Cerita Ramadhan #13 : Muhasabah

No comments:


Sinar mentari kian memudar
Lembayung senja pun makin merona
Membias indah ke wajah rembulan
Yang malu-malu menyapa sang malam

Untaian bintang berkelip benderang
Menghias angkasa yang gulita
Kucoba arungi malam yang sunyi
Di dalam dzikir hatiku pada-Nya

Ya Allah... ini malam-Mu t'lah singgah
Ke dalam hati hamba-Mu yang resah
Ya Allah... lukisan malam-Mu nan megah
Iringi daku sujud dan bermuhasabah

Sinar mentari bersinar lagi
Menyapa kilauan si embun pagi
Kicau kenari sapa melati
Menjadi melodi warnai hari

Langit biru berhiaskan awan
Mengajak sang surya beranjak terang
Hangat sinarnya beri harapan
Tuk isi hari yang telah Kau beri

Ya Rabbi... siang-Mu kini kembali
Kan kucari rizqi dan taqwa diri
Ya Rabbi... kini kian aku sadari 
Kebesaran-Mu di malam dan siang hari

Ya Allah... ini malam-Mu telah singgah
Ke dalam hati hamba-Mu yang resah
Ya Allah... lukisan malam-Mu nan megah
Iringi daku sujud dan bermuhasabah

(soundcloud)

Muhasabah adalah sebuah bentuk evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan. Muhasabah merupakan bentuk kepasrahan secara total kepada Sang Pencipta. Tak jarang, muhasabah seringkali mengundang tangis, penyesalan dan rasa syukur yang tak terkira.

Syair lagu Muhasabah yang dinyanyikan oleh Alginat begitu meneduhkan. Betapa indah kebesaran Tuhan dan kebahagiaan saat bersama-Nya. Jadikan Ramadhan sebagai momentum yang baik untuk bermuhasabah secara optimal. Semoga hati ini senantiasa lembut dan semakin percaya pada-Nya.


***

Ini adalah cerita ke-tigabelas dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~



Cerita Ramadhan #12 : Waktu Kita Untuk Pembenci

No comments:

Pembenci tak pernah kurang alasan untuk berkata yang buruk walau kau Malaikat. Bukankah sayang kalau kau habiskan waktu berhargamu untuknya? - Salim A Fillah
Adalah lebih baik membiarkan pembenci dengan segala kebenciannya, sebab ia sedang menggali lubang kehancurannya sendiri. Adalah lebih baik kita diam dengan segala kepasrahan kepada Tuhan, daripada membalas kebencian dengan kebencian. Adalah lebih baik lisan ini mengucap ampun pada Tuhan daripada mengumpat kata-kata kasar kepada pembenci. Apalah bedanya kita dengan pembenci jika sama-sama membenci?

Lebih baik menata diri. Karena waktu akan menjawab, siapa yang benar dan siapa yang salah.



***

Ini adalah cerita ke-duabelas dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #11 : Perbaikan Atau Olok-Olok?

No comments:

Entah mengapa, banyak orang yang melakukan olok-olok. Baik kepada pemerintah, orang yang ahli di bidang tertentu atau kepada kawan sendiri. Akupun termasuk bagian dari orang itu. Tanpa sengaja, aku seringkali mengolok-olok, padahal sebenarnya tidak berniat demikian.

Teringat tahun lalu, saat media sosial membicarakan tentang Pemilu, banyak orang yang membela habis-habisan idolanya dan mengolok-olok lawannya. Sayangnya, banyak orang tidak bijak dalam membicarakan Pemilu ini. Ada orang yang sekadar ikut-ikutan namun tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Salah satu orang yang semangat sekali mengkritisi adalah Jonru. Meski aku tahu niatnya baik, tapi cara menyampaikan kritiknya terlalu pedas sehingga memancing olok-olok dalam bentuk gelombang raksasa. Hingga akhirnya Jamil Azzaini urun tangan untuk menasihati Jonru agar tidak berlaku demikian.

Barangkali ada bermacam alasan mengapa orang melakukan kritik yang cenderung mengolok-olok kepada seseorang. Pertama karena gemas, kedua karena tidak suka, ketiga karena ingin melakukan perbaikan. Menurutku, alasan pertama dan kedua memiliki kecenderungan mengolok-olok murni. Namun tidak begitu dengan alasan kedua karena bisa jadi, niat orang tersebut bukanlah untuk mengolok-olok, namun untuk melakukan perbaikan. Hanya saja perbedaan ini sangatlah tipis.

Pagi ini, mari menjadi ahli ilmu yang bisa bedakan nasihat dengan ghibah, yang bisa memilah antara melakukan perbaikan dengan olok-olok. Salim A Fillah

Ya, marilah sama-sama kita belajar untuk membedakan antara perbaikan dan olok-olok, serta antara nasihat dan ghibah. Perbedaan mereka sangatlah tipis. Meski begitu kita bisa melatih diri agar bisa membedakan mereka.

Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku. QS. Thaha (20) : 25-28

***

Ini adalah cerita kesebelas dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #10 : Halo Camat!

No comments:

Halo Camat!

Kita perhatikan kuda-kuda, yuk! Salah satu jenis mainan anak ini, banyak dijual di pasaran. Nah, ada pesan penting yang dapat kita ambil dari kuda-kuda ini. Simak penjelasan berikut.

Kuda-kuda dirancang agar anak-anak mampu bergerak secara dinamis. Gerakannya yang condong ke depan dan ke belakang, mampu membawa keceriaan pada anak-anak. Namun ada hal yang perlu kita cermati pada jenis mainan ini : kuda-kuda terus bergerak, namun mengapa tidak maju-maju?

Bergerak dan maju adalah dua hal yang saling berkelindan dalam menjalani hidup. Kita bergerak lalu melangkah maju. Hal ini menjadi penting sebab untuk menjalani hidup kita harus melangkah maju, jangan semata bergerak.

Mumpung kita semua masih berstatus sebagai camat, mari kita melangkah dan maju bersama. Melangkah menuju apa? Menuju tujuan hidup yang sebenar-benarnya. 

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. 
QS. Al-Baqarah (2) : 207
Tujuan sebenarnya dalam hidup ini adalah mencari ridho Allah. Bukan untuk memiliki pasangan hidup yang mapan, anak-anak yang cerdas, harta yang melimpah, kendaraan super mewah dan investasi properti (Ali-Imran : 14).

Lalu dengan cara apakah kita melangkah menuju ridho Allah. Jawabannya dapat kita temukan dalam ayat berikut.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. QS. Adz-Dzariyat (51) : 56
Beribadah adalah kendaraan bagi kita untuk melangkah menuju keridhaan Allah, yakni dengan melakukan perintah-Nya dan berbuat baik kepada semesta alam. Dan dalam beribadah, terdapat syarat yang telah Allah berikan ilmu-Nya dalam ayat berikut.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. QS. Al-Bayyinah (98) : 5
Syarat ibadah dalam ayat tersebut adalah ada perintah dan ikhlas (memurnikan ketaatan). Melakukan ibadah semata-mata karena Allah. Melakukan ibadah dengan mengikuti petunjuk dan agama yang benar, sesuai dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah.
Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. QS. Ali-Imran (3) : 31
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. QS. Al-Fath (48) : 28 
Sejatinya, Allah sudah menetapkan tujuan dan kendaraan bagi kita untuk menjalani hidup ini. Dan semua ilmu mengenai kehidupan sepenuhnya ada dalam Al-Qur'an. Pilihan ada pada kita, ingin mengikuti petunjuk-Nya atau tidak.

