Sunday, December 18, 2016

Menanti Suami di Coban Rondo

Alkisah, tersebutlah sepasang muda mudi yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mereka adalah Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Keduanya hidup dalam pernikahan yang penuh kebahagiaan. Pada suatu ketika, Dewi Anjarwati mengajak sang suami berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Namun niat Dewi Anjarwati tersebut mendapat penolakan dari orang tuanya sebab kedua mempelai baru menikah selama 36 hari (selapan).
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, pasangan pengantin yang belum memasuki masa selapan tidak diperkenankan untuk bepergian jauh karena sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Namun kedua mempelai mengabaikan anjuran orang tua Dewi Anjarwati dan bersikeras untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Anjasmoro. 
Di tengah perjalanan, keduanya dikejutkan oleh kehadiran Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat pada pesona kecantikan Dewi Anjarwati dan berniat untuk merebutnya dari sang suami. Perkelahian antar lelaki tak terhindarkan. Kepada punakawan, Raden Baron Kusuma menginstruksikan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di sebuah tempat yang ada coban-nya (air terjun). Perkelahian berlangsung sengit dan pada akhirnya kedua lelaki yang berselisih itu gugur. 
Dewi Anjarwati selalu menanti kehadiran sang suami, namun lelaki yang dicintainya itu tak pernah datang. Maka resmi sudah Dewi Anjarwati menjadi seorang rondo (janda dalam bahasa jawa). Konon di atas batu besar yang terletak di bawah air terjun, Dewi Anjarwati duduk merenungi nasibnya. [end]

Wednesday, October 26, 2016

Tercerabut

Entahlah.

Ada bagian dalam hidupku yang hilang, tercerabut. Entah kapan itu semua bermula, terjadi begitu saja. Sebuah kebersamaan yang terjalin begitu harmonis, kini terasa sangat hambar. Biasanya, tak ada satu hari tanpa kabar, tak ada satu kegiatan tanpa saling ajak.

Renggang. Ada jarak yang memisahkan kami. Padahal kami masih sering bertemu, masih satu naungan, masih dalam kota yang sama. Adakah salahku, kawan? Kita masih bertegur sapa tentu saja, tapi ada ruang kosong dalam persahabatan ini yang sungguh tak aku pahami apa alasannya.
Adakah perkataan atau perbuatanku yang melukaimu?
Untuk membicarakan ini saja lidahku begitu kelu. Aku tak mampu bertanya padamu, pasal apakah yang membuat keakraban ini tercerabut. Bahkan untuk menceritakan kebahagiaanku saja aku tak mampu.
Source here
Berkali-kali aku mencoba untuk menyapa dan bertanya dengan riang seperti biasa, tapi yang kurasa adalah kehampaan dalam jawabanmu. Bahkan pada saat berkata bahwa aku akan segera dikhitbah, kau menjawab seadanya. Terlalu besar jarak ini, dan aku tak pernah menyangka bahwa episode ini akan datang pada persahabatan kita.
Apakah karena tugasku sekarang membuat kebersamaan kita tak lagi sama?
Kuantitas pertemuan kita barangkali memang tak akan sama seperti dulu, namun itu seharusnya tidak menjadi alasan kerenggangan ini. Persahabatan bagaimanapun akan tetap terjalin meski tak sering bertemu.

Aku harus membicarakan ini denganmu, kawan. Namun tidak sekarang, sebab aku sedang mengumpulkan keberanianku untuk dapat berbicara denganmu.

Besar harapku kita seperti dahulu kembali. Tuhan sedang mengujiku dengan ini. Sungguh, kenikmatan persahabatan itu luar biasa indahnya. Maka bagi siapapun yang membaca ini, jagalah sahabatmu.

Sahabat adalah pelangi, kenikmatan yang Tuhan beri.


