Pride and Prejudice. Darcy and Elizabeth

16 comments:
Elizabeth dan Mr. Darcy
Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan para wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka. - Elizabeth Bennet

Betapa aku sangat menyukai kisah dalam Pride and Prejudice dan semua film adaptasinya, khususnya Pride and Prejudice tahun 2005. Aku suka cara mereka berbusana, berdansa dan tentu saja alunan musik yang mengalun di sepanjang kisah berlangsung. Dalam postingan ini, lagi-lagi aku ingin bercerita mengenai ajaran cinta dalam novel yang ditulis oleh Jane Austen beratus-ratus tahun yang lalu ini.

Elizabeth Bennet atau yang sering dipanggil Lizzy adalah anak kedua dari pasangan Mr. dan Mrs. Bennet. Ia memiliki karakter yang ceria dan kritis, karakter yang sama dengan sang ayah. Lizzy sangat dekat dengan kakak perempuannya, Jane Bennet.

Elizabeth dan Jane

Suatu hari, datanglah Mr. Bingley dan Mr. Darcy ke desa mereka dan mengundang seluruh warga untuk berdansa di Netherfield Park. Di pesta dansa itulah Mr. Bingley dan Jane saling menyukai satu sama lain. Mr. Bingley adalah seorang bangsawan yang memiliki sifat ramah dan mudah bergaul. Sedangkan Mr. Darcy, yang juga merupakan seorang bangsawan, mendapat penilaian yang kurang baik dari Lizzy dan warga lainnya oleh sebab sifatnya yang pendiam dan terkesan sombong.

Jane dan Mr. Bingley

Kedekatan Bingley dan Jane dinilai bertepuk sebelah tangan oleh Darcy. Bingley terlihat sangat menyukai Jane, namun Jane tampak biasa saja (padahal sebenarnya ia malu). Oleh sebab itu Darcy memisahkan keduanya dengan mengajak Bingley untuk meninggalkan Netherfield Park. Hati Jane begitu hancur. Mendengar itu, Elizabeth semakin tidak menyukai Darcy.

Ketidaksukaan Elizabeth pada Darcy semakin menjadi-jadi pada saat ia bertemu dengan Mr. Wickham. Lelaki itu menceritakan tentang sifat Darcy yang tidak adil dan sombong. Pikiran Elizabeth semakin dipenuhi praduga buruk mengenai Darcy.

Nyatanya, kesombongan pada diri Darcy dan praduga buruk Elizabeth pada Darcy adalah sebuah kesalahan besar. Darcy bukanlah seorang yang sombong, malah ia adalah seorang yang baik hati dan dermawan. Yang memiliki perangai buruk adalah Mr. Wickham, yang mana telah menorehkan luka pada keluarga Darcy dan keluarga Bennet.

Melalui kisah ini aku hanya ingin mengatakan bahwa cinta itu terkadang aneh dan menggemaskan. Seringkali pertengkaran dan praduga buruk pada seseorang membawa hubungan baik pada akhirnya, yang terkadang dibumbui cinta. Mungkin karena terlau kepo ya. Maka benar sudah nasihat itu : Janganlah kau terlalu membenci seseorang, bisa jadi kelak dia adalah seorang yang kau cintai.



Elizabeth dan Darcy

Melalui Darcy aku belajar bahwa perasaan cinta itu bisa hinggap bukan pada sosok wanita yang memuja dirinya, justru pada dia yang mengacuhkan dirinya. Darcy mencintai Elizabeth karena wanita itu berbeda. Meski Elizabeth pernah membencinya, Darcy tidak berhenti untuk mengatakan isi hati yang sebenarnya pada wanita idamannya tersebut.

Kisah berakhir dengan bahagia. Jane menikah dengan Bingley dan Elizabeth dengan Darcy. Akhir yang indah, bukan?

Untuk kalian wahai teman-temanku yang sedang membenci sosok seorang pria, berhati-hatilah. Bisa jadi kisahmu seperti Elizabeth.

Mencintai lelaki yang dulu kau benci...


~ijaah~

Ijaah dan Make Up

44 comments:
Makeup dan foto oleh Yasinta Astuti

Kamu cuma pakai bedak saat kerja, Zahra?
Masih ingat rasanya, tentang bagaimana kagetnya seorang kawan pada saat mengetahui bahwa saya tidak dandan saat bekerja. Mau bagaimana lagi, pada saat itu saya tidak suka make up. Bagi saya, make up hanyalah polesan palsu, tidak mencerminkan kecantikan alami dari si empunya. Belum lagi dengan adanya hadits tentang tabaruj (bersolek), saya semakin melarikan diri dari make up.

Namun rupanya ketidaksukaanku pada make up terhenti setelah saya bekerja selama 1 tahun. Saya mulai terbisa melihat beragam jenis make up yang dibawa dan dipakai oleh teman-teman saya. Tak hanya itu, ibu dan uwa-ku mulai sering menasihati agar aku dandan saat bekerja. Menghormati rekan kerja dan klien, begitu kata mereka. Saya tidak mengindahkan anjuran itu. Hingga pada akhirnya ibu membelikanku lipstik Wardah warna pink, yang kunobatkan sebagai lipstik pertamaku di dunia ini.

Sejak saat itu saya mulai memakai lipstik dan bedak saat bekerja. Lama-lama saya mulai memakai eye liner pensil Wardah di bagian bawah kelopak mata. Jadi nampak seperti cela-nya orang Arab.

Tepat 4 tahun lalu, saya berkenalan dengan seorang kawan yang sangat peduli terhadap kecantikan kulit. Ia mengenalkanku pada perawatan kulit di Body Shop dan saya langsung menyukai produk-produknya. Saya mendaftarkan diri menjadi member Body Shop dan mengikuti beauty class yang rutin diadakan di Body Shop. Sejak saat itulah saya mulai belajar bagaimana cara berdandan yang natural. Ya, akhirnya saya jatuh cinta pada make up.

Sekarang saya sering melihat channel make up di Youtube dan mengunduhnya. Saya belajar bagaimana cara menggunakan eye liner yang baik, mengoleskan eye shadow, membuat highlight contour dan membentuk alis (tanpa mencabutnya). Saya aplikasikan cara berdandan tersebut pada wajah. Kini, saya selalu berdandan natural saat bekerja dan beraktivitas di luar rumah.

Melalui tulisan ini saya ingin bercerita bahwa pandangan orang bisa berubah tergantung dari paparan informasi dan lingkungan yang membentuknya. Saya yang dulu seorang anti make up, kini menjadi begitu cinta pada make up. Setiap harinya, saya berdandan natural sebelum keluar rumah.
Lalu bagaimana dengan anjuran hadits tentang bersolek?
Saya pribadi memilih tetap berdandan natural saat di luar rumah. Toh tujuan berdandan adalah agar wajahku senantiasa segar di bawah paparan sinar matahari dan debu. Juga untuk membuat hati bahagia dan menghargai orang yang berinteraksi dengan saya. Adalah benar bahwa sebaiknya perempuan bersolek di depan suami. Tapi faktanya, banyak pria yang lebih suka pasangannya tidak dandan, seperti ayah dan adik lelaki saya.

Pada akhirnya saya berpendapat bahwa berdandan itu tergantung niatnya. Ada yang berniat untuk melindungi wajah agar tetap segar dan bahagia, ada yang niatnya pamer, ada yang niatnya untuk memikat hati lawan jenis. Niat itu hanya hati kita yang tahu.

Sekarang saya akan terus belajar mengenai seluk beluk make up. Bukankah melakukan hal yang kita cintai itu menyenangkan?

"Make up should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there." - Bobbie Brown


~ijaah~

Ulasan Film Bulan Terbelah di Langit Amerika

5 comments:
Bulan Terbelah di Langit Amerika
2015
Produksi : Maxima Pictures
Sutradara : Rizal Mantovani
Penulis Skenario : Hanum Rais dan Rangga Almahendra
Pemain : Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Rianti Cartwright, Nino Fernandez, Hannah Al-Rasyid


Would the world be better without Islam?
Itulah pertanyaan sekaligus tugas reportase yang membawa Hanum (Acha) ke kota Big Apple. Demi menjawab pertanyaan tersebut, Hanum diharuskan mendekati Azima Husein (Rianti) yang merupakan istri dari terduga teroris 9/11. Sedangkan Rangga (Abimana), sang suami, secara kebetulan ditugaskan ke New York oleh Profesor untuk mewawancarai seorang milyuner dan filantropi Amerika Serikat bernama Philiphus Brown, sebagai bahan pelengkap persyaratan S3-nya.

