Terapi Galau di COOPFEST

by - Sunday, September 28, 2014

photo (4)
Foto yang ditunjukan Mawar
Ada banyak cara untuk meluruskan kembali hati yang patah. Saya, cenderung memilih jalan menulis, ikut seminar motivasi dan jalan-jalan. Cara-cara tersebut terbukti efektif untuk melepas kepedihan dan menyambut hati yang baru. Saya tahu, banyak diantara kawan semua yang satu suara dengan saya.

Namun rupanya, cara saya tak di-iya-kan oleh sahabat saya ini. Sebut saja namanya Mawar. (Yaelah kaya di Koran aja!). Mawar menolak mentah-mentah ajakan saya untuk ikut seminar dan jalan-jalan. Padahal, sudah berapi-api saya sampaikan padanya bahwa cara itu yang bisa buat saya move on.

“Aku cuma butuh waktu aja Zahra… Kayaknya jalan-jalan nanti aja deh.”

“Tapi jalan-jalan itu keren abis, Mawar. Hati kamu akan senang dan kamu akan lupa semua pedih itu.”

“Iya aku tahu. Tapi kayaknya gak sekarang. Aku cuma butuh waktu.”

“iya deeeehhhh...”

Baiklah. Tiap orang punya cara yang berbeda, toh?

***

Jujur, melihat teman yang bermuram durja itu sungguh menyesakkan. Rasanya saya ingin sekali menyibak perih dari raut wajahnya dan membiarkan cahaya bahagia itu hinggap lagi. Berbagai solusi anti galau telah aku dan Melati tawarkan padanya, namun tak satu pun Mawar gubris. Maka kami pasrah saja. Membiarkan ia sendiri dengan lamunan dan kegelapan hatinya.

Hingga datang hari penuh cahaya itu.

“ Zahra, IKOPIN itu apa sih?”

“ IKOPIN? Itu Institut Koperasi Indonesia, tempatnya di Jatinangor. Emang kenapa?”

“ Hihi… Nih liat deh”

“ Mawar… Ini teh bener? Tiket konser musiknya cuma 125 rebu utk 2 orang? Ciyusaaann…?”

“ Iyaaa… Bayangin aja! Ada Tulus, Raisa, Naif, Maliq, Mocca, Gugun Blues Shelter! Beuh kece gak tuh? Nonton yuuukkk…”

“ Banget atuh ini mah… Murah gini mah hayu ajalah nonton. Edun ada neneng Raisaaaa! Huaaa…”

“ Iya ada Raisa coy! Pokoknya ntr aku mah bakal teriak sama nyanyi lagu Mantan Terindah kenceng-kenceng! Hahaha… Melepas galauuu… Bebaaas… Lepaaasss… Hahaha… ”

“ Ih kamu mah gagal paham ceu…! Masa melepas galau nyanyi lagu lebay kaya gitu. Nyanyi teh lagu-lagu yang hepi atuh… Aneh da kamu mah! ”

“ Ih bae weee… Hahaha… ”

Tawa yang penuh cahaya. Boleh saja kamu bilang saya lebay. Tapi sungguh, saya melihat cahaya kegembiraan di matanya. Mawar seperti hendak memberi kabar pada semesta bahwa mendung itu telah usai. Ia membuka tirai perih dari hatinya dan siap menerima bahagia. Bagi Mawar, konser music COOPFEST telah menjadi jalan baginya untuk terapi galau. Dan aku -dengan penuh suka cita, tentu saja- siap menyaksikan kegembiraan yang terpancar dari hatinya.

“ Jadi… Kapan kita beli tiketnya Mawar? :-) “

***

Telat. Kami telat beli tiket. Harga 125rb/2org itu sudah tak berlaku. Harga tiket melonjak naik menjadi 150rb/org. Aku menggigit bibir. Takjub dengan kenaikan harga sebesar 100% dan sekaligus masih saja heran dengan harga tiket yang sebegitu murahnya dengan bintang tamu papan atas.  Jadi semacam ingat slogan restoran d’cost. Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima.

“ Jadi total bayar 300rb utk 2 orang, mba…”, kata pemuda gembul di depan kami.

Mawar menyerahkan sejumlah uang pada pemuda gembul itu seraya tersenyum. Saya analogikan senyum itu karena ia senang, “akhirnya gue nonton Raisa!”,mungkin begitu hatinya berkata.

Selepas kami turun dari ticket box yang berlokasi di Dj Arie School itu, saya menyerahkan uang tiket seharga 150rb padanya. Namun tetiba...

