Sunday, December 28, 2014

Lagi, Helm-ku Dicuri

Rasanya, sudah 3 kali helm-ku dicuri dalam 3 tahun terakhir. . .


Kejadian pertama saat belanja bersama ibu ke Pasar Baru. Pada saat itu aku parkir di gedung, bukan di pinggir jalan yang seringkali menyumbang kemacetan. Diri ini mengatakan: ini aman jah! Sepertinya tidak usahlah kau menitipkan helm. Toh banyak petugas yang menjaga, bukan?

Namun rupanya dugaanku salah ...

Helm itu hilang bak ditelan bumi. Itu adalah helm terbaik yang pernah ku punya. Warnanya pink -nyaris unyu-, merk KYT dan harganya mahal  -sekitar 300 ribu-. Pink, unyu dan mahal adalah kombinasi yang tepat untuk membuat wajahku masam seharian.

Modus operandi pencuri bisa dibilang baru. Helm yang ku kaitkan pada cantelan di bagasi motor itu, ia gunting sekenanya. Ia juga mengambil jaket tebal kesayanganku.Yang tersisa hanyalah tali pengikat helm yang menempel pada dagu.

Sempurna sudah hari itu suram. Aku bertanya-tanya, bagaimana bisa petugas lalai dalam menjaga helm-ku. Tapi hey, bukankah jumlah mereka sedikit? Mereka tak hanya mengurusi helm-ku, tapi juga pelanggan lain yang jumlahnya ribuan. Lantas aku mengutuki diriku yang tidak menitipkan helm pada petugas. Aku sungguh bingung, bagaimana jika nanti ditilang? Aku bisa meminjam helm ibu yang sedari tadi berusaha menenangkanku. Tapi, ibu pakai helm apa? Aih, urusan ini semakin rumit saja!


Kejadian kedua saat parkir di RSHS -Rumah Sakit Hasan Sadikin- Bandung. Dalam seminggu, minimal 3 kali aku berkunjung ke RSHS untuk menjalankan tugas kantor. Selama itu pula, aku melulu parkir di tempat Roi, petugas parkir yang sangat peduli pada pelanggan. Maka sungguh, tak terbesit satu pemikiran pun bahwa helm-ku akan hilang. Sungguh tidak.

Dan lagi-lagi dugaanku salah besar ...

Helmku hilang. Kali ini giliran INK ungu yang umurnya baru seumur jagung. Helm itu dibelikan ayah saat kejadian pertama di Pasar Baru. Untung saja saat itu ayah sedang berada di sekitaran Otista, sehingga beliau bisa singgah sejenak untuk membelikanku helm supaya hatiku tenang saat membonceng ibu menuju rumah.

Helm itu kusimpan di bilik kecil tempat penitipan helm, seperti biasanya. Yang berbeda adalah, bilik itu jauh dari pengawasan Roi. Jadi sepertinya Roi tidak melihat pencuri mengambil helm-ku. Namun yang aneh, jaket kantor milikku tidak diambilnya. Padahal jaket itu tersimpan di dalam helm. Pencuri itu malah mengambil jaket kantor milik Mawar, yang helm dan jaketnya berada di sampingku. Aku bersungut-sungut menanggapi ulah pencuri itu. Demi menenangkan hatiku, Roi berbaik hati meminjamkan helm-nya untukku. Sedang Mawar memakai jas hujan sebagai pengganti jaket. Aih, modus pencurian ini sungguh aneh!


Kejadian ketiga saat parkir di PVJ -Paris van Java- Mall.

Kali ini aku memiliki teori pamungkas untuk menghindari pencurian helm. Ya, aku harus belajar dari kejadian pertama dan kedua. Sekarang helmku adalah helm bawaan dari Honda. Berwarna hitam dengan kaca helm yang bergaris seperti habis dicakar. Kaca helm itu rusak. Setiap kali ada polisi tidur, kaca itu selalu saja turun menutup wajahku. Kesalkah aku? Ah tidak juga. Malah aku merasa nyaman karena tidak ada perasaan takut kehilangan helm lagi. Toh ini helm murah kan?

Tapi nyatanya, dugaanku kembali salah ...

Helm-ku kembali hilang, dan kini PVJ menjadi saksinya. Aku dibuat bingung oleh kejadian ini. Helm rusak juga dicuri orang?

