Saturday, June 20, 2015

Cerita Ramadhan #1 : Tentang Mereka yang Pergi


Selamat!

Siapapun yang sedang membaca ini, pastilah Allah telah anugerahi kesempatan untuk bersua dengan Ramadhan tahun 1436 H. Ada yang menyambutnya dengan suka cita, ada yang menangis penuh rasa syukur, ada yang bertasbih dan bertahmid tiada henti, dan ada yang biasa saja. Termasuk yang manakah kita? Adalah kita dan Tuhan yang lebih tahu.

1 Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015, maka Rabu malam menjadi malam pertama pelaksanaan shalat tarawih. Selepas adzan Maghrib, masjid di sebelah rumah mulai berbenah untuk menyiapkan tempat bagi jama'ah yang hendak shalat Isya dan tarawih. Ini malam pertama Ramadhan, sudah dipastikan jama'ah akan membludak.

Tarawih pertama selalu menjadi momentum yang baik untuk bersyukur pada Allah. Lantunan ayat yang didengungkan menyusup ke relung hati dan begitu menenangkan. Beberapa jama'ah terisak. Mengingat betapa beruntungnya bisa bersua dengan Ramadhan.

Rasa syukur seringkali menjelma menjadi sebuah isakan. Betapa beruntungnya diri ini sebab Allah memberi kesempatan yang mahal sekali harganya. Karena ada banyak insan, yang tak lagi bisa bertemu dengan Ramadhan. Allah telah memanggil mereka.

Tahun ini menjadi tahun duka bagi jama'ah Masjid Al-Falah (masjid sebelah rumah). Sang ketua DKM, Drs. H. Hasan Sadikin, telah berpulang ke Rahmatullah. Kematian beliau mengagetkan banyak pihak. Meski memang telah sakit sejak lama, beliau tampak bugar dan selalu shalat berjama'ah di masjid.

Aku mengenal beliau dengan baik. Beliau adalah bapak kost-ku dua tahun lalu. Setelah pindah ke rumah di sebelah Masjid Al-Falah, seringkali aku melihat beliau berjalan bersisian menuju masjid dengan istri tercinta. Kebersamaan mereka telah menginspirasiku. Kemanapun Pak Hasan pergi, sang istri pasti mendampingi. Kelak saat menikah, aku ingin seperti mereka. Bersama-sama hingga usia senja.

Maka saat tarawih pertama, ustadz mengajak kami untuk mendoakan Pak Hasan yang tahun lalu masih bersama-sama dengan kami menunaikan shalat di masjid ini. Bergetar suara ustadz saat membacakan doa untuk beliau. Isak tangis jama'ah kian terdengar. Ada Bu Hasan disini, raut wajahnya jelas menggambarkan kerinduan.

Tak hanya itu, kabar duka kembali menggema selepas sahur pertama. Salah satu keluarga jama'ah Masjid Al-Falah wafat di hari pertama Ramadhan. Aku menghela nafas. Betapa kematian itu dekat dan bisa datang kapanpun. Oh beruntungnya aku! Allah beri kesempatan lagi untuk memperbaiki diri di bulan penuh maghfirah ini.

Memoriku seakan melesat mundur mengenang almarhum Taufik Savalas yang menangis tersedu-sedu saat Ramadhan berakhir. Beliau menangis sebab rasa takut takkan berjumpa lagi dengan Ramadhan. Ketakutan itu benar adanya, sebab sebelum bertemu dengan Ramadhan selanjutnya, beliau dipanggil oleh Allah kehadirat-Nya.

Tentang mereka yang pergi, tak ada lagi kesempatan bertemu Ramadhan. Tentang mereka yang pergi, ada yang berbahagia dan ada yang menyesal. Tentang mereka yang pergi, ada yang merasakan luas dan terangnya alam barzah dan ada yang merasakan sempit dan gelapnya alam kubur. Jika masuk ke dalam kelompok 'mereka yang pergi', manakah yang akan kurasakan?

Maka di bulan penuh maghfirah ini, mari sama-sama memohon ampun dan rahmat kepada Allah. Memohon agar semangat ibadah kita senantiasa dijaga. Memohon agar dilimpahkan kebaikan akhlak dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Sebuah kesempatan mahal yang sudah sepatutnya disyukuri.
Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim. QS. Al-Ahqaf : 15 

***

Ini adalah cerita pertama dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...