Azima Husein

Hanum dan Rangga tinggal di apartemen milik Stefan (Nino) dan kekasihnya Jasmine (Hannah). Stefan membantu Rangga untuk mendapatkan kesempatan mewawancarai Brown, sedang Jasmine membantu Hanum untuk bertemu Azima Husein a.k.a Julia Collins. Perjuangan Hanum untuk mewawancarai Julia bukanlah perkara mudah. Julia sangatlah tertutup pada media dan tidak ingin ketenangan keluarganya terganggu. Namun oleh sebab kesabaran Hanum, pada akhirnya Julia bersedia menerima Hanum.

Kedatangan Hanum dan Rangga di Amerika bertepatan dengan rencana pembangunan Masjid di kawasan Ground Zero. Tentu saja hal ini ditentang oleh para demonstran Anti-Islam. Pemimpin demonstran ini adalah Michael Jones, seorang pria tegas yang kehilangan istrinya akibat serangan 9/11.
Muslim menjadi pembunuh dan membuat kehancuran di seluruh dunia!
 Hanum yang juga meliput demonstrasi itu berseru lantang.
Mengapa patung Muhammad ada di Gedung Mahkamah AS kalau bukan Islam membawa keadilan?
Jones tersentak. Demonstrasi ini pada akhirnya ricuh dan membawa petualangan Hanum dan Rangga begitu menegangkan.

Hanum dan Sarah Collins. Sumber : Kompasiana

Kedatangan Hanum dan Rangga dengan misi yang berbeda ini, rupanya membentuk jalinan kisah yang indah. Pada akhirnya cerita ini ditutup dengan terbukanya kebenaran yang diutarakan oleh Philipus Brown mengenai suami Azima dan istri Jones yang ternyata saling berkaitan. Selain itu, Azima Husein mendapatkan kembali kebanggaannya sebagai seorang muslim.

Saya menilai film ini cukup baik. Saya agak terganggu dengan akting Rianti yang saya nilai kurang maksimal dan menyentuh, adegan marah Acha pada Abimana yang terlalu galak, dan kelucuan Stefen yang garing. Selain itu, padanan lagu dan dialog pada saat Hanum dan Rangga bertengkar kemudian berbaikan, dirasa kurang pas.

Meski begitu, film ini layak untuk ditonton. Salah satu pesan yang dibawa film ini adalah Islam bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Islam adalah pembawa kedamaian.

Akhir kata, saya melihat film ini adalah film kemanusiaan. Kisah tentang hilangnya kebanggaan muslim pada agamanya, kisah tentang jati diri muslim yang terinjak-injak oleh isu terorisme. Namun semua ketakutan pada Islam itu, diakhiri dengan kisah manis, bahwa islam bukanlah terorisme, islam ada rahmatan lil'alamin.


Dalam keyakinan saya, semua orang akan mati tapi amalan akan hidup selamanya.  - BTLA


~ijaah~

Embara Negeri Van Oranje : Sebuah Ulasan

60 comments:

Negeri Van Oranje
2015
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Endri Pelita
Penulis Skenario : Titien Wattimena
Aktor : Abimana Aryasatya, Tatjana Saphira, Arifin Putra, Ge Pamungkas, Chicco Jerikho

Jika ada yang bertanya tentang film yang paling saya tunggu di akhir tahun ini, dengan tegas saya menjawab : Negeri Van Oranje. Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama ini telah memikat saya sejak mengetahui nama aktor dan aktris yang memerankan film ini. Pilihan aktor yang tepat dengan karakter di novel! Tak hanya itu, saya sungguh penasaran dengan gambaran kota-kota yang ada di negeri Belanda.

Ketertarikan saya terhadap film ini semakin menjadi-jadi saat melihat trailer Negeri Van Oranje. Terlihat dengan jelas bahwa film ini akan seru dan penuh warna. Sungguh, saya harus menonton film ini!




Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai Endri Pelita ini menceritakan kisah persahabatan lima mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Kelimanya sepakat untuk menamakan diri mereka AAGABAN (Aliansi Amersforth GAra-gara BAdai di Netherlands). Anggota Aagaban terdiri dari Lintang yang berkuliah di Leiden, Wicak di Wageningen, Daus di Utrecht, Geri di Den Haag dan Banjar di Rotterdam. Persahabatan yang dibumbui percintaan dan rahasia ini, ditutup dengan terungkapnya rahasia Geri dan pernikahan Lintang dengan salah seorang anggota Aagaban.

Sebagai seorang penonton yang sebelumnya telah membaca novel Negeri Van Oranje, saya menilai bahwa film ini cukup mewakili isi novel. Kelucuan, romantisme dan kuatnya persahabatan mereka tergambarkan dengan jelas. Meski tentu saja ada penambahan dan pengurangan skenario dalam film, hal tersebut tidak mengurangi cerita inti. Seperti misalnya penambahan adegan perkelahian dengan pencopet dan pengurangan cerita mengenai kesibukan Lintang di PPI Belanda.

ki-ka : Daus, Banjar, Lintang, Wicak, Geri

Bagaimana film ini menurut saya?

Bagus dan keren, namun kurang greget. Barangkali karena ekspektasi saya yang berlebihan, sehingga pada saat menonton film ini, saya merasa biasa saja. Saya sulit mendeskripsikan kurang greget-nya di bagian mana. Untuk itu saya hanya bisa menyampaikan bahwa ekspektasi saya pada film ini terlalu berlebihan.

Menurut Raja Lubis yang juga merupakan movie blogger, ia kurang greget dengan akting dari Tatjana Saphira yang menurutnya tidak bisa mengimbangi akting dari Ge Pamungkas, Abimana, Arifin Putra dan Chicco. Selain itu, porsi pengenalan karakter dalam film ini terlalu lama. Namun saya tidak melihat hal tersebut. Barangkali karena saya bukanlah seorang kritikus film. Film bagi saya adalah untuk hiburan dan kalaupun saya harus mengkritik, hanya sebatas bungkusan luarnya.

Pengambilan gambar kota-kota di Belanda dalam film ini sukses membuat saya terpana. Saya seperti diajak mengembara di setiap sudut negeri Belanda, dari mulai dari Den Haag, Leiden, Utrecht, Rotterdam dan Wageningen. Musik dalam film ini juga pas menurut saya, ada sentuhan organ dan edm yang mencirikan kolaborasi unik antara klasik dengan modernitas.

Secara keseluruhan, saya menilai bahwa film ini bagus. Saya juga tidak akan menolak untuk menonton film ini kembali, sebab saya ingin dimanjakan kembali dengan keindahan suasana kota-kota di negeri Belanda :).

Ucapan terimakasih saya haturkan kepada IM3 Ooredoo yang telah mengajak saya dan anggota Blogger Bandung untuk menyaksikan film Negeri Van Oranje. Saya sangat terhibur dan akan dengan segera menyebarkan virus pada kawan-kawan untuk menonton film ini. Sebab film Indonesia harus didukung, caranya adalah dengan menonton di bioskop.

Ada yang sudah nonton Negeri Van Oranje juga? Bagaimana menurut kalian?



~ijaah~

Perdana Latihan Memanah di Daarus Sunnah

11 comments:

Selain berkuda, olahraga sunnah yang saya lakukan di Daarus Sunnah adalah memanah. Ini adalah pertama kalinya saya memegang busur panah asli dan ternyata berat hoho. Pelatih memanah ini adalah seorang atlet wanita yang namanya lagi-lagi saya lupa -_-. Entah telah terjadi apa dengan daya ingat saya.

Sebelum memulai latihan memanah, pelatih memperkenalkan nama dari setiap bagian busur panah. Ia juga mengatakan bahwa anak panah yang digunakan untuk memanah di dalam dan di luar ruangan itu berbeda. Untuk memanah di luar ruangan, anak panah yang digunakan adalah yang kecil. Hal ini dikarenakan hambatan di luar lebih besar, karena adanya angin.

