Simfoni Kehidupan Suku Baduy Dalam

No comments:
20140622_140216
Suasana dalam elf St Rangkas - Ciboleger pp
Sore yang cerah di pelataran parkir stasiun Rangkasbitung, Banten. Aku baru saja turun dari elf dengan mata setengah terpejam. Rupanya kantuk masih saja menjamah mataku. Perjalanan 1.5 jam dari Ciboleger menuju stasiun Rangkasbitung telah membawaku ke alam mimpi, walau sesekali terbangun karena mendengar suara teriakan sesama backpacker yang syok. Bagaimana tidak, elf ini melaju terlalu kencang. Maka tak heran ucapan geli itu muncul dari hati seorang Rahmi Wuriarti.

" Pak... Tolong pak... Jangan terlalu ngebut... Saya belum nikah!!! "

Demi mendengar dan menyetujui teriakan itu, sontak kami semua tertawa.

***

Deru lonceng dan pluit kereta api berpadu. Akhirnya kereta yang dinantikan tiba jua. Kereta ekonomi jurusan Merak-Angke ini akan membawaku kembali ke Stasiun Duri Jakarta. Ya, sudah tiba saatnya aku untuk pergi. Pergi untuk pulang. Pulang untuk kembali. Kembali pada siklus hidup yang mestinya aku lakoni.

Mestinya?

Kawan, kau harus tahu. Aku baru saja mengalami perjalanan dan kehidupan malam yang terasa panjang di desa terpencil di kabupaten Lebak Banten. Cibeo, itulah nama desa yang kusinggahi. Ada sekitar 600 jiwa yang tinggal disana. Kehidupan yang begitu berbeda dari apa yang biasa kujalani. Kehidupan yang menyatu dengan alam. Kehidupan yang menolak segala macam aktivitas modern. Kehidupan yang terasing. Terasing? Tidak. Lebih tepatnya sengaja mengasingkan diri. Kehidupan yang langka.

" Selamat datang di Baduy Dalam. Mari singgahlah sejenak disini. Rasakan indahnya alam menyatu dengan hatimu. Hey! Simpan kamera-mu! Disini kau tak diperbolehkan mengambil gambar. Untuk apa pula kau menggengam telepon itu. Simpan saja! Sungguh, tak ada sinyal disini. Biarkan.. Biarkan itu semua lepas darimu. Apa? Saklar lampu? Kau lucu sekali. Disini bahkan takkan kau temukan nyala neon. Duhai kau, disini tak ada listrik. Pakai obor ini saja! Terangnya cukup untuk menerangi dan menghangatkan. Dan hey! Simpan sabun badan, sabun rambut dan pasta gigimu itu! Kau tak boleh memakainya disini. Buihnya akan mengotori air sungai kami. Biarkan... Biarkan jernihnya air sungai membasuh tubuhmu. Rasakan segarnya air yang tak tercemar menjamah permukaan tubuhmu. "

Sungguh aku tak habis pikir. Ini Banten, Bung! Bolehlah kau ambil peta sekarang. Banten adalah provinsi paling barat di pulau Jawa dan ia dengan indahnya melekat sempurna dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dua provinsi dengan kemajuan peradaban modern yang luar biasa. Banten sendiri adalah provinsi dengan kemajuan teknologi dan ekonomi yang pesat. Namun begitu, masih kau temukan suku yang sengaja mengasingkan diri, yaitu suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Kepatuhan pada adat leluhur lah yang membuat mereka menolak segala bentuk kemajuan zaman.

"Medan menuju Baduy Dalam berat sekali mba. Lebih baik dibawakan saja oleh porter."

Sontak kualihkan pandanganku pada asal suara bariton itu. Seorang bapak baru saja berkata padaku sembari menunjuk pada sekumpulan anak dan remaja baduy. Ia nampak sedang asyik berbincang dan merokok dengan sesamanya.

"Memangnya seberat apa pak?", tanyaku sembari merapikan barang bawaan.

"Berat sekali. Perjalanan Ciboleger - Cibeo memakan waktu 4-5 jam. Ya tergantung dari fisik masing-masing orang. Banyak tanjakan berat dan turunan yang membuat lutut ngilu. 10 km menuju Baduy Dalam. Lebih baik dititipkan saja pada mereka."

Demi mendengar ilustrasi perjalanan itu, kuputuskan untuk mengambil jasa porter. Pertimbangannya adalah aku ingin badanku tetap fit dan dapat bekerja dengan baik sepulangnya dari Baduy. Selain itu, aku bisa bertanya banyak pada porterku nanti. Ah ide yang cemerlang.

photo 1
Tugu selamat datang di Ciboleger. Titik awal trekking menuju Baduy Dalam

Ada banyak remaja baduy yang menawarkan diri untuk membawakan ranselku. Tapi aku hanya ingin anak tampan itu yang menjadi porterku. Namanya Sarid tapi biasa dipanggil Agus. Usianya 14 tahun dan fasih berbahasa Indonesia. Agus memakai baju berwarna hitam dengan kain putih yang diikat di kepala (pakaian khas warga Baduy Dalam). Lima belas menit kuhabiskan waktu berbincang dengannya. Agus nampak lebih tampan dan cerdas dibanding teman-temannya sesama baduy. Aku tak tahu lagi harus berkata apa selain aku suka akan senyum dan cara ia berbicara. Rupanya Agus tak hanya memikat hatiku. Beberapa waktu lalu, Agus didaulat oleh produser acara anak 'Si Bolang' yang tayang di Trans 7 sebagai 'bolang' pada saat acara itu meliput kehidupan suku Baduy. Cool!

