Wednesday, June 22, 2016

Tentang Gaya Minimalis

"Make up should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there."
Bobbie Brown

Ada yang ingat film A Walk To Remember? Film romantis yang kerap mengundang tangis ini dibintangi oleh Mandy Moore yang berperan sebagai Jamie Sullivan, seorang gadis cerdas penyuka bintang yang berpakaian sederhana. Jamie kerap diejek oleh teman-temannya hanya karena berpenampilan sederhana dan tidak mengikuti mode. Padahal menurutku, Jamie memiliki selera fashion yang baik. Jamie sering mengenakan dress dengan kardigan, kemeja dengan overall atau kaos dan celana jeans. Pilihan warna yang lembut juga semakin menegaskan bahwa Jamie adalah orang yang lembut dan anggun.

Love You, Mr. Darcy!


 "You have bewitched me body and soul. And I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on." - Mr. Darcy 

Thursday, June 16, 2016

Kata Pak Safir, Karyawan Harus Nabung Supaya Makmur

Kata Pak Safir, seorang karyawan dengan berapa pun gajinya, tidak akan bisa makmur bila tidak menabung. Hal ini benar adanya sebab penghasilan karyawan itu tetap per bulannya. Kalaupun ada bonus, itu terjadi akibat dari performa karyawan tersebut atau bonus dalam jangka waktu kuartal dan tahunan.

Bila tidak merencanakan keuangan, hendak naik gaji sebanyak apapun, kita akan selalu merasa kurang. Sebab kita tidak mengerti untuk apa uang tersebut digunakan. Dan bila terjadi hal-hal darurat di masa depan, kita sudah tidak punya apa-apa lagi. Merecanakan keuangan itu penting untuk mengerem prilaku konsumtif.

Pak Safir memberi lima poin penting yang mudah dilakukan oleh karyawan supaya bisa menabung dan berinvestasi. Kelima poin tersebut adalah :
  1. Tetapkan tujuan keuangan di masa depan
  2. Menabunglah secara bulanan
  3. Investasikan bonus 
  4. Produktifkan harta
  5. Persiapkan diri menghadapi masa-masa sulit

Berburu Pak Rahmat

Seminggu pertama puasa, aku masih berada di Jakarta. Setiap hari aku mengonsumsi buah untuk sahur dan membeli makanan untuk berbuka sebab tidak ada dapur untuk aku memasak. Selain dari pada itu, aku selalu pulang saat Maghrib tiba sehingga tidak ada kesempatan untuk memasak.

Pada saat pulang ke Majalaya. ibu sudah memasak pindang ikan mas yang rasanya sedap sekali. Oya kawan, ikan mas itu begitu identik dengan Majalaya. Bahkan ada restoran terkenal di Bandung yang bernama Pepes Ikan Mas Majalaya. Kalian harus coba pindang ikan mas buatan ibuku, juga pepes ikan mas. Sedap sekali!

Sebulan tidak memasak, aku rindu. Untuk itulah sekembalinya ke Bandung, aku memutuskan untuk memasak. Tak ada yang spesial sebenarnya dalam masakanku. Hanya tumis sayuran, perkedel, karedok, sayur bening, olahan telur, olahan tahu-tempe dan lainnya. Tapi makan masakan sendiri itu tetap nikmat walaupun rasanya standar. Aku baru berhenti memasak bila ada undangan buka bersama.

Kembali memasak sejalan dengan frekuensi kunjunganku ke pasar dan supermarket. Pada beberapa bahan pangan, ada kenaikan harga. Namun tetap saja hal tersebut tidak menyurutkan aku dan yang lainnya untuk membeli bahan pangan tersebut. Kondisi seperti ini acapkali terjadi pada bulan Ramadhan dan hari besar lainnya.

Kelana di Jalanan Ibu Kota

Nostalgia.

Mei lalu, aku menghabiskan banyak hari di Jakarta. Ada sebuah urusan yang mengharuskanku untuk tinggal di Jakarta selama sebulan. Selama itu pula aku tinggal di tempat kost di kawasan Slipi Petamburan yang dulu pernah aku tinggal di dalamnya. Kembali ke Jakarta berarti waktu yang tepat untuk bernostalgia dan bersilaturahim. Setelah empat tahun, akhirnya aku bertemu kembali dengan induk semangku yang berdarah Minang. Tak banyak yang berubah dari beliau dan keluarganya, tetap hangat seperti biasa.

Telah kubuat beberapa rencana pertemuan dengan beberapa teman, namun tak semua bisa dijalankan. Tak mengapa, aku bisa bertemu dengan mereka di lain kesempatan. Namun pertemuan dengan sahabat baikku sedari duduk di bangku sekolah dan juga saudara sepupuku, mutlak harus terjadi.

Kawan, aku ingin menggambarkan padamu tentang bagaimana bahagianya aku kembali merasakan suka duka tinggal di Jakarta. Empat tahun berlalu, Jakarta banyak mengalami perubahan. Tentang bagaimana semakin tingginya pembatas busway, tentang kawasan Blok M dan Bundaran HI yang nampak asing bagiku oleh sebab pembangunan fly over, tentang dihapusnya aturan 3 in 1 dan 'tentang tentang' lain yang membuatku sadar bahwa Jakarta tak sama seperti dulu.