Friday, March 20, 2015

Matcha, Aku Padamu!

Sudah sejak lama aku menyukai teh hijau. Diminum selagi hangat (tanpa gula) dan diemut sebagai permen. Mungkin karena dulu jenis santapan berbahan teh hijau masih sedikit (atau juga karena aku kurang gaul), baru sebatas itu olahan teh hijau yang kusantap. 

Jika makan di restoran Jepang, pasti kita akan disuguhkan ocha a.k.a teh hijau Jepang. Aku lebih senang ocha panas dibandingkan ocha dingin. Karena gratis, biasanya aku minta berkali-kali sama mba pramusajinya :D.

Semakin kesini, aku mulai mengenal kata matcha. Setelah kuselidiki, ternyata matcha adalah teh hijau Jepang juga. Lho, lalu apa bedanya macha dengan ocha?

Matcha
Ocha sendiri berarti teh (teh hijau). Sedangkan matcha adalah teh hijau bubuk yang dibuat dengan cara menggiling teh hijau hingga halus seperti tepung. Kini, olahan pangan dari matcha banyak sekali. Dari mulai latte, smoothies, mochi, es krim, bolu, cokelat hingga mousse. Bahkan saat ini ada kue cubit green tea yang menjadi kuliner khas Bandung. Kalau ke Bandung, cobain ya!

Bisa dibilang aku maniak matcha. Seperti saat di Macau lalu, tak peduli pagi, siang maupun malam, aku selalu menyantap es krim matcha. Setiap sarapan, aku selalu mengambil es krim matcha sebagai dessert. Sungguh, aku tak peduli perutku mules gegara makan es krim di pagi hari. Bahkan saat dinner di Macau Tower, aku menyiapkan ruang khusus untuk es krim matcha dengan cara sedikit mengkonsumsi hidangan utama. Una dan Sofi, kedua temanku yang sama-sama pergi ke Macau nampak sekali keheranan karena melulu es krim matcha yang aku santap.

Inilah es krim Matcha!

Es krim matcha telah menjadi keharusan bagiku saat berada di restoran Jepang. Seperti saat lunch di Matsuri (restoran Jepang baru di Jl. Setiabudi), aku memilih es krim matcha sebagai pilihan dessert. Oh ya untuk appetizer aku memilih edamame dan ocha hangat. Semuanya enak dan hijau. Green! Green! Green!

edamame dan ocha panas

Matcha juga telah menginspirasi para produsen cokelat dan permen untuk berinovasi dalam rasa. Seperti kini ada varian baru dari Kitkat yakni KitKat Green Tea. Selain itu, ada juga varian matcha lain seperti UHA Maccha Milk Candy, Allure Green Tea, Rit-to Green Tea dan masih banyak lagi.



Setelah mencoba beragam olahan pangan dari Matcha secara instan, aku ingin mencoba mengolah matcha sendiri. Setelah berseluncur di dunia maya tentang matcha, aku menemukan cara mengolahnya seperti yang ada di bawah ini:

Preparing Matcha Tea!

Nampaknya aku harus membeli pengaduk khusus itu ya. Namanya bamboo tea whisk (chasen). Oya sekalian aja beli tea bowl (matcha-chawan) dan tea ladle (chasaku) biar lebih mantap bikin matcha-nya. Selain itu aku ingin mencoba resep cara membuat matcha latte yang enak, bolu kukus, mousse dan kue cubit green tea yang enak. So excited!

Jadi sekarang aku mempunyai kebiasaan baru. Jika ingin es krim, aku pilih matcha. Jika ingin Rit-to, aku memilih matcha. Jika ingin latte, aku pilih matcha. Pokoknya aku suka serba-serbi matcha.

Ya matcha, aku padamu!


~ Ijaah ~

Sumber: google.com

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...