Sunday, July 5, 2015

Cerita Ramadhan #18 : Berpikir Positif



Allah itu Maha Keren. Saat aku berkali-kali gagal berpikiran positif, Allah karuniakan kelapangan waktu, tenaga dan materi padaku untuk bisa hadir di Training Qalbun Salim bersama Aa Deda. Materi yang disampaikan fokus pada pikiran positif dan syukur pada Allah. Penyampaian A Deda sangat menarik, lucu, beda dan interaktif. Adik kandung Aa Gym ini memiliki cara bercerita yang sama dengan sang kakak. Tuh kan, jadi kangen ke DT :')

A Deda sangat fokus untuk mendidik kami berpikiran positif. Beberapa kali A Deda meminta kami untuk mendeskripsikan kebaikan dalam diri orang lain. Nah pertanyaannya sekarang adalah, apakah aku bisa berpikir positif pada orang yang tidak aku sukai?

Butuh latihan terus terus terus... Dan sebab itulah aku menulis ini sebagai stimulasi pada diri untuk berpikir positif. Di Cerita Ramadhan #18, ada dua cerita berpikiran positif yang akan mengajak kita tertawa sekaligus terkesan.

CERITA I
Suatu hari, Si Adung dan Kakek hendak naik angkot. Si Adung berhasil naik angkot tanpa kekurangan satu apapun. Sedangkan Si Kakek, saat kaki kanannya naik ke pijakan angkot, sandal di kaki kirinya lepas dan hilang. Melihat itu, si kakek malah melepaskan sandal sebelah kanannya.
"Lho, kenapa kakek melepas sandal sebelah kanan juga?"
"Gak apa-apa. Biar yang nemu sandal kiri Kakek, bisa langsung pake sandalnya lengkap. Kan kasian kalau cuman pake sebelah. Lagian Kakek gak bisa pake sandal kanan aja."

Mendengar cerita itu, langsung saja aku terbahak-bahak. Namun saat kuresapi maknanya, ternyata Si Kakek sangat berpikiran positif. Dia tidak mengeluh saat sandal kirinya hilang. Kakek malah memikirkan nasib orang lain yang menemukan sandalnya.

CERITA II
Pada suatu hari, Si Kabayan membeli motor baru. Dengan terburu-buru, Si Kabayan melajukan mobilnya menuju rumah dengan cepat. Saat tiba di rumah, Si Kabayan langsung masuk rumah. Kabayan lupa mematikan mesin motor.
"Iteung... Abah... Kabayan beli motor baru. Liat geura di luar...!" 
Saat Kabayan, Iteung dan Abah keluar rumah, ternyata motor Kabayan sudah lenyap. Melihat hal tersebut Kabayan bukannya mengeluh, malah berucap,
"Duuh... Untung aja Kabayan udah masuk ke dalam rumah ya..."

Haha! Saking berpikiran positifnya, Kabayan merasa sangat bersyukur sudah masuk rumah sebelum motornya dicuri. Kabayan berpikir, jika dirinya tidak segera masuk rumah, bisa-bisa tak hanya motor yang dicuri, namun Kabayan juga!

Kedua kisah ini memiliki pesan yang mendalam tentang berpikir positif. Temukanlah sudut pandang positif dalam segala hal dan latih terus-menerus. Catatan ini khusus untuk diriku yang seringkali dipenuhi pikiran negatif.

Sudahlah Zah, lelah kan berpikiran negatif terus?



***

Ini adalah cerita ke-delapanbelas dari rangkaian Cerita Ramadhan yang ditulis selama bulan Ramadhan

***

~ Ijaah ~

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...