Friday, June 26, 2015

Cerita Ramadhan #7 : Mengasah Qalbu


Dewasa ini, hanya sedikit dokter yang menganjurkan pasiennya untuk tidak mengonsumsi obat-obatan kimiawi. Setidaknya saya mengenal 2 orang, yakni dr. Muhammad Ali Toha (penulis buku 365 Tips Sehat Ala Rasulullah) dan dr. Zaidul Akbar. Saya sudah membaca buku dr. Ali Toha dan terkejut-kejut akan isi dari buku tersebut. Betapa sebenarnya setiap cara berwudhu dan shalat sebenarnya mengarahkan kita pada kesehatan jasmani. Sedangkan saya mengenal dr. Zaidul Akbar dari Twitter, beliau seringkali kultwit berkenaan tentang sehat alami ala Rasulullah.

Bulan lalu, saya berkesempatan bertemu kembali dengan dr. Zaidul Akbar di acara Panggung Inspirasi Bandung. Penampilan dan wajah beliau selalu mengingatkan saya kepada Maher Zain. Beliau berkelakar, bukan saya yang mirip Maher Zain, tapi Maher Zain lah yang mirip dengan saya. Heuheuy!

Dokter yang mengusung tagline 'Hidup Sehat Menebar Manfaat' ini menginginkan banyak orang untuk kembali menerapkan pola hidup sehat ala Rasulullah. Selain itu, beliau menolak mentah-mentah quote yang berbunyi: Men sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat), karena banyak di antara kita yang memiliki tubuh yang sehat namun jiwanya terganggu. Sesungguhnya yang benar adalah dalam tubuh yang sehat terdapat qalbu yang sehat.
Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika di baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak, maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Untuk menjadi sehat, semua bersumber dari qalbu yang sehat. Qalbu yang dimaksud adalah jantung. Sebab Rasulullah menunjuk qalbu di dada sebelah kiri, sedang hati (liver) letaknya sebelah kanan. Lantas bagaimana membuat agar qalbu dalam diri tetap sehat?
Asah-lah qalbu ini. Cobalah untuk memaksa diri Anda menangis sendiri. Bilamana sedang tilawah, resapi, hayati dan menangislah. Bilamana mengingat dosa, menangislah. Bilamana mengingat karunia Allah, menangislah. Biarkan qalbu Anda bergetar, bergetar dan bergetar.
Menangis sendiri seraya berdzikir pada Allah dimanapun kita berada: di rumah, di motor, di mobil, di atas sajadah, di dalam angkutan kota. Sesungguhnya ini adalah cara terbaik untuk mengasah qalbu agar senantiasa lembut, senantiasa sehat. Karena penyakit tidak akan datang pada seseorang yang qalbu, emosi dan akhlaq-nya baik. Semoga kita selalu sehat mengupayakan kesehatan. Aamiin :)

***

Ini adalah cerita ketujuh dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...