Mendadak Akik

by - Saturday, February 14, 2015

Disini Akik... Disana Akik... Dimana-mana adanya Akik...

Virus batu akik, bolehlah aku menyebutnya demikian. Jika menemukan sekelompok orang menggandrungi sebuah lapak di trotoar, bisa jadi yang sedang mereka lihat adalah batu akik. Di berbagai spot trotoar di jalanan kota Bandung, mudah bagi kita menemukan penjual batu akik berikut dengan fans-nya.

Katanya, batu akik bisa membawa keberuntungan, bikin sugih. Kemudian, aku juga mendengar kabar jika di dalam batu akik itu tertanam jin agar si empunya akik jadi punya daya ikat dan aura positif. Iyakah? Ah, bukan ranahku untuk membahas ini, tapi yang pasti akik itu bukan batu sembarangan, katanya.


Ternyata, virus batu akik telah menginfeksi ayah juga. Ayahku mendadak akik! Aku takut, jangan-jangan di dalam batu itu ada jin-nya. Saat kutanyakan pada ayah apakah ayah percaya, ayah bilang:

Ayah tidak percaya itu. Ayah percaya bahwa tiap batu punya karakter masing-masing.

Gitu.

Ayah menunjukkan beberapa batu yang dimilikinya. Untuk orang seperti aku yang begitu awam tentang akik, aku hanya bisa berhem-hem ria.

Ini namanya Batu Lavender, yang ini Batu Badar Lumut, yang ini Batu Fosil Kayu...

Batu Fosil Kayu. Ini bukan tangan aku ya -.-

Daan... Ini batu yang paling mahal. Namanya Pirus (Turquoise), rekonstruksi pengrajin batu persia. Coba teteh tebak harganya berapa? Huehehe...

Pirus Turquoise. Ini bukan tangan aku juga ya -,-

Menilik cara ayah yang tertawa penuh kemenangan, aku menaksir harga Pirus sekitar 10 juta, harga yang menurutku sudah luar biasa untuk sebuah batu. Tapi ternyata jawaban ayah membuat mataku terbelalak.

Hah?! Batu kecil kaya gini harganya hampir 100 juta?!

Ayah nyengir.

Ayah jual yah, buat modal teteh nikah!

Ayah terjengkang!

Well, perbincanganku dengan ayah membuat pandanganku terhadap akik menjadi lebih tinggi. Jika dulu seringkali aku menganggap lelaki yang memakai akik identik dengan om-om senang, kini tak lagi. (iyalah, ayahku bukan om-om senang!)

Kini batu akik telah menjadi sarana untuk berinvestasi. Maka tak heran harganya bisa melejit tinggi hingga ratusan juta. Bahkan kini, batu akik memiliki sertifikat seperti halnya emas. Selain itu, usut punya usut, di benua Australia banyak orang yang beralih untuk berinvestasi dalam bentuk batu, yaitu Batu Kalimaya.

Akik. ternyata namanya keren-keren ya...

Hingga kini, aku belum terinfeksi virus batu akik. Jika nanti aku ditakdirkan memiliki akik, akan kupakai akik sebagai sarana untuk berinvestasi (tentu yang harus ada sertifikatnya). Untuk perhiasan? Mmm tidak, aku tidak siap disebut sebagai tante girang ~~~


~ Ijaah ~

You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)