Berteman Dengan Faringitis

by - Tuesday, April 28, 2015

Sumber: Google
Sakit. Sulit menelan. Bengkak. Itulah yang kurasakan selama seminggu terakhir ini. Pasti, satu hal tengah terjadi di dalam tenggorokanku ini. Apakah ini gejala flu/batuk atau amandelku membesar? Aku belum tahu pasti.

Tak ada demam, pun tak ada batuk ataupun flu. Telah berkali-kali kurasakan seperti apa rasanya sakit tenggorokan yang mengakibatkan flu. Sakit tenggorokan ini berbeda. Lebih sakit dan lebih menyayat-nyayat.

Perasan lemon hangat menjadi minuman wajib bagiku. Berharap semoga sakit tenggorokan ini lekas sembuh. Selama 2 hari, hanya lemon yang kuminum sebagai penguat daya tahan tubuh. Hingga pada hari ke-3 aku menyerah juga. Aku harus minum obat.

Tak kutemukan FG Troches di rumahku, yang ada hanyalah Molagit dan Oralit sisa pengobatan karena diare tahun lalu. Aku merintih-rintih, aku harus segera ke Apotik untuk membeli FG Troches.

Sudah lama sekali rasanya tidak menghisap FG Troches. Jika sakit tenggorokan melanda, aku hanya perlu minum perasan lemon yang banyak. Tapi sakit kali ini berbeda, aku harus menghisap tablet manis ini.

Aku bedrest total di rumah selama 3 hari. Untung saja hari Jumat aku libur karena ada puncak Konferensi Asia Afrika di Bandung. Sakit ini sungguh membuatku mati kutu. Aku hanya bisa tidur dan nonton. Rencana untuk menulis seharian tak terlaksana. Seharian, rintihan kerap kali terdengar dari mulutku. Aku pun sangat berhati-hati saat menelan. Oh Ibu, ini sakit sekali!

Empat kali sehari kuhisap FG Troches, namun rupanya sembuh tak kunjung tiba. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke dokter pada Minggu sore.

Saat diperiksa, dokter menanyakan apakah aku demam, batuk, flu dan mual. Aku menjawab tidak. Setelah beberapa menit, dokter berkata bahwa amandelku normal-normal saja. Maka Ia menyimpulkan bahwa aku terkena Faringitis atau radang tenggorokan.

Dokter meresepkan obat sesuai yang kuduga. Pasti aku akan diberikan anti nyeri, anti inflamasi, obat sariawan dan antibiotik. Benar saja dokter meresepkan Ibuprofen untuk anti nyeri, Dexamethasone untuk anti inflamasi dan Kenalog Oint untuk sariawan. Namun yang mencengangkan adalah aku diberikan Cefadroxil! Aku terkaget-kaget. Sebegitu menyeramkankah kuman di tenggorokanku sehingga Amoxicillin saja tak mempan? Atau memang kebanyakan dokter lebih common memberikan golongan Sefa dewasa ini?

Kuterima saja resep dari dokter dan berharap semoga dengan ikhtiar pengobatan ini aku bisa lekas sembuh. Yang menarik adalah dokter tak meresepkan Vitamin sebagai suplemen tubuhku. Ia mengatakan bahwa dengan perasan lemon tiap hari, itu sudah cukup.

Setelah dua hari melakukan pengobatan, aku bisa menelan tanpa rasa sakit lagi. Meski begitu, saat bangun tidur masih kurasa sedikit sakit di bagian tenggorokan. Ini berarti sakitku belum sembuh benar. Aku harus mennyelesaikan pengobatan dan jangan sampai melewatkan antibiotik.

Jika mengalami sakit tenggorokan lebih dari 4 hari dan pemberian Vitamin tak bisa menyembuhkan, ada baiknya periksakan diri ke dokter. Kita tak tahu betul apa yang tengah terjadi di tubuh kita, maka bantuan seorang profesional menjadi sangat penting. Selain itu, perbanyaklah minum air putih dan konsumsi Vitamin C. Semoga dengan begitu, sakit tenggorokan bisa segera reda.


~ Ijaah ~

You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)