Aku mencoba berpikiran positif. Barangkali di tengah hujan deras ini, pengendara motor itu memerlukan 1 helm lagi bagi penumpang yang diboncengnya. Aku menghela nafas dan mengadukan kejadian ini pada petugas. Mereka menyesali kejadian ini dan meminta maaf. Aih, mereka tak perlu meminta maaf. Barangkali ini sudah saatnya aku mempunyai helm baru.

Kali ini sikapku tenang, mungkin karena sering terlatih menghadapi peristiwa kehilangan, baik helm maupun hati *uhuk*. Sikap tenang inilah yang membawaku pada keberuntungan. Saat tersadar bahwa tiket parkir telah hilang saat mencari helm tadi, petugas parkir tidak memberikan sanksi denda. Barangkali mereka kasihan padaku. Untuk itu aku membalas mereka dengan ucapan terimakasih dan untaian doa panjang bagi hidup mereka. Semoga berkah.

Sikap tenang itulah yang membuatku bahagia saat bermotor tanpa helm. Padahal saat itu hujan deras sedang mengguyur Bandung. Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada helm, kupluk jaket dan jas hujan pun jadi.

Aku bermotor dari PVJ yang terletak di Jl. Sukajadi menuju King Helmet di Jl. Astana Anyar. Kawan, kau harus tahu. Jarak antara kedua nya tidak bisa dibilang dekat. Itu jauh. Belum lagi dengan adanya kemacetan, akan semakin lama waktuku berkupluk ria di motor. Malukah aku? Tidak! Sungguh aku tak malu. Aku malah tertawa mengingat kejadian konyol tadi. Barangkali ini adalah pengalaman sekali seumur hidup. Tak akan kutangisi helm itu, lebih baik aku tertawa dan menari bahagia di derai hujan ini.

Kabar baik dari peristiwa ini adalah kita harus tetap tenang saat kehilangan sesuatu. Selalu ada pembelajaran dan hikmah di baliknya yang mungkin tidak kita ketahui. Tapi tenanglah, keberuntungan akan menyapa bila kita tetap tenang. Seperti yang kualami sore itu, walau tak mengenakan helm, polisi tak menilangku. Mungkin mereka tahu, gadis malang ini baru saja mendapat musibah. Bukankah hal yang aneh, saat hujan deras, ada pengendara motor yang tak mengenakan helm?


Sekarang helm-ku apa?

RN red doff. Helm itu aku beli di King Helmet Jl. Astana Anyar bersama Mawar, kakak juniorku -tolong jangan minta aku menjelaskan apa itu kakak junior!- :D

Harga helm itu 120 ribu. Tidak mahal dan tidak murah. Kini aku tahu, baik helm mahal maupun murah, resiko dicuri akan selalu ada. Aku suka helm itu, cocok sekali dengan Spacy merahku. Tugasku sekarang adalah tetap berhati-hati saat menyimpan helm. Saat pergi ke Mall atau pusat umum, baiknya aku menitipkan helm pada petugas. Dan saat berkunjung ke RSHS, aku harus memastikan helm disimpan di tempat yang tak jauh dari pengawasan Roi.

Mencegah lebih baik dari pada membeli helm lagi, bukan? :)


~ Ijaah ~

4 comments :

  1. kehilangan helm itu rasanya tep nyesek, jengkel sampe ubun2.
    yaaa, bagi org yg belum merasa kehilangan mungkin mereka akan bilang lebay. hahaha
    eh tolong jelaskan apa itu kakak junior? #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakak junior adalah seorang yang usianya lebih tua dari saya tapi dia menjadi karyawan baru di tempat saya bekerja. Begitu kira-kira :D

      Delete
  2. Ini komen saksi bisu atas kehilangan helm saya pada dini hari di parkiran Taman Bungkul. Semoga ibu saya pemilik helm tidak marah-marah mendengarnya dan bagi mereka yang mengambil helm saya, saya doakan semoga diberi pekerjaan yang layak agar tidak merugikan orang lain secara langsung. Dan diberikan akal sehat. Mungkin ada 1 solusi yang terbaik, pakai mobil. Helmnya taruh bagasi, pasti aman terkendali 1000% tanpa resiko

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya helmnya ditaro di bagasi mobil aja. amaan hahaha =D

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...