Palembang, 26 Oktober 2016


~ijaah~

Monday, August 15, 2016

Berguru Kepada Ibu Atalia

Mulailah dari sesuatu yang kecil, nyata, dekat, aplikatif dan memiliki dampak. Pahlawan tak semata berbentuk uang dan materi, tetapi ia memiliki eksistensi dan kontribusi nyata. Mulailah dari diri kita dan dari hal-hal kecil yang kita bisa. Itulah ide saya untuk perempuan sebagai pahlawan keluarga dan masyarakat
Seorang kawan berkata demikian dalam sesi pelatihan Public Speaking bersama Indari Mastuti dan Ibu Atalia Kamil beberapa waktu yang lalu. Ia menggambarkan bahwa perempuan tak semata urusan dapur, sumur dan kasur. Ia dapat mewujud menjadi sosok yang penting dalam masyarakat dengan kemampuan serta kecerdasan yang dipunya.

Bagiku pelatihan ini tak semata sebagai bentuk pencarian ilmu, tapi juga sebagai momen untuk berkontemplasi. Satu. dua, lima. sepuluh, dua puluh tahun lagi, akan menjadi perempuan seperti apakah aku?

Bertemu dengan banyak perempuan dengan berbagai profesi membuatku semakin yakin bahwa profesi ibu adalah pemicu bagi kompetensi lain yang ada dalam diri. Ada banyak di antara mereka yang justru melesat saat telah membina keluarga. Ya, menikah dan membangun keluarga bukanlah penghalang bagi kaum perempuan untuk berkarya.

Cerminan perempuan berdaya semakin kentara saat Ibu Atalia Kamil memberi inspirasi. Ia berkata bahwa perempuan harus memiliki kepercayaan diri dan komunikasi yang baik. Dengan begitu, perempuan dapat membantu suami untuk melesat lebih jauh. Seperti halnya Pak Ridwan Kamil yang merasa terbantu oleh kepandaian Ibu Atalia. Mereka bergerak bersama-sama.

Thursday, July 14, 2016

Sense And Sensibility


Pernahkah aku menceritakan pada kalian bahwa aku sangat menyukai karya Jane Austen dan semua film adaptasinya? Aku jatuh hati pada kisah cinta yang berbalut kesopanan dan kelembutan, aku cinta pada cara wanita abad ke-18 bertutur kata, berpakaian dan berinteraksi dengan lawan jenis, aku suka pada kuda-kuda yang menari di ladang hijau.

Sebelumnya aku pernah menulis tentang Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang merupakan karakter utama dalam Pride and Prejudice. Pride bagi Mr. Darcy dan Prejudice bagi Elizabeth. Kali ini aku ingin menceritakan kisah cinta dari Elinor dan Marianne dalam Sense and Sensibility. Sense bagi Elinor dan Sensibility bagi Marianne.

Tips Perjalanan : Riasan Natural Hingga Asuransi Untuk Perjalanan

Mandy Moore as Jamie Sullivan

"Makeup should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there." - Bobbie Brown

Adakah yang menginat film A Walk To Remember? Film romantis yang kerap mengundang tangis ini dibintangi oleh Mandy Moore yang berperan sebagai Jamie Sullivan, seorang gadis sederhana yang cantik dan cerdas. Sejak awal menyaksikan film ini, aku langsung jatuh hati pada gaya busana dan riasan Jamie. Sederhana, natural dan elegan.

Jamie selalu berpenampilan sopan, sederhana, cantik dan tidak pernah dandan berlebihan. Itulah yang justru membuat Jamie terlihat sangat menarik. Riasan minimalis yang digunakan Jamie telah menjadi acuan bagiku saat merias wajah. Saat hendak bekerja, pergi ke pesta pernikahan, saat sedang dalam perjalanan, aku selalu ingin berdandan minimalis. Bahkan saat menikah nanti, aku ingin berdandan minimalis.

