Sense And Sensibility

4 comments:

Pernahkah aku menceritakan pada kalian bahwa aku sangat menyukai karya Jane Austen dan semua film adaptasinya? Aku jatuh hati pada kisah cinta yang berbalut kesopanan dan kelembutan, aku cinta pada cara wanita abad ke-18 bertutur kata, berpakaian dan berinteraksi dengan lawan jenis, aku suka pada kuda-kuda yang menari di ladang hijau.

Sebelumnya aku pernah menulis tentang Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang merupakan karakter utama dalam Pride and Prejudice. Pride bagi Mr. Darcy dan Prejudice bagi Elizabeth. Kali ini aku ingin menceritakan kisah cinta dari Elinor dan Marianne dalam Sense and Sensibility. Sense bagi Elinor dan Sensibility bagi Marianne.

Kisah dibuka dengan wafatnya Mr. Dashwood yang meninggalkan satu anak lelaki dari istri pertamanya (John Dashwood), istri kedua (Mrs. Dashwood) dan tiga anak perempuan dari pernikahan kedua (Elinor, Marianne dan Margaret). Berdasarkan hukum yang berlaku pada saat itu, Mr. Dashwood harus mewariskan rumah di Norland, yang merupakan tempat tinggal Mrs. Dashwood dan ketiga anaknya, kepada John Dashwood. Hal ini menimbulkan kegelisahan pada Mrs. Dashwood. Kemanakah mereka harus pergi dan tinggal?

Meski Mrs. Dashwood dan ketiga anaknya harus keluar dari rumah Norland, John diminta oleh Mr. Dashwood untuk menafkahi mereka. Hal ini tentu saja disetujui oleh John. Segera setelah ayahanda meninggal, John dan Fanny pergi ke Norland untuk mendiami rumah tersebut.

Kedatangan John dan istrinya (Fanny) di Norland rupanya membawa kesedihan bagi Mrs. Dashwood, apalagi dengan perangai Fanny yang kurang baik. Untung saja datanglah Edward Ferrars, adik kandung dari Fanny yang membawa keceriaan dalam keluarga Mrs. Dashwood. Edward pun berhasil memikat hati Elinor, dan keduanya pun menjalin hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan. Demi melihat itu, Fanny berusaha memisahkan mereka dengan mengirim Edward kembali ke London dan menyegerakan Mrs. Dashwood untuk pergi dari Norland.

Elinor dan Edward

Perpisahannya dengan Edward jelas menimbulkan kepedihan di hati Elinor, apalagi saat mengetahui bahwa Edward telah bertunangan dengan Lucy. Demi mendengar itu, Elinor berupaya untuk mengubur perasaan cinta pada Edward sedalam-dalamnya.

Namun pada akhirnya Edward datang kembali kepada Elinor dan menyatakan perasaan cintanya. Edward mengatakan bahwa hubungannya dengan Lucy hanyalah hubungan masa remaja tanpa harapan. Nyatanya, Lucy menikah dengan Robert Ferrars, adik kandung Edward. Elinor dan Edward yang saling mencintai satu sama lain, pada akhirnya menikah dalam keluarga yang bahagia.

Sedang Marianne, ia jatuh hati pada Mr. Willoughby yang membawa keceriaan pada hidupnya. Keduanya bertemu pada saat Mrs. Dashwood dan keluarga pindah ke Devonshire. Pada saat yang bersamaan, Colonel Brandon yang usianya terpaut jauh dengan Marianne, mencintai wanita itu. Marianne jelas memilih Mr. Willoughby dan mengacuhkan Colonel Brandon.


Namun sayang, Mr. Willoughby tiba-tiba meninggalkan Marianne. Marianne putus asa dan kecewa yang berkepanjangan. Tanpa disengaja, Marianne melihat Mr. Willoughby sedang bersama wanita bangsawan di sebuah pesta dansa. Marianne semakin larut dalam kepedihan dan jatuh sakit.

Sejak awal, Elinor merasa ada yang ganjal dengan sikap Willoughby. Rupanya, Willoughby bukanlah seorang pria terhormat. Kabar ini datang dari Colonel Brandon, yang mana anak angkatnya dibawa kabur oleh Willougby dan melahirkan seorang bayi. Kejadian kelam ini membuat Willoughby kehilangan hak warisan dari keluarganya. Atas dasar itulah Willoughby mendekati wanita kaya demi mendapat kekayaannya. Elinor lega bukan kepalang. Marianne selamat dari pesona jahat Willoughby.

