Yippie, Ramadhan Sebentar Lagi!

by - Friday, May 29, 2015


Sungguh, waktu itu berlalu dengan cepat ya. Rasanya baru kemarin berpuasa di bulan Ramadhan, sekarang sudah mau Ramadhan lagi. Setahun berlalu, adakah akhlaq-ku semakin baik? Adakah ibadahku semakin berkualitas? Adakah pemahaman agamaku meningkat?

Duh!

Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. QS. Al-'Asr : 103

Dalam waktu kurang dari 1 bulan, InsyaAllah kita akan berjumpa dengan Ramadhan. Sebuah perbincangan hangat dengan teman-temanku nan sholihah mengingatkanku akan sebuah pertanyaan: target Ramadhan tahun ini apa saja?

Alhamdulillah aku sudah mulai merinci target Ramadhan tahun ini. Mau berapa kali khatam? Mau baca buku apa? Mau ikut kajian dimana? Mau i'tikaf dimana? Mau nulis tentang apa? Mau bersedekah dan zakat tahunan dimana? dan sebagainya.

Nah, biasanya di awal Ramadhan kita sangat bersemangat. Masuk ke pertengahan bulan, mulai deh loyo. (Ssst, saya suka gitu! Sedih banget kan?) Untuk menjaga agar ibadah kita konsisten (di bulan Ramadhan dan bulan lain), tentu kita harus latihan dulu.

Mentorku, Teh Sissy, mengingatkan kami tentang sahabat nabi yang mulai membiasakan diri menyambut Ramadhan pada dua bulan sebelumnya, yakni di bulan Rajab dan Sya'ban. Jadi maksudnya seperti ini, jika kita ingin khatam Al-Qur'an 3 kali di bulan Ramadhan, latih diri untuk khatam 1.5 atau 2 juz perhari di bulan Rajab dan Sya'ban.

InsyaAllah dengan pembiasaan di bulan Rajab dan Sya'ban, target di bulan Ramadhan akan tercapai. Bukan karena terpaksa ya, karena sebelumnya kita sudah latihan.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana melatih diri agar target Ramadhan tercapai? Bagaimana melatih diri agar konsisten tilawah perhari? Bagaimana melatih diri agar konsisten tahajud dan dhuha? Bagaimana melatih diri untuk konsisten berbagi setiap hari? Bagaimana melatih diri untuk berakhlaq lebih baik dan mempersiapkan Ramadhan dengan lebih baik?

Jawabannya adalah LAKUKAN! Ya, lakukan. Sayang sekali kan jika niat dan target sudah ada tapi tidak dilakukan?

Selain LAKUKAN, cara terbaik untuk melatih diri untuk konsisten (dalam ibadah) adalah meluruskan NIAT kita. Jika hati masih saja berat untuk tilawah, kita harus bertanya pada hati, adakah yang salah dengan niat kita untuk tilawah?

Jangan-jangan, selama ini tilawah hanya untuk mengejar target harian (dari ODOJ misalnya)?

Jangan-jangan selama ini tilawah hanya untuk mengambil hati orang lain? 

Niat harus karena Allah, jika sudah begitu, semua ibadah yang dilakukan akan terasa ringan. Mengapa? Karena kita BUTUH tilawah. Jika sehari saja tidak tilawah, hati akan terasa kering.

Karena sudah terbiasa tilawah, kita akan merasa BUTUH tilawah. Jika sehari tidak tilawah, hari-hari akan terasa gersang. Ibarat sehari tidak makan, hari-hari akan dihantui kelaparan. 

Luruskan niat saat tilawah hanya untuk Allah, bukan untuk mencapai target. Contohnya adalah dengan membiasakan bertanya pada diri: Hari ini, berapa banyak waktu yang akan aku habiskan untuk dekat dengan Allah via tilawah ya?

InsyaAllah, dengan menggeser sedikit saja niat (dari mengejar target menjadi karena Allah semata), tilawah akan ringan sekali dilakukan. Bahkan nagih. Sungguh!

Selain itu, untuk pembiasaan Dhuha dan Tahajud, coba posisikan Dhuha atau Tahajud dalam aktivitas keseharian kita. Misalnya: Saat saya tiba di kantor, saya harus segera Dhuha. Saya harus membiasakan belajar pada jam sebelum subuh, tetapi sebelum itu, saya harus Tahajud dulu. Dengan menyertakan Dhuha dan Tahajud dalam kegiatan sehari-hari, maka dua ibadah sunnah itu tak akan berat lagi dilakukan. Lagi-lagi kita akan merasa BUTUH.

Jadi, mari kita sama-sama melakukan pembiasaan terhadap ibadah dan kebiasaan baik lainnya. Memang sih, saya akui, bahwa ada masa dimana kita akan merasa malas untuk melakukannya. Tapi itu jangan lama-lama ya, kita harus segera bangkit!

Saya jadi teringat buku Habit karya Felix Siauw bahwa sebenarnya manusia dirancang untuk melatih kebiasaan selama 1 bulan. Nah, Ramadhan itu satu bulan kan? Jadi Ramadhan adalah bulan latihan bagi kita untuk membiasakan diri selalu dekat dengan Allah, sebagai persiapan pada 11 bulan berikutnya.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, kita sama-sama mengingatkan yuk! Bahwa setiap ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan bukanlah untuk mencapai target -meski kita sudah membuatnya-. Ibadah yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah. Adapun target adalah sebagai pengingat diri agar kita tetap semangat.

Yup. Selamat menyambut Ramadhan teman-temanku yang baik :)


~ Ijaah ~

You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)