Selagi kita masih hidup dan masih berstatus sebagai camat (calon mayat), mari kita sama-sama memperbaiki tujuan hidup kita di dunia. Untuk apakah kita hidup dan hal apa saja yang kita lakukan dalam hidup? Semoga kelak bila kita telah menjadi mayat, tiada penyesalan yang dirasa. Semoga.


*Tulisan ini terinspirasi dari penuturan sahabat saya, Febrianti Almeerea. Barakallah, Pew!*


***

Ini adalah cerita kesepuluh dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #9 : Grand Design

No comments:

Laskar Pelangi telah memperkenalkan kita akan Lintang, sahabat Ikal yang sangat cerdas. Saking cerdasnya, Lintang hanya perlu memejamkan mata untuk menjawab persoalan matematika rumit sekalipun. Lintang adalah kebanggaan, permata dan masa depan. Kecerdasannya mampu membawa Lintang menuju kesuksesan dan janji hidup yang lebih baik.

Namun Lintang tidak mendapatkan kesempatan. Kesempatan hidup seperti yang Ikal dapatkan. Ikal mampu melanjutkan sekolah (meski pas-pasan), sedang Lintang tidak. Ayah Lintang meninggal dan Lintang wajib mengurus adiknya yang masih kecil. Lintang putus sekolah, banyak orang yang menyayangkan. Tapi apalah, Ia harus mengurus adiknya. Lintang memutuskan untuk melakukan hal yang praktikal.

Kisah serupa banyak terjadi di sekitar kita. Atau bahkan pada diri kita sendiri? Sebuah kesempatan dan janji hidup yang tidak didapat. Memaksa kita untuk bertanya. Mengapa?

Memahami hal ini, janganlah melihatnya dari satu sisi. Sebab kita akan menjadi seorang yang kufur nikmat dan mengutuk kehidupan. Lihatlah hal ini dari sisi lain, dari sisi yang lebih luas. Barangkali Tuhan menyiapkan kita untuk melakukan hal hebat lain yang belum kita tahu.

Tuhan memiliki skenario-nya tersendiri. Saya seringkali membayangkan bahwa kehidupan ini adalah grand design yang disusun oleh Arsitek Kehidupan. Sang Arsitek mempersiapkan si A untuk menjadi pengusaha, si B menjadi pemimpin, si C menjadi pendidik, si D menjadi pengabdi, si E menjadi ibu rumah tangga dan lain sebagainya. Semua profesi itu bernilai baik dan saling berkelindan. Menjadi apapun, tetap mampu menginspirasi. Ragam kehidupan yang membentuk sebuah harmoni.

Teringat sebuah cerita yang dituturkan oleh seorang kawan. Alkisah, di suatu tempat yang jauh disana, seorang penduduk merasa kelelahan dalam mengurus pekerjaan rumah tangganya. Maka ia memutuskan untuk membuat sebuah robot pembantu. Penduduk itu membuat program agar robot bisa menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, menyiram tanaman dan lain sebagainya. Ia menyiapkan sapu dan lap pel pada lengan dan kaki si robot, kemoceng dan serbet di perut si robot dan lainnya.

Hingga suatu ketika, si robot melihat ajang pencarian bakat menyanyi di televisi. Si robot ingin sekali menjadi penyanyi hebat yang dipuja-puja oleh banyak orang. Si robot berupaya keras agar bisa bernyanyi dengan baik. Namun tetap, si robot tidak bisa bernyanyi, sebab Ia diprogram hanya untuk menjadi robot pembantu.

Kesedihan menyelimuti si robot. Ia mengutuk kehidupan dan menjalani kehidupan dengan bermalas-malasan. Hingga akhirnya, sang majikan menegur dan memberi nasihat kehidupan kepadanya. Si robot menyadari kesalahannya dan kembali melakukan hal yang sudah semestinya ia lakukan, menjadi robot pembantu.

Terdapat banyak pesan kehidupan dalam kisah robot ini. Kita telah dianugerahi kemampuan untuk menjadi hebat sesuai dengan potensi yang telah diberikan. Kita juga diberikan sebuah kesempatan hidup, demi menunjang potensi yang ada dalam diri. 

Bilamana kesempatan hidup tidak kunjung hadir seperti yang Lintang rasakan, bisa jadi Tuhan menyiapkan Lintang bukan untuk menjadi seorang akademisi hebat (seperti Ikal), namun menjadi nelayan hebat di lautnya atau menjadi kakak dan guru yang hebat untuk adiknya. Siapa tahu, adik Lintang adalah orang hebat di masa yang akan datang. Maka dukungan dari Lintang adalah sangat penting. Sungguh, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Ada yang mudah untuk mengetahui potensi dalam diri, ada juga yang sulit. Terkadang untuk menemukan potensi dalam diri, kita harus menempuh jalan memutar dan menjalani kehidupan yang tidak disukai terlebih dahulu. Oleh sebab apa? Barangkali Tuhan sedang mengajari kita untuk bersabar dan terus optimis dalam menjalani hidup.

Grand design adalah misteri. Tugas kita adalah menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya dan bersyukur. Semuanya diniatkan untuk ibadah. Semoga berkah.


***

Ini adalah cerita kesembilan dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #8 : Harta Sedih Jika Tidak Dimanfaatkan

No comments:

Senang sekali saat membaca tulisan Teh Rosi Meilani tentang Charity Shop di Inggris. Toko tersebut menjual barang-barang bekas berkualitas baik yang berasal dari sumbangan warga atau perusahaan. Barang-barang yang dijual di toko ini beragam, dari mulai perlengkapan anak-anak hingga dewasa. Dari mulai perlengkapan sehari-hari seperti baju, tas, sepatu; hingga perlengkapan rumah seperti dekorasi rumah, spring bed, kulkas, TV dan sebagainya.

Keuntungan dari penjualan barang tersebut untuk kegiatan amal. Seperti untuk penderita kanker, jantung, bahkan untuk disumbangkan ke luar negeri. Sungguh hebat ide ini karena keuntungan terjadi di semua pihak.

Sebenarnya budaya saling memberi barang-barang bekas sudah ada di Indonesia sejak lama. Biasanya diberikan sendiri, disalurkan ke masjid atau ke lembaga kemanusiaan seperti misalnya Rumah Zakat. Namun yang membedakan Charity Shop di Inggris dengan budaya memberi di Indonesia terletak pada bentuk pemberiannya. Bila Charity Shop memberi uang pada orang yang membutuhkan (keuntungan dari pembelian barang), budaya memberi barang bekas di Indonesia hanya memberi barang nya saja. Oya, sebenarnya di Bandung ada juga toko yang menjual barang bekas. Namanya Babe. Namun toko ini bersifat komersil, tidak seperti Charity Shop di Inggris.

Lantas, mengapa ada budaya memberi barang-barang bekas?

Seiring berjalannya waktu, tentu kita bertumbuh dan hasrat untuk tampil lebih baik selalu ada. Maka pakaian atau benda yang dulu dipakai menjadi tidak berfungsi lagi bagi kita. Selain itu, penerapan ilmu ekonomi juga harus diterapkan : beli satu, keluar satu. Hal ini untuk mencegah penumpukan barang di rumah dan juga agar bermanfaat bagi sesama.

Pernah suatu ketika, saat berusia 12 tahun, saya memberikan dompet Mickey Mouse kepada wanita hebat yang membantu pekerjaan di rumah. Selang sepuluh tahun kemudian, saat saya berusia 22 tahun, dompet Mickey Mouse yang dulu saya berikan, sedang ditenteng oleh anak wanita hebat itu di hari raya. Rasa haru muncul di hati. Betapa dompet yang dulu saya berikan, sangat berharga di mata anaknya.