Colonel Brandon menemani masa-masa kritis Marianne dan melakukan apapun agar Marianne selamat. Pada akhirnya, Marianne sadar bahwa lelaki yang benar-benar mencintainya adalah Colonel Brandon. Marianne menerima pinangan Brandon dan keduanya pun menikah.


Elinor dan Marianne. Sense and Sensibility. Aku seperti diajak untuk melihat bahwa cinta ada beragam bentuknya. Ada yang penuh kelembutan, ada yang penuh gairah dan ada yang perlu pembuktian. Elinor dan Edward menikah karena perasaan cinta yang lembut. Sedang Marianne menerima pinangan Colonel Brandon sebab lelaki itu mencintai Marianne sepenuh hati. Marianne luluh oleh pembuktian cinta dari Colonel Brandon.

Melihat film ini, aku diajak kembali untuk menikmati keindahan gaun-gaun pada abad ke-18 yang sangat indah. Aku selalu suka saat para wanita itu berlari-lari di padang rumput dengan gaun yang diangkat sehingga tampak jelas bahwa mereka mengenakan celana dan rok dalam. Lihatlah, betapa sopannya mereka dalam berbusana.

Aku pun menyukai sepatu yang mereka gunakan. Ada yang mengenakan sepatu boots, ada pula yang menggunakan sepatu heels dengan permukaan yang datar (sesuai pada zamannya). Untuk dapat bergaya seperti wanita abad 18, pilihlah gaun atau gamis dengan warna-warna vintage. Untuk sepatu, pilihlah warna-warna netral seperti hitam atau cokelat.

Oya terkait dengan sepatu heels, saat ini jenisnya semakin beragam. Ada yang namanya high heels, wedges dan platform heels. Terdapat banyak marketplace yang menjual sepatu high heels murah, namun aku ingin memperkenalkan pilihan marketplace berikut.


MatahariMall. Di sana, kita bisa menemukan pilihan beragam sepatu high heels murah, pun begitu dengan pilihan gaun. One stop shopping, dalam sekali berselancar kita bisa menemukan barang yang kita inginkan.

Siap bergaya seperti wanita abad ke-18?

Aku siap ツ

Aku pun siap untuk menyambut kisah cintaku seindah yang digambarkan oleh Jane Austen dalam novel-novelnya.
Duh!

~ijaah~

Tips Perjalanan : Riasan Natural Hingga Asuransi Untuk Perjalanan

No comments:
Mandy Moore as Jamie Sullivan

"Makeup should never make you look plastic, it should only enhance the beauty that always been there." - Bobbie Brown

Adakah yang menginat film A Walk To Remember? Film romantis yang kerap mengundang tangis ini dibintangi oleh Mandy Moore yang berperan sebagai Jamie Sullivan, seorang gadis sederhana yang cantik dan cerdas. Sejak awal menyaksikan film ini, aku langsung jatuh hati pada gaya busana dan riasan Jamie. Sederhana, natural dan elegan.

Jamie selalu berpenampilan sopan, sederhana, cantik dan tidak pernah dandan berlebihan. Itulah yang justru membuat Jamie terlihat sangat menarik. Riasan minimalis yang digunakan Jamie telah menjadi acuan bagiku saat merias wajah. Saat hendak bekerja, pergi ke pesta pernikahan, saat sedang dalam perjalanan, aku selalu ingin berdandan minimalis. Bahkan saat menikah nanti, aku ingin berdandan minimalis.

Saat sedang dalam perjalanan misalnya, pilihan riasan yang terbaik adalah riasan natural. Sebab riasan ini tidak memberatkan wajah, namun masih tampak bagus saat berfoto. Cukup dengan menggunakan pelembab, sunblock, bedak, lipstik dan eyeliner, aku sudah siap untuk melakukan perjalanan. Dalam perjalanan, akan ada banyak hal yang tidak terduga, maka janganlah memberatkan diri dengan riasan berlebihan sebab itu akan sangat tidak menyenangkan. Sungguh tidak mengenakan bukan saat riasanmu luntur karena derasnya keringat yang mengucur saat kamu sedang dalam perjalanan?