Jelas sudah, aku ingin Agus yang menjadi porterku. Namun sayang seribu sayang, Agus telah diambil oleh yang lain. Hiks, anak lucu itu direbut orang. Maka dengan wajah penuh penyesalan aku berkata pada Agus, "sedih deh gak sama Agus dibawainnya". Anak itu hanya membalas ucapanku dengan senyum dan gerakan tubuh yang lucu. Ah, jenaka sekali!

Aku dan Agus 'Si Bolang"

Lantas kupilih kang Juli sebagai porterku pada perjalanan ini. Kang Juli jauh lebih dewasa dibanding Agus. Usianya berbilang 20-an dan ia sama tampan-nya dengan Agus. Yang membuatku iri pada kang Juli adalah matanya yang lentik. Laki-laki bermata lentik. Bila saja kang Juli bukan suku Baduy, pasti banyak pekerja dunia hiburan saling berebut untuk mendaulatnya menjadi seorang aktor. Tampan sekali!

photo
Aku, kang Juli dan mas Agus (seperti deretan anak tangga ya :p)

Ada fakta akurat yang ingin kusampaikan padamu kawan. Warga Baduy memiliki kulit yang bersih dan rata-rata dari mereka dianugerahi wajah yang tampan dan cantik. Sungguh aku ingin tahu. Aksi apa yang dilakukan pada kulit mereka. Dengan segala bentuk puji syukur pada Illahi, kang Juli si porter bermata lentik itu berkenan membuka rahasia kecantikan alami warga Baduy. Adalah dengan daun honje (kecombrang) para wanita Baduy merawat kecantikan kulit mereka. Cukup dengan menumbuk daun lantas diletakkan di kulit. Aku tahu honje itu seperti apa. Aku pernah memakannya sebagai campuran bumbu rujak khas Tasikmalaya. Rasanya enak sekali. Rupanya honje tak hanya enak di lidah, ia memiliki kandungan zat antioksidan dan antimikroba yang baik untuk kulit. Demi mendengar khasiat itu, kuputuskan untuk membawa daun honje dalam jumlah besar saat pulang nanti. Sudahlah, setiap wanita ingin tampil cantik bukan? 

"Kang Juli, kenapa orang Baduy tidak boleh memakai alas kaki dan naik alat transportasi?", tanyaku membuka dialog siang itu.

Dengan senyumnya yang menawan ia membalas pertanyaanku, "Karena sudah ketentuan leluhur. Adatnya seperti itu."

Ketentuan leluhur? Ya. Warga Baduy Dalam begitu menjunjung tinggi hukum adat leluhur. Kau akan kembali mendapatkan jawaban serupa jika kau bertanya mengenai alasan mengapa tidak boleh ambil foto di Baduy Dalam dan mengapa tidak boleh pakai listrik. Terkadang aku tak mengerti pola pikir ini. Mengapa aku bisa mengatakan demikian? Pulau-pulau kecil di timur Kalimantan saja, yang notabene jauh dari pusat ibukota, sudah dialiri arus listrik. Contoh saja Bohe Silian. Pulau ini kecil sekali kawan. Tapi kau dapat menemukan listrik dan alat transportasi disini. Kehidupan yang tampak hidup.

Perjalanan ini sungguh menyenangkan. Setidaknya itulah yang menggambarkan suasana hati saat trekking menuju Cibeo. Meski banyak tanjakan dan turunan curam yang melelahkan, ada banyak bahagia yang menyelimuti hati. Senang sekali saat pada akhirnya aku bisa meniti tanjakan bersama mba Siti, rekan kerjaku. Senang karena aku berkelana kembali dengan mba Katerina, seorang emak yang doyan jalan-jalan dan nulis. Senang karena aku berjumpa kembali dengan mbak Wuri dan mas Agus, rekan backpacker saat ke Derawan April lalu. Senang karena mba Andrie dapat memotretku kembali. Senang karena akhinya aku backpacker-an dengan mbak Ainee Wae, seorang wanita dengan predikat rempong yang nyata. :D

Banyak hal yang kupikirkan sedari awal trekking. Kang Juli ditakdirkan lahir dari rahim seorang wanita Baduy. Sampai kapanpun ia harus patuh pada ajaran Sunda Wiwitan yang dianut suku Baduy. Sampai mati, kang Juli harus berjalan tanpa alas kaki dan mandi cuci kakus di sungai. Sampai waktu yang tiada batas, kang Juli takkan merasakan manfaat listrik di rumahnya. Semua karena kang Juli harus patuh pada aturan leluhur dan adat.

Walau begitu, tiada semburat kepedihan dalam wajah kang Juli. Senyum yang selalu menghiasi wajahnya, membuat teduh siapapun yang memandangnya. Dalam sorot matanya yang penuh ketenangan itu, kudapatkan nilai syukur dan penerimaan yang tinggi atas takdir yang dijalani.
Lojor teu meunang dipotong

Pondok teu meunang disambung

Kurang teu meunang ditambah

Leuwih teu meunang dikurang

( Panjang tak boleh dipotong . Pendek tak boleh disambung . Kurang tak boleh ditambah . Lebih tak boleh dikurang )

- Peribahasa Suku Baduy

" Mba Rien, yang tak bisa dirubah itu takdir ya. Tapi kalo nasib bisa kan? " Itulah pertanyaan awal yang kuajukan pada mba Katerina setibanya kami di Desa Cibeo, desa Baduy Dalam.

Ia mengangguk.

" Tapi... Apakah mereka punya pilihan untuk merubah nasib? Maksudku dengan aturan leluhur itu, bukankah sulit bagi mereka untuk merubah nasib? "

Hening sejenak.