Kami dibagi menjadi 5 kelompok yang nantinya dipertandingkan. Sebelum memegang busur panah, kami melakukan senam memanah. Setelah itu, kami baru diperkenankan memegang busur.



Pada percobaan memanah, beberapa teman kesulitan saat menarik anak panah. Hal itu ditandai dengan pergelangan tangan yang tidak lurus, juga tidak menempelnya tangan ke dagu. Saya sendiri tidak mengalami kesulitan itu. Hanya saja saya kurang sabar dan fokus pada saat melemparkan anak panah, sehingga anak panah terbang tak tentu arah. Melihat itu, saya hanya bisa tertawa. Menertawai ketidaksabaran saya.


Kali pertama memanah dan gagal -_-

Satu hal yang semakin saya sadari dari latihan memanah ini adalah saya orangnya tidak sabaran dan kurang fokus. Maka pada percobaan selanjutnya, saya melatih diri untuk lebih fokus dan sabar. Syukurlah pada percobaan selanjutnya, anak panah yang saya lemparkan berhasil mengenai target. Namun tetap saja, lemparan saya belum berhasil membawa kelompok saya memenangkan pertandingan pada akhir latihan.

Memanah adalah salah satu cara untuk mengenal kebesaran Allah. Itulah pesan yang disampaikan Aa Gym kepada kami via rekaman Whatsapp. Beliau mengingatkan kita bahwa latihan memanah dan berkuda yang dilakukan di Daarus Sunnah adalah semata-mata karena Allah, bukan untuk menjadi riya'. Beliau juga mengatakan bahwa menjalankan olahraga sunnah bukan berarti harus menjadi ahli. Jadikan olahraga ini untuk melatih kepekaan, kesabaran dan fokus.

Saya ingin kembali menuliskan status Pak Alfathri Adlin. Kali ini tentang memanah.
Rasulullah Muhammad SAW dan juga Umar bin Kaththab pernah menganjurkan agar kita mengajarkan 3 hal kepada anak kita, yatu berenang, berkuda dan memanah. Makna hadits itu secara lahiriah memang sesuai dengan konteks zaman itu. Namun untuk zaman ini, bisa jadi secara lahiriah makna hadits tersebut gugur (terutama berkuda dan memanah), namun makna batinnya tidak.
Hikmah memanah adalah mendidik anak untuk fokus terutama pada energi minimalnya yang bisa menjadi pembuka langkah awal menuju dharma atau misi hidupnya yang sebenarnya. Misi hidup yang menjadi amanah setiap individu saat diutus ke dunia ini.
Energi minimal itu semacam bayangan jati diri individu. Suatu kemampuan utama yang dimiliki seseorang yang mengalir mudah ketika mengerjakan sesuatu. Orang malah bisa kerja keras siang malam namun tidak merasa sedang bekerja susah payah. Setiap orang memiliki energi minimal, sehingga ada yang mudah mendalami filsafat, ekonomi, bahasa dan lain sebagainya.
Menurut hemat saya, hikmah memanah yang disampaikan Pak Alfathri Adlin di atas adalah melatih fokus pada passion atau bisa dikatakan bakat yang diberikan Tuhan kepada setiap individu. Atau bisa jadi melatih fokus kepada Yang Maha agar kita mengetahui dan melakukan misi yang diturunkan. Atau bisa juga fokus pada hal yang ingin kita mahir dalam melakukannya.

Untuk teman-teman yang ingin latihan memanah dan berkuda, berikut adalah informasinya :

Update 30 Oktober 2015

Atau lihat informasi lanjutannya di kontak yang ada di poster tersebut dan di Instagram @mrghazialghifari (putera Aa Gym). 

Bagi perempuan yang ingin mengikuti program Muslimah Academy, informasinya ada di Instagram @mudamulia. Selain memanah dan berkuda, sebelumya akan ada kajian muslimah dan muhasabah di Daarut Tauhid.

Untuk kalian yang sejak dulu ingin sekali memanah dan berkuda, segera daftarkan diri di tempat ini. Semoga menyenangkan dan salam fokus! :)

| Baca juga : Olahraga Sunnah Berkuda di Daarus Sunnah

~ijaah~

Olahraga Sunnah Berkuda di Daarus Sunnah

14 comments:
"Ajarkan anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah."

Ingat hadits di atas, bukan?

Sejak lama saya ingin sekali bisa melakukan 3 jenis olahraga sunnah di atas. Tapi selama 24 tahun hidup di dunia ini, saya baru mencoba olahraga berenang. Itupun hanya berenang di kolam dan kalaupun harus berenang di laut, saya harus memakai pelampung atau memegang benda terapung lainnya.

Sedang untuk berkuda dan memanah, saya baru mencobanya di penghujung tahun 2015. Adalah karena ajakan seorang teman untuk mengikuti program Muslimah Academy dari Muda Mulia yang di dalamnya terdapat aktivitas berkuda dan memanah. Tentu saja pada kali pertama diajak, saya langsung menyetujuinya.


Stable Daarus Sunnah - Eco Pesantren Daarut Tauhid, Parongpong, Lembang.

Ajakan berkuda untuk pertama kali sebenarnya datang dari Rinta Dita. Ia mengajak saya untuk mengikuti paket Latihan Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah. Sayangnya pada saat itu saya harus pergi ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Puput Utami. Meski latihan berkuda dan memanah ini ada di setiap minggunya, saya belum sempat menyempatkan diri untuk ikut. Untung saja ada program Muslimah Academy (Batch I), akhirnya saya berkesempatan untuk latihan berkuda dan memanah :).


Sebelum memulai aktivitas berkuda, kami diberi nasihat oleh Aa Gym via rekaman sebab beliau sedang ada di Jakarta. Kami juga diberi arahan dan pembekalan dari Ust. Anwar dan Ustadz satu lagi yang saya lupa namanya -_-. Keduanya menyampaikan tentang hikmah, manfaat, hadits dan teknik dasar berkuda. Baru saya tahu rupanya pada ubun-ubun kuda terdapat keberkahan (ada haditsnya). Untuk itulah kita dianjurkan untuk mengelus ubun-ubun kuda yang akan kita tunggangi, seraya bertasbih dan berbicara yang lembut.

Selain mengelus ubun-ubun kuda, kami dianjurkan untuk pedekate dengan memberi makan kuda. Hal ini dimaksudkan agar kuda mengetahui aroma keringat calon penunggangnya. Kita juga dianjurkan untuk mengajak kuda jalan-jalan sambil bercakap-cakap supaya kuda merasa nyaman dengan kehadiran kita.

Memberi makan kuda. Foto oleh Isti Wulandari (Muda Mulia)

@afrizavicaz (IG) sedang mengajak kuda jalan-jalan. Foto oleh Isti Wulandari (Muda Mulia)

Setelah semua proses pedekate dengan kuda dijalankan, kami diperbolehkan menunggani kuda. Awalnya saya takut kuda menjadi liar dan jatuh. Namun saya diingatkan oleh pelatih untuk menghilangkan rasa takut dan berdzikir selalu. Selang beberapa detik kemudian, kendali saya atas kuda mulai stabil dan saya malah merasa nyaman :).
Kendali tubuh kita pada saat berkuda bukan terletak pada pegangan tangan, namun terletak pada jepitan paha dan tegak tubuh.
Kuda pertama yang saya tunggangi bernama Sabha. Tidak memakan waktu yang lama untuk membuat Sabha merasa nyaman dengan saya. Kami berdua pun berhasil melakukan zigzag di lintasan yang disediakan. Duh, saya benar-benar jatuh hati pada berkuda!

Saya dan Sabha sedang melakukan zig zag. Kuda sebelah kanan bernama Syakeb. Foto oleh : @tresnaelva

Setelah berteman dengan Sabha, saya mencoba untuk menunggangi Syakeb. Masha Allah, Syakeb ini jahil luar biasa. Ia kerap kali mepet-mepet pada saat diajak berjalan. Tentu saya tidak boleh takut dan lari saat ia mendekatkan mulutnya pada badan saya. Sebaliknya, saya harus melawan supaya dia tahu bahwa saya bukanlah ancaman baginya. Perlu waktu agak lama untuk pedekate dengan Syakeb dibanding dengan Sabha tadi.