Jatuh Hati Pada Mr. Darcy ❤


 You have bewitched me body and soul. And I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on.
Mr. Darcy 

Dansa Romantis Rolf dan Liesl

Rolf dan Liesl

Bagi penyuka film The Sound of Music, pasti kenal dengan karakter Liesl dan Rolf. Liesl adalah putri pertama dari Kapten Von Trapp (Angkatan Laut Austria) sedangkan Rolf adalah perwira Jerman yang jatuh cinta kepada Liesl. Keduanya hanya dapat berjumpa jika Rolf mengirimkan telegram kepada Kapten Von Trapp. Kisah percintaan mereka tak diketahui oleh siapapun. Liesl harus pandai menyelinap dan mengalihkan perhatian ayahnya jika ingin bertemu Rolf.

Pada suatu malam, yang sekaligus menjadi malam pertama Maria menjadi pengasuh bagi anak-anak Von Trapp, Liesl diam-diam meninggalkan meja makan untuk dapat bertemu Rolf. Liesl mencari-cari Rolf di halaman belakang rumah dan akhirnya menemukan Rolf dengan sepedanya di taman. Perjumpaan keduanya sangatlah romantis. Liesl begitu manja dan Rolf begitu menikmati senyum Liesl malam itu.

Thursday, June 16, 2016

Kata Pak Safir, Karyawan Harus Nabung Supaya Makmur

Kata Pak Safir, seorang karyawan dengan berapa pun gajinya, tidak akan bisa makmur bila tidak menabung. Hal ini benar adanya sebab penghasilan karyawan itu tetap per bulannya. Kalaupun ada bonus, itu terjadi akibat dari performa karyawan tersebut atau bonus dalam jangka waktu kuartal dan tahunan.

Bila tidak merencanakan keuangan, hendak naik gaji sebanyak apapun, kita akan selalu merasa kurang. Sebab kita tidak mengerti untuk apa uang tersebut digunakan. Dan bila terjadi hal-hal darurat di masa depan, kita sudah tidak punya apa-apa lagi. Merecanakan keuangan itu penting untuk mengerem prilaku konsumtif.

Pak Safir memberi lima poin penting yang mudah dilakukan oleh karyawan supaya bisa menabung dan berinvestasi. Kelima poin tersebut adalah :
  1. Tetapkan tujuan keuangan di masa depan
  2. Menabunglah secara bulanan
  3. Investasikan bonus 
  4. Produktifkan harta
  5. Persiapkan diri menghadapi masa-masa sulit

Berburu Pak Rahmat

Seminggu pertama puasa, aku masih berada di Jakarta. Setiap hari aku mengonsumsi buah untuk sahur dan membeli makanan untuk berbuka sebab tidak ada dapur untuk aku memasak. Selain dari pada itu, aku selalu pulang saat Maghrib tiba sehingga tidak ada kesempatan untuk memasak.

Pada saat pulang ke Majalaya. ibu sudah memasak pindang ikan mas yang rasanya sedap sekali. Oya kawan, ikan mas itu begitu identik dengan Majalaya. Bahkan ada restoran terkenal di Bandung yang bernama Pepes Ikan Mas Majalaya. Kalian harus coba pindang ikan mas buatan ibuku, juga pepes ikan mas. Sedap sekali!

Sebulan tidak memasak, aku rindu. Untuk itulah sekembalinya ke Bandung, aku memutuskan untuk memasak. Tak ada yang spesial sebenarnya dalam masakanku. Hanya tumis sayuran, perkedel, karedok, sayur bening, olahan telur, olahan tahu-tempe dan lainnya. Tapi makan masakan sendiri itu tetap nikmat walaupun rasanya standar. Aku baru berhenti memasak bila ada undangan buka bersama.

Kembali memasak sejalan dengan frekuensi kunjunganku ke pasar dan supermarket. Pada beberapa bahan pangan, ada kenaikan harga. Namun tetap saja hal tersebut tidak menyurutkan aku dan yang lainnya untuk membeli bahan pangan tersebut. Kondisi seperti ini acapkali terjadi pada bulan Ramadhan dan hari besar lainnya.

Kelana di Jalanan Ibu Kota

Nostalgia.