Maka rangkaian kata yang mba Katerina ucapkan membuatku berpikir banyak. Sudah tibakah berita tentang Islam pada mereka?
Dengan islam, kang Juli takkan lagi berjalan tanpa alas kaki. Kang Juli akan belajar berkuda. Dengan kuda, kang Juli dapat melakukan perjalanan jauh. Kang Juli bisa datang ke Bandung dengan berkuda. Aku dan keluargaku siap menjamu kang Juli yang pasti lelah sekali dalam perjalanan.

Dengan islam, ibu kang Juli takkan lagi mandi di sungai. Ibu kang Juli akan malu bila mandi di alam terbuka. Ibu kang Juli akan mendapat kedudukan terhormat dalam islam. Sungguh bentuk penghormatan tertinggi yang tak dapat kang Juli jumpai di tempat lain.

Sesederhana itu.

Malam panjang. Pegal yang dirasa tak mampu membuat mataku cepat terpejam. Banyak sekali yang kupikirkan. Dengan beralaskan sleeping bag kurenungi apa saja yang sore tadi kulihat di desa ini.

Anak-anak suku Baduy sungguh menggemaskan. Sore itu, Rian dan Sadam berhasil merebut hati seorang anak kecil dengan mengiming-imingi kue dan sosis siap saji. Seketika pandanganku menjurus pada anak itu. Apa yang sehari-hari ia lakukan selain makan dan bermain bola? Sedangkan bersekolah adalah pantangan bagi mereka? Lantas pertanyaan itu membawaku pada pemahaman bahwa anak ini akan disiapkan untuk kegiatan warga baduy pada umumnya, yaitu bertani dan menjadi porter bagi para pelancong yang berkunjung. Ya, seperti yang terjadi pada kang Juli dan Agus. Aku mengeluarkan uang sejumlah Rp. 25.000,- untuk jasa porter kang Juli. Rupanya suku Baduy Dalam sudah mengenal uang. Kang Juli bercerita bahwa tradisi barter dalam perdagangan telah jarang dilakukan.

Meski warga Baduy tak diperbolehkan sekolah, ajaibnya rata-rata dari mereka bisa membaca dan menulis. Belajar otodidak, itu yang kang Juli lakukan. Aku rasa mungkin karena sering datangnya pelancong kesini, sehingga mau tak mau mereka bisa berbahasa Indonesia.

Ada satu hal yang kusukai dari aturan suku Baduy. Aturan ini dibuat untuk menjaga simfoni kehidupan suku baduy yang cinta akan alam dan menolak modernisasi. Adalah bahwa orang bule dilarang masuk ke pemukiman suku Baduy. Bagiku ini sangat menarik. Jika pada umumnya hampir setiap tempat wisata di Indonesia dibanjiri wisatawan asing, tidak demikian dengan Baduy. Lantas aku bertanya-tanya. Ratusan tahun bangsa ini dijajah Portugis, Belanda dan Jepang... Apakah mereka dilarang masuk kesini?

photo 3
Suasana perkampungan Baduy. Foto ini diambil di kawasan Baduy Luar

Waktunya mandi. Sore itu, aku dan kawan-kawan akan mandi dan kakus di sungai. Oh tidak! Ini kali pertama bagiku mandi di sungai. Bagaimana caranya?

Maka kulihat wanita Baduy itu mandi dengan berbalut kain seadanya. Aktivitas mandi, cuci baju dan kakus dilakukan di sungai yang sama. Sungai itu dibagi menjadi tiga. Bagian yang mengalir deras adalah untuk kakus, bagian yang agak mengalir untuk mencuci perabot rumah tangga dan bagian yang tenang adalah untuk mandi.

Aku sungguh tak bisa mandi dalam keadaan seperti itu. Apalagi setelah tahu bahwa ada lelaki yang melihat aktivitas kami. Sudahlah, semalam tak mandi tak mengapa. Maka kuputuskan hanya membasuh wajah dan merendam kaki seadanya. Itu sudah cukup.

Untuk urusan mandi, kami tak diperbolehkan memakai sabun karena buihnya akan mengotori lingkungan. Maka berendam adalah pilihan terbaik untuk membersihkan badan. Biasanya wanita baduy menambahkan daun sebagai pembersih badan. Untuk urusan gigi, mereka menggunakan serabut kelapa.

Maka dalam upaya untuk tidur, kupahami semua apa yang kulihat disini. Bagi kang Juli dan kawan-kawan, hidup seperti inilah yang terbaik bagi mereka, menuruti aturan adat yang ada. Lalu, apakah ada warga Baduy yang melanggar? Bagaimana keadaan mereka? Jawabannya kutemukan dalam sesi tanya jawab dengan jaro (perwakilan puun -kepala adat-) keesokan paginya. Namanya Mursin. Jaro Mursin.

Bahwa bagi mereka yang melanggar adat akan keluar dari pemukiman Baduy dalam. Maka tersebutlah suku Baduy luar. Kehidupan warga Baduy luar lebih kekinian dibanding baduy dalam. Peralatan rumah tangga sudah menggunakan plastik dan gelas kaca, tak seperti Baduy dalam yang hanya boleh dari kayu atau bambu. Pakaian yang mereka kenakan pun berbeda. Orang Baduy luar sudah menggunakan kaos dan celana jeans seperti masyarakat umum. Ikat kepala yang dikenakan lelaki warnanya biru, bukan putih seperti Baduy dalam.

DSCN3964 (640x480)
Bersama anak-anak Baduy luar. 

Jaro Mursin bercerita bahwa pernah ada warga Baduy dalam yang menikah dengan warga non Baduy. Secara adat hubungan mereka terputus, namun hubungan kekeluargaan tentu masih berlanjut.

Menurut wikipedia, ada segelintir warga suku Baduy luar yang beralih agama menjadi seorang muslim. Namun saat kutanyakan pada kang Juli, semua warga Baduy dalam dan Baduy luar beragama Sunda Wiwitan. Hal itu kutanyakan lagi pada segerombolan ibu-ibu berjilbab yang sedang berjalan di kawasan Baduy luar.