Syukurlah saya bisa berteman baik dengan Syakeb. Perlu teknik yang berbeda saat menunggangi Syakeb. Di situlah saya mengerti bahwa tiap kuda mempunyai karakter yang berbeda-beda, bahkan pada saat menungganginya. 

Pada saat berkuda saya semakin memahami hikmah berkuda yang disampaikan oleh Aa Gym dan Ust. Anwar di muka. Bahwa berkuda adalah salah satu jalan untuk melihat kebesaran Allah, melatih kepemimpinan, kepekaan rasa, mengelola hati, melawan hawa nafsu dan semakin yakin pada Allah. Kita diharuskan bersikap baik pada kuda supaya kuda merasa nyaman dengan kita. Untuk itulah berkuda dapat mengajarkan kita untuk berakhlakul karimah, membentuk karakter yang baik.

Oya saya teringat status tentang berkuda dari Pak Alfathri Adlin :

Rasulullah Muhammad SAW dan juga Umar bin Kaththab pernah menganjurkan agar kita mengajarkan 3 hal kepada anak kita, yatu berenang, berkuda dan memanah. Makna hadits itu secara lahiriah memang sesuai dengan konteks zaman itu. Namun untuk zaman ini, bisa jadi secara lahiriah makna hadits tersebut gugur (terutama berkuda dan memanah), namun makna batinnya tidak.
Hikmah berkuda adalah seperti simbol kuda yang tertuang dalam QS. Al-Aadiyaat. Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa kuda dilambangkan sebagai jasad, penunggang kuda sebagai jiwa dan anjing buruan sebagai hawa nafsu. Tentu saja, anjing pemburu di sini adalah anjing terlatih, jinak dan bisa dipakai untuk menangkap hasil buruan yang sudah dipanah. Bukan anjing liar hawa nafsu milik kebanyakan dari kita. Hikmah berkuda dalam hadits ini adalah mengajari anak disiplin untuk mengendalikan jasad beserta syahwat dari hawa nafsunya.

Yup, saya setuju dengan Pak Alfathri Adlin. Bahwasanya makna lahiriah dari hadits berkuda dan memanah bisa saja gugur pada zaman ini, namun makna bathinnya tidak. Menurut hemat saya, mohon koreksi bila saya salah, memanah dan berkuda bisa digantikan dengan menembak dan berkendara motor bila maksudnya adalah secara lahiriah. Namun bila ditujukan untuk melatih kepekaan bathin, memanah dan berkuda adalah salah satu jalan untuk melatihnya.

Sangat berbahagia diberi kesempatan untuk berkuda di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhid. Oya stable di tempat ini masih baru dan di beberapa tempat masih ada pembangunan. Stable milik Aa Gym rupanya bukan hanya terletak di Bandung, di Pamulang pun ada.

Oya kuda-kuda yang ada di stable milik Aa Gym ini dikelola oleh murid-murid di SMA Khadimul Ummah Boarding School yang letaknya masih dalam kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhid. Maka jangan heran bila berkuda dan memanah di sini, kita akan dilatih oleh para siswa yang sudah sangat mahir. Sangat keren!

Untuk teman-teman yang ingin latihan berkuda, berikut adalah informasinya :

Update 30 Oktober 2015

Atau lihat informasi lanjutannya di kontak yang ada di poster tersebut dan di Instagram @mrghazialghifari (putera Aa Gym). 

Bagi perempuan yang ingin mengikuti program Muslimah Academy, informasinya ada di Instagram @mudamulia. Selain memanah dan berkuda, sebelumya akan ada kajian muslimah dan muhasabah di Daarut Tauhid.

Konon kabarnya, harga berkuda di Daarus Sunnah adalah yang termurah dibanding stable lain yang di Bandung. Yuk, tunggu apa lagi! Untuk kalian yang sejak dulu ingin sekali berkuda seperti saya, segera daftarkan diri berkuda di tempat ini. Semoga menyenangkan! :)

| Baca juga : Perdana Latihan Memanah di Daarus Sunnah

~ijaah~

ACFFest 2015 : Tebar Semangat Anti Korupsi Lewat Film

8 comments:
Pada saat diajak untuk menghadiri ACFFest, keningku otomatis mengerut. Festival Film Pendek Anti Korupsi? Aku tak tertarik sama sekali. Namun Mba Aini begitu gigih mengajakku untuk turut serta. Sampai-sampai aku tak tega bila tak menyetujui ajakannya. Yekan, kasian kalau ((beliau)) nangis hanya karena aku gak mau ikut.

Undangan untuk menghadiri acara ini datang dari Kang Raja, seorang movie blogger. Undangan yang ditujukkan untuk blogger tidak banyak, hanya 8 orang. Ada banyak media besar nasional yang meliput acara ini. Selebihnya adalah para nominator dan tamu undangan lain.

Pada saat menghadiri malam anugerah ACFFest, aku baru tahu bahwa ternyata ACFFest yang digagas oleh KPK ini adalah acara besar yang diikuti oleh sineas muda Indonesia yang sangat luar biasa hebatnya. Tak hanya itu, lewat acara ini pula pada akhirnya aku bertemu salah satu pimpinan KPK yaitu Pak Johan Budi dan Wagub Jabar Pak Deddy Mizwar.





Sebelum ajang penghargaan dimulai, media (termasuk di dalamnya blogger) diperbolehkan untuk bertanya langsung pada Pak Johan Budi (pimpinan KPK) dan Pak Ary Nugroho (ketua juri ACFFest) pada saat press conference. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan, salah satunya mengenai dampak langsung pada kuantitas kasus korupsi setelah ACFFest ini digelar.

Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2015 adalah ACFFest ketiga yang diselenggarakan oleh KPK. ACFFest merupakan upaya untuk menyebarkan nilai-nilai anti korupsi kepada generasi muda melalui film. Selain itu, festival ini merupakan ajang apresiasi terhadap produk kreatif dari sineas muda di Indonesia.

Adapun mengenai dampak langsung pada kuantitas kasus korupsi, Pak Johan Budi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada data empiris yang memperlihatkan perubahan perilaku masyarakat tentang korupsi. Namun ACFFest adalah cara sosialisasi anti korupsi yang sangat baik.

Pada tahun 2015 ini, ACFFest membuka 5 kategori kompetisi film, yakni :
  1. Film Fiksi Pendek
  2. Film Dokumenter Pendek
  3. Film Animasi Pendek
  4. Iklan Layanan Masyarakat 
  5. Video Jurnalisme Warga (Citizen Journalism)
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa dan film-maker di seluruh Indonesia. Film yang diikutsertakan dalam festival ini diproduksi pada rentang waktu 1 Januari 2014 hingga 5 Oktober 2015 dan harus memuat pesan-pesan anti korupsi seperti kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian dan keadilan. ACFFest menerima 513 karya film dari peserta yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah peserta pada tahun 2015 adalah tiga kali lipat dibanding jumlah film pada ACFFest pertama.

Sebagai rangkaian akhir program ACFFest 2015 (sebelumnya terdapat Roadshow Movie Day di kota-kota di Indonesia), pada tanggal 10 dan 11 Desember 2015 KPK memutarkan 32 film nominasi ACFFest 2015 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. 

Sementara itu, malam anugerah ACFFest 2015 digelar di Gedung New Majestik, Jalan Braga, Bandung pada Kamis, 10 Desember 2015. Seluruh nominator, perwakilan juri, perwakilan pimpinan KPK, serta pemangku kepentingan hadir pada acara ini dalam rangka memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap para pembuat film.

Lalu, siapa sajakah pemenang di ACFFest 2015 ini?


Sumber : acffest.org

Pada malam anugerah ACFFest, ditayangkan film dokumenter pelajar 'Di Balik Kilang' yang membuat para tamu undangan berdecak kagum. Film ini diproduksi oleh siswa SMA dengan sinematografi yang sangat baik.

