Sunday, March 5, 2017

Banteng Ngangaq : Si Pedas - Pedas Manja Dari Sembalun

Ayam taliwang, plecing kangkung, beberoq adalah kuliner khas Lombok yang namanya sudah masyhur. Di seputaran Mataram, restoran dan kaki lima yang menjual ayam taliwang begitu menjamur. Setiap pelancong yang datang ke Lombok, haruslah mencicipi kuliner khas tersebut. Tapi, pernahkah teman-teman mendengar Banteng Ngangaq?

Tunggu. Ini harus diluruskan. Banteng Ngangaq bukanlah banteng yang ngakak (oke ini gak lucu). Banteng Ngangaq adalah kuliner khas Desa Sembalun. Desa ini letaknya berada di kaki Gunung Rinjani. Saya dan rekan blogger lainnya berkesempatan menikmati kuliner khas Desa Sembalun dalam rangkaian kegiatan Travel Writers Gathering 2015 di Lombok.

Ada enam masakan khas Sembulan yang kami nikmati siang itu. Selain Banteng Ngangaq, ada juga Apes, Kelak Batih, Kelak Sin, Ikan Beloh dan Suberang. Keenam masakan itu dimasak oleh putri Sembalun asli, dan kami menikmati masakan nikmat itu di atas tanah Sembalun. Perpaduan yang sempurna bukan?

Thursday, March 2, 2017

Embara Rasa Sembalun

Bayang matahari tak tampak lagi mengikutiku, agaknya matahari telah menggapai puncak. Sinarnya sungguh menyilaukan, terlebih saat ini aku sedang berjalan dengan teramat perlahan menuruni Bukit Pergasingan yang konon medannya nyaris menyerupai Gunung Rinjani.

"Mas Riyal, kok bisa sih jalannya cepat begitu? Ini medannya terjal luar biasa!"

Pria berusia 19 tahun itu mengedipkan mata dengan jenaka seraya menolong kami -para wanita penuh rasa takut- menuruni bukit terjal ini. Melihat penampilannya saat itu aku diliputi takjub. Berani-beraninya dia mendaki gunung hanya dengan mengenakan sandal Swallow!

"Ayo semangat Mbak Zahra. Mamak saya memasak banyak sekali masakan khas Sembalun untuk makan siang. Mbak lapar bukan? Ayok semangat turun!"

Aku meringis. Mendengar masakan perutku jadi keroncong luar biasa. Tadi aku makan pagi jam 4 subuh sebab harus segera mendaki Pergasingan. Selama pendakian, aku hanya minum air putih. Belum lagi dengan tenaga yang dikeluarkan untuk mendaki, cacing di perutku semakin meronta-ronta untuk diberi makan.

Monday, February 27, 2017

Menjelajahi Tempat Wisata di Sekitar Hotel Aston Bandung

Berbicara tentang tempat wisata di Bandung merupakan hal yang tidak akan pernah tuntas. Bandung memiliki berbagai macam tempat wisata, dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata bersejarah, wisata buatan, wisata edukasi, hingga wisata belanja. Kota yang mendapat julukan 'Kota Kembang' ini memang memiliki potensi dan pesona yang luar biasa. Tidak heran jika setiap musim liburan para penduduk dari kota-kota di sekitar Bandung mengunjungi kota ini.

Saat berlibur ke Bandung, ada baiknya kamu menginap di Hotel Aston yang berlokasi di daerah Pasteur Bandung.
Kenapa Hotel Aston? 
Sebab Aston terletak di jantung kota Bandung dan dekat dengan berbagai tempat wisata. Selain itu, fasilitas hotel mewah dan modern ini sangat lengkap dan memadai. Oya, kamu dapat memesan akomodasi di Bandung ini dengan sangat mudah melalui aplikasi Traveloka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...