" Ibu punten bade tumaros... Pami ibu urang baduy luar? ", tanyaku. (Ibu maaf mau tanya... Kalau ibu orang baduy luar?)

Tawa mereka membuncah. Menertawakan apa yang baru saja kutanyakan. Ibu-ibu itu bukanlah orang Baduy. Mereka baru saja pulang berladang. Namun mereka mengatakan bahwa ada komunitas muslim di dekat kawasan baduy luar. Tapi bukan orang baduy.

DSCN3976 (640x480)
Bersama ibu-ibu berjilbab di kawasan baduy luar

Kawan, hanya sehari semalam kuhabiskan waktu dengan mereka. Namun makna hidup yang kudapatkan sungguh banyak. Perbedaan diantara kami menciptakan hubungan yang selaras antar umat manusia. Saling menghargai dan menghormati jalan hidup masing-masing.

Maka dalam perjalanan kereta ekonomi ini aku kembali termenung. Aku lebih bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan padaku. Bersyukur karena Tuhan kembali mengizinkanku mengenal keanekaragaman ciptaanNya. Bukankah firmannya berkata 'berjalanlah' dan 'saling mengenal' agar kamu mengerti akan makna hidup?

Kereta terus melaju. Membelah perbatasan provinsi Banten dan DKI Jakarta. Meski hawa panas dan penat begitu kentara, sejuk yang dirasa dihati. Lagi. Kuucapkan syukur pada Tuhan akan pengalaman indah ini. Penjelajahan pemukiman di sekitaran rel stasiun duri, mendaki dan menuruni bukit yang terjal, berinteraksi dengan masyarakat baduy hingga berdesak-desakan di dalam kereta ekonomi. Seulas senyum simpul melukis wajahku. Petualangan yang menakjubkan. Sekarang saatnya untuk tidur, menyiapkan bekal energi untuk esok.

Tapi... Belum jua lelap menyapaku, tetiba hati ini dirundung gelisah.

 Aku lupa bawa daun honje...


~Ijaah~


Jodoh Impian ❤ Seminar Serupa Obat

No comments:
Menurut teori empirik versi ijaah, setidaknya ada 4 jenis obat untuk mengobati patah hati. Teori ini tidak masuk dalam pedoman medikasi internasional. Namun, teori ini telah diamalkan oleh leluhur kita. Ajaibnya, keempat obat ini tidak ada efek sampingnya.

Obat yang pertama adalah pil keimanan. Pil ini dikonsumsi setiap hari. Uda gitu, tolong tambahkan dosisnya di sepertiga malam terakhir ya. Karena pada waktu itu, absorbsinya paling maksimal. Tenang, efek sampingnya gak ada. Cobain ya, cespleng lho!

Yang kedua adalah tablet keikhlasan. Tablet ini punya sistem sustained release a.k.a cara kerjanya panjang. Jadi maksudnya gini, kalau kamu udah minum ini, tabletnya akan melepas zat aktif secara perlahan dan terus menerus (sustained).

Yang ketiga adalah vitamin ilmu dan keluarga. Vitamin ini buat tak dan hati kamu bisa jadi lebih jreng jreng lagi. Percaya deh!


Yang keempat adalah syrup bahagia. Tuangkan syrup dalam 1 centong nasi dan minum sesering mungkin. Aneh? Udah minum aja... Belum pernah kan minum obat pake centong nasi?

Kalau kawan mau tanya-tanya lebih lanjut, konsul sama Dokter Spesialis Cinta aja ya... ❤


***


Setiap jiwa pasti pernah merasa gundah. Tentu, ada banyak alasan yang menyertai. Pada postingan kali ini, saya ingin mengajak kawan semua untuk ikut berpetualang dalam rangka mengobati hati yang sedang patah. Begitu banyak langkah yang bisa ditempuh kala sedih datang. Afirmasi di depan cermin menjadi langkah awal dari terapi yang dilakukan.

Hai putri, inilah saat yang tepat untuk kamu lebih banyak bercerita pada Tuhan. Giat ya ibadahnya...

Semangat pagi manis, inilah saat yang tepat untuk kamu lebih dekat dengan keluarga dan teman ya...

Selamat pagi cantik, inilah saat yang tepat untuk kamu lebih banyak tersenyum dan bersyukur. Percayalah, ini terjadi karena Tuhan menyayangimu. Ia sedang mengajarimu tentang kesabaran. Kalau kamu lolos, rahimNya akan semakin bertambah lho 

Hai imut, inilah saat yang tepat untuk mencari ilmu yang banyak tentang cinta dan pernikahan. Duhai imut, tahukah kau bahwa rupanya pedih ini sangatlah baik? Senyum dong :)

Afirmasi itu menguatkan langkah. Ini seperti kamu menjadi sebuah magnet. Saat sedang melakukan afirmasi, sejatinya kamu sedang membentuk medan magnet yang akan menarik hal-hal yang berkaitan dengan ucapanmu. Maka jangan kaget ya, untuk beberapa hari ke depan, akan banyak life sign yang mendukung afirmasi kamu.


VITAMIN JODI: JODOH IMPIAN

Ini adalah salah satu vitamin ilmu yang saya konsumsi setelah vitamin Romantic Seminar. Namanya juga vitamin, keduanya memiliki khasiat untuk menjaga vitalitas tubuh. Namun ada perbedaan yang mendasar dari keduanya. Jika vit RS memiliki khasiat menangkal radikal bebas, vit Jodi berkhasiat memperkuat tulang. Efeknya, tubuh akan tetap tegak dan kuat. Tegak menatap masa depan maksudnyaaahhh... Hahaha... Move on move on… :D

Romantic Seminar lebih banyak mengangkat isu perihal wanita, cinta suci dalam pernikahan dan efek negatif pacaran. Pembicara mengajak kita untuk berpikir bahwa cinta dalam konteks pacaran adalah bukan cinta (love), namun nafsu (lust). Sehingga, anjuran untuk menolak pacaran menjadi dominan.