Di ACFFest 2015 ini, KPK menambahkan program baru yaitu Pitching Forum - Bikin Film Bareng KPK. Pembuatan film ini sepenuhnya dibiayai oleh KPK. Dan film yang lahir dari program ini adalah Tinuk yang disutradarai oleh Aprilingga dari Malang. Aprilingga mendapat penghargaan berupa trofi, sertifikat dari KPK dan Canon 7D. 

Para tamu undangan berkesempatan untuk menyaksikan film Tinuk. Film ini menceritakan kisah sang istri yang merajuk pada suaminya untuk dibelikan handphone. Aku benar-benar dibuat kagum dengan jalan cerita, pesan dan lawakan yang dibawakan film ini dan ingin menyebarkan film ini. Namun karena film ini belum disebar secara meluas di dunia maya, teman-teman bisa melihat trailer-nya berikut ini :


Setelah malam anugerah selesai digelar, tak lupa kami dari Blogger Bandung menyempatkan diri untuk berfoto bersama Pak Johan Budi dan Pak Deddy Mizwar. Keduanya menyemangati kami agar terus berkarya dan selalu kreatif.


Pada hari itu, aku pulang dengan hati penuh kebahagiaan. Bagaimana tidak, aku baru saja disuguhi karya sineas muda Indonesia yang sangat kreatif dan membanggakan, juga mendapat ilmu dan nasihat baik yang menghibur.

Sangat bahagia bisa hadir dalam malam puncak ACFFest 2015. Karya yang baik dan menginspirasi haruslah disebar. Penuh harap, semoga gelaran dan karya yang masuk di ACFFest tahun depan bisa lebih baik.



~ijaah~

Pesta Diskon Akhir Tahun? Intip Lazada Online Revolution, Yuk!

2 comments:

Halo fellas!

Sudah akhir tahun nih dan saya lagi-lagi tak menyangka bahwa waktu berlalu begitu cepat. Jika sudah tiba di penghujung tahun, saya selalu termenung melihat deretan resolusi awal tahun yang nyatanya belum banyak saya wujudkan. Sedih? Iya sih. Namun akhir tahun menawarkan sisi kebahagiaan dalam wujud lain. Apa lagi jika bukan libur panjang dan diskon akhir tahun.

Biasanya, akan ada 3 pertanyaan besar di setiap akhir tahun yang ditanyakan pada diri sendiri :
  • Apakah resolusi yang kamu targetkan pada awal tahun tercapai?
  • Hendak menghabiskan liburan akhir tahun ke mana?
  • Berburu diskon akhir tahun dimana? 
Dua dari pertanyaan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang. Merencanakan resolusi hidup misalnya, terkadang kita butuh kontemplasi untuk mengetahui hal apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup. Juga untuk urusan berlibur, kita harus mempersiapkan tiket, penginapan dan hal-hal lain secara matang. Lalu untuk urusan belanja?

Bagi saya, belanja adalah urusan yang spontan untuk dilakukan. Memang sih, ada beberapa orang yang menganjurkan saya untuk merencanakan terlebih dahulu barang apa saja yang hendak dibelanjakan. Namun jika sudah di depan laptop dan membuka tempat belanja online, saya tidak bisa menghentikan alunan bola mata saya pada setiap benda yang menurut saya menarik. Jika sudah begini, saya hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata…

Oke. Makan 10.000 sehari bisa, kan? 

Untuk itulah saya selalu menantikan diskon akhir tahun. Apalagi untuk barang yang sudah lama saya inginkan. Namun sayangnya, kualitas barang yang diberi label diskon acapkali kualitasnya kurang baik atau ada permainan diskon. Jadi saya harus memilih dengan bijak, manakah tempat terbaik untuk berbelanja dengan diskon yang besar.

Salah satu online retail yang seringkali saya intip adalah Lazada.co.id. Saya, keluarga dan rekan kerja beberapa kali membeli barang (dengan diskon yang aduhai) dari Lazada. Seperti smartphone, laptop, jam tangan swiss army dan cover iPad Air 2. Bahkan untuk cover iPad Air 2 dikirim langsung dari Shenzhen, China dengan harga hanya Rp. 150.000,- (sudah termasuk ongkos kirim). Aduhai, bukan?

Maka dari itu pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember 2015 nanti, saya akan intip Lazada Indonesia yang sedang mengusung Online Revolution atau diskon besar-besaran hingga 90%! Wow!


Ada beragam promo akhir tahun menarik yang ditawarkan Lazada, seperti flash sale, app vouchers, crazy deals dan fun games. Lazada Online Revolution 11.11 12.12 ini diadakan sejak 11 November 2015 dan berakhir pada tanggal 12 Desember 2015. Merk yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Lenovo, Xiaomi, HP, Asus, Acer, Sony, Samsung, Canon, Nike, Puma, Adidas, Hush Puppies, Bata, Unilever, L’Oreal dan lainnya.


Betapa banyak sekali brand ternama yang berpartisipasi dalam Lazada Online Revolution ini! Saya pribadi sudah ada incaran barang apa saja yang akan saya belanjakan pada tanggal 12 Desember nanti :). Oya untuk sistem pembayaran, Lazada menawarkan cara yang mudah dan lengkap, bisa dengan COD, cicilan kartu kredit bunga 0% dan klikpay.

Yuk, siapkan diri kamu untuk berbelanja online di Lazada pada Harbolnas tanggal 12 Desember 2015 nanti. Siapkan uang dan tenaga ya. Sebab diskon besar-besaran yang ditawarkan e-commerce ini akan buat kamu betah berlama-lama di depan Laptop.

Happy shopping!

~ ijaah~

Lenovo A6010 di Online Revolution

No comments:

Beberapa tahun terakhir ini, smartphone Lenovo menjadi salah satu smartphone yang laku keras di pasaran. Beragam tipe dan spesifikasi yang ditawarkan membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya. Berdasarkan laporan dari IDC, pada kuartal 2 tahun 2015 Lenovo dinobatkan sebagai vendor yang menjual ponsel 4G terbanyak di Indonesia dan vendor yang memiliki penjualan online terbaik.

Ayah dan adik saya adalah pengguna smartphone Lenovo. Keduanya sangat menyukai baterai Lenovo yang tahan lama seharian. Oya, keduanya membeli gadget di Lazada.co.id. Mengapa? Karena diskon dan kualitas barang yang ditawarkan e-commerce ini sangat terpercaya. Yup, keluarga saya memang pecinta belanja online :).

Lenovo baru saja merilis Lenovo A6010 yang merupakan seri lanjutan dari Lenovo A6000. Jika kamera pada seri A6000 berkekuatan 8MP (belakang) dan 2 MP (depan), pada seri A6010 kekuatan kameranya sebesar 13 MP (belakang) dan 5 MP (depan).

Lalu, apa saja spesifikasi dari Lenovo A6010?

Berikut adalah penjelasan singkatnya :

1. Android 5.0 (Lollipop).
2. Memiliki layar 5 inci dengan prosesor Quad-Core buatan Qualcomm.
3. Baterai berdaya 2.300 mAh dan memiliki dua slot SIM Card.
4. Mendukung koneksi 4G.
5. RAM 2 GB dan memori internal 16 GB.
6. Kamera 13 MP untuk bagian belakang dan 5 MP untuk bagian depan.
7. Auto Focus, Digital Image Stabilization dan LED Flash.
8. Fitur : Panorama, HDR, ISO setting dan Exposure Setting.
9. Dolby Atmos Dengan melihat spesifikasi Lenovo A6010 ini,

Lenovo memiliki performa sistem yang responsif dan dapat membantu pekerjaan dengan baik. Lenovo A6010 ini benar-benar Powerfull Processing!

Oya, dilansir dari metrotvnews.com, peluncuran A6010 ini bertepatan dengan Online Revolution yang diadakan oleh Lazada sejak tanggal 11 November 2015 hingga 12 Desember 2015. Untuk itulah Lazada menawarkan flash sale Lenovo A6010, dari harga mula sebesar Rp. 2.099.999,- turun menjadi Rp. 1.999.000,-. Bahkan per 9 Desember 2015, harga Lenovo A6010 di Lazada turun kembali menjadi Rp. 1.899.000,-. Benar-benar harga yang menggiurkan, bukan?

