Saturday, October 31, 2015

Pernikahan Impian Ijaah

Setiap perempuan di belahan bumi manapun pasti memiliki pernikahan impian tersendiri. Tak terkecuali diriku. Pasalnya, menikah adalah proses penyatuan dua insan yang penuh kesakralan. Pernikahan juga selalu menjadikan mempelai wanita seperti ratu dalam istana cinta *uhuk*. Oleh karena itu pikiranku sering bertanya, akan seperti apa konsep pernikahanku nanti? Apakah berkonsep fairytale, garden party, atau sit down dinner?

Karena terlahir sebagai orang Sunda, konsep pernikahan yang kuimpikan adalah pernikahan adat Sunda dengan sentuhan Islami. Aku tetap ingin mengikuti rangkaian adat Sunda dari mulai pilihan gaun, riasan, upacara adat dan musik. Namun harus ada unsur Islami di pernikahanku nanti. Konsep pernikahan impian ini terinspirasi dari pernikahan teman-temanku, juga dari video pernikahan yang tersebar di Youtube.

Lalu, seperti apakah konsep pernikahan Sunda - islami yang kumaksud?

Thursday, October 29, 2015

Aki Nangka



Beberapa waktu terakhir ini saya mempunyai rutinitas baru, yakni membeli nangka di gerobak Aki. Aki (kakek) adalah penjual buah keliling di kawasan komplek Margahayu Raya. Setiap harinya, Aki keliling komplek untuk menukar barang dagangannya dengan uang. Ada beragam jenis buah yang Aki jual. Seperti mangga, melon, pisang, semangka, jeruk dan nangka.

Setelah keliling komplek, Aki akan menepi di kedai makanan dekat rumah. Jika pulang sore, saya selalu mampir ke gerobak Aki untuk membeli setengah kilo nangka dan mangga. Aki tidak pernah gagal memilih nangka yang enak untuk pelanggannya. Setiap kali ada penjual yang membeli nangka, Aki selalu membersihkan nangka dari serat putihnya. Saya sangat menyukai kegesitan Aki saat menggerakan pisau untuk memotong dan membersihkan buah nangka. Sudah expert, begitu kata orang.

Carpe Diem


Barangkali di antara teman-teman ada yang bertanya (pede banget :p), kenapa sebulan ini aku menulis tentang perenungan? Jawabannya karena aku butuh pengingat untuk menjalani hidup. Dengan menulis, aku bisa lebih memahami maksud nasihat kehidupan. Harapannya agar aku terus semangat dalam menjalani hidup, sebesar apapun halangan dan rintangan yang menghadang.

Aku berkali-kali menulis tentang 'hidup hari ini'. Dan postingan ini membahas itu lagi, Carpe Diem : menggenggam hari ini. Mengapa aku melulu bahas ini? Sebab aku masih kesulitan untuk merayakan hari dalam setiap detiknya. Seringnya aku mengeluh dan tidak mau melakukan hal yang seharusnya kulakukan.

Kecewa Tapi Kemudian Melangkah

Alkisah, hiduplah seorang anak perempuan yang memiliki kecerdasan yang cemerlang. Ia bermimpi bahwa suatu hari akan kuliah ke luar negeri. Namun karena kondisi kedua orang tuanya yang tidak memungkinkan, anak perempuan itu memilih untuk tenggelam dalam perasaan kecewa dan marah. Ia lupa memanfaatkan bakat lainnya untuk melakukan yang terbaik yang dia bisa. Tak cukup bujukan, dorongan dan bantuan dari ahli yang dapat membantunya keluar dari cara berpikirnya yang salah, yakni hidupnya kurang beruntung. Akibatnya dia menolak menjalani hidup secara produktif dan menghabiskan waktunya dengan menyendiri seperti pertapa, terkurung dalam ketidakbahagiaannya dan depresi hingga akhir hayatnya.

Kisah di atas adalah nyata dan disampaikan oleh Desi Anwar dalam salah satu bukunya. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan gadis itu, sebab aku pernah merasakan hal yang serupa. Namun sayangnya dia memilih untuk tenggelam dalam kesedihannya. Sayang seribu sayang, dia lupa bahwa bahagia itu tak semata dari terwujudnya impian.

Memiliki dan mengejar impian adalah menyenangkan. Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, begitu kata Nidji. Tapi jangan sampai kita terbelenggu oleh mimpi. Sehingga menjadikan kita budak kekecewaan dari mimpi yang tidak menjadi nyata.