“ Kamu tu apa sih zah. Udah aja ih! Simpen aja uangnya?”

“ Iiih gak mau! Ini kan acara kita berdua, Mawar… Terima ya uangnya…”

“ Enggak enggak. Kamu simpen uangnya ya. Oke?!”

Demi mendengar penolakan Mawar, tetiba saya ingat akan kata-kata mutiara itu…
Rezeki itu jangan ditolak… Dan, jika ada orang yang memberimu hadiah, terimalah! Karena itu membahagiakan bagi si pemberi.
Detik itu juga saya urung menyerahkan uang pada Mawar dan mengucapkan terimakasih padanya. Tentu saja seraya berdoa dalam hati, semoga Mawar ceria kembali. Pasti.


COOPFEST : Rising The Nation Treasure


Berbekal ilmu dari pemuda gembul itu, saya dan Mawar datang ke Sabuga jam 1 siang. Saat itu sudah terlihat antrean di depan gate. Tapi yang menjadi pertanyaan saya, kok yang antri sedikit ya? Bukankah acara sebentar lagi akan dimulai?

Usut punya usut... Rupa-rupanya... Saya pahami kenapa baru sedikit penonton yang hadir di Sabuga, wong yang perform itu band pembuka. Kalian bisa bayangkan, saya dan Mawar duduk manis di tribun dari jam 1 sampai Maghrib! Hanya menyaksikan perform band pembuka dan aneka kuis yang diselenggarakan.

" Kalau gini ceritanya, mending datang sore aja ya ke Sabuga...", keluh saya pada Mawar.

" Iya zah... Tapi gak apalah. Biar kita dapat seat juga kan... Lagian band pembukanya oke-oke"

" Iya sih Mawar. Setidaknya kita jadi tahu banyak band lokal Bandung yang keren banget. Tapi... Baydewey, beres jam berapa ni acara?"

" Haha... Teuing! Let's see deh..."


Catatan pertama : Kalo kamu mau nonton konser, apalagi dengan bintang tamu papan atas... Pastikan kamu tahu bahwa akan ada banyak sekali band pembuka. Dan kamu harus catat ini baik-baik! Guest star itu akan tampil di malam puncak, bukan siang atau sore hari. Jadi kalo kamu masih harus beberes rumah atau ngerjain ini itu, dan cuma pengen nonton guest starnya, mending kamu dateng ke tempat konser sore aja. Biar gak bete!

Oya, ada yang nanya apa itu COOPFEST?

Saya juga memiliki pertanyaan yang sama. Rasanya baru sekarang mendengar ada konser musik bernama COOPFEST. Selama ini, yang saya tau, konser musik yang sering diselenggarakan itu namanya KICKFEST.

Barulah saya tahu apa itu COOPFEST saat pembawa acara menjelaskan lebih mendalam tentang event spesial ini. Rupanya, COOPFEST adalah akronim dari Cooperative Festival atau Festival Koperasi. Event ini diadakan oleh IKOPIN (Institut Koperasi Indonesia) yang berlokasi di Jatinangor.

coopfest


COOPFEST bertujuan untuk menggelorakan aksi 'Mari Berkoperasi' kepada generasi muda Indonesia. Event yang dipilih IKOPIN ini menurut saya kece banget, menyebarkan kebaikan koperasi melalui konser musik berkelas.

photo (3)
Aku dan Mawar

Semakin sore, penonton semakin memenuhi Sabuga. Saya dan Mawar mulai menerka-nerka, sepertinya guest star akan muncul jam 7 malam. Dan rupanya benar! Band Mocca menjadi pioneer malam itu.

 1. MOCCA

Kalau boleh jujur, sedikit pengetahuan musik saya tentang Mocca. Maka saat mereka beraksi di panggung, banyak sekali lagu yang membuat lidah saya terkunci. Saya gak tahu liriknya! Tapi saya sadari betul bahwa lirik lagu Mocca itu penuh makna. Maka saya putuskan, besok lusa akan mengunduh lagu-lagunya.