Untuk itu bagi teman-teman yang membutuhkan gadget dengan spesifikasi terkini dan harga terjangkau, langsung saja klik Lazada.co.id dan selamat menikmati penawaran spesial Lenovo A6010.

Happy shopping, fellas!


~ijaah.com~

Jelajah Kuliner Sasak : Kelor di Pancor

19 comments:
Sayur kelor. Sumber : @lombokkita
Apa saja kuliner di Lombok yang pernah saya coba?

Dengan mantap saya akan menjawab ayam taliwang, sate bulayak, sate tanjung, sate rembige, ares, ebatan, nasi balap puyung dan bebalung. Untuk semua makanan itu, saya acungkan jempol setinggi-tingginnya. Saya suka semua makanan khas Lombok, sangat suka.

Malam ini kita makan di Warung Kelor di daerah Pancor. Makanan rumahan khas Sasak.

Kelor?

Kelor yang seperti disebutkan dalam peribahasa itu? Kelor yang biasa digunakan untuk pengusiran makhluk halus?

Bagi masyarakat Jawa Barat, daun kelor identik dengan dunia mistik. Daun ini seringkali digunakan pada saat pengusiran jin dan penolak bala. Oleh sebab itu saya agak kaget bahwa kelor biasa dijadikan panganan utama di Lombok, juga di Makassar.

Bersumber dari Wikipedia, kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Daun kelor berukuran kecil, bentuknya bulat menyerupai telur dan bersusun majemuk dalam satu tangkai. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tuduh pelepah bunganya berwarna hijau. Bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Sedang buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat dibuat sayur.

Berdasarkan referensi dari @lombokkita, yang membuat penulis merasa ketagihan makan sayur kelor adalah wangi alami yang keluar dari daun kelor (setelah direbus). Sangat menggungah selera, padahal sayur bening ini hanya diberi garam. Jadi semakin penasaran bagaimana rasa sayur kelor ini :)

Selain dibuat sayur, daun kelor sering dijadikan obat dan perawatan untuk kulit. Hal ini dikarenakan daun kelor memiliki kandungan vitamin, kalsium, protein dan potassium yang tinggi. Kelor disebut-sebut sebagai pohon ajaib, sebab kandungan dan manfaat yang dihasilkan pohon ini sangat banyak.

Di Lombok Timur, kita dapat menjumpai warung yang menyediakan menu sayur kelor sebagai hidangan utama. Nama warung tersebut adalah Warung Kelor yang terletak di Pancor, Lombok Timur.


Rupanya sayur kelor merupakan salah satu masakan rumahan khas suku sasak. Disajikan dengan kuah bening, cara memasak sayur kelor mirip seperti memasak sayur bayam bening. Namun sayang seribu sayang, pada saat kunjungan kami ke Warung Kelor, sayur kelor yang merupakan menu utama warung ini sudah habis. Ya, kami datang pada saat warung tersebut akan segera tutup.

Meski belum beruntung, kami tetap lahap menyantap makanan yang tersedia. Malam itu menu yang dihidangkan adalah kelak kuning, ayam goreng, tahu, ikan, udang dan sambal.


Kelak kuning terdiri dari ayam dan labu yang diberi kuah bumbu kuning. Dimasak dengan tambahan cabe hijau sehingga rasa kelak kuning ini pedas-pedas nikmat.

Kelak Kuning
Sebelum makan, jangan berani-berani langsung menyantap makanan. Sebab ada ritual wajib bagi para blogger selain berdoa, yakni foto makanannya. Hal ini menjadi penting, demi menulis di blog tercinta :)

Sumber : adventurose [dot] com
Perlu waktu beberapa menit untuk memotret makanan. Lepas itu, kami harus sabar sedikit sebab kami pun harus berfoto di saat makanan belum ludes dimakan.

Sumber : adventurose [dot] com
Selepas pemotretan, waktu yang dinantikan pun tiba. Makan-makan! Rasanya nikmat sekali setelah menyusuri kawasan gili di Lombok Timur, kami menikmati makanan yang rasanya pedas-pedas nikmat. Memang ya, Lombok selalu juara dalam urusan makanan.

Perut sudah kenyang dan saatnya bagi kami untuk beristirahat. Meski begitu, saya masih saja penasaran. Seperti apakah rasa sayur kelor yang terkenal itu? Demi menjawab pertanyaan tersebut, agaknya saya harus kembali lagi ke Lombok Timur.

Siapa tahu ada kesempatan lagi.

Tak ada yang tahu, bukan? :)



Warung Kelor 
Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Pancor, Lombok Timur


***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

3. Jelajah Kuliner Sasak : Kelor di Pancor


~Ijaah~

Jelajah Kuliner Lombok : Lesehan Raja Taliwang

6 comments:
Mencicipi kuliner khas suatu daerah adalah menjadi sebuah keharusan. Dan apabila ditanyakan mengenai kuliner khas Lombok yang paling mahsyur, ayam taliwang adalah jawabannya.

Taliwang adalah nama sebuah daerah di Lombok, yakni Karang Taliwang. Di sanalah untuk yang pertama kalinya, H. Moerad dan istrinya Salmah memperkenalkan ayam taliwang. Meski keduanya merupakan pelopor ayam taliwang, hal ini tak lantas membuat H. Moerad mematenkan masakannya. Beliau beranggapan bahwa dengan mematenkan ayam taliwang, pintu rezeki orang lain akan tertutup. Orang lain boleh saja menggunakan nama yang sama, namun pasti akan ada perbedaan dari segi rasa. Oleh sebab itu, saat ini dengan mudah kita temukan penjual ayam taliwang di dalam maupun luar Lombok.

Baca juga : Lombok Sumbawa World Travel Writers Gathering 2014 : Malam Ramah Tamah Bersama BPPD NTB

Malam pertama di Lombok, Mas Teguh mengajak seluruh peserta TW Gathering dinner di Lesehan Raja Taliwang. Ada dua pilihan tempat di rumah makan ini : makan sambil lesehan di berugak atau makan sambil duduk di kursi (seperti pada umumnya). Kami sepakat memilih berugak sebagai tempat untuk makan. Ini adalah pertama kalinya aku makan ayam taliwang sambil lesehan.


Oleh sebab datang pada malam hari, kami tidak dapat menikmati keindahan sawah nan hijau di tempat ini. Kami hanya bisa merasakan semilir angin malam yang sesekali berhembus.

Lalu, apa saja makanan yang kami pesan di Raja Taliwang?

  • Ayam Taliwang
Ayam yang digunakan untuk membuat ayam taliwang haruslah ayam kampung berusia muda (3-5 bulan). Ayam taliwang biasa dimasak dengan cara digoreng, dibakar atau dipanggang. Ciri khas ayam taliwang adalah bumbu pelalah yang pedas.

  • Plecing Kangkung
Plecing kangkung terdiri dari kangkung rebus yang dicampur dengan sambal tomat. Kangkung yang dimaksud adalah kangkung Lombok (tangkainya tebal). Sedang sambal tomat terdiri dari tomat, cabe rawit, terasi Lombok (ini enak banget!) dan garam. Biasanya ditambahkan tauge, kacang dan jeruk limau yang semakin membuat plecing kangkung semakin segar. Slurrp!
  • Beberoq Terong
Beberoq atau beberuk terong semakin menyegarkan santapan malam kami. Rasanya yang pedas, asam, asin dan segar semakin membuat kami lahap. Nikmat!
  • Bebalung
Bebalung terdiri dari iga sapi atau kambing yang dicampur racikan bumbu cabe rawit, bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe dan lengkuas. Yang nikmat dari Bebalung ini adalah tekstur daging dan iga yang empuk. Semakin sedap rasanya saat menyeruput sisa iga dari sela-sela tulang. Lezat!

  • Sambal Mangga
Jangan sampai lupa memesan sambal mangga di Raja Taliwang sebab sambal mangga ini sangatlah lezat. Bahkan Mba Retno yang notabene bukanlah penyuka pedas mengatakan bahwa sambal mangga di tempat ini sangat lezat. Pesan sambal mangga jika sedang makan di Raja Taliwang ya. Super lezat!