Kamu, Kenapa Lepas Jilbab?

Zah aku mau nanya donk. Pendapat kamu setelah baca artikel ini apa?
Aku mengerutkan kening. Link artikel yang disodorkan temanku itu membuatku setengah kaget. Artikel yang berjudul : Facing Hostility After Removing My Headscarf dari sebuah situs feminis dan pluralis Indonesia itu, mau tak mau membuatku ingin segera membacanya. Penasaran. Ingin tahu lebih jauh apa latar belakang penulis sehingga memutuskan untuk melepas jilbab.

Oke. Pertama aku ingin mengatakan bahwa situs tersebut adalah wadah aspirasi bagi wanita yang terpinggirkan secara sosial, bagi mereka yang tidak takut untuk berbeda (tidak sesuai dengan norma yang berlaku), juga bagi mereka yang melakukan hal-hal tabu. Jelas pada saat membaca artikel di website tersebut, aku harus memiliki tameng yang kuat serta memberi ruang sedikit untuk mengerti mengapa mereka menulis hal-hal semacam itu.

Kembali ke artikel tentang jilbab yang diberikan temanku. Aku harus membaca artikel tersebut secara utuh. Jangan lantas mendakwa : Ini orang kok lepas jilbab sih? Aneh! Aku harus mengerti apa yang menyebabkan keputusan ini terjadi.

Wednesday, October 28, 2015

Jilbab Pertamaku

Judul tulisan ini mengingatkanku pada buku pertama Asma Nadia yang kubaca : Jilbab Pertamaku. Buku tersebut berisi kisah-kisah perjuangan muslimah yang ingin mengenakan jilbab. Ada yang tidak diperbolehkan berjilbab sehingga dikucilkan, ada yang sembunyi-sembunyi, bahkan ada yang menggunakan taplak meja sebagai jilbab. Membaca buku tersebut pada awal-awal memutuskan berjilbab adalah semangat tersendiri. Puji syukur pada Allah, semakin dikuatkan langkah berjilbab setelah membaca buku Jilbab Pertamaku.

Aku mengenakan jilbab sejak kelas 6 SD. Tepatnya 1 minggu setelah menstruasi pertama. Tiada paksaan sama sekali dari ibu dan ayah agar aku mengenakan jilbab. Keinginan tersebut muncul dari hati. Ada sebuah keyakinan kuat bahwa aku ingin taat, aku ingin mengamalkan perintah jilbab dalam Surat Al-Ahzab : 59 dan An-Nuur : 31.

Keinginan kuat untuk mengenakan jilbab adalah hasil dari proses panjang ibu membina aku sedari kecil. Setiap hari, dalam setiap momen masa kecil yang kuingat, ibu selalu bercerita tentang keutamaan mengenakan jilbab. Cerita yang disampaikan ibu sangatlah menarik. Di akhir cerita, ibu selalu berkata bahwa kelak saat aku baligh (haid), aku harus mengenakan jilbab. Apakah pada saat mendengar itu aku merasa tertekan? Sungguh tidak. Justru aku begitu menantikan masa-masa itu tiba. Masa di mana jilbab selalu melekat erat di kepalaku.

Monday, October 26, 2015

Solilokui : Edisi Calpas

The Power of Mind. Begitu kata orang. Pada saat kita berpandangan atau bersikap A, alam akan menyusun sistem dan bala bantuan agar kita ditunjukkan pada tanda-tanda yang menghantarkan kita pada jalan A. Pada saat aku membuka hati dan pandangan untuk menempuh jalan yang diberkahi-Nya, Tuhan berikan tanda-tanda, juga kebaikan yang datang tiba-tiba.

Aku sudah dalam tahap keukeuh untuk menempuh jalan ta'aruf dalam memilih calpas atau calon pasangan hidup. Sebab, hendak pacaran selama apapun, kita tidak akan pernah bisa mengenal sifat asli pasangan secara mendalam. Ta'aruf itu kaya beli kucing dalam karung, begitu kata segelintir orang. Ah, memang kamu yakin kalau pacaran bisa sukses menghantarkanmu mengetahui pasangan secara mendalam?

Aku bilang, tidak. Memang ta'aruf juga menjamin? Belum tentu juga. Tapi setidaknya aku sudah memilih jalan aman bagi keimanan dan hatiku. Maklum, hati perempuan macam aku ini mudah galau. Jadi lebih aman mengenal calpas dengan jalan ta'aruf.