Jodoh Impian banyak mengurai kisah cinta masing-masing pembicara. Ada yang gagal dalam pernikahan, pun ada yang harus berpisah dengan orang yang diharapkan. Namun dengan keyakinan pada Allah, akhirnya mereka bangkit dan terus melangkah. Selain itu, seminar ini menebar  ilmu bagaimana untuk membentuk keluarga hebat, cara untuk move on dan menjadi sosok jodoh impian.


One Day Seminar Jodoh Impian

jodohimpian

Bertempat di Auditorium BPPT Thamrin Jakarta, seminar ini dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta. Hebat! Rupanya banyak sekali peminatnya. Saya yang datang sendiri dari Bandung merasa mau berlelah-lelah ke Jakarta untuk mendapatkan ilmu Jodi ini. Merasa teramat sangat perlu dengan rangsangan positif, maka jalan ilmu saya tempuh sebagai pelipur lara.

Ada sembilan pembicara yang mengisi seminar ini. Saya mengenal beberapa diantaranya, yaitu Pepew dan Kang Abay. Meski terbilang sering menikmati aksi mereka di panggung, tetap saja hasrat untuk mengikuti seminar ini begitu kuat.

Banyak sekali pesan penting dalam seminar ini. Namun ada satu yang terpenting dan merupakan tujuan utama diadakannya seminar ini.

Banyak yang mengejar sosok jodoh impian,
TAPI
Banyak yang lupa untuk menjadi sosok jodoh impian

Even AFTER MARRIED!

Nah lho!


Let's move on!

Begitu terpana saat mendengar kisah cinta kawan saya ini. Febrianti Almeera atau Pepew (@pewski), rupanya pernah mengalami fase batal menikah. Pepew melakukan proses ta'aruf dalam waktu yang singkat. Saat pada akhirnya pernikahannya batal karena sebab tertentu, Pepew merasa tidak begitu sedih seperti yang ia rasakan saat berpacaran dulu. Ia merasa lebih tenang karena yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana. Selain itu, proses ta'aruf membuat proses perkenalan menjadi lebih terjaga dan fokus. Menurut Pepew, hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini adalah kita harus memperbaharui niat dalam segala hal. Apa saja yang kita lakukan baiknya diniatkan untuk ibadah dan semata-mata karena Allah.

Pepew yang sekarang, beda dengan yang dulu. Saat menempuh pendidikan tingkat menengah, Pepew adalah seorang yang tidak bisa tahan hidup menjomblo. Aksi gonta-ganti pacar telah menjadi habitual action baginya. Hingga akhirnya, datang satu waktu dimana jenuh itu datang. Ia bosan pacaran. Selain itu, ia diterpa masalah hebat yang pada akhirnya membuat ia semakin dekat dengan Allah. Masalah ini yang membuat Pepew menemukan jati dirinya. Kini, Pepew adalah seorang inspirator muslimah hijrah dan pendiri Great Muslimah.

See, problem is good right? :)

Apapun jenis kesedihan yang sedang menghampiri, yakinlah bahwa ini adalah wujud cinta yang Dia berikan. Tuhan ingin agar kita memutar arah menuju hidup penuh berkah yang kita impikan. Problem is redirection of our life. Maka, bergeraklah terus! Buanglah jauh-jauh kelekatan akan kepedihan.

Saya pribadi begitu mengagumi gaya Pepew saat presenting. Apa yang terucap adalah dari hatinya yang terdalam. Pepew tak segan menceritakan masa lalunya untuk dijadikan ibroh bagi kami para muslimah. Kesan tulus akan terasa saat mendengar tuturannya. Pun begitu saat membaca blognya. Bahkan Kang Abay, sang motivasinger, sampai menciptakan lagu untuk Pepew. 'Pangeran Surga' adalah lagu yang diciptakan oleh Kang Abay setelah melahap postingan Pepew yang berjudul 'Tertulis untuk Pangeran Surgaku'.

Di dalam hatiku tertulis harapan terindah..

Yang selalu ku pinta lirih dalam doaku..

Kau mungkin rahasia, ku nanti dalam ketaatan..

Ku pantaskan diriku, di hadap-Nya..

Berharap penuh keikhlasan..

Kau menjadi Pangeran Surgaku..

Kita merajut mimpi dalam pernikahan suci, kabulkanlaaah.."

- Lagu “Pangeran Surga” | Febrianti Almeera

Sekali lagi Pepew membuat saya terkesima. Tak hanya hebat dalam presenting, pembawaan Pepew kala bernyanyi patut diacungi jempol. Pew, terus berkarya ya geulis... Tebaran kebaikan yang kau beri adalah wujud syukur padaNya. Semoga Allah senantiasa melindungi niatmu dan terus berkarya dalam kebaikan ya :)

Bicara tentang move on, aktris Meyda Sefira ingin berbagi tentang kisah cintanya. Ia dulu pernah berpacaran dalam kurun waktu tahunan. Meski waktu yang lama, mereka jarang bertemu karena dipisahkan oleh jarak. Walau begitu, komunikasi di antara mereka berjalan lancar. Jika ada waktu untuk jumpa, Teh Meyda hanya mengizinkan untuk berbincang di rumah. Teh Meyda berujar bahwa pacarnya dulu adalah sosok yang ia idamkan.