Semenjak saat itu, saya tidak lagi meremehkan barang yang sudah tidak saya gunakan. Semua barang yang saya berikan, bisa bernilai di mata orang lain. Maka di momentum Ramadhan ini, mari kita rapikan barang-barang kita, pilih mana yang layak kita berikan pada orang lain. Sesungguhnya cara ini untuk kebaikan bersama, agar harta kita tidak menangis karena tidak dimanfaatkan, agar orang lain memperolah kebahagiaan dari apa yang kita beri.


***

Ini adalah cerita kedelapan dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #7 : Mengasah Qalbu

No comments:

Dewasa ini, hanya sedikit dokter yang menganjurkan pasiennya untuk tidak mengonsumsi obat-obatan kimiawi. Setidaknya saya mengenal 2 orang, yakni dr. Muhammad Ali Toha (penulis buku 365 Tips Sehat Ala Rasulullah) dan dr. Zaidul Akbar. Saya sudah membaca buku dr. Ali Toha dan terkejut-kejut akan isi dari buku tersebut. Betapa sebenarnya setiap cara berwudhu dan shalat sebenarnya mengarahkan kita pada kesehatan jasmani. Sedangkan saya mengenal dr. Zaidul Akbar dari Twitter, beliau seringkali kultwit berkenaan tentang sehat alami ala Rasulullah.

Bulan lalu, saya berkesempatan bertemu kembali dengan dr. Zaidul Akbar di acara Panggung Inspirasi Bandung. Penampilan dan wajah beliau selalu mengingatkan saya kepada Maher Zain. Beliau berkelakar, bukan saya yang mirip Maher Zain, tapi Maher Zain lah yang mirip dengan saya. Heuheuy!

Dokter yang mengusung tagline 'Hidup Sehat Menebar Manfaat' ini menginginkan banyak orang untuk kembali menerapkan pola hidup sehat ala Rasulullah. Selain itu, beliau menolak mentah-mentah quote yang berbunyi: Men sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat), karena banyak di antara kita yang memiliki tubuh yang sehat namun jiwanya terganggu. Sesungguhnya yang benar adalah dalam tubuh yang sehat terdapat qalbu yang sehat.
Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika di baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak, maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Untuk menjadi sehat, semua bersumber dari qalbu yang sehat. Qalbu yang dimaksud adalah jantung. Sebab Rasulullah menunjuk qalbu di dada sebelah kiri, sedang hati (liver) letaknya sebelah kanan. Lantas bagaimana membuat agar qalbu dalam diri tetap sehat?
Asah-lah qalbu ini. Cobalah untuk memaksa diri Anda menangis sendiri. Bilamana sedang tilawah, resapi, hayati dan menangislah. Bilamana mengingat dosa, menangislah. Bilamana mengingat karunia Allah, menangislah. Biarkan qalbu Anda bergetar, bergetar dan bergetar.
Menangis sendiri seraya berdzikir pada Allah dimanapun kita berada: di rumah, di motor, di mobil, di atas sajadah, di dalam angkutan kota. Sesungguhnya ini adalah cara terbaik untuk mengasah qalbu agar senantiasa lembut, senantiasa sehat. Karena penyakit tidak akan datang pada seseorang yang qalbu, emosi dan akhlaq-nya baik. Semoga kita selalu sehat mengupayakan kesehatan. Aamiin :)

***

Ini adalah cerita ketujuh dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #6 : Taubat Bukan Hanya Karena Dosa

No comments:

Alangkah berbahagianya orang yang merasa sedih kala berbuat dosa. Mulutnya bergetar, bulu kuduknya bergidik, tangannya kaku, langkahnya terseok, hatinya berdesir-desir tak tentu. Kesedihan yang merupakan sebuah tanda bahwa kebaikan dan iman pada Tuhan masih ada dalam diri. Kesedihan yang merupakan sebuah keyakinan bahwa perbuatan ini salah. Seharusnya aku tidak melakukan ini...

Sungguh mengerikan bila hati merasa tenang-tenang saja kala berbuat kesalahan. Tak ada penyesalan. Tak ada upaya perbaikan. Apakah hati ini telah mati dan terkunci?

Upaya untuk memelihara keyakinan pada Tuhan dan ketakutan berbuat dosa haruslah dilakukan secara konsisten dan terus-menerus. Maka syukur alhamdulillah, Tuhan berikan banyak sarana bagi kita untuk terus mengingat-Nya. Apalagi di bulan suci Ramadhan. Sungguh bertaburan kajian keagamaan yang mengingatkan kita akan Tuhan.

Selain melalui kajian keagamaan, rutinitas ibadah yang dilakukan sehari-hari pun memelihara hati agar tetap hidup. Ucapan istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahmid menjadi pelunak kerasnya hati. Menyerahkan diri sepenuhnya pada Tuhan, bertaubat dan bersyukur padanya adalah upaya untuk mengasah qalbu agar senantiasa tertuju pada-Nya.

Berkenaan dengan taubat, -berdasarkan kajian keagamaan dari Ust. Nasruddin Umar yang tayang di salah satu televisi nasional- dijelaskan bahwa taubat terdiri dari 2 macam yaitu Taubat Inabah dan Taubat Istijabah. Inabah adalah sikap taubat seorang hamba yang didorong oleh rasa takut terhadap dosa dan maksiat yang dilakukannya, sehingga terbayang malapetaka yang akan terjadi di dunia ataupun neraka. Sedangkan Istijabah adalah bentuk taubat seorang hamba yang malu terhadap kemuliaan-Nya dan malu akan setiap dosa dan maksiat yang dilakukannya.

Selain itu, ada beragam alasan seorang hamba melakukan upaya taubat. Pertama adalah taubat karena dosa. Kedua, taubat karena tidak melakukan ibadah sunnah padahal ada kesempatan. Ketigataubat karena tidak khusyuk dalam istighfar. Keempat adalah taubat karena merasa ada detik-detik tertentu dimana ingatan tidak tertuju pada Allah.

Melihat penjelasan di atas, mengertilah kita mengapa Rasulullah selalu bertaubat pada Allah. Padahal, Rasulullah telah dijamin masuk surga oleh Allah dan beliau ma'sum (terpelihara dari dosa). Rasul bertaubat bukan lagi karena dosa, namun karena sifat tawadu' kepada Allah. Lantas bagaimana dengan kita? Apakah kita senantiasa bertaubat? Atau malah tidak peduli dengan taubat padahal diri ini berlumuran dosa?

Tempat terbaik untuk bertaubat adalah bulan Ramadhan. Maka bersyukurlah kita yang diberi kesempatan beribadah di bulan ini. Tinggal bagaimana sikap kita. Maukah kita memanfaatkan limpahan maghfirah dan rahim Allah di bulan ini?


***

Ini adalah cerita keenam dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~





7 Hal Canggih Yang Perlu Kamu Ketahui Dari ASUS ZenPower

No comments:
Sebagai seorang karyawan yang dituntut beraktivitas secara dinamis, saya harus menyiapkan alat komunikasi dengan baik. Saya memilih smartphone karena memiliki fitur canggih yang memudahkan komunikasi antar karyawan. Namun sayang, kecanggihan smartphone tidak ditunjang dengan kemampuan mempertahankan daya dengan baik. Sering kali ponsel saya kehabisan daya, padahal waktu baru menunjukkan sore hari.

Terkadang saya bekerja hingga malam hari. Maka untuk memasok daya ponsel, saya menggunakan powerbank. Pertemanan antara saya dan powerbank telah terjalin selama 4 tahun lamanya. Namun nyatanya pertemanan kami tidak mulus. Seringkali powerbank yang saya beli cepat rusak, lama mengisi dan memberi daya, juga membuat ponsel saya panas.