Malam hari yang tenang. Aku yang sedang ngaso sembari menulis Solilokui : Edisi Jomblo, tiba-tiba dikejutkan oleh pertanyaan dan pesan penting dari teman semasa kecilku via BBM.

Sunday, October 25, 2015

Solilokui : Edisi Jomblo

Allah has already written the names of your spouse for you. What you need to work on is your relationship with Allah. He will send her/him to you when you're ready. It is only a matter of time.
Entah berapa kali aku membaca nasihat serupa : Jodohmu akan datang disaat kamu sudah siap. Jadi, tugasmu sekarang adalah memperbaiki diri. Setiap kali membaca pesan tersebut, aku bersolilokui : Sudahkah aku berupaya dengan baik untuk menjemput jodohku?
We always feel that Allah's blessings never come on time. But the truth is, they are always on time, but we are always in a hurry. - Dr. Bilal Philips
Deg!

Aku terdiam. Betapa indahnya dua baris kalimat itu. Cinta, keberkahan dan keridhoan Tuhan selalu mengalir dalam hidupku. Aku saja yang bebal. Tidak merasakan nikmat yang diberikan Tuhan. Sebaliknya, aku malah mengutuk kehidupan dan bertanya-tanya : kapan aku mendapat kenikmatan seperti si A, si B, si C?

Tuesday, October 20, 2015

Solilokui : Edisi Jodoh

Cucu perempuan Abah yang udah kerja tapi belum nikah ya tinggal Zahra nih. Ayo kapan nikah?
Aku kadang heran sama kamu, Zah. Umur masih muda tapi udah kalang kabut aja pengen cepet nikah. Udah, kamu nikmatin dulu hidup. Nikah itu gak gampang lho.

Begitulah.

Saat ini aku sedang menjalani masa di mana banyak sekali yang bertanya atau kepo tentang kapan aku menikah. Ada yang ingin segera melihat aku menikah. Ada yang menasihati aku tentang pernikahan. Ada yang mengajakku duduk santai dan memikirkan pernikahan nanti-nanti saja. Usiaku saat ini memang menjadi sasaran empuk bagi mereka untuk bertanya : Kapan nih lihat kamu gandengan sama suami?

Aku sendiri tidak merasa terganggu dengan pertanyaan itu. Justru sebaliknya, aku merasa senang. Oleh karena setelah bertanya, mereka akan mendoakan aku : Semoga cepat dapet pasangan yang terbaik ya.

Saat ini aku masih dalam tahap belum tergesa-gesa dalam mencari pasangan hidup. Tapi bukan berarti aku menutup diri. Karena menurutku, usiaku sekarang belum memasuki masa 'tegang' karena belum menikah.

Saturday, October 17, 2015

Tentang Pernikahan

Semakin dewasa saya sadar bahwa pernikahan bukan melulu soal happily ever after. Pernikahan tidak selalu dihiasi dengan kebahagiaan. Ada proses adaptasi dengan pasangan yang acapkali menimbulkan pertengkaran. Ada juga kekecewaan karena nyataannya pasangan kita tidaklah sehebat yang diharapkan. Untuk itulah mengapa pernikahan disebut sebagai ibadah. Sabar, ikhlas dan toleransi menjadi kunci sehatnya pernikahan.

| Baca juga : Alicia Nash : Aku Kan Setia Padamu, Sampai Kapanpun

Telah banyak kisah tentang pernikahan yang saya dengar. Ada yang bahagia, ada yang sedih dan ada yang tidak memperdulikan. Semakin dewasa, hidup memperlihatkan bahwa pernikahan bisa membawa manusia pada dua gerbang kehidupan : semakin baik atau semakin buruk. Maka benar adanya nasihat itu.
Pilih pasangan hidupmu dengan bijak. Perhatikan fisik, agama, akhlak, keluarga dan caranya bersosialisasi. Apakah sifatnya kau sukai? Apakah hatimu yakin padanya?

Que Sera Sera

Que Sera Sera ...
Whatever will be ... will be ...
The future's not ours to see
Que Sera Sera ...