Secara alamiah, setiap harinya manusia bertumbuh menuju kebaikan. Ada satu titik dimana Teh Meyda harus mengambil keputusan yang terbilang sulit kala itu. Karena Teh Meyda ingin lebih menjaga ketaatannya pada Allah, ia putuskan untuk berpisah dengan pacarnya karena memang belum ada kesiapan untuk menikah. Walau berat di awal, namun dengan kemantapan hati ia bisa melaluinya.

Oya ada kabar baik lho, insyaAllah di bulan April ini Teh Meyda akan menikah. Ia menempuh proses perkenalan dengan cara islami. Kabarnya, perjumpaan Teh Meyda dan calon suami hanya beberapa kali saja. Namun sungguh jodoh itu rahasia Allah. Dua insan yang terpisah jarak benua pun Ia persatukan dalam bingkai pernikahan.

Serupa dengan Pepew, Teh Meyda menyanyikan lagu di seminar Jodi ini. Lagu Untukmu Calon Imamku dibawakan dengan sangat apik oleh Teh Meyda dan Lutfiyah Hayati (Fifi).

Kau yang tertulis di Lauhul Mahfudz... Kau adalah rahasia terbesarku...

Kehadiranmu menyempurnakan hidupku...

Ku menunggu dalam sabarku... Ku ikhlaskan semua harapanku...

Bersamamu di masa depanku...

Membangun cinta... membangun surga... menggapai ridhoNya

dan aku menanti menjadi bidadari untukmu sampai bertemu pada suatu masa calon imamku..."

- Lagu "Untukmu Calon Imamku" | Meyda Sefira

Selain itu, Teh Meyda memperkenalkan buku terbarunya yaitu Hujan Safir. Buku ini merupakan memoar sekaligus songbook yang berisikan 5 buah lagu yang dinyanyikan oleh Teh Meyda dan Fifi. Baru kutahu rupanya wanita muda nan cantik ini dulunya pernah lumpuh layu dan bekerja untuk membiayai kuliahnya. Buku ini sangat inspiratif. Apalagi saat ku tahu bahwa 100% royalti penulis akan disumbangkan untuk program kemanusiaan Food For Syria yang berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Butuh dana kurang lebih 1 Milyar untuk membantu pembuatan pabrik roti di Aleppo, Suriah.

Betapa sikap yang patut diteladani. Sukses terus ya Teh Meyda :)

Tentang nikah muda

Saat usia belasan, saya selalu berkeinginan untuk nikah muda. Dalam bayangan saya saat itu, pernikahan adalah hal-hal yang indah saja. Peringatan perihal konsekuensi nikah muda tak saya gubris. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Numpang lewat saja. Rasanya mungkin karena efek trend 'asyiknya nikah muda' saat itu.

Menikahlah, agar sempurna dien ini... Menikahlah, agar dapat mempercepat rizqi... Menikahlah...

Betul, tidak ada yang salah akan itu. Menjadi salah bila kita yang notabene belum siap, malah ikut-ikutan nikah muda. Betul, kadar kesiapan menikah itu tak dapat diukur. Namun rupanya ada banyak hal yang harus disiapkan untuk pernikahan. Dalam hal ini, saya sadar betul harus mempersiapkan mental lebih kuat. Materi? Itu sudah pasti. Namun persiapan mental menjadi hal yang lebih penting daripada materi. Saya akan hidup dengan lelaki yang akan menjadi imam bagi saya dunia akhirat. Saya pun akan membesarkan keturunan dari darah dagingnya. Saya harus memiliki kesabaran yang luas untuk mencintainya seumur hidup. Pun begitu saya harus memelihara indahnya pernikahan seumur hidup. Maka, persiapan mental dalam pernikahan itu menjadi sangat penting.

Nikah muda adalah baik. Nikah dewasa adalah jauh lebih baik.

Banyak sekali ilmu yang saya ambil dari sosok ibu muda satu ini. Ia adalah Asri Fitriasari, atau sering dipanggil Teh Aci. Wanita berusia 25 tahun ini memilih untuk menikah muda. Saat itu ia berusia 21 tahun dan masih berstatus sebagai mahasiswa FKG UNPAD.  Saya termasuk yang suka kepo-in twitter nya Teh Aci. Bila ia sedang memposting tentang asyiknya menikah muda, entah mengapa saya seringkali menelan ludah dan berlirih, "Oh, kapan giliran saya?"

Kalau kata Pepew, setiap kata yang kita ucap akan langsung Allah validasi. Hal ini diamini oleh Teh Aci. Pada satu waktu, Teh Aci mendapat email teguran dari seseorang. Isi email itu menganjurkan agar Teh Aci jangan melulu bercerita tentang indah dan nikmatnya pernikahan. Pengirim berkata bahwa wajar saja masih indah, wong usia pernikahannya baru seumur jagung. Pengirim menganjurkan agar Teh Aci mengimbangi isi postingan, bahwa menikah itu tak melulu indah.

Awalnya teguran itu tak begitu dihiraukan. Namun seiring berjalannya waktu, Teh Aci mulai merasa ada komunikasi yang buruk antara dia dan suami. Teh Aci merasa bahwa indahnya pernikahan hanya didapat di 3 bulan pertama pernikahan. Selebihnya adalah perkelahian sengit tanpa ujung. Pernah satu waktu Teh Aci merasa bahwa ia salah pilih. Kok gini sih menikah? Kok hati lebih sering ditikam pilu daripada merasa menjadi putri di istana raja? 

Maka jalan ilmu ia tempuh untuk menjaga keutuhan rumah tangganya. Belajarlah ia kepada pak Noveldy. Beliau adalah seorang marriage counselor dan pendiri dari sekolahpernikahan.com dan menikahuntukbahagia.com. Ada banyak pembelajaran yang Teh Aci dapatkan dari konseling ini.