Entah sudah berapa buah powerbank (dengan beragam merk) yang saya beli. Hingga akhirnya saya menyerah dan tidak menggunakan powerbank lagi selama 2 bulan terakhir. Maka kemanapun saya pergi, charger ponsel selalu saya bawa. Solusi ini tidak menyelesaikan masalah. Membawa charger dalam aktivitas pekerjaan adalah ribet. Selain itu saya kebingungan mencari saklar untuk mengisi daya ponsel.

Namun untunglah! Kini hadir solusi terbaik untuk mengatasi kegundahan yang saya alami. Adalah ASUS ZenPower, pahlawan pemasok daya ponsel saya. Sudah 1 minggu saya menggunakan ASUS ZenPower dan saya puas. Ponsel saya terisi daya dengan cepat. Selain itu, tidak terasa panas pada ponsel saat pengisian daya. 


ASUS ZenPower

ASUS memiliki beberapa keunggulan dibandingkan powerbank lain yang beredar di pasaran. Apa sajakah itu? Berikut adalah 7 hal canggih yang perlu kamu ketahui dari ASUS ZenPower :

1. Desain Mini Daya Tahan Maxi

ASUS ZenPower memiliki ukuran sebesar kartu kredit dengan bobot sebesar 215 gram. Meski ukurannya mungil, ZenPower memiliki cadangan energi yang cukup besar yakni 10.050 mAh. Energi cadangan yang ditawarkan oleh ASUS ZenPower akan mampu mengisi penuh daya baterai berbagai macam gadget. Ukurannya yang kecil dan ringan memudahkan pengguna untuk membawanya.

Mini Me!

2. Super Compact dengan Zen Design

ASUS ZenPower memiliki desain ergonomis yang dipadukan dengan casing alumunium ringan yang tampak berkilau. Hal ini membuat penampilan ZenPower terlihat elegan dan kokoh. ASUS ZenPower menghadirkan 5 macam pilihan warna menarik seperti Osmium Black, Sheer Gold, Glamor Red, Azure Blue dan Brilliant Silver. Saya sendiri memiliki ZenPower berwarna Sheer Gold. Elegan sekali!

Zen Design


3. Kapasitas Besar

Sebagai gambaran, jika digunakan untuk memasok daya ASUS Zenfone 5, ZenPower bisa mengisi ulang baterai smartphone sebanyak 3 kali, Zenfone 6 dan Zenfone 2 bisa diisi lebih dari 2 kali, sementara untuk mengisi penuh baterai Nexus 7, ZenPower masih memiliki daya yang tersisa untuk menambah energi gadget lain. Saya sendiri telah mencoba ASUS ZenPower pada gadget lain dan hasilnya memuaskan. ZenPower mampu mengisi ulang daya baterai gadget tersebut sebanyak 3-4 kali.

ASUS menjamin bahwa soket USB pada ASUS ZenPower sudah dites hingga 5.000 kali. Dengan asumsi soket USB digunakan tiga kali sehari. Artinya, soket USB pada powerbank tersebut dapat digunakan dengan baik selama 4.5 tahun.




4. Powerbank dengan 11 Fitur Proteksi

ASUS berkomitmen bahwa ZenPower tak hanya memiliki tampilan luar yang menarik, namun juga memiliki fitur proteksi yang tentunya memberi manfaat lebih. Tak tanggung-tanggung, ASUS ZenPower memiliki 11 teknologi pengaman yang sangat berguna untuk mencegah resiko yang mucul. Jenis fitur proteksi ASUS ZenPower adalah sebagai berikut:
  1. Temperatur protection : ASUS mendesain sistem yang menjaga suhu baterai lithium agar tetap dalam kisaran yang aman. Hal ini mencegah terjadinya efek panas pada sel baterai yang dapat membuat kerusakan pada baterai itu sendiri.
  2. Short sircuit protection : ZenPower memiliki detektor yang akan memutus jalur koneksi bila terjadi arus pendek.
  3. Reset protection : Tombol power di ZenPower berguna untuk melakukan reset ketika powerbank mengalami masalah. Fitur ini jarang dimiliki powerbank pada umumnya.
  4. Input over voltage protection : Fitur ini mampu mendeteksi tegangan input/masuk. Jika melebihi batas, ZenPower akan mati secara otomatis agar gadget terhindar dari kerusakan.
  5. Output over voltage protection : Fitur ini mampu mendeteksi tegangan output yang tidak normal dari ZenPower. Hal ini dapat mencegah gadget rusak.
  6. Input reserve direction protection : Saat kabel charger terhubung sekaligus ke input dan output maka ZenPower akan mematikan daya dan memunculkan indikator peringatan. Ini mencegah terjadinya setrum yang membahayakan pengguna.
  7. Over charge / over discharge protection : Saat pengisian daya penuh, ZenPower akan mematikan proses pengisian. Hal ini dapat menyebabkan baterai gadget lebih berumur panjang.
  8. Output over current protectionUntuk mengamankan gadget, ZenPower akan menghentikan arus output yang tidak normal (fluktuasi).
  9. Cell PTC protectionFitur ini dengan cepat mendeteksi suhu baterai. Jika terlalu panas maka proses charging akan dihentikan saat itu juga guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
  10. Adapter protectionASUS PowerSafe Technology mampu memastikan konektor/kabel yang digunakan berada pada suhu yang aman saat proses charging berlangsung.
  11. JEITA protection : Teknologi cerdas berikutnya yang memonitor perubahan suhu dan menyesuaikan arus listrik pengisian sehingga powerbank ZenPower 1.8 kali lebih awet dibandingkan powerbank lainnya.

5. 6 Sertifikat Keselamatan Internasional

Selain fitur proteksi, ASUS ZenPower sudah terlisensi standar keselamatan internasional yang terdiri dari: 
  • CE - Menyatakan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan EC yang berlaku. CE mirip seperti FCC Declaration of Conformity yang digunakan pada beberapa peralatan elektronik yang digunakan di Amerika.
  • UL - Menyatakan hasil tes yang telah disetujui oleh perusahaan Worldwide Safety Consulting and Certification Amerika sedunia dengan uji keamanan oleh agen Federal AS Occupational Safety and Health Administration (OSHA).
  • CB - Sertifikat produk elektronik yang diijinkan untuk memasuki pasar sesuai kesepakatan bersama oleh IEC CB (Uni Eropa).
  • EAC - Hal ini menunjukkan bahwa produk sesuai dengan semua peraturan teknis dari prosedur penilaian Bea Cukai Uni Eurasia, sehingga produk dapat dilayani di semua pusat pelayanan produsen di seluruh wilayah Bea Cukai Uni Eurasia.
  • TISI - Sertifikasi produk dari Industri Standards Institute Thailand yang menyatakan produk dibuat dengan sistem kontrol kualitas yang memadai sehingga produk sesuai standar.
  • BSMI - Biro Standar, Metrologi dan Inspeksi (BSMI) di bawah Kementerian Perekonomian merupakan otoritas yang bertanggung jawab untuk standardisasi, metrologi dan inspeksi produk di Taiwan.

6. Japanese Lithium-ion Rechargeable Cell

Di pasaran saat ini, terdapat banyak produk powerbank yang menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar. Meski begitu, tidak sedikit produk powerbank yang mengklaim mampu menawarkan energi dalam kapasitas mAh besar, ternyata hanya mampu mengisi ulang satu kali saja, bahkan tidak sampai penuh. Selain itu, powerbank seringkali cepat rusak dan tidak mampu lagi mengisi daya dengan maksimal. Hal ini pernah saya alami dan tentunya sangat mengesalkan.

