Belajar dari Maleficent : Si Peri Jahat Yang Baik

by - Saturday, July 25, 2015


Barangkali bagi teman-teman yang belum menonton film Maleficent, sebutan Si Peri Jahat Yang Baik akan terasa membingungkan. Siapa Maleficent itu? Mengapa Ia bisa menjadi peri jahat namun sekaligus menjadi peri baik?

Sebenarnya kita telah mengenal Maleficent sejak lama. Ingat dongeng Putri Tidur? Maleficent adalah peri jahat yang mengutuk Putri Aurora sehingga Aurora tidur selamanya. Tapi, apakah kita tahu alasan dibalik peri jahat ini mengutuk Putri Aurora? 

Jawabannya terdapat di film Maleficent. Film ini mengangkat sisi lain dari kisah putri tidur. Bahwa ternyata, dahulu Maleficent adalah peri baik dan disenangi oleh semua makhluk di Kerajaan Moor. Bahwa ternyata, Maleficent menjadi jahat oleh sebab pengkhianatan yang dilakukan oleh Stefan.

Kebencian yang ditanamkan Stefan kepada Maleficent ternyata berbuntut panjang. Pada saat Stefan akhirnya menjadi Raja dan memiliki keturunan, Maleficent mengutuk bayi cantik Aurora. Maleficent berkata bahwa Aurora akan tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun. Namun pada ulang tahunnya yang ke-16, Aurora akan tertusuk jarum dan tidur selamanya seperti orang mati. 

Kutukan itu sangatlah menakutkan bagi Raja Stefan dan Ratu, sehingga Raja memutuskan untuk merusak dan memasukan semua alat tenun yang ada di Kerajaan ke dalam gudang bawah tanah. Raja juga mengasingkan Aurora kecil di sebuah desa dan meminta bantuan 3 peri kecil baik yang ceroboh untuk menjaga Aurora.

Pada saat di pengasingan, Aurora diawasi oleh Maleficent dan Diaval (pengawalnya). Maleficent berulang kali menggunakan sihirnya untuk mengganggu 3 peri kecil penjaga Aurora. Namun pada Aurora, Maleficent malah menjaganya. Pernah suatu ketika, Maleficent menyelamatkan Aurora balita yang hampir jatuh ke jurang.

Pengawasan Maleficent rupanya disadari oleh Aurora. Pada saat Aurora beranjak remaja dan pada akhirnya berjumpa langsung dengan Maleficent, Aurora tidak takut padanya. Padahal, wajah dan penampilan Maleficent sangatlah menakutkan.

[Maleficent bersembunyi di belakang pohon dan terpesona pada keanggunan Aurora yang sedang bermain dengan makhluk kecil penuh cahaya.]
Aurora : Aku tahu kamu ada disana. Jangan takut.
[Maleficent tertawa] 
Maleficent : Aku tidak takut.
Aurora : Kalau begitu, keluarlah.
Maleficent : Benarkah? Kamu yang akan takut padaku.
Aurora : Tidak. Aku tidak takut padamu.
Maleficent : Hm...
[Maleficent keluar dari persembunyiannya]
Aurora : Aku tahu siapa dirimu.
Maleficent : Benarkah?
Aurora : Kamu adalah peri pelindungku.
Maleficent : Apa?
[Aurora tersenyum]
Aurora : Peri pelindungku. Kau selalu mengawasiku dan aku mengetahui kehadiranmu. Bayanganmu, selalu mengikutiku semenjak aku kecil. Kemanapun aku pergi, kau selalu ada bersamaku.

Maleficent terkejut. Perkataan dan senyuman Aurora telah meruntuhkan segala kebencian Maleficent selama ini. Lambat laun, tumbuhlah rasa cinta dan sayang dalam hati Maleficent untuk Aurora. Meski begitu, rasa sayang Maleficent kepada Aurora tak dapat menghentikan kutukan yang ditanamkannya pada Aurora. Karena hanya ciuman dari cinta sejatilah yang mampu menghentikan kutukan itu.

Maleficent berupaya untuk mencari Pangeran tampan yang kelak akan menjadi penyelamat Aurora dengan ciumannya. Namun saat waktu itu datang, ciuman Sang Pangeran tak dapat membangunkan Aurora. Aurora tetap tertidur di kasurnya. Tenyata, cinta sejati Aurora bukanlah Sang Pangeran. Lantas siapa?


Maleficent menyesali tindakannya yang penuh dendam dan menangisi diamnya Aurora. Maleficent lalu mencium kening Aurora dengan penuh kasih. Seketika Aurora terbangun dan mempersembahkan senyuman paling manis serta pelukan terhangat bagi Maleficent. Ternyata cinta sejati Aurora adalah Maleficent, peri jahat yang mengutuknya sekaligus peri baik yang melindunginya.

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kisah Maleficent ini. Beberapa di antaranya adalah :
  1. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya biarkan waktu yang akan menjawabnya. [Maleficent jatuh hati pada Stefan sejak kecil. Ia tidak mengetahui bahwa Stefan memiliki niat jahat untuk menguasai Kerajaan Moor yang dijaga oleh Maleficent]
  2. Jangan menyakiti hati orang lain. [Pengkhianatan yang dilakukan Stefan berbuah kutukan bagi keluarganya sendiri. Selain itu, perbuatan Stefan telah merubah Maleficent menjadi peri jahat]
  3. Berdamailah dengan diri sendiri, jangan biarkan dendam menguasai hati. [Nyatanya, Maleficent menyesali perbuatannya yang penuh dendam yakni dengan mengutuk Aurora]
  4. Maafkanlah kesalahan orang lain. [Kebencian Maleficent telah mengubah dirinya menjadi peri jahat dan mengakibatkan penyesalan di masa depan]
  5. Kelembutan dan kasih sayang selalu mengalahkan kebencian. [Senyuman Aurora mampu meluluhkan kebencian di hati Maleficent]
  6. Sejahat apapun orang, selalu ada kesempatan untuk berbuat baik. [Maleficent mengambil kesempatan untuk menyayangi Aurora dan berupaya menyelamatkan Aurora dari kutukannya sendiri]
  7. Setiap orang memiliki dua peran yang bertolak belakang, baik dan jahat. [Maleficent adalah peri baik. Namun oleh sebab pengkhianatan, Ia berubah menjadi peri jahat. Untung saja kesempatan berbuat baik itu hadir, Maleficent kembali menjadi peri yang baik hati]
Maleficent telah mengajarkan hal penting dalam hidup ini. Bahwa setiap orang bisa menjadi jahat dan bisa menjadi baik, tergantung pada pilihannya masing-masing. Maka peliharalah diri kita untuk selalu dekat pada kebaikan, agar hati kita selalu condong untuk melakukan hal-hal baik, untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain dan hidup dengan penuh kasih sayang.

Pada akhirnya, Kerajaan tidak dipersatukan oleh pahlawan atau penjahat, seperti yang tertulis dalam legenda. Tapi oleh seseorang yang merupakan pahlawan sekaligus penjahat. Dan dia adalah Maleficent.

~ Ijaah ~

You May Also Like

2 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)