Tetap nikmati proses memberi dengan sepenuh hati. Nikah kan ibadah. Masa ibadah tapi hatinya meminta terus? Ibadah kan lebih identik dengan memberi, bukan meminta."

Pesan yang saya ingat betul dari Teh Aci adalah menikahlah dengan dewasa. Dewasa secara mental dan pemikiran ya, bukan secara umur. Segerakanlah untuk menikah bila sudah diberi kemantapan hati. Karena manfaat dari pernikahan adalah banyak. Menikah adalah menyempurnakan dien, menikah adalah menyempurnakan sayap, menikah adalah sarana untuk menggapai ridho Allah.

Jadi, kapan nikah? :)

Romantic Couple

Lucu adalah kata pertama yang saya ucap kala mengingat sepasang suami istri ini. Lho katanya Romantic Couple? Iya sih, tapi mungkin karena saking lengketnya mereka berdua, yang ada bukannya saling manja, tapi saling melempar canda. Canda romantis maksudnya hehe... Keduanya pun bernyanyi dan berdansa di depan panggung. Mau tahu lagu apa? Lagu 'Saat Bahagia' nya Ungu dan Andien. Seriusan deh, kedua orang ini bikin saya mupeng berat. Beuh!

Sepasang suami istri ini adalah salah satu pelaku nikah muda. Kini mereka aktif menebar spirit indahnya pernikahan di berbagai workshop pernikahan. Selain itu, mereka berdua menulis buku perihal pernikahan, yaitu Menikah Itu Mudah, Jodoh Dunia Akhirat dan Jodohku Inilah Proposal Nikahku.

Ada yang tahu siapa mereka? :)

Mereka adalah Kang Canun dan Teh Fufu. Usianya masih muda lho. Sang suami adalah dokter muda berusia 24 tahun, sedang sang istri adalah seorang bidan berusia 25 tahun. Karena sama-sama menempuh pendidikan di bidang medis, keduanya pernah membuat buku perihal kesehatan. 'Mengenal Organ Intim Wanita' adalah buku kesehatan yang ditulis oleh Teh Fufu. Keren ya!

Berkarya adalah wujud syukur kita padaNya. Sedap! Betapa saya menyukai kalimat itu. Siapapun kamu, apapun profesi kamu, berkaryalah! Ada banyak bentuk karya yang bisa kamu bagi untuk sesama.

Ada banyak ilmu yang didapat dari keduanya. Hal penting yang saya catat betul adalah keduanya mengajak kita untuk galau positif.

Sudahkah perbekalan saya mencukupi?

Saya suami/istri idealkah?

Saya ayah/ibu idealkah?

Kualitas diri saya sejauh apa?

Selain itu, keduanya memperkenalkan cara untuk menjemput jodoh impian. Ada 3 tahap penting yang harus dilakukan. Cleansing, Upgrading dan Selecting. Cleansing dari apa? Dari hati yang sulit move on, sulit berdamai dengan diri sendiri, masa lalu yang pahit, trauma, sulit percaya pada orang lain dan lain-lain. Nah, materi lengkapnya bisa kawan dapatkan di DVD Jodoh Impian. Ada yang mau order? Follow dan intip timeline @jodohimpian ya :)

Ibu Profesional

Alasan utama mengikuti seminar ini sebenarnya satu. Saya sangat ingin jumpa dan mendapat berkah ilmu dari ibu profesional satu ini. Mengapa?

Ibu Teladan versi Majalah UMMI 2004

Tokoh pilihan Majalah Tempo, 1 dari 10 pemuda yang mengubah Indonesia

Women Enterpreneur Award Ashoka Foundation USA 2007

Inspiring Woman Award 2008-2009

Kartini Award 2009

Owner Jarimatika dan Ibu Profesional

Kartini Next Generation Bidang Pendidikan 2013

Meraih Danamon Award kategori individu pemberdaya masyarakat

dll

Anda tercengang? :D

Beliau adalah Septi Peni Wulandani. Seorang wanita yang memilih berkarir sebagai ibu profesional. Ia memilih menanggalkan ijazah dan SK PNS nya untuk membaktikan diri sebagai seorang ibu. Ini karena permintaan sang suami yang menginginkan anak-anak untuk di didik oleh ibunya sendiri.

Ngapain sekolah tinggi tinggi kalo ujung-ujungnya dapur sumur kasur?

Itulah kesan umum yang mengakar di masyarakat perihal menjadi ibu rumah tangga. Jika dilihat, kok ya kesannya rendah sekali. Padahal menjadi seorang full time mommy adalah tugas utama seorang wanitaApa yang sebenarnya dicari dalam pekerjaan bila anak-anak terlantar?

Menjadi ibu adalah profesi terhebat yang hanya dapat di duduki oleh wanita. Ibu Septi, dengan segala keputusan bulat untuk menjadi seorang ibu profesional, memilih untuk menanggalkan dasternya. Ia, dengan segenap jiwanya memilih untuk berbusana profesional nan rapi kala mengatur rumah tangga.

Biarkan saya menjadi seorang manajer handal... Biarkan saya menjadi guru teladan... Biarkan saya menjadi finance planner yang handal...

Tak hanya itu, ia menerapkan nilai demokratis yang berpedoman pada Al-Qur'an dan sunahNya. Ia menerapkan kebebasan pada anaknya untuk memilih. Anak mau sekolah dimana? Sekolah negeri, swasta atau sekolah alam? Atau mau sekolah sama ibu di rumah? Kebayang gak sih ngasih pilihan gak sekolah sama anak?