Lagu Mocca yang saya kenal dan hafal liriknya adalah Secret Amirer, I Remember dan Do What You Wanna Do. Ah untung saja Mocca membawakan lagu itu. Setidaknya saya bisa ikutan nyanyi seperti yang lain. Oya selain itu, Mocca didaulat oleh kang Emil -bapak walikota Bandung yang kece itu- untuk membuat lagu bertema #FriendlyBandung. Jadilah di event COOPFEST ini, perdana MOCCA menyanyikan lagu berjudul 'Bandung'.
Welcome to flower city…
My lovely city…
My friendly city“
Saya bangga. Kini, Bandung punya lagu keren yang dibawakan oleh musisi papan atas. Pun begitu dengan pak walikota yang selalu punya cara kreatif untuk menjadikan warganya semakin cinta Bandung. Terimakasih pak Ridwan Kamil dan Mocca. Salam #FriendlyBandung! :-)

Catatan pertengahan : Jika kalian jalan-jalan ke Bandung dan melewati jalan di bawah fly over Pasopati, kalian akan mendapati banyaknya foto warga Bandung yang tersenyum. Foto ini tidak ditempel di tiang tembok begitu saja. Ada rangka kayu yang menopang kain putih yang telah dihiasi foto-foto warga Bandung yang sedang tersenyum. Menjadi menarik karena modelnya adalah warga Bandung sendiri: dari mulai hakim, dokter, guru, siswa SD SMP SMA, PNS, tukang bakso, pedagang ular hingga pemain Persib. Menurut kang Emil, aksi kreatif ini untuk mengkampanyekan Friendly Bandung, menambah keindahan kota Bandung serta mencegah aksi vandalisme nu teu puguh. (yang tidak benar)

 2. GUGUN BLUES SHELTER

Hanya satu yang saya kenal dari band ini. Jono! Selama ini saya sering melihat dia ngelaba di acara komedi. Rupa-rupanya dia punya selera musik rock yang keren. Oke, harus saya garis bawahi... bahwa keren disini bukan berarti saya suka. Selama band ini beraksi, telinga saya kerap kali berdengung. Pasalnya, saya gak suka musik keras! Jadi maaf sekali, saya hanya bisa mengapresiasi band ini dengan tepuk tangan yang 'lembut'.

3. TULUS

Mungkin Tulus menjadi spirit booster saya malam itu.

Saat pertama kali melihatnya naik panggung, sontak saya berteriak super duper kencang. Tak sangka rupanya saya bisa juga berteriak kencang seperti lazimnya fans artis terkenal. -tapi gak lebay juga sih, noted!-

Performance Tulus malam itu begitu memukau, banyak lagu yang ia bawakan seperti: Sepatu, Gajah, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Baru, Lagu untuk Matahari, Sewindu, Teman Hidup dan yang lainnya. Yang saya suka dari Tulus adalah lagu-lagunya kebanyakan bertema positif, bahkan bila lagu itu bercerita tentang kegalauan, contohnya Sewindu. Lagu ini menceritakan tentang pria yang sudah sewindu mencintai gadis pujaannya. Namun apa daya kasih tak sampai, si gadis memilih pria lain sebagai idaman hatinya. Nah si pria memilih untuk tidak larut dalam angan-angannya dan menghentikan rayuan bodohnya. Cerdas!

Lagu lain yang menurut saya beda dari kebanyakan adalah Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Lagu ini terinspirasi dari kisah cinta Tulus sendiri. Konon, dahulu kala... Tulus terjebak dalam kisah percintaan yang monoton karena si gadis pujaan tidak pernah menuntut apapun pada Tulus. Setelah melakukan perenungan lebih dalam terhadap liriknya, saya setuju dengan makna lagu ini. Bahwa kisah cinta itu harus hidup dan penuh semangat untuk menatap masa depan.
Jangan cintai aku... apa adanya... Jangan...
Tuntutlah sesuatu... biar kita jalan ke depan...
Gajah menjadi lagu yang unik buat saya. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang seringkali diejek karena memiliki tubuh tambun seperti gajah. Namun seiring kedewasaan yang semakin terbentuk dalam dirinya, ia menganggap ejekan itu adalah doa baginya.
Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah, ku marah...
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah...
 
Kau temanku... Kau doakan aku...
Punya otak cerdas... Aku harus tangguh...
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku...
- Lagu "Gajah" by Tulus

Nikmatilah... Kejutanku...
Ini aku yang baru
Nikmatilah... Rasa itu...
Tak lagi di kuasamu...
- Lagu "Baru" by Tulus

Buktikan sekarang... Angkat penamu tulis bila gemar menulis...
Buktikan sekarang... Bergerak suaramu bila gemar menyanyi...
- Lagu "Lagu Untuk Matahari" by Tulus
Itulah yang membuat saya jatuh cinta dengan lagu-lagu Tulus. Positif! Jadi kalau kalian lagi sedih bin galau, hentikan mendengar lagu-lagu sedih ya! Dengarlah lagu-lagu bernada positif seperti lagu Tulus. Happy listening! :-)