Mei lalu, aku menghabiskan banyak hari di Jakarta. Ada sebuah urusan yang mengharuskanku untuk tinggal di Jakarta selama sebulan. Selama itu pula aku tinggal di tempat kost di kawasan Slipi Petamburan yang dulu pernah aku tinggal di dalamnya. Kembali ke Jakarta berarti waktu yang tepat untuk bernostalgia dan bersilaturahim. Setelah empat tahun, akhirnya aku bertemu kembali dengan induk semangku yang berdarah Minang. Tak banyak yang berubah dari beliau dan keluarganya, tetap hangat seperti biasa.

Telah kubuat beberapa rencana pertemuan dengan beberapa teman, namun tak semua bisa dijalankan. Tak mengapa, aku bisa bertemu dengan mereka di lain kesempatan. Namun pertemuan dengan sahabat baikku sedari duduk di bangku sekolah dan juga saudara sepupuku, mutlak harus terjadi.

Kawan, aku ingin menggambarkan padamu tentang bagaimana bahagianya aku kembali merasakan suka duka tinggal di Jakarta. Empat tahun berlalu, Jakarta banyak mengalami perubahan. Tentang bagaimana semakin tingginya pembatas busway, tentang kawasan Blok M dan Bundaran HI yang nampak asing bagiku oleh sebab pembangunan fly over, tentang dihapusnya aturan 3 in 1 dan 'tentang tentang' lain yang membuatku sadar bahwa Jakarta tak sama seperti dulu.

Pesan di Bulan Mei

Like a small boat, on the ocean...
Sending big waves, into motion...
Like how a single word, can make a heart open...


Baginya, tak perlu banyak upaya untuk menginspirasi. Cukup dengan satu kalimat yang ia selipkan dalam obrolan panjangnya, ia sudah mampu membuatku berpikir banyak. Aku terkejut oleh sebab analisanya yang tajam akan aku, oleh sebab kecerdasannya yang luar biasa.

Padaku, ia memberi sebuah nasihat yang belum pernah aku mendengarnya dari seseorang. Sebuah nasihat yang 'sangat aku'. Aku berpikir, bagaimana seseorang bisa sebegitu cerdasnya menilai seseorang padahal frekuensi pertemuan yang begitu jarang?

'Oleh sebab itulah ia menjadi seorang pemimpin', begitu kata otakku. Ia adalah cerminan pemimpin yang baik. Teramat suka akan cara ia menganalisa, memberi solusi, bersosialisasi, bergurau dan memberi arahan. Aku seperti diperlihatkan secara langsung pemimpin yang baik. Dan aku sangat bersyukur akan itu.

Tuesday, June 7, 2016

Elok Bersama #DivaBeautyYoga


Hari pertama di bulan Mei, akhirnya saya melakukan Yoga kembali. Adalah karena kegiatan yang dilakukan Diva Beauty Yoga, saya mendapatkan kesempatan untuk beryoga. Terlebih lagi kegiatan beryoga ini dipandu langsung oleh Anjasmara, seorang aktor yang namanya tak lagi asing di masyarakat Indonesia.

Mendapatkan posisi paling depan, saya dan rekan-rekan dari Blogger Bandung teramat sangat tersanjung. Kami dipermudah oleh pihak Diva untuk mendokumentasikan setiap kegiatan di acara ini. Tak hanya itu, posisi kami dekat sekali dengan Anjasmara dan instruktur lainnya. Sehingga lebih mudah bagi kami melihat setiap gerakan Yoga yang dipandu oleh Anjasmara.

Inhale... Exhale...

Thursday, June 2, 2016

Tiga Purnama Terakhir

Tiga purnama terakhir. Lengang.

Pada jarak waktu itu, tak ada satupun jejak yang kutinggalkan di rumah keduaku ini. Teramat menakjubkan, barangkali itulah yang dapat kugambarkan. Kisah yang kualami dalam tiga purnama terakhir ini, sungguh dihiasi dengan pola kerja Tuhan yang penuh dengan keajaiban dan rahmat. Sampai tak kuasa aku menuliskannya.