Untuk menjawab keluhan tersebut, ASUS memastikan bahwa ZenPower hadir menawarkan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan powerbank lainnya. Pada ZenPower, baterai yang digunakan adalah Lithium-ion Rechargeable Cell dengan rated capacity 3.6V/10.050 mAh yang merupakan buatan produsen spesialis baterai asal Jepang.

Selain memastikan bahwa kapasitas yang dimiliki cukup untuk memasok daya hingga 3 kali, baterai berkualitas juga memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan baterai berkualitas standar. Dengan demikian, pengguna tak perlu bolak-balik membeli powerbank baru setiap tahun. Ini tentunya kabar yang sangat baik bagi pengguna gadget.

7. Ultra Fast Charging

Setiap powerbank, tentu memiliki arus output yang berbeda-beda. Tidak sedikit powerbank yang memiliki kapasitas besar tetapi hanya mampu menghasilkan arus keluaran yang kecil, misalnya 1 ampere atau 2 ampere. Jika hanya 1 ampere saja, misalnya, tentunya waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang gadget yang dipasok jauh lebih lama.

Dibandingkan dengan powerbank biasa, ASUS menawarkan fitur pengisian ulang cepat (Ultra Fast Charging) pada ZenPower. Ini dimungkinkan karena ZenPower mampu menghasilkan output hingga 2,4 ampere jika menggunakan kabel yang mendukung. Artinya, gadget akan lebih cepat terisi penuh jika diisi dengan ASUS ZenPower dibandingkan dengan produk powerbank lain yang tidak memiliki fitur seperti Ultra Fast Charging.

Untuk mendukung fitur ini, ASUS menyertakan kabel USB berkualitas. Meski tampak sepele, namun ini adalah hal yang penting. Pengguna kerap mengabaikan kualitas kabel USB untuk menghubungkan gadget dengan charger atau powerbank. Padahal jika tidak menggunakan kabel berkualitas, muncul resiko terjadinya arus pendek yang membahayakan gadget tersebut.

Lalu bagaimana dengan pengisian ulang terhadap powerbank ini sendiri?

Jangan khawatir. Dengan menggunakan kabel standar 5V/2.4A, ASUS ZenPower dapat terisi penuh dalam waktu 5.5 jam atau 6 jam jika menggunakan kabel standar 5V/2A.

Dengan beragam keunggulan yang ditawarkan, ASUS ZenPower jelas hadir sebagai jawaban atas segala kegelisahan pengguna smartphone dan powerbank selama ini. ASUS ZenPower hadir dengan perlindungan menyeluruh yang membuat pemakaian gadget lebih aman, memiliki sertifikat keselamatan internasional, desain yang kompak dan elegan, memiliki daya dan kecepatan charging yang tinggi.

Bagaimana dengan harganya?

Tenang, ASUS ZenPower hadir dengan harga yang terjangkau yakni Rp. 269.000. Kualitas terjamin dengan harga terjangkau? Ya ASUS ZenPower jawabannya. 

Saya sendiri sudah merasakan sendiri keunggulan ASUS ZenPower. Kamu kapan? :)


~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #5 : Mensyukuri Nikmat

No comments:


Segala puji bagi Allah. Kita telah memasuki hari ke-5 bulan Ramadhan. Ini artinya kita masih berada di 10 hari pertama Ramadhan. Sepuluh hari yang penuh akan rahmat Allah. Eh tapi, temanku mengartikan lain ...

Alhamdulillah ya, Zah... Lebaran 25 hari lagi..."

Tolong abaikan temanku ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan adalah layak untuk disyukuri. Di bulan ini, ada beragam kesempatan untuk beribadah dengan maksimal. Selain itu, kajian Islam dan pesantren kilat digelar di banyak tempat. Tak ketinggalan, kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga adalah hal yang sangat berharga.

Perihal doa mensyukuri nikmat, kita bisa menemukannya di Al-Qur'an. Kita hanya perlu membaca, menghafal dan meresapi maknanya. Bila kita sedang tilawah dan menemukan doa atau dzikir dalam Al-Qur'an, tandai ayatnya dan tulis di buku catatan.

Seperti halnya doa mensyukuri nikmat, kita bisa menemukan doanya dalam Surat An-Naml (27) ayat 19 :

Ya Tuhanku, anugerahilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Ayat lain yang berupa doa mensyukuri nikmat terdapat dalam Surat Al-Ahqaf  (46) ayat 15 :


Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.

Selain doa, terdapat pula contoh dzikir yang jumlahnya sangat banyak di Al-Qur'an. Beberapa contohnya terdapat pada Surat At-Taubah (9) ayat 129 :

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy (singgasana) yang agung.

Juga Surat Ali-Imran (3) ayat 173 :

Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

Bersyukur bukan hanya berupa ucapan dan doa, namun juga aksi. Jika bersyukur karena diberi jabatan yang tinggi, lakukan pekerjaan dengan amanah dan sebaik-baiknya. Jika bersyukur karena diberi pekerjaan, lakukan setiap tugas dengan ikhlas dan maksimal. Nah ini, catatan untuk diriku. :D

Sebagai penutup, aku ingin memberitahu rahasia besar dalam hidupku bahwa rasa syukurku ternyata masih sangatlah rendah. Untuk itu, mari sama-sama berjuang dan memohon kekuatan kepada Allah untuk senantiasa bersyukur dalam ucap dan langkah. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah nikmat kepadamu, namun jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat. QS. Ibrahim : 7


***

Ini adalah cerita kelima dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #4 : Mengikhlaskan Keterpaksaan

No comments:

Mengenai keterpaksaan, semua orang pasti pernah mengalaminya. Ada yang terpaksa melanjutkan pendidikan di jurusan yang tidak disukai, menikah dengan orang yang tak dicintai atau bekerja di tempat yang tak diinginkan. Apapun itu contohnya, keterpaksaan terkadang memberi pahit di muka.

Keterpaksaan dialami pula oleh Ahmad Fuadi, penulis novel best seller Negeri 5 Menara. Semasa hidupnya, ia dipaksa oleh ibunda tercinta untuk melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Gontor. Padahal saat itu, Uda Fuadi -begitu sapaannya- sangat ingin melanjutkan pendidikan ke SMA negeri favorit. Uda Fuadi menerima keputusan ibunya dengan berat. Ia sangat takut tak patuh kepada ibunya. Daripada jadi malin kundang dan dikutuk jadi batu akik? Begitu kelakarnya.

Menerima keterpaksaan adalah sungguh berat di muka. Uda Fuadi merasa bahwa impiannya sudah terpatahkan. Bayangan masa depan telah terpampang dengan jelas bila ia bersekolah di Gontor. Akan menjadi ustadz seperti apakah aku nanti?

Namun ternyata keadaan berubah saat ia berada di Gontor. Semangatnya kembali dengan rumus jitu Man Jadda Wa Jadda - Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Ternyata pilihan ibunya tidak salah. Sebab di Gontor-lah, Uda Fuadi mendapatkan pendidikan dan kesempatan hidup yang besar: menjadi seorang jurnalis, pengelana dan penulis ternama.

Menerima saja tidak cukup. Uda Fuadi menekankan bahwa kita harus mengikhlaskan keterpaksaan. Karena dengan begitu, kita bisa melihat keterpaksaan menjadi lebih mudah dan indah. Ya, keikhlasan selalu membuahkan akhir yang manis.

Semangat inilah yang harus tertanam pada diriku. Tahunan telah kulewati dengan sekedar menerima. Namun ternyata keterpaksaan itu selalu menghantui. Aku harus mengikhlaskan ini dan itulah jalan terbaik agar segalanya menjadi lebih indah. Aku tak munafik bahwa keterpaksaan sering membuatku merasa di bawah dan tidak bersyukur. Namun upaya untuk mengikhlaskan harus tetap ada, sampai kapanpun.

