Monday, August 15, 2016

Berguru Kepada Ibu Atalia

" Mulailah dari sesuatu yang kecil, nyata, dekat, aplikatif dan memiliki dampak. Pahlawan tak semata berbentuk uang dan materi, tetapi ia memiliki eksistensi dan kontribusi nyata. Mulailah dari diri kita dan dari hal-hal kecil yang kita bisa. Itulah ide saya untuk perempuan sebagai pahlawan keluarga dan masyarakat"
Seorang kawan berkata demikian dalam sesi pelatihan Public Speaking bersama Indari Mastuti dan Ibu Atalia Kamil beberapa waktu yang lalu. Ia menggambarkan bahwa perempuan tak semata urusan dapur, sumur dan kasur. Ia dapat mewujud menjadi sosok yang penting dalam masyarakat dengan kemampuan serta kecerdasan yang dipunya.

Bagiku pelatihan ini tak semata sebagai bentuk pencarian ilmu, tapi juga sebagai momen untuk berkontemplasi. Satu. dua, lima. sepuluh, dua puluh tahun lagi, akan menjadi perempuan seperti apakah aku?

Monday, August 8, 2016

Kulit Wajahku Terselamatkan Oleh Cetaphil

Jerawat. 

Dalam dua bulan terakhir ini, selalu ada jerawat yang singgah di wajahku. Bukan semata singgah saat datang bulan, ia setiap harinya bertambah satu demi satu. Sakit, perih, gemas bercampur menjadi satu. Entah apa penyebab jerawat ini, yang pasti seumur hidup aku belum pernah mengalami masalah jerawat separah ini.

Aku mencoba untuk menerka. Barangkali karena lelah beraktivitas, barangkali karena salah makan, barangkali karena aku salah memilih produk perawatan wajah. Untuk itulah aku mulai memperbaiki pola tidur dan makan, juga membeli facial foam khusus untuk kulit berjerawat yang bagiku harganya mahal. Namun demi kesehatan kulit wajah, aku membelinya.

Setelah dua minggu pemakaian, belum ada perbaikan yang kentara. Malah aku merasakan kulit wajahku kering luar biasa dan kelopak mataku menjadi kemerahan bahkan seperti memakan eye shadow berwarna pink. Memang benar aku tidak mengindahkan petunjuk pemakaian produk tersebut, sebab seharusnya aku tidak memakainya di kelopak mata. Tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah, mengapa kulitku menjadi super kering (padahal aslinya berminyak) dan jerawatku tidak berhenti beranak pinak?

Thursday, July 14, 2016

Sense And Sensibility


Pernahkah aku menceritakan pada kalian bahwa aku sangat menyukai karya Jane Austen dan semua film adaptasinya? Aku jatuh hati pada kisah cinta yang berbalut kesopanan dan kelembutan, aku cinta pada cara wanita abad ke-18 bertutur kata, berpakaian dan berinteraksi dengan lawan jenis, aku suka pada kuda-kuda yang menari di ladang hijau.

Sebelumnya aku pernah menulis tentang Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang merupakan karakter utama dalam Pride and Prejudice. Pride bagi Mr. Darcy dan Prejudice bagi Elizabeth. Kali ini aku ingin menceritakan kisah cinta dari Elinor dan Marianne dalam Sense and Sensibility. Sense bagi Elinor dan Sensibility bagi Marianne.

Tips Perjalanan : Riasan Natural Hingga Asuransi Untuk Perjalanan

"Make up should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there."
Bobbie Brown

Adakah yang menginat film A Walk To Remember? Film romantis yang kerap mengundang tangis ini dibintangi oleh Mandy Moore yang berperan sebagai Jamie Sullivan, seorang gadis sederhana yang cantik dan cerdas. Sejak awal menyaksikan film ini, aku langsung jatuh hati pada gaya busana dan riasan Jamie. Sederhana, natural dan elegan.

Jamie selalu berpenampilan sopan, sederhana, cantik dan tidak pernah dandan berlebihan. Itulah yang justru membuat Jamie terlihat sangat menarik. Riasan minimalis yang digunakan Jamie telah menjadi acuan bagiku saat merias wajah. Saat hendak bekerja, pergi ke pesta pernikahan, saat sedang dalam perjalanan, aku selalu ingin berdandan minimalis. Bahkan saat menikah nanti, aku ingin berdandan minimalis.

Jatuh Hati Pada Mr. Darcy ❤


 "You have bewitched me body and soul. And I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on." - Mr. Darcy