Aku selalu percaya bahwa dalam tiga ratus enam puluh lima hari, akan ada satu hari di mana pada akhirnya aku bertemu dengan inginku, citaku, bahagiaku. Cukup satu hari - satu kata - satu keputusan, namun itu telah membawaku pada pelangi yang selama ini ku damba.

Satu hari dalam tiga purnama, aku memutuskan untuk keluar dari zona nyamanku. Keputusan yang telah membawaku pada fase kehidupan selanjutnya. Semua serba baru, sebab itulah ia sebegitu menyenangkan sekaligus menantang.

Satu hari sebelum tiga purnama terakhir. Ada warna dalam hidupku yang kembali. Tak kusangka, tak pernah terbayangkan. Semua terlalu ajaib untuk kusadari. Sebab itulah lebih baik aku simpan untuk diriku sendiri, juga untuk mereka yang kusayangi.

Tiga purnama terakhir. Ada banyak cerita.

Ada lebih banyak lagi terima kasihku pada Tuhan.


~ ijaah ~

Monday, February 29, 2016

Tentang XL Future Leaders

    "Penjelasan XL kali ini agak berbeda ya. Karena kita akan berbicara mengenai tanggung jawab perusahaan XL terhadap masyarakat. Hari ini, kita tidak akan membahas tentang campaign dan jangan tanya mengenai network LTE karena bukan hari ini jawabannya. Kita hari ini total membahas mengenai tanggung jawab sosial sebuah perusahaan telekomunikasi kepada hampir 60 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia." - Turina Farouk
XL Future Leaders adalah salah satu program CSR perusahaan telekomunikasi XL yang bertujuan untuk mendidik serta mempersiapkan calon pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Pemimpin yang dimaksud haruslah seorang yang informatif, kreatif serta memiliki percaya diri yang kuat.

Latar belakang diadakannya program ini adalah karena adanya fenomena mahasiswa Indonesia yang pintar secara akademik, namun lemah dan kalah bersaing di level pekerjaan. Mereka cerdas dalam bidang akademik -dengan IP yang memuaskan-, namun tidak bisa bekerjasama dengan baik, tidak dapat mempertahankan pendapat dan tidak memiliki komunikasi yang baik serta terstruktur.

Ingat Akan Pay It Forward

Jah, kamu harus nonton Pay It Forward . . .  Seriusan, film ini kece pake banget!

Berpilin. Berputar. Aku tak ingat kapan ucapan itu kudengar. Aku bahkan tak ingat siapa yang memberi saran padaku untuk menonton film itu. Ucapan itu kudengar kembali saat menatap deretan film di VOA Garuda Indonesia.
Pesan moral dari film itu sungguh menggugah, Jah. Coba bayangin yah. Trevor, tokoh utama di film ini, membuat sebuah aksi mencengangkan untuk mengubah dunia. Ia membuat aksi yang dinamakan 'Pay It Forward'. Jadi rumusnya gini: Setiap orang diminta memberi kebaikan secara utuh kepada 3 orang lain, kemudian kebaikan itu diteruskan dengan pola yang sama. Dan taraaa... terbentuklah pohon kebaikan yang menjangkau banyak orang. Spektakuler!
Spektakuler! Aku sungguh sangat menyukai kinerja kotak ilmu alam bawah sadar. Ia dengan cerdiknya akan membukakan ingatan lama pada saat ada pencetusnya. Sudah lama sekali ada seorang kawan yang menasihati agar aku menonton Pay It Forward. Sebuah nasihat yang sudah lama tak kuingat. Ia dengan ajaibnya muncul tiba-tiba hanya karena mataku membaca rangkaian 3 huruf : Pay It Forward.

Sunday, February 28, 2016

Belajar 5R Dari Orang Jepang

Aku sedang menulis ini dengan kesadaran penuh. Bahwa di sebelah kananku, terdapat tumpukan baju yang menunggu untuk disetrika. Bahwa di depan mataku, terdapat lembaran kertas dan buku yang berserakan. Bahwa di setiap ruangan di rumah ini, berantakan!