Mengikhlaskan keterpaksaan, karena dengan begitu Uda Fuadi menemukan esensi kesuksesan dalam hidup. Mengikhlaskan keterpaksaan, maka aku takkan malas untuk melanjutkan hidup. Mengikhlaskan keterpaksaan, maka dengan begitu aku menemukan semangat meraih impianku kembali. Mengikhlaskan keterpaksaan, karena seorang pemenanglah yang mampu melalui ujian yang berat dalam hidupnya.

Ya Allah, aku berlindung padamu dari rasa sedih dan gelisah, dan aku berlindung padamu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padamu dari lilitan hutang dan penindasan manusia.

***

Ini adalah cerita keempat dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #3 : Restoran Ini Tutup 30 Hari Selama Ramadhan

No comments:

Selama Ramadhan, banyak diantara kita yang mendadak menjadi penjual. Entah itu menjual makanan untuk berbuka, kue kering, petasan hingga baju untuk lebaran. Saat sore tiba, banyak jalanan yang disulap menjadi pasar kaget, menjajakan beragam panganan manis hingga berat untuk berbuka. Supermarket penuh luar biasa. Jalanan macet.

Ilustrasi kejadian tersebut terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Sebagai contoh, Superindo di dekat rumah dipadati pelanggan pada jam-jam mendekati berbuka. Parkiran tampak penuh. Belum lagi dengan antrian di kasir. Penah sekali waktu berbelanja sayuran di sore hari, aku kapok luar biasa.

Ramadhan adalah bulan penuh rezeki dan hal ini diamini oleh banyak orang. Para pengelola restoran tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Ada yang tetap buka saat siang di bulan Ramadhan. Ada juga yang buka di sore hari, saat dimana banyak orang yang berencana untuk berbuka puasa bersama. Dimana-mana, restoran tampak penuh pada waktu-waktu berbuka. 

Namun tidak pada restoran satu ini. Rumah Makan Padang Bu Mus Buah Batu, tutup selama bulan Ramadhan dan seminggu setelah Idul Fitri. Pemilik restoran meyakini bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, maka sudah sewajarnya bulan ini diisi dengan ibadah ibadah dan ibadah. Betul bahwa berdagang adalah ibadah, namun beliau tidak ingin aktivitas melayani pelanggan mengganggu waktu-waktu berharga saat Ramadhan. Beliau tak ingin lelahnya bekerja malah mengganggu fokus ibadah karyawannya. Seperti mengganggu shalat wajib tepat waktu, tilawah dan tarawih.

Maka sebelum Ramadhan tiba, pemilik restoran telah memberikan gaji sebulan penuh (selama 30 hari Ramadhan) plus THR kepada karyawannya. Tujuannya agar karyawan tidak merasakan kesempitan rezeki saat tidak bekerja. 

Nyatanya, meski tutup selama bulan Ramadhan, restoran ini tidak kesepian pelanggan. Banyak pelanggan yang merasa rindu untuk menikmati sajian di restoran ini. Maka selama 11 bulan ke depan, restoran ini selalu dipenuhi pelanggan. Hal ini diamini oleh Ust Darlis Fajar, pengisah cerita RM Padang Bu Mus ini.

Ustadz menuturkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahim (sayang). Rahim bersifat khusus. Allah berikan rahim-nya kepada orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Sedangkan rahman bersifat umum. Allah berikan rahman-Nya kepada setiap umat manusia.

Ramadhan adalah bentuk rahim Allah kepada orang-orang yang bertakwa. Allah memberikan jamuan khusus penuh maghfirah dan berkah di bulan suci ini. Maka siapapun yang memahami ini, ibadah akan menjadi fokusnya. Meski begitu, masih banyak orang yang sibuk mengejar rahman di bulan Ramadhan ini. Padahal, rahman sudah pasti dijamin oleh Allah. 

Saat mendengar kisah ini aku tertegun. Betapa pemilik restoran Bu Mus ini begitu yakin akan rezeki Allah. Meski begitu, kita tak boleh menyamaratakan kisah ini dengan restoran lain. Toh kita masih butuh restoran sebagai tempat berbuka, kan? Bayangkan bila sedang dalam perjalanan kita tak menemukan satupun restoran yang buka. 

Sebagai penutup. Jika yakin bahwa aktivitas berjualan tidak mengganggu ibadah, usaha tidak perlu ditutup selama Ramadhan. Toh memberi fasilitas tempat dan kenyamanan saat berbuka merupakan sebuah nilai ibadah. Kembali lagi, hasil Ramadhan tergantung dari keyakinan kita terhadap Ramadhan itu sendiri


***

Ini adalah cerita ketiga dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Cerita Ramadhan #2 : Penghujung yang Indah

No comments:

Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikanlah sebaik-baik hariku yaitu ketika aku bertemu dengan-Mu.

Penghujung yang indah. Betapa ini adalah dambaan setiap hamba Allah. Senista apapun hidup, pasti menginginkan kematian yang indah. Selancang apapun sikap, pasti menginginkan akhir hidup yang indah.

Teringat kisah tentang seorang wanita pelacur yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing sedang ia sedang kehausan. Ada pula kisah seorang pembunuh 100 nyawa yang masuk surga karena di akhir hidupnya ia sungguh-sungguh bertaubat.

Kisah serupa dapat pula dijumpai di sekitar kita. Ada banyak manusia yang dahulunya berlaku buruk, wafat dengan damai karena kesungguhannya untuk bertaubat. Penghujung yang indah, khusnul khotimah, mengucap nama Allah di akhir hidup, wajah berseri-seri. Siapa yang tidak menginginkan kematian seindah ini?

Manusia yang sebentar lagi menghadap kematian, seringkali menunjukkan tanda-tanda. Entahlah apakah mereka sudah tahu atau tidak, namun dari beberapa kejadian yang dialami keluarga dan teman, tanda-tanda itu sudah ditunjukkan. Ada yang berwasiat ingin dikuburkan di tempat A, ada yang mengatakan ingin 'pulang', ada yang wajahnya sangat cantik, ada yang mempersiapkan segala hal untuk menghadapi kematian dan keluarga yang ditinggalkan, ada juga yang meninggalkan jejak di media sosial.

Teringat kisah tentang mahasiswa kedokteran Undip yang wafat karena bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Dialah Novilia Lutfiatul. Tiga hari sebelum ajalnya menjemput, Novilia menulis di blognya tentang kematian yang berjudul Dosen Tak Bernyawa. Dalam tulisannya tersebut, Novilia merenungkan tentang kematian dan nasib cadaver (jenazah untuk praktek anatomi kedokteran).

Salah seorang temanku pernah bertanya, "Apa dosa-dosa mereka bisa tergugurkan ya? Secara fisik mereka adalah preman yang tak pernah kita tahu amal ibadanya, dan dilihat dari niat mereka tak pernah berharap jadi media praktikum.
Hanya Allah yang tahu, tugas kitalah selalu berdoa agar dosa-dosa mereka diampuni melalui setiap sentuhan dan perlakuan yang kita berikan pada mereka", ucapku menutup pembicaraan seusai praktikum bebas malam itu. 

Novilia juga menulis bahwa ia memohonkan ampun kepada Allah untuk dosa semasa hidup cadaver tersebut. Ia juga menuliskan doa agar dimudahkan saat sakaratul maut nanti. Siapa yang tahu bahwa 3 hari kemudian Novilia dipanggil Allah.

Meski Novilia telah berpindah alam, jejaknya di dunia tetap ada dan tulisannya menginspirasi. Membaca seluruh tulisan Novilia di blog kesayangannya membuatku bisa menilai bahwa ia sangatlah percaya kepada Tuhan-Nya. Semoga segala amal shalehnya diterima oleh Allah.