Selain riasan natural, hal lain yang perlu diperhatikan saat dalam perjalanan adalah asuransi travelling. Dan ya, aku sepakat bahwa asuransi travelling itu banyak macamnya. Sebagai seorang yang awam mengenai asuransi, tentunya kita membutuhkan seseorang atau sesuatu yang dapat menjelaskan kepada kita mengenai asuransi perjalanan sehingga kita dapat memilih mana produk asuransi travelling yang cocok dengan kita.

Source : futuready.com

Untuk menemukan manakah asuransi travelling yang terbaik, kita bisa melihat dan membandingkan beragam produk asuransi di Futuready yang dapat aku gambarkan seperti supermarket asuransi. Kita bisa melihat, mencari informasi dan memilih sendiri asuransi yang kita inginkan. Bukankah ini sesuatu hal yang memudahkan?



Futuready adalah broker asuransi online yang memudahkan masyarakat untuk mengakses asuransi lewat media digital futuready.com. Sejak tahun 2015 Futuready memegang lisensi resmi dari OJK dan merupakan asuransi online pertama yang memegang lisensi tersebut.

Futuready adalah bagian dari AEGON Group yang merupakan salah satu perusahaan asuransi terbaik dunia yang berbasis di Den Haag, Belanda. Dan untuk saat ini, Futuready telah membuka kantor Digital Start up di Jakarta.

Bergerak sebagai 'supermarket asuransi', Futuready memilihkan pada kita produk-produk asuransi terbaik dari perusahaan asuransi terkemuka, juga menawarkan informasi yang ringkas, jujur dan tidak memihak. Futuready tidak membuat produk asuransi sendiri dan untuk setiap informasi dan saran yang diberikan tidak akan dikenakan biaya apa pun. Oya yang menarik dari website Futuready adalah kita akan disajikan dengan pilihan konten yang menarik seperti artikel mengenai asuransi, keuangan, bisnis dan juga kesehatan.

Kini, kita tak perlu lagi sulit mencari, membandingkan dan membeli produk asuransi. Sebab di Futuready asuransi menjadi lebih mudah : cari dan bandingkan produk asuransi, beli langsung produk asuransi secara online di website Futuready.
Do you ever wonder why all consumer products are sold by supermarkets, all except financial products? 
Persiapkan diri sebaik-baiknya dengan asuransi perjalanan. Sebab itu adalah hal yang sangat penting sebagai antisipasi bila suatu hal tidak menyenangkan menimpa diri maupun barang bawaan kita. Tentu saja tidak mau bukan hanya sebab koper hilang, seluruh pakaian dan make up ikut lenyap sehingga liburan terasa berantakan? Dengan adanya asuransi, kamu bisa mengantisipai hal-hal buruk tersebut.

Yuk, mari bijak dalam perjalanan. Pilih asuransimu di Futuready ya! :)



~ijaah~

Jatuh Hati Pada Mr. Darcy ❤

No comments:

 You have bewitched me body and soul. And I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on.
Mr. Darcy 

Perempuan mana yang tak luluh hatinya saat seorang pria berkata demikian? Adalah Elizabeth Bennet yang pernah mendengarnya. Perkataan itu, telah meruntuhkan segala prasangka buruk Elizabeth yang dialamatkan kepada Mr. Darcy. Lelaki itu, tak seburuk dan seangkuh yang dibayangkan Elizabeth. Lelaki itu, justru berbuat segalanya hanya untuk Elizabeth.


Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan para wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka. 
- Elizabeth Bennet
Pride and Prejudice. Darcy and Elizabeth. Jika dilihat dari sisi terluar, sulit rasanya menyatukan jiwa yang angkuh dan jiwa yang penuh prasangka. Karena cinta, keduanya menyingkirkan ego masing-masing. Karena cinta, Darcy melakukan segala sesuatu untuk Elizabeth. Karena pembuktian cinta Darcy, Elizabeth meruntuhkan segala prasangka buruknya selama ini dan menerima Darcy.

Kisah cinta ini, telah diceritakan dari generasi ke generasi. Dibukukan dalam beratus-ratus jilid, difilmkan, dibuat serial televisi, bahkan dibuat versi komedi dan horor.

