Cerita Ramadhan #2 : Penghujung yang Indah

by - Saturday, June 20, 2015


Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikanlah sebaik-baik hariku yaitu ketika aku bertemu dengan-Mu.

Penghujung yang indah. Betapa ini adalah dambaan setiap hamba Allah. Senista apapun hidup, pasti menginginkan kematian yang indah. Selancang apapun sikap, pasti menginginkan akhir hidup yang indah.

Teringat kisah tentang seorang wanita pelacur yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing sedang ia sedang kehausan. Ada pula kisah seorang pembunuh 100 nyawa yang masuk surga karena di akhir hidupnya ia sungguh-sungguh bertaubat.

Kisah serupa dapat pula dijumpai di sekitar kita. Ada banyak manusia yang dahulunya berlaku buruk, wafat dengan damai karena kesungguhannya untuk bertaubat. Penghujung yang indah, khusnul khotimah, mengucap nama Allah di akhir hidup, wajah berseri-seri. Siapa yang tidak menginginkan kematian seindah ini?

Manusia yang sebentar lagi menghadap kematian, seringkali menunjukkan tanda-tanda. Entahlah apakah mereka sudah tahu atau tidak, namun dari beberapa kejadian yang dialami keluarga dan teman, tanda-tanda itu sudah ditunjukkan. Ada yang berwasiat ingin dikuburkan di tempat A, ada yang mengatakan ingin 'pulang', ada yang wajahnya sangat cantik, ada yang mempersiapkan segala hal untuk menghadapi kematian dan keluarga yang ditinggalkan, ada juga yang meninggalkan jejak di media sosial.

Teringat kisah tentang mahasiswa kedokteran Undip yang wafat karena bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Dialah Novilia Lutfiatul. Tiga hari sebelum ajalnya menjemput, Novilia menulis di blognya tentang kematian yang berjudul Dosen Tak Bernyawa. Dalam tulisannya tersebut, Novilia merenungkan tentang kematian dan nasib cadaver (jenazah untuk praktek anatomi kedokteran).

Salah seorang temanku pernah bertanya, "Apa dosa-dosa mereka bisa tergugurkan ya? Secara fisik mereka adalah preman yang tak pernah kita tahu amal ibadanya, dan dilihat dari niat mereka tak pernah berharap jadi media praktikum.
Hanya Allah yang tahu, tugas kitalah selalu berdoa agar dosa-dosa mereka diampuni melalui setiap sentuhan dan perlakuan yang kita berikan pada mereka", ucapku menutup pembicaraan seusai praktikum bebas malam itu. 

Novilia juga menulis bahwa ia memohonkan ampun kepada Allah untuk dosa semasa hidup cadaver tersebut. Ia juga menuliskan doa agar dimudahkan saat sakaratul maut nanti. Siapa yang tahu bahwa 3 hari kemudian Novilia dipanggil Allah.

Meski Novilia telah berpindah alam, jejaknya di dunia tetap ada dan tulisannya menginspirasi. Membaca seluruh tulisan Novilia di blog kesayangannya membuatku bisa menilai bahwa ia sangatlah percaya kepada Tuhan-Nya. Semoga segala amal shalehnya diterima oleh Allah.

Bila nanti kematian segera menjemputku, indahkah penghujung hidupku? Apa yang kutinggalkan di dunia ini? Adakah yang kusakiti selama aku hidup di dunia?

Wallahua'lam.

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh. QS. An-Nisaa : 78

***

Ini adalah cerita kedua dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~


You May Also Like

0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)