Bila nanti kematian segera menjemputku, indahkah penghujung hidupku? Apa yang kutinggalkan di dunia ini? Adakah yang kusakiti selama aku hidup di dunia?

Wallahua'lam.

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh. QS. An-Nisaa : 78

***

Ini adalah cerita kedua dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~


Cerita Ramadhan #1 : Tentang Mereka yang Pergi

No comments:

Selamat!

Siapapun yang sedang membaca ini, pastilah Allah telah anugerahi kesempatan untuk bersua dengan Ramadhan tahun 1436 H. Ada yang menyambutnya dengan suka cita, ada yang menangis penuh rasa syukur, ada yang bertasbih dan bertahmid tiada henti, dan ada yang biasa saja. Termasuk yang manakah kita? Adalah kita dan Tuhan yang lebih tahu.

1 Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015, maka Rabu malam menjadi malam pertama pelaksanaan shalat tarawih. Selepas adzan Maghrib, masjid di sebelah rumah mulai berbenah untuk menyiapkan tempat bagi jama'ah yang hendak shalat Isya dan tarawih. Ini malam pertama Ramadhan, sudah dipastikan jama'ah akan membludak.

Tarawih pertama selalu menjadi momentum yang baik untuk bersyukur pada Allah. Lantunan ayat yang didengungkan menyusup ke relung hati dan begitu menenangkan. Beberapa jama'ah terisak. Mengingat betapa beruntungnya bisa bersua dengan Ramadhan.

Rasa syukur seringkali menjelma menjadi sebuah isakan. Betapa beruntungnya diri ini sebab Allah memberi kesempatan yang mahal sekali harganya. Karena ada banyak insan, yang tak lagi bisa bertemu dengan Ramadhan. Allah telah memanggil mereka.

Tahun ini menjadi tahun duka bagi jama'ah Masjid Al-Falah (masjid sebelah rumah). Sang ketua DKM, Drs. H. Hasan Sadikin, telah berpulang ke Rahmatullah. Kematian beliau mengagetkan banyak pihak. Meski memang telah sakit sejak lama, beliau tampak bugar dan selalu shalat berjama'ah di masjid.

Aku mengenal beliau dengan baik. Beliau adalah bapak kost-ku dua tahun lalu. Setelah pindah ke rumah di sebelah Masjid Al-Falah, seringkali aku melihat beliau berjalan bersisian menuju masjid dengan istri tercinta. Kebersamaan mereka telah menginspirasiku. Kemanapun Pak Hasan pergi, sang istri pasti mendampingi. Kelak saat menikah, aku ingin seperti mereka. Bersama-sama hingga usia senja.

Maka saat tarawih pertama, ustadz mengajak kami untuk mendoakan Pak Hasan yang tahun lalu masih bersama-sama dengan kami menunaikan shalat di masjid ini. Bergetar suara ustadz saat membacakan doa untuk beliau. Isak tangis jama'ah kian terdengar. Ada Bu Hasan disini, raut wajahnya jelas menggambarkan kerinduan.

Tak hanya itu, kabar duka kembali menggema selepas sahur pertama. Salah satu keluarga jama'ah Masjid Al-Falah wafat di hari pertama Ramadhan. Aku menghela nafas. Betapa kematian itu dekat dan bisa datang kapanpun. Oh beruntungnya aku! Allah beri kesempatan lagi untuk memperbaiki diri di bulan penuh maghfirah ini.

Memoriku seakan melesat mundur mengenang almarhum Taufik Savalas yang menangis tersedu-sedu saat Ramadhan berakhir. Beliau menangis sebab rasa takut takkan berjumpa lagi dengan Ramadhan. Ketakutan itu benar adanya, sebab sebelum bertemu dengan Ramadhan selanjutnya, beliau dipanggil oleh Allah kehadirat-Nya.

Tentang mereka yang pergi, tak ada lagi kesempatan bertemu Ramadhan. Tentang mereka yang pergi, ada yang berbahagia dan ada yang menyesal. Tentang mereka yang pergi, ada yang merasakan luas dan terangnya alam barzah dan ada yang merasakan sempit dan gelapnya alam kubur. Jika masuk ke dalam kelompok 'mereka yang pergi', manakah yang akan kurasakan?

Maka di bulan penuh maghfirah ini, mari sama-sama memohon ampun dan rahmat kepada Allah. Memohon agar semangat ibadah kita senantiasa dijaga. Memohon agar dilimpahkan kebaikan akhlak dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Sebuah kesempatan mahal yang sudah sepatutnya disyukuri.
Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim. QS. Al-Ahqaf : 15 

***

Ini adalah cerita pertama dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

Titian Langkah Menuju Sepetang Bersama Blogger 2015

3 comments:
Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi sang pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang. - Paulo Coelho (Sang Alkemis)

Pernyataan tersebut benar adanya. Aku, seorang blogger pemula, mendapatkan banyak kesempatan baik di awal merintis sebagai seorang blogger. Adalah pada tahun 2014, kali pertama aku mengikuti lomba blog, Tuhan berbaik hati menjadikanku sebagai salah satu finalis lomba blog Why Macau yang diadakan oleh Vivalog.

Tak hanya itu.

Di tahun yang sama, Tuhan mengizinkanku untuk hadir di Lombok Sumbawa World Travel Writers Gathering, setelah lolos seleksi menulis tentang Lombok. Aku sangat berbahagia. Disana aku bertemu dan belajar dengan Barry Kusuma, Yudasmoro dan Tekno Bolang. Aku juga bertemu dengan blogger Indonesia dan blogger mancanegara: Singapura, Malaysia, Amerika dan Australia. Kesempatan istimewa ini telah mempertemukanku dengan blogger-blogger hebat, menggemukan kotak ilmu dan menambah daftar pertemanan.

Inilah keberuntungan pemula versi diriku. Meski begitu, aku percaya bahwa keberuntungan adalah hasil pertambahan dari kesiapan dan kesempatan. :)

Setahun berselang, ada berita baik yang muncul ke permukaan. Seorang kawan memberitahu bahwa ada giveaway dari Mba Anazkia tentang Sepetang Bersama Blogger 2015 di Malaysia. Giveaway ini berhadiah tiket pp CGK-KLIA2, akomodasi dan tiket masuk acara. Sungguh, awalnya aku tak mengetahui tentang acara ini. Setelah mencari tahu, rupanya Sepetang Bersama Blogger adalah perhelatan akbar blogger Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Aku tercengang. Rupanya ada acara sehebat ini!

 

Mendengar nama blogger Malaysia, aku langsung teringat Rayyan Harris (thebigsmallboy.com) cute traveler yang bertubuh gempal dan sangat optimis memandang hidup. Juga Rehanna Razif (damalee.com) blogger Malaysia yang tinggal di Adelaide.

Tiga negara serumpun berpadu dalam acara Sepetang Bersama Blogger Yeo's 2015. Adalah Encik Amir, tuan rumah denaihati.com, sebagai penyelenggara perhelatan akbar ini. Tahun ini, SBB yang digelar pada 13 Juni 2015 telah memasuki tahun ke-4. SBB kali ini mengusung konsep berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya SBB digelar di ruangan, tahun ini SBB digelar di Taman Cabaran Presint 5 Putrajaya. Selain itu, rangkaian acara SBB 2015 sangatlah menarik dan menggiurkan. Ada treasure hunt, sharing session dan lucky draw.