Selain menu di atas, kami memesan terong bakar, ikan dan telur dadar (Pada akhirnya aku tahu siapa yang memesan ikan dan telur dadar. Pasti Kang Ucup : Si Raja Telur dan Si Raja Ikan. LOL)

Itulah beberapa makanan khas Lombok yang kami pesan di Lesehan Raja Taliwang. Semuanya lezat, terutama plecing kangkung dan sambal mangga. Jika hendak berkunjung ke Lombok, silakan mampir ke Lesehan Raja Taliwang. Sebagai saran, datanglah ke tempat ini saat siang atau sore hari. Supaya bisa duduk santai sambil menikmati semilir angin dan melihat keindahan sawah nan hijau.


Lesehan Raja Taliwang
Jl. Ahmad Yani, Lombok, Nusa Tenggara Barat
Instagram : @rajataliwang


***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

2. Jelajah Kuliner Lombok : Lesehan Raja Taliwang


~Ijaah~

Travel Writers Gathering, Aku Kembali!

9 comments:
Tamu-tamu kami yang terhormat. Baru saja kami mendapatkan pemberitahuan dari pihak otoritas Bandara Internasional Lombok bahwa pembersihan landasan pacu dari abu vulkanik anak Rinjani masih berlangsung, dan diprediksi akan berlangsung hingga Rabu, 11 November 2015.

Aku terkesiap. Kabar itu datang pada tanggal 9 November, sehari sebelum keberangkatanku ke Lombok. Mas Teguh, selaku panitia Travel Writers Gathering 2015, memberitahuku untuk segera mengubah jadwal penerbangan PP. Urusan itu mudah saja bagiku. Yang memberatkan adalah cuti yang sudah terlanjur kuajukan. Dapatkah aku mengubahnya?

Zahra, Rinjani kan sedang 'meradang', kamu tetap pergi ke Lombok?"

Aku mengangguk mantap. Sebenarnya pertanyaan tersebut sempat terlintas dalam benakku. Dengan segera kutanyakan perihal itu pada Mas Teguh. Ia mengatakan bahwa Lombok aman, Lombok baik-baik saja. Adapun bila Bandara Praya tidak beroperasi karena abu vulkanik, aku tetap dapat pergi ke Lombok dengan menyeberang dari Bali.


Dengan segala perjuangan, perubahan izin cuti telah kugenggam dengan erat. Travel Writers Gathering, aku kembali padamu! :)

Travel Writers Gathering 2015

Pesawat mendarat dengan mulus di landasan pacu BIL Praya. Ini adalah hari pertama pembukaan bandara setelah ditutup karena pembersihan landasan pacu. Kondisi bandara normal seperti biasa, sama saja seperti kunjunganku sebelumya. Debu vulkanik? Aku tak menghirupnya sama sekali. Belakangan baru kutahu bahwa debu vulkanik Barujari melaju ke arah barat.

Mas Teguh menjemputku sore itu. Ia dan empat peserta TW Gathering lainnya telah menungguku sejak siang. Mereka adalah Indri Juwono, Adie Riyanto, Yusuf Nugraha dan Lutfi Retno Wahyudyanti. Sejak menyapa mereka untuk pertama kali, aku sudah tahu bahwa perjalananku di Lombok kali ini akan sangat menyenangkan. Hey, mereka orangnya seru-seru!

Ada peserta yang sudah ada di hotel, namanya Subhan. Nanti malam Pungky dan Maisya baru sampai di Lombok. Sedang Ikhsan besok subuh. Dian dari Batam sepertinya akan menyusul acara jalan-jalan besok, karena pesawatnya besok pagi dari Batam dan masih harus transit di Surabaya.

Tunggu... Pungky? Maisya?

Pungky Prayitno? Maisya Farhati?

Mas Teguh mengiyakan pertanyaan retorik-ku. Dengan segera senyumku melengkung sempurna. Dua blogger yang blog-nya sering kubaca itu, akan berada satu perjalanan denganku. Sempurna sudah hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan. Aku bertemu dan belajar dari orang-orang yang hebat. Asyik!

Peserta Travel Writers Gathering 2015. Sumber : adventurose [dot] com

Selama perjalanan aku mendapat banyak sekali ilmu. Ilmu tentang dunia blogging, mengupayakan ketekunan, selalu yakin dan taat pada Gusti dan berbudi baik pada sesama. Pertemuan dengan mereka semakin menyadarkanku bahwa nilai sebuah kesuksesan ditempuh dengan jalan yang tak mudah. Ada upaya-upaya teknis maupun spiritual yang membawa si empunya mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri lebih luas.

Aku belajar banyak tentang ketekunan dari Indri JuwonoPadanya aku bercerita bahwa aku masih saja mengandalkan mood saat menulis. Ia lalu menceritakan tentang kisah travel blogger lain yang rela meninggalkan waktu istirahatnya untuk menulis, rela bangun pagi buta untuk bercerita di dunia maya. Ia sendiri merupakan seorang arsitek sekaligus travel writer. Bisa dibayangkan betapa sibuknya hari-hari yang ia lalui, tapi tak mau kalah dengan keadaan. Tulisan-tulisan di blog pribadinya sungguh berbobot, kaya akan diksi. Sungguh terlihat bahwa ia bukanlah seorang penulis asal-asalan. Ada hati, keyakinan, juga ketekunan dalam rasa tulisannya.

Dian Radiata a.k.a Dee An. Aku pertama kali mengenalnya dari buku antologi Love Journey. Setelah mulai aktif di dunia blogging, aku diberi kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat. Sudah lama berinteraksi di dunia maya, akhirnya aku bertemu dengannya di Travel Writers Gathering. Senang bukan kepalang tentu saja. Ia juga aktif menulis di media, di sela-sela profesinya sebagai seorang insinyur dan seorang ibu. Luar biasa!

Lutfi Retno Wahyudyanti. Cerdas, itulah kesan pertamaku padanya. Saat berbincang, aku dikejutkan dengan kisah perjalanannya di berbagai penjuru Nusantara. Ia juga merupakan seorang film dokumenter dan pernah menjadi finalis Eagle Award. Apa lagi yang bisa kugambarkan selain bahagia karena dipertemukan dengan wanita cerdas seperti dirinya?

Maisya Farhati. Ah, rasanya senang sekali bisa dipertemukan dengan ia yang tulisannya seringkali kubaca. Aku terkagum-kagum pada perjalanannya di Benua Biru, Korea Utara, Asia Tenggara dan lainnya. Kisah cintanya pun sangat menarik. Tak ada rasa bosan untuk membaca tulisannya karena dikemas dengan sangat menarik. Pada awal berkenalan, sosok perempuan ini terlihat sangat pendiam. Tapi lama-lama aku mengerti bahwa diamnya hanyalah di permukaan. Aslinya? Ketemu sendiri saja ya! :D

Pungky Prayitno. Bagi para blogger yang tergabung dalam Komuntas Emak Blogger, pasti mengenal nama Pungky a.k.a Pevita. Sederet prestasi di dunia blogging sudah banyak diraih oleh ibu satu anak ini. Tulisannya seringkali membuatku terbahak, namun ajaibnya menyimpan makna yang begitu dalam. Hal yang paling kuingat dari Pungky adalah keyakinannya yang sangat kuat pada Gusti dan impiannya. Sehingga pada saat berbincang dengannya maupun membaca tulisannya, - disela canda tentu saja- selalu terselip kalimat pengingat untuk selalu bersyukur dan yakin pada Gusti. Tiada yang lain.

Adie Riyanto. Lelaki yang kami juluki Aurel ini memiliki kemampuan menulis yang sangat baik. Tulisannya kaya diksi dan memiliki rima. Aku harus membuka aplikasi KBBI beberapa kali pada saat membaca tulisannya. Lelaki lulusan STAN ini banyak sekali membaca buku. Itulah yang membuat tulisannya sangat kaya. Di luar kemampuan menulisnya yang baik, lelaki ini memilik kadar narsis yang luar biasa. Hal ini acapkali membuatku meringis sekaligus tertawa. Bolehlah kalian melihat koleksi foto dalam akun instagramnya. Pesan saya, jangan kaget ya! :D

Yusuf Nugraha a.k.a Iqbal. Lelaki berbadan kekar ini rupanya menyimpan sejuta canda. Satu saja kata atau bahkan gumam yang keluar dari mulutnya, bisa menimbulkan tawa. Meski sangat jenaka, blog maupun akun instagramnya dikemas dengan serius dan berbahasa Inggris. Ia pun merupakan blogger yang paling getol membuat video perjalanan. Kalian bisa melihat video hasil karyanya dalam postingan ini.