Aku mencoba untuk tetap tenang dan bernapas sedalam-dalamnya. Apa yang sudah aku lakukan... Semua tampak berantakan. Sebegitu malaskah aku untuk merawat rumahku sendiri?

Melihat seluruh kekacauan di rumah, terselip perasaan was-was akan nasib rumah tanggaku nanti. Apakah aku bisa merawat rumah, suami dan anak-anak? Jika saat sendiri saja kacau begini, bagaimana nanti?

Saturday, January 30, 2016

Memanjakan Perut dan Mata di Cafe D'Pakar Bandung

Sumber di sini

Bandung dilingkung gunung…
Bandung sumirat maratan jagat… 
Topografi Bandung yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan mempunyai magnet tersendiri. Banyak wisatawan lokal maupun asing yang sengaja melipir ke Bandung untuk menikmati sajian udara segar serta pemandangan yang asri. Ada banyak tempat, cafe atau restoran di dataran tinggi Bandung yang menyajikan keindahan alam maupun kota Bandung secara keseluruhan.

Kawah Putih : Ada Keindahan, Ada Misteri

Jika ada yang bertanya tentang tempat wisata yang wajib dikunjungi selama di Bandung, Kawah Putih adalah jawabannya. Wanawisata yang terletak pada ketinggian 2.434 mdpl di selatan Bandung ini menawarkan keajaiban alam yang memesona : danau berwarna putih kehijauan yang kontras dengan bebatuan putih yang mengitari danau tersebut. Ada pula pepohonan kering dan tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya di sebelah utara danau. Jika biasanya kita akan mendelik ngeri saat mendekati kawah, hal tersebut tidak berlaku pada Kawah Putih ini.

Kawah Putih terbentuk akibat meletusnya Gunung Patuha yang oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung yang tertua. Konon, Patuha diambil dari nama Pak Tua (sepuh). Oleh sebab itu masyarakat seringkali menyebutnya dengan sebutan Gunung Sepuh. Lebih dari seabad yang lalu, Gunung Patuha dianggap angker oleh masyarakat setempat. Apa pasal?

Indahnya Sukulen di Rumah Bunga Rizal Lembang

Jika sudah memasuki akhir pekan, Bandung selalu dipadati wisatawan. Jalanan di ibu kota provinsi Jawa Barat ini begitu ramai. Salah satu tempat yang menarik wisatawan untuk datang ke Bandung adalah Lembang. Letaknya yang berada di atas kota Bandung membuat banyak wisatawan ingin melepas penat dengan kesejukan alam yang dipunya. Ada banyak tempat wisata di seputaran Lembang, namun kali ini saya hendak bercerita mengenai keindahan sukulen yang ada di Rumah Bunga Rizal.
Sukulen? Apakah itu?
Sukulen adalah istilah untuk sekelompok tanaman yang memiliki karakteristik salah satu atau lebih dari bagian tubuhnya yang dapat menyimpan air. Tentu dalam bayangan saya, teringat bahwa karakter semacam ini dimiliki juga oleh kaktus. Namun semua jenis kaktus adalah sukulen, tapi tidak semua sukulen adalah kaktus.

Belajar dari Ibu Nasi Kuning

Setiap pagi, ada penjual nasi kuning gerobak yang lewat depan rumah. Suara nyaring nan bulat itu terdengar di setiap pagi. Namun, tak pernah sekalipun aku melihatnya lewat. Tak tertarik! Hatiku telah tertambat oleh penjual nasi kuning yang ada di jl. Tata Surya. Rasa nasi kuningnya enak sekali. Buatku tak mau beli nasi kuning di tempat lain. Tapi entahlah, pagi itu kuputuskan untuk membeli nasi kuning gerobak itu. Sekalian pengen kenalan sama penjualnya.

