The Spirit Behind Jazz : Konser Pertama ITB Jazz

by - Sunday, April 19, 2015

Sabtu siang, tetiba ada pesan yang masuk di Whatsapp. Itu ayah. Isi pesan tersebut adalah gambar yang belum aku ketahui apa karena masih saja gambar itu berputar-putar. Uh, sinyal di kamarku ini jelek sekali! Ujian sabar dimulai lagi.

Kekesalanku mereda saat mengetahui isi gambar tersebut. 

Konser Jazz . . . ITB . . . Albert Fakdawer . . . 12 April . . . 7PM . . . 30k . . . 

MURAH!


The First ITB Jazz Concert

11/04/15 12.05.00: Zahra Rabbiradlia: Wah besok ya, Yah?
11/04/15 12.11.07: Ayahku: Iya, hehe

Tak lagi kubalas pesan ayah. Aku menerka, apakah ayah ingin datang ke konser itu atau sebatas memberitahuku saja? Pasalnya, konser ini berlangsung pada keesokan harinya. Hingga akhirnya sore hari ibu menelponku dan berkata:

Teteh besok jadi ya nonton konser di ITB...

Yes! Betapa ini adalah berita yang menggembirakan! Aku nonton Jazz lagi, yaaayy!

The Spirit Behind Jazz

Konser dimulai pukul 7 malam. Namun, aku sekeluarga baru tiba pukul 8 malam. Ya, sekeluarga. Aku, Azhar, Hasbi, Ibu dan Ayah datang untuk menyaksikan konser ini. Kami nyaris tak bisa masuk karena ternyata banyak sekali yang sudah melakukan online booking. Tapi dengan sedikit kesabaran, akhirnya kami ber-5 bisa masuk aula. Meski telat, tak mengapa.

Ssst... Tiket ini kujadikan pembatas buku lho :p

Konser ini berlangsung di Aula Timur ITB. Sebenarnya tempat ini bukan tempat yang ideal untuk menikmati konser, namun kami tetap tenggelam dalam asyiknya sajian musik jazz yang asyik. Untung saja bintang utama nya belum tampil, yang tampil baru band pembuka.

Ternyata, konser jazz ini adalah konser jazz pertama di ITB. Aku sungguh beruntung sekali berkesempatan hadir di konser ini. Yang lebih hebat lagi adalah band pembuka konser ini diisi oleh mahasiswa-mahasiswi ITB berbakat. Aku sampai dibuat takjub dengan kemampuan musik mereka yang handal, mengingat ITB bukanlah sekolah musik. Hey, ini sekolah teknik!

Band pembuka ini beraksi di panggung secara bergantian. Lagu pertama yang kunikmati dalam konser ini adalah Misty. Lagu ini dinyanyikan dengan apik oleh Debora Lubis (mahasiswi Arsitek ITB), biola oleh Miranti Fitri (mahasiswi Biologi ITB) dan piano oleh Alvin Situmeang (mahasiswi Teknik Sipil ITB).


Selain Misty, kolaborasi Debora-Miranti-Alvin membawakan lagu Waltz For Deby


Malam yang sangat romantis. Alvin tampak elegan dengan jas hitam, Debora nampak anggun dengan shoulder dress dan Miranti nampak cantik dengan blouse dan rok selutut. Cara Alvin memainkan piano, gesekan biola Miranti serta lembutnya suara Debora merupakan perpaduan yang asyik. Sayang sekali, Waltz For Deby menjadi lagu terakhir yang kulihat dari performance mereka.

Debora tampil anggun dengan shoulder dress

Lagu selanjutnya yang kunikmati adalah Girl From Ipanema yang dibawakan oleh Alvin pada piano, Shallom Tangkilisan pada drum, Hajar Asyura pada gitar dan Farrel Yodihartomo pada bass. Selain itu, kolaborasi Alvin-Shallom-Hajar-Farrel membawakan lagu Jelly's Da Beneer. Kolaborasi ini sama asyiknya dengan kolaborasi pertama. 

Yang menarik dalam konser jazz ITB pertama ini adalah dibawakannya lagu Kera Sakti dalam versi Jazz! Adikku Hasbi sampai dibuat senang dengan lagu ini. Barangkali ini adalah satu-satunya lagu yang Hasbi tahu :D

Inilah mereka, si Kera Sakti!

Kera Sakti versi Jazz ini merupakan aransemen dari Alvin Situmeang. Menjadi menarik karena ada sedikit unsur hiphop pada lagu ini. Lagu ini dibawakan dengan asyik oleh Alvin pada gitar dan hammond, Andhi pada drum, Yopi Prabowo pada bass, Hajar Asyura pada gitar dan Abraham pada vokal.

Lagu lain yang kunikmati pada konser ini adalah Fantasy in D dan Love Them From Spartacus yang dibawakan oleh Haddadegusti pada trumpet dan Arfo Cahyadi pada flute.

Sayangnya, kedua lagu itu adalah lagu terakhir yang kunikmati di konser ini. Adikku Hasbi mulai merengek dan mengatakan bahwa dia tidak mengerti musik jazz ini. Selain itu, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam sedangkan esok ia harus sekolah. Aku dan ayah hanya bisa meringis. Namun akhirnya kami memilih pulang daripada melanjutkan nonton konser ini.

Meski tak sempat menyaksikan secara langsung performance dari Albert Fakdawer, aku sudah cukup senang dapat hadir di konser jazz pertama ITB. Aku jadi tahu bahwa banyak sekali musisi jazz handal di kota ini.

Jika nanti ada konser Jazz lagi, ibu berpesan pada aku dan ayah agar tidak membawa Hasbi. Alasannya karena Hasbi belum mengerti. Baru nanti jika Hasbi beranjak remaja, bolehlah kami membawanya.

Semoga tahun depan aku dapat menyaksikan kembali konser jazz di ITB. Tapi tahun depan aku tak ingin nonton dengan kedua orang tuaku.

Aku inginnya nonton sama suami :p 

Teuteup.


~ Ijaah ~

You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)