Selain Elizabeth Bennet, karakter favoritku di novel dan film Pride and Prejudice adalah Mr. Darcy. Ia digambarkan sebagai sosok kaya, baik, kalem dan gagah. Darcy tidak banyak bicara, namun aksinya luar biasa. Meski Elizabeth tidak menyukai Darcy oleh sebab fitnah yang dikatakan oleh Mr. Wickham, Darcy tidak membenci Elizabeth. Justru sebaliknya, Darcy membantu keluarga Elizabeth untuk menemukan Lydia (adik Elizabeth) yang kabur dengan Mr. Wickham, bahkan membiayai pernikahan dan membelikan cincin pernikahan bagi Lydia.

Karakter Darcy telah menghipnotisku. Bahwa aku ingin sekali mempunyai suami seperti Darcy yang bertanggung jawab, berperangai baik, cerdas, sabar, mandiri, berpenghasilan baik dan penuh cinta. Keinginan ini tentu diamini oleh banyak wanita. Siapa yang tak ingin memiliki suami seperti Mr. Darcy?

Kenyataannya, untuk menemukan sosok Mr. Darcy di dunia ini, tak cukup hanya dengan mencari. Aku pun harus mempersiapkan diri menyambut lelaki itu dengan... sifat serupa yang kuinginkan dari sosok lelaki idamanku. Bukankah lelaki yang baik untuk perempuan yang baik?

Melihat Darcy dan Elizabeth, aku melihat persamaan di antara mereka. Keduanya adalah orang baik, sayang terhadap keluarga dan tidak berbelit-belit. Elizabeth bukan wanita yang gila harta dan Darcy mencari wanita yang demikian. Keduanya dipasangkan karena cinta, meski perbedaan sifat mereka bak bumi dan langit.

Pada Mr. Dary, aku begitu menyukai cara dia memperlakukan perempuan. Nyata benar bahwa ia mencerminkan sikap lelaki terhormat. Selain karena perangainya, aku begitu menyukai cara Mr. Darcy berbusana. Tentang bagaimana dia menggunakan pakaian yang sopan dan rapi.

Aku begitu menyukai novel maupun film ini. Selain karena beberapa alasan yang aku sebutkan tadi, aku begitu terpana saat mendengar mereka berkomunikasi dalam aksen British yang kental. Ya, aku begitu menyukai aksen British!

Cerita ini berlatar belakang abad ke-18 dan berlokasi di Inggris. Sudah lama sekali aku memendam rasa untuk bisa berkunjung ke Eropa, utamanya Inggris. Selama ini, aku baru bisa melihat Inggris dan negara-negara benua biru lainnya di buku, televisi, sosial media dan lainnya. Apalagi saat musim Piala Eropa kemarin, nama-nama negara Eropa menjadi santapan sehari-hari. Aku biasa melihat pertandingan tersebut di televisi dan terkadang berselancar di dunia maya untuk mengetahui klasemen Piala Eropa 2016 Okezone

Klasemen Piala Eropa 2016 Okezone | Portugal juara Euro Cup 2016

Sayangnya, Inggris yang merupakan negara Eropa yang paling kusuka, tidak menjadi juara Piala Eropa. Tapi tentu saja hal tersebut tidak meruntuhkan kecintaan saya pada Inggris dan hal-hal yang berkaitan dengan negara itu, termasuk Mr. Darcy ❤.

Mr. Darcy. Ah, sudah lama rasanya aku mengagumi sosok itu. Harapku tak banyak, semoga saja aku disegerakan untuk bertemu Mr. Darcy-ku.


~ Ijaah ~

Dansa Romantis Rolf dan Liesl

2 comments:
Rolf dan Liesl

Bagi penyuka film The Sound of Music, pasti kenal dengan karakter Liesl dan Rolf. Liesl adalah putri pertama dari Kapten Von Trapp (Angkatan Laut Austria) sedangkan Rolf adalah perwira Jerman yang jatuh cinta kepada Liesl. Keduanya hanya dapat berjumpa jika Rolf mengirimkan telegram kepada Kapten Von Trapp. Kisah percintaan mereka tak diketahui oleh siapapun. Liesl harus pandai menyelinap dan mengalihkan perhatian ayahnya jika ingin bertemu Rolf.

