Merem Mulu Karena Fotofobia

by - Saturday, July 25, 2015

Teh, matanya kok merem mulu sih... Kita ulang lagi ya selfie-nya.

Baiklah. Sudah tiga kali adik sepupuku berkata demikian. Foto kami selalu gagal hanya karena mataku selalu tertutup. Aku sendiri gemas, apalagi sepupuku. Namun sungguh, aku tak bisa menahan keinginan kelopak mataku untuk terpejam.

Merem. Merem. Merem. Hampir semua foto diri pasti ada yang... merem. Selalu pasrah jika ada yang mengajak selfie di tempat terbuka. Pasti, akan selalu ada foto diriku yang... merem.

Gejala ini mulai terasa saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat upacara Senin pagi, aku selalu tak tahan melihat baju seragam teman-temanku yang berwarna putih. Kilau mentari pagi semakin membuat kain putih itu bersinar lebih terang, cahayanya menusuk mataku. Kepalaku pusing bukan main.

Meski mataku tak tahan dengan cahaya matahari, aku tetap mengikuti ekskul Pramuka bahkan hingga SMP. Kegiatan Pramuka yang sering berada di ruangan terbuka memang mengganggu mataku. Aku tak tahan saat diharuskan membaca sandi di kertas putih pada saat siang bolong. Aku tak tahan saat sedang berbaris lalu melihat kaca mobil yang memantulkan cahaya matahari. Meski begitu, aku tak ingin kalah hanya karena mata sakit dan kepala pusing.

Rasa sakit dan pusing yang semakin menjadi telah memaksaku untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Ada kekhawatiran pada saat itu bahwa aku harus memakai kacamata. Namun setelah diperiksa, alhamdulillah mataku normal. Aku tak perlu memakai kacamata berlensa cekung.

Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa aku menderita gejala Fotofobia (fobia/takut dengan cahaya). Dokter meresepkan kapsul Vit A dan obat tetes Cendo Augentonic yang membantu untuk meredakan mata lelah dan memperkuat visual mata. Apakah pengobatan ini berhasil?

Aku perlu menggunakan Cendo Augentonic setiap hari bila ingin disebut berhasil. Namun aku tak ingin bergantung pada obat-obatan, meski aku adalah seorang Asisten Apoteker. Kulepaskan pengobatan itu. Maka setiap hari, aku menjaga mataku agar tidak terlalu sering terpapar sinar matahari.

Merem dan Nunduk. Lokasi : Kawasan Lumpur Lapindo, Sidoarjo

Setelah bekerja, aku semakin 'berteman baik' dengan matahari. Untuk menjaga agar aktivitasku tetap normal, aku selalu memakai kacamata hitam bila sedang dalam perjalanan atau berada di luar ruangan. Kacamata hitam adalah sahabat dan penolongku. Tanpa kacamata, keningku selalu berkerut, mataku terpejam, kepalaku tertunduk dan tanganku selalu memayungi pandangan.

Merem. Lokasi : Stone Garden, Bandung

Saat ini aku lebih sering menggunakan kacamata transisi. Kacamata ini mampu berubah warna menjadi gelap saat terkena sinar UV dan kembali jernih saat terhindar dari sinar UV. Semakin besar intensitas cahaya, maka akan semakin gelap lensanya. Aku sangat terbantu dengan kacamata lensa transisi ini. Apalagi bagi mereka yang menggunakan lensa cekung dan cembung.

Nunduk. Lokasi : Stone Garden, Bandung

Meski sudah memakai kacamata hitam atau transisi, bila paparan cahaya terlalu terang, mataku akan tetap terpejam. Rasanya pusing sekali, otot mata berdenyut-denyut dan tulang mata bagian atas terasa sakit. Bila sudah begini, terkadang aku tak bisa menikmati hari dan memilih diam. Aku memilih untuk minum dan bernafas sebaik mungkin agar mata dan tubuhku kembali segar.

Merem mulu, padahal pake kacamata. Lokasi : Lap. Gasibu, Bandung

Ada banyak sekali foto diriku yang... merem. Paling mengesalkan adalah saat sedang berwisata ke pantai atau gunung, lalu foto yang dihasilkan tidak begitu bagus hanya karena mataku... merem. Maka daripada itu, aku lebih sering mengambil foto pemandangan daripada foto diriku sendiri. Selain lebih bagus, aku tak perlu memaksa mataku untuk tidak terpejam.

Bagi teman-teman yang mengalami Fotofobia seperti aku, tetaplah bergembira. Peliharalah mata dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung Vit A dan pakailah kacamata hitam atau transisi bila sedang berada di luar ruangan (lebih bagus lagi kalau pake Essilor :D). Cara ini sangatlah membantu kita saat beraktivitas di bawah sinar matahari. 

Semoga bermanfaat ya :)


~ Ijaah ~

You May Also Like

1 comments

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)