Suara nyaring nan bulat yang kukira kelaki-lakian itu, ternyata berasal dari suara seorang wanita paruh baya. Coba teman-teman bayangkan, wanita yang masa usianya telah senja, mendorong gerobak nasi. Berkeliling komplek untuk menuai rizki dari Tuhan. Aku malu! Malu akan diri ini. Baru genap 24 tahun usiaku, namun semangat dan daya juangku mudah tergerus.

Friday, January 29, 2016

Books For Beach di Gili Sudak

Gili Sudak

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Bertasbih dan memuji Tuhan atas keindahan yang kulihat pagi itu. Betapa karya yang agung, menyentuh hati tiap diri untuk mengingat padaNya. Bayangkan saja, pasir pantai putih nan halus, batu karang kokoh sempurna serta gelombang laut yang menenangkan. Dan tengoklah gradasi warna air laut itu: biru muda, hijau dan biru tua, indah tak terkira! Aku rasa bidikan lensa kamera canggih manapun takkan mampu menyaingi apa yang kulihat dengan lensa mataku. Sempurna luar biasa.

Bacalah! Kau dan Aku akan banyak tahu.

" Tapi aku tahu, seberapa banyak aku membaca seumur hidupku, aku tak akan pernah mampu membaca sepermiliar dari seluruh kalimat yang tertuliskan. Karena di dunia ini terdapat begitu banyak kalimat seperti banyaknya bintang di langit sana. Dan kalimat-kalimat akan selalu bertambah dan akan menjadi semakin banyak sepanjang waktu, laksana sebuah ruang yang tidak pernah berujung. Namun, pada saat itu aku pun tahu bahwa setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas."

Jostein Gaarder - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Thursday, January 28, 2016

2015 : Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Sungguh, tiada yang pernah tahu tentang bagaimana jalan kisah hidup seseorang di masa depan. Semua begitu misteri, penuh kejutan dan seringkali tak tertebak. Ada kuasa lain yang menggenggam hidup setiap insan. Dialah Tuhan, pemilik seluruh alam raya ini.

Mengawali tahun 2015 dengan penuh suka cita. Pada malam pergantian tahun, aku memilih untuk mendekatkan diri pada Tuhan bersama dengan ratusan manusia lain di Masjid An-Nuur Biofarma. Ada dia di antara kumpulan manusia itu. Dia, lelaki yang kupilih untuk menjadi pasanganku. Saat itu aku begitu yakin bahwa dia akan menjadi suamiku. Ya, kami berencana menikah pada tahun 2015.

Namun rupanya segala benih yang kami tuai tak lagi berbunga. Ada hama, ada hujan badai, ada kemarau. Segala kebahagiaan yang kami rasa telah berganti dengan kepedihan. Sungguh tak menyangka bahwa hal ini akan terjadi pada hubungan baik ini.

Tuesday, January 26, 2016

Beragam Kebaikan di Martabak Tropica Bandung

Martabak 10 Rasa . Foto oleh ijaah [dot] com


Ini kedai martabak?
Itulah pertanyaan pertamaku pada saat memasuki kedai martabak Tropica di Jl. Burangrang. Aku tak menyangka bahwa kedai martabak bisa seluas, sebersih dan seindah ini. Ada lukisan dinding dalam kedai ini yang sangat mencerminkan Bandung, seperti lukisan Gedung Sate, Persib, Masjid Agung Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api dan lain sebagainya. Selain itu, ada pula jejeran meja dan kursi bagi pengunjung yang hendak makan martabak di tempat. Itulah kesan pertama yang membuatku mengerti bahwa pemilik kedai martabak Tropica ini bukan orang sembarangan. Ia nyata sekali serius dalam mengelola kedai ini.

Kedatanganku dan rekan-rekan blogger ke kedai martabak Tropica adalah untuk bertemu dengan pemilik kedai yaitu Pak Yudi Prasetya. Kami ingin mendengar lebih jauh tentang perjalanan usaha kuliner martabak Tropica yang pamornya saat ini sedang naik di Bandung.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...