4. RAISA

Inilah musisi yang paling dinantikan para pria, juga Mawar. Sedari tadi Mawar selalu tidak sabar menyanyikan lagu Mantan Terindah. Haha akhirnya waktu itu tiba!

raisa
Raisa | Sumber: @coopfest_

Sudah rahasia umum ya kalau Raisa itu cuantik dan ramah puool! Malam itu Raisa lincah sekali padahal ia mengenakan high heels. Hmm kalo saya sih takut jatoh. :p

Rasanya hampir semua lagu Raisa saya hafal, jadi malam itu saya fasih bernyanyi seperti yang lain. Lagu yang dibawakan oleh Raisa antara lain: LDR, Could It Be Loved, Bye Bye, Apalah Arti Menunggu, Happy dan lainnya.

Hal menarik yang Raisa perlihatkan pada kami adalah selfie! Sebelum meninggalkan panggung, Raisa mengambil sebuah kamera polaroid -bentuk kameranya lucu banget, sumpah!- dan berselfie ria sebanyak 2x dengan penonton. Setelah hasil fotonya keluar, Raisa mencium foto itu dan melemparkannya pada penonton. Sontak semua penonton yang berdiri di koridor festival sibuk menangkapnya. Aku dan Mawar hanya bisa nyengir.

5. NAIF

Ini gokil!

David Naif begitu pandai menghibur penonton dengan lagu-lagunya yang heboh antara lain Benci Untuk Mencinta, Air dan Api, Piknik '72, Televisi dan lainnya. Saya tidak hafal betul lirik lagu mereka. Namun, nada lagu yang menghentak berbalut suasana 70's membuat saya tak berhenti untuk menikmati lagu. Cool!

naif
NAIF ber-selfie ria dengan penonton. Sumber: @coopfest_

6. MALIQ D'ESSENTIALS

Grup musik yang paling saya tunggu-tunggu ya Maliq, pamungkas! Saya menyukai Maliq sedari SMA, tapi baru kali ini menonton aksi mereka secara live. Lagu-lagu yang mereka bawakan membuat saya tak henti bernyanyi dan mengayunkan lengan mengikuti irama. Maliq membawakan lagu baru mereka yang berjudul Dunia Sekitar yang membuar seisi gedung bernyanyi bersama. Lagunya keren abis, serasa karaokean di gedung Sabuga! Lagu lain yang mereka bawakan antara lain: Setapak Sriwedari, Dia, Pilihanku, Untitled, Terdiam dan lainnya.
Maukah kau tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata
- Lagu "Pilihanku" by Maliq d'essentials
Maliq selalu membuat lagu yang sederhana namun penuh pesona. Saya suka dengan pilihan diksi dalam tiap lirik lagu yang mereka buat. Apalagi bila dipadu dengan genre musik pop jazz yang menjadi trademark mereka. Keren!

***

Akhirnya acara selesai juga. Saya keluar dari gedung dengan ceria walau telinga agak berdengung. Saya melihat Mawar tampak lebih ceria dibanding saya. Ah Mawar, saya berharap kamu gak galau lagi ya. Mawar tak henti-hentinya bercerita tentang performa masing-masing bintang tamu. Saya pun tidak kalah heboh, menanggapi cerita Mawar dengan berapi-api. Egaliter.

Namun di tengah-tengah keceriaan kami malam itu, tetiba Mawar menoleh padaku dan berkata ...

" Zahra... tadi Raisa gak nyanyi lagu Mantan Terindah ya?"


Gubraaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk!!!


Catatan terakhir :  Kalau kamu lagi galau dan berniat sesegera mungkin untuk moving on, berhentilah mendengarkan lagu-lagu galau. Bahaya! Seperti Mawar misalnya. Tuhan telah mengizinkan Mawar untuk ceria kembali melalui event COOPFEST ini, namun tak disangka masih saja ada niat salah dari diri Mawar untuk bernostalgia dan meninabobokan hatinya dengan lagu galau yaitu Mantan Terindah. Maka sungguh Maha Besar Tuhan yang tidak menghendaki lagu itu dinyayikan oleh Raisa. Bersyukurlah Mawar!



* Cerita ini adalah nonfiksi belaka. Tokoh dan adegan adalah nyata terjadi. Hanya saja saya menyamarkan nama teman saya menjadi Mawar dan Melati dengan maksud untuk menjaga kredibilitas teman saya. Sekian dan terimakasih.



~Ijaah~

You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)