Que Sera Sera. Lagu lama yang tiada rasa bosan untuk mendengarnya. Liriknya yang sederhana dengan paduan musik klasik yang merdu, telah menjadikan lagu ini sebagai legenda. Makna yang terkandung di dalamnya memiliki daya magis yang luar biasa. Pelipur lara bagi mereka yang sedang sedih. Penyemangat untuk menyambut kehidupan.
The future's not ours to see. 
Adalah kebiasaan manusia untuk menerka-nerka apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Apakah aku akan kaya? Apakah aku mendapat pasangan yang hebat? Apakah aku akan keliling dunia? Pertanyaan semacam itu seringkali merenggut produktivitas kita di masa kini. Alih-alih membayangkan impian untuk menjadi kenyataan, nyatanya hari-hari kita habis oleh khayalan tanpa aksi yang nyata.

Sunday, October 11, 2015

Buat Kamu Yang Narsis dan Kreatif, Ikutan CNI Dubsmash Competition, Yuk!

Sudah pada tahu Dubsmash, kan?

Buat kamu yang aktif di sosial media, pasti sudah tahu apa itu Dubsmash. Ya, aplikasi yang memudahkan user untuk men-dubbing suara 'apapun' itu, kini sedang menjadi tren pengguna sosial media. Aku sendiri tidak tahu pasti sejak kapan Dubsmash menjadi begitu marak di Indonesia. Namun berdasarkan penuturan seorang kawan, Dubsmash mulai marak saat salah seorang artis wanita Indonesia membuat video Dubsmash. Sejak saat itu, bagaikan transmisi data yang cepat, Dubsmash mulai menjadi primadona di Indonesia.

Virus Dubsmash menjangkiti hampir seluruh pengguna Instagram. Bahkan beberapa di antaranya ada yang konsisten mengunduh video Dubsmash dan membuat serial cerita. Contohnya saja akun @jeartofa yang konsisten membuat video Dubsmash ceramah Mamah Dedeh yang ia parodikan dengan nama Mamah Jejeh.

Di rumah, adikku yang paling kecil sudah bisa membuat Dubsmash. Ia membuat beberapa video Dubsmash. Namun yang paling kusuka adalah saat Ia dubbing lagu When I See You Again nya Wiz Khalifa. Karena adikku hafal lagunya, gerakan mulutnya tidak ada yang meleset. Selain itu, ekspresi mukanya benar-benar kena :).

Nah buat kamu yang suka membuat video di Dubsmash, aku punya info menarik yang sayang untuk dilewatkan. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya terlebih dahulu.

Mau gak bikin video Dubsmash lalu dapat uang?



Mau kan? :D

Kalau begitu yuk ikutan CNI Dubsmash Competition. Ada banyak hadiah menanti lho. Selain itu cara mengikuti kompetisinya mudah sekali. Oya kamu tahu CNI, bukan? Ya, perusahaan yang namanya tak begitu asing ini bergerak di multilevel marketing bidang kesehatan. Namun sekarang CNI mulai meningkatkan jangkauan kepada konsumen dengan menjadi marketplace (geraicni.com).

Sebelum aku memberitahu cara untuk mengikuti kompetisinya, berikut informasi sederhana tentang cara membuat video di Dubsmash :

1. Unduh aplikasi Dubsmash di Play Store atau Apple Store.
2. Pilih negara asalmu (ini dapat membantu Dubsmash untuk memilihkan dubs yang tepat sesuai asalmu)
3. Pilih bahasa (kalau kamu pilih Indonesia, ada beragam pilihan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda dll)
4. Sign Up
5. Pilih icon 'tangga nada' untuk mulai merekam video

Mudah bukan?

Nah berikut ini adalah cara untuk mengikuti CNI Dubsmash Competition :

1. Download jingle CNI Up Cocoa atau lihat liriknya di Video Lirik Up Cocoa
2. Buat video sekreatif mungkin di Dubsmash
3. Upload video Dubsmash kamu ke Instagram lalu mention ke Instagram @geraicni disertai hashtag #DubsmashIndonesia #UpCocoaMantap. Kemudian share ke Twitter, Facebook atau Tumblr.

Tiga (3) video kreatif akan mendapatkan hadiah menarik dari CNI berupa :

1. Voucher 750.000 dari MAP
2. Voucher belanja 300.000 dari CNI
3. 6 Produk CNI Up Hot Dark Chocolate

Menarik bukan? Kalau begitu, yuk segera buat video Up Cocoa di Dubsmash. Ingat ya, deadline upload video kreatifnya sebelum tanggal 31 Oktober 2015. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti terus Fanspage Facebook, Twitterm, Instagram dan website GeraiCNI.


~ Ijaah ~ 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...