Thursday, June 6, 2013

Mba Imazahra, sanah helwa! ツ

Beasiswa yang terbatas jumlahnya itu diperebutkan oleh ribuan bahkan jutaan orang! Tips memenangkannya hanya satu: terus mencoba, hingga berhasil! - Imazahra

Imazahra.

Nama itu tak sengaja kutemukan di antara deretan buku di salah satu pameran buku terbesar di Istora Senayan. Aku yang kala itu sedang gundah karena sangat ingin melanjutkan sekolah, lebih tertarik pada buku atau novel motivasi dibandingkan dengan novel serial Teenlit atau Chicklit yang isinya pasti cuman tentang cinta pada lawan jenis. Basi!

Hari itu rasanya senang sekali! Hadir dalam sign book dan bedah buku Negeri 5 Menara dan berkesempatan untuk berfoto dengan sang penulis. Oya tak hanya itu, lunas sudah janjiku pada ayah. Nanti kalau ketemu Ahmad Fuadi bilangin yah! kalau ayah kakak kelasnya waktu di Gontor. Salam GO 90!

Berkesempatan untuk mendengar kisah beliau from zero to hero, ada rasa semangat yang membara dalam dada. Aku bisa seperti uda Fuadi! Aku bisa! Aku bisa melanglangbuana ke negara-negara yang aku lihat di peta, RPUL, ensiklopedi atau buku Geografi. Aku bisa seperti bunda Asma Nadia yang keliling dunia dengan hijab. Aku bisa!

Tahukah kau apa yang kulakukan selanjutnya? Yup, mencari buku-buku motivasi tentang scholarship ke luar negeri. Maka, dalam gairah semangat yang teramat sangat membara itu, kutemukan buku mba Imazahra, Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau? Mau banget mbaaa!!!

Perlu waktu beberapa menit untuk membaca buku itu. Walau sangat ingin memilikinya, aku tidak bisa membelinya. Asal kau tahu saja, saat itu aku sudah memborong semua buku yang ada dalam daftar: most wanted book. Alhasil aku hanya bisa membaca di tempat sampai ada seorang ibu berkata, " bukunya bagus mba? boleh saya lihat? Soalnya yang lain masih di segel " Aarggh! Baiklah, walau hanya membaca sekilas, tapi aku berhasil mencatat beberapa info penting, salah satunya twitter dan facebook Imazahra. Yes!

Sejak follow twitter @imazahraa, info-info berkaitan tentang beliau terbuka lebar. Aku jadi tahu kalo ternyata mba Ima adalah author 6 books salah satunya yaitu Long Distance Love, penyuka rawfood dan suka jalan-jalan keluar negeri. Aha! Ini yang aku cari! Sejak itu, kutempatkan Imazahra dan Asma Nadia dalam deretan Top list Inspirator Muslimah.

Banyak sekali yang kukagumi dari sosok bersahaja ini. Selain sebagai penulis, mba Ima adalah seorang muslimah yang berprofesi sebagai globe trotter (May i say that mba? :p), pemburu beasiswa, founder Komunitas Mentah Sehat dan Muslimah Backpacker.

Bergabung dengan komunitas Muslimah Backpacker adalah momen yang kutunggu-tunggu sejak lama. Sering berimajinasi bahwa suatu saat nanti diriku 'kan melanglangbuana dengan hijab yang melekat di kepala dan menikmati sholat di udara terbuka atau bahkan di kereta/bis yang sumpek. Ingin sekali melakukan perjalanan dengan penuh berkah, jumpa dengan kawan baru dan meninggalkan jejak kebaikan di tempat yang baru dikunjungi. Ah sungguh! Impian itu terwujud. Allah jumpakan aku dengan mba Imazahra lewat karyanya, Allah jumpakan aku dengan para muslimah yang se-asa yaitu menjadi seorang traveler. Alhamdulillah.

Rasa syukur bergabung dengan MB tak hanya sebatas mengenal mba Ima dan para muslimah anggota MB di dunia maya. Aku ingin lebih dari sekedar tahu. Aku ingin  jumpa dengan mereka! Hingga akhirnya kuputuskan untuk ikut salah satu trip MB, yaitu Bromo Trip.

Apa yang terjadi selanjutnya? Tentunya senang bukan kepalang. Akhirnya aku jumpa dengan mba Ima dan kawan-kawan MB di dunia nyata. Tak hanya itu, karena keberanianku bertanya pada saat sesi Travel Talk, mba Ima memberiku  buku Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau? yang 3 tahun lalu pernah kubaca di Istora. Wow!

Melakukan perjalanan 3 hari dengan mba Ima membuat kotak ilmu bertambah, daftar teman naik drastis, diary makin penuh. ツ


Merci beaucoup!

Di momen milad mba Imazahra hari ini tgl. 6 Juni 2013, izinkan Zahra mengucap rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya atas ide cemerlang ini mbak! Mba Ima telah memberi jalan bagi para muslimah di luar sana yang ingin berkelana, memberi jalan bagi mereka untuk menepikan sekat akan rasa takut atau tidak ada izin dari ayah/suami. Buat saya, perjalanan ke Bromo Maret lalu menyimpulkan banyak hal. Salah satunya adalah bahwa izin dari ayah dan ibu akan dengan sangat mudah keluar, jika tahu anak perempuan satu-satunya itu berkelana dengan teman-teman yang baik, komunitas yang jelas dan yang pasti ada ikhwan sholeh yang menjaga di setiap perjalanan. Oya, sampaikan rasa terimakasih untuk suamimu ya mbak!

Mba Ima, terimakasih ya. Terimakasih atas rasa cintamu pada kami para muslimah. Semoga Allah senantiasa mencurahkan barokah untukmu dan keluarga. Semoga Allah mengabulkan setiap doa-doa dalam setiap sujudmu. Semoga Allah wujudkan cita-cita mu. Semoga Allah melimpahkan kehidupan yang indah di keluarga kecilmu. Semoga Allah membalas semua effort-mu dalam kebaikan berlipat-lipat ganda. Aamiin.

Oya, Happy Honeymoon Backpacker mba Ima dan suami! Sampai jumpa di Indonesia! Sampai jumpa di Bandung ya! Sampai jumpa di Rinjani! Insya Allah! Aamiin... ツ

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...