Saturday, February 28, 2015

Leisure Time in Bamboo Village

Seakan ingin melepas penat selepas bekerja, seorang kawan memberi usulan untuk menikmati keindahan alam Bandung Utara. Ada banyak sekali pilihan tempat disana, namun hati kami jatuh pada Bamboo Village atau Dusun Bambu.

Terletak di Jl. Kolonel Masturi Lembang, akses menuju Dusun Bambu dapat ditempuh melalui 3 jalur, yakni:

  1. Pasteur
  2. Cimahi
  3. Lembang

Mudah. Sangat mudah menemukan lokasi Dusun Bambu ini. Maka tak heran bila banyak sekali wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke tempat ini.

Thursday, February 26, 2015

Seblak: Cemilan Khas Urang Bandung

Ada banyak alasan mengapa wisatawan pergi ke Bandung. Salah satunya adalah untuk mencicipi sajian kuliner khas kota ini. Ada batagor, seblak, basreng, cilok, cimol, kue cubit dan sebagainya. Mendapati jajanan tersebut tak perlu ke pusat kota, karena hampir di semua tempat di Bandung pasti ada.

Seblak telah menjadi primadona urang Bandung. Hampir semua orang suka dan dimana-mana ada penjual seblak. Sebenarnya seblak adalah cemilan urang Bandung sejak lama namun keberadaan penjual seblak yang marak baru dirasa 3-4 tahun terakhir. 

Sunday, February 22, 2015

Baju Renang ala Muslimah

Dulu saat pertama kali memutuskan untuk berhijab, aku dilanda kebingungaan saat memilih pakaian yang nyaman untuk latihan renang. Jika teman-temanku pada umumnya menggunakan celana dan kaos olahraga lengan pendek, aku harus menggunakan baju olahraga panjang yang kubeli sendiri di toko busana, lengkap dengan jilbabnya. (bukan seragam OR karena pada saat itu masih jarang siswa berjilbab)

Jika saja tempat renang yang dipilih oleh pihak sekolah adalah di Al-Ma'soem, aku bisa memakai pakaian renangku yang nyaman. Namun karena tempat latihan renang kami bercampur, aku harus menjaga diri dengan tetap memakai jilbab.

Sungguh berat rasanya saat pertama kali berenang dengan memakai celana training panjang, kaos lengan panjang dan juga jilbab. Ditambah dengan tantangan lain yaitu terangkatnya kaos dan jilbab jika sedang berenang. Untuk mengantisipasi itu, aku harus memasukan kaos ke dalam celana dan jilbab ke dalam kaos. Namun dengan seperti itu, kaos dan jilbabku jadi mengembang terisi air. 

Walau berat, nyatanya aku bisa melalui latihan dan ujian renang dengan baik. Ya, jilbab bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk berenang, malah dianjurkan. Bukankah begitu?

Papakan Bukan Sekadar 'Papakan'

Zahra mau oleh-oleh apa dari Kalimantan?
Pertanyaan itu keluar dari seorang kawan yang tinggal dan bekerja di Kalimantan. Seminggu lagi papakan nasional, itu berarti sebentar lagi kita akan bersua.
Apa ya... makanan aja deh. Bawain aku amplang yang banyak ya. Huehehe...
Ia tertawa dan menyetujui permintaanku. Tak lupa ia meminta oleh-oleh dari Bandung, makanan juga. Sebelum percakapan ditutup, ia berkata bahwa akan memberikanku hadiah istimewa dari Kalimantan.
Hadiah istimewa? Apaan?
Nanti lah, kau akan tahu saat papakan nanti. Kan kejutan...
Dengan terpaksa aku mengiyakan ucapan kawanku dan semakin tak sabar untuk pergi ke Macau: papakan nasional, juga bertemu dengan hadiah istimewaku.

Saturday, February 14, 2015

Mendadak Akik

Disini Akik... Disana Akik... Dimana-mana adanya Akik...
Virus batu akik, bolehlah aku menyebutnya demikian. Jika menemukan sekelompok orang menggandrungi sebuah lapak di trotoar, bisa jadi yang sedang mereka lihat adalah batu akik. Di berbagai spot trotoar di jalanan kota Bandung, mudah bagi kita menemukan penjual batu akik berikut dengan fans-nya.

Katanya, batu akik bisa membawa keberuntungan, bikin sugih. Kemudian, aku juga mendengar kabar jika di dalam batu akik itu tertanam jin agar si empunya akik jadi punya daya ikat dan aura positif. Iyakah? Ah, bukan ranahku untuk membahas ini, tapi yang pasti akik itu bukan batu sembarangan, katanya.

Sunday, February 8, 2015

Mabit saat New Year's Eve

Sedari kecil, aku dibiasakan untuk tidak merayakan tahun baru Masehi. Ibu dan ayah tidak pernah membelikan kami terompet juga membawa kami ke tempat hiburan umum pada malam puncak tahun baru. Bersempit-sempit ria di tengah keramaian adalah hal yang menakutkan bagi kami, belum lagi dengan bisingnya terompet dan klakson di jalanan.

Kebiasaan itu telah mengakar pada diriku. Sehingga setelah dewasa aku cukup diam di rumah, menonton dan bila beruntung dapat melihat kembang api yang seperti serentak ditembakan dari atas bumi.

Adalah lebih beruntung lagi bila ada kegiatan positif untuk mengisi malam tahun baru. Maka tersebutlah Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) DKM An-Nuur Bio Farma "Meraih Keberkahan Hidup" pada malam 31 Desember 2014. Tanpa perlu berpikir panjang, aku berniat untuk mengikuti acara tersebut.

Tuesday, February 3, 2015

Lombok Sumbawa World Travel Writers Gathering (2) : Malam Ramah Tamah bersama BPPD NTB

Lombok Sumbawa World Travel Writers Gathering adalah langkah konkrit yang dilakukan oleh BPPD NTB (Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat) untuk mempromosikan pariwisata NTB sehingga tercapainya tujuan peningkatan kunjungan wisata ke Nusa Tenggara Barat.
 ***
Mataku menyipit, terbangun dari lelapnya tidur dalam bis yang membawa kami kembali ke Mataram. Keceriaan siang tadi di air terjun Tiu Kelep nyatanya mampu membuat tidurku sangat nyenyak, bahkan dalam kondisi kaos, rok dan jilbab yang basah kuyup.

Pemandangan di luar sepenuhnya gelap. Malam telah tiba dan aku begitu mendamba kucuran air hangat dan kasur yang empuk. Tapi sebelum itu semua kulakukan, aku harus makan malam. Dan saat dikatakan bis ini melaju ke restoran ayam taliwang, cacing di perutku girang bukan kepalang.

Adalah Restoran Ayam Taliwang H. Moerad, tempat kami bersantap malam. Tak hanya menyoal mengisi perut, rupanya pihak restoran telah menyiapkan tempat khusus bagi kami untuk mengikuti demo masak ayam taliwang. Selain itu, setelah santap malam akan ada sesi presentasi dari BPPD NTB. Ya, ini adalah malam ramah tamah BPPD NTB dengan para blogger yang turut serta dalam World Travel Writers Gathering.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...