Pada suatu malam, yang sekaligus menjadi malam pertama Maria menjadi pengasuh bagi anak-anak Von Trapp, Liesl diam-diam meninggalkan meja makan untuk dapat bertemu Rolf. Liesl mencari-cari Rolf di halaman belakang rumah dan akhirnya menemukan Rolf dengan sepedanya di taman. Perjumpaan keduanya sangatlah romantis. Liesl begitu manja dan Rolf begitu menikmati senyum Liesl malam itu.

Pertemuan Liesl dan Rolf ini menjadi salah satu bagian favoritku dalam film The Sound of Music. Pertama, aku sangat menyukai saat Lies dan Rolf saling berpura-pura mengirimkan telegram. Kedua, saat Rolf berkata pada Liesl -sembari bernyanyi- bahwa Liesl masih sangat muda dan butuh seseorang yang menjaganya.


Rolf : You wait, little girl... on an empty page
For fate to turn the light on
Your life, little girl... is an empty page
That men will want to write on...
Liesl : To write on...
You are sixteen going on seventeen
Baby, it's time to think
Better beware, be canny and careful
Baby, you're on the brink 

You are sixteen going on seventeen
Fellows will fall in line
Eager young lads and rouges and cads
Will offer you food and wine

Totally unprepared are you
To face the world of men
Timid and shy and scared are you
Of things beyond your kin

You need someone older and wiser
Telling you what to do
I'm seventeen going on eighteen
I'll take care of you...  



Liesl, aku akan menjagamu. Ucapan Rolf tersebut membuat Liesl memeluk erat lelaki yang dicintainya itu. Rolf segera melepaskan pelukan Liesl dan memperingatkan bahwa perilaku itu salah. Liesl kemudian marah dan pergi meninggalkan Rolf. Namun Rolf segera membujuk Liesl dan menarik wanita itu menuju gazebo.

Liesl : I'm sixteen going on seventeen 
I know that I'm naive
Fellows I meet may tell me I'm sweet
And willingly I'll believe

I'm sixteen going on seventeen 
Innocent as a rose
Bachelor dandies, drinkers or brandies
What do I know of those?

Totally unprepared am I
To face a world of men
Timid and shy and scared am I
Of things beyond my kin

I need someone older and wiser
Telling me what to do
You are seventeen going on eighteen
I'll depend on you...

Setelah Liesl dan Rolf mengutarakan isi hati masing-masing lewat lagu, hal indah itu dimulai. Keduanya berdansa dengan sangat cantik dan begitu romantis. Bentuk gazebo yang bundar dengan kursi melingkar, menjadi pelengkap dansa. Aku sangat menyukai saat Liesl berputar dan Rolf menahannya. Juga saat Liesl dituntun Rolf lalu naik turun di bangku gazebo. Semuanya indah dan romantis, apalagi dengan alunan musik klasik.

Untuk bisa berdansa seperti itu tentu saja ditunjang dengan keahlian yang baik juga busana yang dikenakan. Aku suka akan gaun dan sepatu yang digunakan Liesl. Gaunnya begitu cantik sehingga nampak sangat indah saat Liesl sedang berdansa, sedang sepatunya begitu anggun sehingga memudahkan Liesl saat bergerak.

Oya terkait dengan sepatu, saat ini banyak yang sedang menggandrungi sepatu kasual wanita berwarna putih. Coba lihat saja feed di Instagram ataupun media sosial lainnnya. Hendak menggunakan celana, rok atau dress sekalipun, sepatu kasual wanita berwarna putih menjadi padu padan yang cantik.


Kembali ke kisah Rolf dan Liesl, kisah percintaan mereka memang tidak berakhir bahagia. Pada akhirnya Rolf malah memerangi ayah Liesl yang tak mau berpihak kepada Jerman. Perilaku Rolf ini tentu mengagetkan Liesl. Terkadang kisah cinta berakhir bukan karena keduanya tidak lagi saling mencintai, namun karena keadaan yang memaksa demikian.

Meski tak berujung bahagia, tetap saja kisah cinta dan tarian keduanya menjadi magnet tersendiri dalam film ini. Aku ingin sekali bisa menari seperti Liesl. Iya, tunggu langsing ya.

:P

~ Ijaah ~

Follow me on Instagram