Aku begitu mendamba sharing session. Sesi dimana para blogger saling berkenalan, bertukar kartu nama dan saling berbagi. Aku ingin berteman dan belajar dari blogger negara serumpun dan inilah alasan pertama mengapa aku ingin mengikuti SBB 2015. Ini adalah sebuah kesempatan emas :)

Alasan kedua adalah aku sangat ingin berjumpa dengan Mba Anazkia, seorang blogger Indonesia yang menuai banyak prestasi (beliau tercatat sebagai Srikandi Favorit 2013). Aku belum pernah berjumpa dengan beliau sebelumnya dan aku sungguh penasaran karena namanya begitu terkenal di dunia blogging Indonesia. Selain itu, hal yang semakin menguatkan aku ingin mengikuti acara ini adalah Mba Anazkia akan menjadi salah seorang panelis di SBB 2015. Luar biasa!

Alasan ketiga adalah aku ingin mengunjungi Putrajaya, yang merupakan pusat administrasi Malaysia. Aku juga ingin mengenal lebih jauh Encik Amir yang mempunyai kekuatan super sehingga bisa membuat jaringan blogger yang luas di Malaysia.

Aku sangat bersyukur Tuhan memberikan pertemanan yang luar biasa dengan para blogger sehingga aku bisa mengetahui banyak kesempatan emas (seperti halnya SBB) untuk mengepakkan sayap lebih jauh dan menambah jaring sosial.

Inilah alasanku tentang mengapa aku ingin mengikuti Sepetang Bersama Blogger YEO's 2015. Jika terpilih, sesungguhnya ini adalah kesempatan baik bagiku untuk belajar banyak dari blogger-blogger handal.

Jika belum terpilih?

Tetap tersenyum dan menatap masa depan :D

Hehe. Diperkenalkan oleh Mba Anazkia tentang acara luar biasa ini saja sudah bersyukur sekali. Terimakasih mba Anazkia :)


~ Ijaah ~

Memoles Diri Dengan Natural Make Up dan Zalora

2 comments:
Make up should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there. - Bobbie Brown
Natural beauty of woman in hijab :)

Dulu aku anti sekali dengan kosmetik. Sungguh, aku tak menyukai wanita yang memoles dirinya dengan topeng bewujud bedak, lipstik dan lainnya. Menor. Berlebihan. Tidak natural. Make up selalu membuat wanita terlihat cantik dari jauh namun berantakan saat dilihat dari dekat.

Aku baru mengenal make up saat masuk ke dunia kerja. Itupun terpaksa karena ibu membelikanku lipstik Wardah warna pink lovers -no. 37. Meski warna lipstik itu natural, sangat jarang aku memakainya.

Hingga akhirnya pada usia 21 tahun, ketertarikanku pada make up mulai terlihat. Aku mulai membeli kosmetik Wardah seperti bedak, lipstik, eye shadow, blush on dan eyeliner. Aku pun membeli beragam produk skin care dari Body Shop, maskara dari Maybelline, BB cream dari Oriflame dan lain sebagainya.

Setelah beranjak dewasa aku memahami bahwa berdandan bukan berarti menor. Make up membuat kecantikan wanita semakin bersinar, menimbulkan rasa percaya diri dan rasa senang. Ya, aku berdandan karena aku mau dan suka, bukan untuk menutupi bagian wajah yang tak sempurna atau untuk mengundang pujian dari orang lain.

Pertanyaannya sekarang adalah, jenis make up apa yang kamu pilih untuk wajahmu?

Natural Make Up. Ya, aku memilih polesan natural untuk wajahku. Selain ringan di wajah, polesan natural tak akan membuat wajahmu seperti topeng atau terkesan cakey. Polesan natural selalu memilih warna muda dan pastel. Pilihan ini semakin membuat wajahmu lebih bersinar dan segar.

Tentunya sebagai orang yang awam tentang make up, aku harus belajar terlebih dahulu. Aku memilih Youtube sebagai sarana belajarku dengan cara mengunduh beragam video tentang natural make up. Salah satu channel yang sangat aku sukai adalah The Make Up Chair.


Untuk memenuhi kebutuhan make up mu, ada satu tempat -One Stop Shopping- dengan pilihan make up terbaik seperti Wadah, Maybelline, The Body Shop dan lainnya. Tempat itu adalah Zalora. Disini, kita akan dipandu dengan baik cara memilih make up yang sesuai dengan pilihanmu.

Aku sendiri sangat puas berbelanja di Zalora. Beberapa kali aku memilih Zalora dan Zalora Marketplace sebagai pilihan tempat berbelanja. Mengapa?

Zalora menawarkan barang branded berkualitas namun dengan harga terjangkau. Sedangkan Zalora Marketplace menawarkan beragam jenis fashion yang unik dengan harga terjangkau.

Lalu perbedaan Zalora dan Zalora Marketplace?

Zalora ibarat butik ternama dengan pilihan barang-barang branded, sedangkan Zalora Marketplace ibarat mall besar yang menaungi berbagai macam butik dengan pilihan barang yang unik dan beragam.

Aku pernah berbelanja di Zalora maupun Zalora Marketplace. Di Zalora, aku membeli BRIAN AND JOANNE Hailey Wallets warna beige. Harga asli dompet ini adalah Rp. 459.000, namun pada saat itu Zalora sedang diskon besar-besaran, maka harga dompet ini menjadi Rp. 183.000! Lebih dari 70%!

Briane and Joanne :)

Tanpa berpikir panjang, aku langsung membelinya. Dan saat dompet itu sampai ke tangannya, aku begitu puas dengan kondisi barang dan harganya yang terjangkau. Zalora memang tidak bohong :)

Selain dompet, aku pernah membeli wedges merk Zalora dengan ornamen batik di bagian bawahnya. Aku merasa beruntung sekali menemukan sepatu ini karena selain unik, stok sepatu ini tinggal 1 dan berukuran 40. Ini cocok sekali denganku. Tanpa berpikir panjang, aku langsung membelinya. Tentang harga aku bisa tersenyum kembali, karena sedang diskon, harga sepatu ini menjadi Rp. 104.600! Bayangkan itu!

Zalora wedges :)

Harga yang sangat terjangkau dengan kualitas sepatu yang sangat baik. Lagi lagi Zalora memuaskanku :)

Nah di Zalora Marketplace, aku membeli 2 buah tas Mangoesteen masing-masing seharga Rp. 150.000 dan tas organizer. Terjangkau lagi kan?

Karena pengalaman berbelanja yang menyenangkan inilah, aku menyebarkan berita tentang Zalora ini ke teman-temanku dan kali ini dengan menulis :)

Oya Zalora menawarkan pengiriman gratis dengan pembelian minumum Ro. 300.000,-, pembayaran di tempat (COD) dan pengembalian barang selama 30 hari. Ada pula program BAP (Brand Ambassador Program) yakni program ajakan dari pelanggan Zalora kepada teman atau keluarga dan berkesempatan untuk mendapatkan voucher menarik dari Zalora.

Sebagai informasi, kita akan mendapatkan voucher sebesar Rp. 75.000 jika berlangganan Zalora Newsletter dan voucher Rp. 40.000 jika berlangganan Zalora Marketplace Newsletter. Nah aku sudah menggunakan kedua voucher itu. Sebagai tips, jika ingin menggunakan voucher newsletter tersebut, jangan menggabungkan produk Zalora dan Zalora Marketplace dalam tas belanjamu, karena nanti vouchernya tidak bisa dipakai :)

Aku sudah menemukan tempat yang tepat untuk berbelanja, yakni Zalora. Untuk selanjutnya aku akan berbelanja kosmetik di pusat perbelanjaan ternama di Asia ini. Dan aku akan tetap memilih kosmetik berwarna pastel agar tampilanku tetap natural dan fresh :)


~ Ijaah ~