Pada akhirnya, ketiga anaknya memilih untuk bersekolah dengan ibunya sendiri. Karena inilah pada akhirnya ibu Septi menemukan metode baca ABACABACA, perhitungan JARIMATIKA dan Ibu Profesional.

Hal hebat yang ibu Septi lakukan adalah memenuhi keinginan dan semangat anak-anak untuk melakukan apa yang mereka sukai. Karena banyak orang tua di luar sana yang memaksakan kehendak pada anak. No offensepada akhirnya segala sesuatu yang terjadi pada diri anak ada maksudnya kan? Kalau kamu suka musik tapi dilarang nge-band sama orang tua, some how in the right time kamu bakal ngerti kenapa gak boleh dan bisa jadi kamu menemukan hal lain yang kamu worth di dalamnya.

Ada satu contoh yang digambarkan ibu Septi. Ia rela menjual cincin nikahnya untuk memenuhi keinginan anak-anaknya untuk berkuda. Hingga pada saat tak ada lagi uang untuk berkuda, dengan canda ia berlirih, "Oh... dengan siapa lagi saya harus menikah?" :D

Oya, apa yang terjadi pada anak-anaknya?

Enes, anak pertama ibu Septi dan pak Dodik ini, yang sedari kecil begitu mencintai lingkungan, kini telah menjadi seorang mahasiswa di Singapura pada usianya yang ke 17 tahun.  Ara, si tengah yang suka susu, di usianya yang ke 10 tahun telah mengelola 5000 ekor sapi. Rencananya, kini Ara hendak membuat ranch kuda. Elan si bungsu, membuat robot dari sampah.

Oya ada kata-kata tentang mimpi yang saya ingat betul dari ibu Septi. Kalau kita punya mimpi, langkah selanjutnya adalah katakan mimpi itu kepada semua yang kamu punya. Orangtua, teman, pasangan atau bisa juga status yang kamu buat di socmed. Selanjutnya adalah lakukan! Gak lucu kan kalo mimpinya batal hanya gegara kita malas melakukannya? Malu yang ada kan? :)

DREAM IT     SHARE IT     DO IT     GROW IT

Banyak sekali kisah inspiratif yang bisa kita ambil dari keluarga kompak ini. Oya, ini ada kisah yang lebih lengkap ya tentang ibu Septi: Inspiring Housewife Story.

Menjadi jodoh impian

Ini adalah sesi motivasi cinta oleh Kang Harri. Sesi ini adalah sesi yang paling interaktif. Kang Harri mengajak seluruh peserta untuk memvisualisasikan mimpi seakan telah terwujud. Mimpi ini harus disampaikan pada teman di samping yang notabene bagi saya adalah baru dikenal. Hal ini menjadi menarik karena emosi di hati begitu membludak dan rasanya semakin bergairah untuk meraih mimpi.

Untuk menjadi sosok jodoh impian, tentu langkah yang harus dilakukan adalah mengenal diri sendiri. Apa nilai tambahmu? Kembangkan hal baik dan jadikan ini sebagai kelebihanmu.

Menjadi sosok jodoh impian adalah perjalanan seumur hidup, even after married. Ada banyak sekali kisah sedih dalam pernikahan yang disebabkan oleh buruknya komunikasi satu sama lain. Sebagai contoh, si istri merasa kesepian karena suaminya seorang pekerja keras yang selalu pulang malam. Yang ia butuhkan hanyalah sentuhan dan perhatian dari sang suami. Sedang apa yang ada dalam pikiran suaminya adalah ia ingin memastikan bahwa kerja keras yang ia lakukan adalah bukti cinta pada keluarga. Bila keduanya tak mengerti satu sama lain, cetar badai yang akan terjadi. Untuk mengantisipasi itu, Kang Harri menyampaikan bahwa ada 5 jenis bahasa cinta yang harus dipahami oleh masing-masing pasangan, yaitu:

1. Word (Kata-kata cinta)

2. Time (Waktu kebersamaan)

3. Give (Memberi hadiah)

4. Service (Melayani)

5. Touch (Sentuhan)

Kenalilah diri dan pasanganmu. Sehingga keduanya bisa saling memahami tipe bahasa cinta masing-masing. Harapannya adalah agar konflik yang cetar badai bisa segera berlalu sehingga menimbulkan atmosfer rumah tangga yang penuh cinta dan sesuatu. :)

Jomblo Mulia

Menanti dalam ketaatan

Kuikhlaskan semua harapan

Kupantaskan diriku di hadapNya

Mengarungi semua malamku

Dalam doa hati mengadu

Kuyakin Tuhan berikan yang terindah...

Jomblo mulia...

- Lagu "Jomblo Mulia" | Kang Abay

Kata siapa jomblo itu nasib ? Berbahagialah bagi para jomblo, karena jomblo lebih mulia daripada pacaran. Ini adalah rangkaian kata yang saya copas dari akun twitter @JombloMulia.

Di seminar ini beberapa kali Kang Abay menaklukan panggung dengan menyanyikan lagu-lagu hasil gubahannya. Ia berduet dengan The Jenggot. Tak hanya berduet, keduanya terkadang melakukan aksi stand up comedy. Sungguh menghibur :)

Teramat sangat banyak ilmu yang disuguhkan di seminar ini. Jika kawan ingin lebih tahu lebih lanjut, follow akun twitter mereka atau bisa juga dengan order DVD Jodoh Impian.

Kepada para pembicara, terimakasih banyak atas ilmu dan kisahnya. Semoga apa yang saya tulis disini bermanfaat bagi saya pribadi dan kawan semua. Mari mengikat ilmu dengan tulisan.

Oya, seminar Jodi ini punya jargon lho.

Siapa kita?


Jodoh Impian


Dimana jodoh kita?


Dalam perjalanan... 


:D




~Ijaah~