Subhan Azharullah. Tidak begitu banyak waktu yang kami habiskan bersama Subhan, sebab ia harus kembali ke Sumbawa di tengah-tengah perjalanan TW Gathering 2015. Meski begitu aku tahu bahwa ia merupakan blogger yang aktif dan pernah mengikuti Newmont Bootcamp. Ada kemiripan antara Subhan dan aku yakni sama-sama pecinta makanan pedas. Maka kuliner Lombok merupakan sumber kebahagiaan bagi kami. Enak dan sangat pedas!

Ikhsan Anugrah a.k.a Aliando merupakan peserta terimut dalam perjalanan kali ini. Dede Ikhsan adalah putera Sumbawa, sama seperti Subhan. Parasnya yang kiyut membuat hasil foto perjalanan menjadi lebih segar. Aku paling suka melihat koleksi foto dede Ikhsan di akun instagramnya. Ia seringkali mengunggah foto dengan kualitas yang baik tentang keindahan alam Sumbawa. 

Karakter yang berbeda membawa pelangi kebahagiaan dalam perjalanan ini. Hal yang membuat kami bersama adalah kesukaan kami pada menulis dan membaca. Saling berbincang, bertukar ilmu dan memberi masukan buku apa saja yang harus dibaca. Semua hal yang kami bicarakan membawa kebahagiaan dan ilmu. Benar adanya bahwa persahabatan itu sangatlah berharga.


Sumber : tindaktandukarsitek [dot] com

Mas Teguh, katanya TW Gathering kali ini mengundang media ya. Dari media mana saja?

Ada dari Kompas. Tapi karena perubahan jadwal yang disebabkan aktivitas vulkanik Barujari, mereka tidak bisa ikut.

Sangat disayangkan. Jika saja pihak media tetap hadir dalam TW Gathering ini, aku akan menjadi seorang penanya yang cerewet. Meski tidak bertemu dengan pihak media, Tuhan memberikan kejutan lain padaku yakni bertemu dengan blogger-blogger yang aduhai hebat nian!

Travel Writers Gathering 2015 membawa para peserta menjelajahi potensi wisata Lombok yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Kami diperkenalkan pada keindahan gili-gili di Tanjung Luar, desa adat dan kuliner khas Sembalun, trekking ke Pergasingan, belajar sejarah peninggalan Bali di Lombok serta menjelajahi keindahan Gili Kenawa dan Paserang di Sumbawa. Sebuah perjalanan yang semakin meyakinkan bahwa Lombok Sumbawa sangatlah indah.

 

Ada satu kalimat yang kupegang teguh yakni belajar adalah di manapun. Bagiku TW Gathering adalah tempat untuk belajar, sarana bagiku untuk bertemu dengan sesama blogger yang memiliki minat yang sama, wadah bagiku untuk menyerap semua informasi baik, juga tahap bagiku menuju gemilang.

Ini adalah kisah keduaku bersama Travel Writers Gathering. Sebuah wadah yang membawaku pada jaringan pertemanan yang lebih luas.

Matur tampiasih!



***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

1. Travel Writers Gathering, Aku Kembali!


~Ijaah~

Perjuangan Panjang di Balik Film Bait Surau

16 comments:


Bait Surau. Mendengar namanya saja sudah membuatku penasaran. Apakah pesan yang hendak disampaikan film ini? Maka pada saat mengetahui undangan nonton film Bait Surau gratis dan berjumpa dengan salah satu pemainnya (Ihsan Tarore), saya langsung mengatakan YA.

Acara dimulai dengan meet and greet bersama Ihsan dan Anita Aulia (produser film Bait Surau). Ternyata, apa-apa yang disampaikan Ihsan dan Bu Anita sungguh mencengangkan. Ada cobaan berat yang nyaris memutus harapan para kru dan pemain film ini. Namun mereka berupaya bangkit sehingga pada akhirnya Bait Surau bisa dinikmati oleh khalayak umum.

Teh Astri Nurdin bahkan sampai menitikkan air mata pada saat mengetahui bahwa pada akhirnya film ini bisa tayang di bioskop.

Bait Surau merupakan film pertama yang diproduksi oleh Two Synergy Publisher dan merupakan adaptasi dari novel dengan judul serupa karya Rakha Wahyu dan Yus R Ismail. Film ini diproduksi pada tahun 2012, sebelum Ihsan Tarore bermain dalam film 9 Summer 10 Autumn. Perlu waktu selama 3 tahun hingga akhirnya Bait Surau sampai ke publik karena ada sebuah kejadian memilukan yang menimpa keluarga besar Two Synergy Publisher.
k e b a k a r a n . . .
Kantor produksi yang berisi kepingan film Bait Surau itu terbakar! Kejadian itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2012. Proses pembuatan film yang sudah hampir selesai itu terhambat. Para kru Synergy nyaris patah semangat dan sedih, apalagi film ini adalah film perdana mereka.

Terkadang mensyukuri lebih berat daripada menerima. Itulah pesan yang hendak disampaikan oleh film ini. Dengan seluruh perjuangan yang dialami keluarga besar Synergy Publisher, juga jalan cerita dalam film Bait Surau, film ini berpesan akan pentingnya syukur dalam menerima setiap episode kehidupan.

Para kru film berbenah dan mulai menyusun kembali kepingan itu menjadi cerita yang utuh. Meski ada beberapa bagian yang hilang, Synergy merasa tak perlu melakukan syuting ulang.

Setelah mengalami musibah yang luar biasa berat serta menempuh perjuangan yang melelahkan, film Bait Surau berhasil menemui penikmatnya pada Oktober 2015. Untuk mensyukuri lahirnya film ini, 2.5% keuntungan film disumbangkan bagi pembangunan surau-surau di pelosok tanah air.


Review Bait Surau

Film ini berkisah tentang pencarian jati diri seorang Rommy (Rio Dewanto). Rommy adalah sosok lelaki yang terbiasa hidup bergelimang harta, juga suami yang tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Acapkali Rommy melontarkan kata-kata kasar serta pukulan keras pada istrinya. Padahal, Nadia istrinya adalah sosok istri yang penuh dedikasi, selalu patuh pada suaminya.

Cara pandang hidup Rommy berubah drastis pada saat istrinya wafat. Pada saat itu ia menyadari bahwa istrinya adalah wanita terbaik yang ia miliki. Untuk mengobati luka hatinya, Rommy menempuh perjalanan jauh menuju desa terpecil demi bertemu dengan Ramdhan (Ihsan Tarore), mantan karyawannya.

Oleh Ramdhan dan ayahnya (Cok Simbara), Rommy diajak untuk semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Meski awalnya Rommy merasa enggan karena ketidaktahuannya, pada akhirnya Rommy semakin giat melaksanakan ibadah. Selain itu, film ini juga dibumbui oleh kisah cinta. Rasa cinta Rommy pada istrinya. Juga ketertarikan Siti (Astri Nurdin) kepada Rommy, kakak Ramdhan yang meski bisu dan tuli, memiliki kecantikan alami dengan jilbab yang melekat di kepalanya.

Secara umum film ini menyampaikan pesan penting tentang kehidupan : kesyukuran. Namun ada satu hal penting yang menurut saya kurang tersampaikan, yakni keterkaitan antara Rommy dengan surau. Meski memang ada bagian di mana Rommy sedang berada di surau dan membangun surau, benang merah antara keduanya kurang tersampaikan. Saya mengira barangkali ada potongan adegan yang hilang dalam musibah kebakaran yang menimpa Synergy.

Lepas dari kelebihan dan kekurangan film ini, saya memberi apresiasi tinggi kepada para kru serta pemain atas perjuangan, semangat dan keberanian mereka sehingga film ini pada akhirnya lahir dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Saya juga berharap karya Synergy ke depannya bisa lebih baik lagi.

Semangat terus sineas Indonesia. Selamat berkarya!


~ Ijaah ~