Sense And Sensibility

by - Thursday, July 14, 2016


Pernahkah aku menceritakan pada kalian bahwa aku sangat menyukai karya Jane Austen dan semua film adaptasinya? Aku jatuh hati pada kisah cinta yang berbalut kesopanan dan kelembutan, aku cinta pada cara wanita abad ke-18 bertutur kata, berpakaian dan berinteraksi dengan lawan jenis, aku suka pada kuda-kuda yang menari di ladang hijau.

Sebelumnya aku pernah menulis tentang Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang merupakan karakter utama dalam Pride and Prejudice. Pride bagi Mr. Darcy dan Prejudice bagi Elizabeth. Kali ini aku ingin menceritakan kisah cinta dari Elinor dan Marianne dalam Sense and Sensibility. Sense bagi Elinor dan Sensibility bagi Marianne.

Kisah dibuka dengan wafatnya Mr. Dashwood yang meninggalkan satu anak lelaki dari istri pertamanya (John Dashwood), istri kedua (Mrs. Dashwood) dan tiga anak perempuan dari pernikahan kedua (Elinor, Marianne dan Margaret). Berdasarkan hukum yang berlaku pada saat itu, Mr. Dashwood harus mewariskan rumah di Norland, yang merupakan tempat tinggal Mrs. Dashwood dan ketiga anaknya, kepada John Dashwood. Hal ini menimbulkan kegelisahan pada Mrs. Dashwood. Kemanakah mereka harus pergi dan tinggal?

Meski Mrs. Dashwood dan ketiga anaknya harus keluar dari rumah Norland, John diminta oleh Mr. Dashwood untuk menafkahi mereka. Hal ini tentu saja disetujui oleh John. Segera setelah ayahanda meninggal, John dan Fanny pergi ke Norland untuk mendiami rumah tersebut.

Kedatangan John dan istrinya (Fanny) di Norland rupanya membawa kesedihan bagi Mrs. Dashwood, apalagi dengan perangai Fanny yang kurang baik. Untung saja datanglah Edward Ferrars, adik kandung dari Fanny yang membawa keceriaan dalam keluarga Mrs. Dashwood. Edward pun berhasil memikat hati Elinor, dan keduanya pun menjalin hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan. Demi melihat itu, Fanny berusaha memisahkan mereka dengan mengirim Edward kembali ke London dan menyegerakan Mrs. Dashwood untuk pergi dari Norland.

Elinor dan Edward

Perpisahannya dengan Edward jelas menimbulkan kepedihan di hati Elinor, apalagi saat mengetahui bahwa Edward telah bertunangan dengan Lucy. Demi mendengar itu, Elinor berupaya untuk mengubur perasaan cinta pada Edward sedalam-dalamnya.

Namun pada akhirnya Edward datang kembali kepada Elinor dan menyatakan perasaan cintanya. Edward mengatakan bahwa hubungannya dengan Lucy hanyalah hubungan masa remaja tanpa harapan. Nyatanya, Lucy menikah dengan Robert Ferrars, adik kandung Edward. Elinor dan Edward yang saling mencintai satu sama lain, pada akhirnya menikah dalam keluarga yang bahagia.

Sedang Marianne, ia jatuh hati pada Mr. Willoughby yang membawa keceriaan pada hidupnya. Keduanya bertemu pada saat Mrs. Dashwood dan keluarga pindah ke Devonshire. Pada saat yang bersamaan, Colonel Brandon yang usianya terpaut jauh dengan Marianne, mencintai wanita itu. Marianne jelas memilih Mr. Willoughby dan mengacuhkan Colonel Brandon.


Namun sayang, Mr. Willoughby tiba-tiba meninggalkan Marianne. Marianne putus asa dan kecewa yang berkepanjangan. Tanpa disengaja, Marianne melihat Mr. Willoughby sedang bersama wanita bangsawan di sebuah pesta dansa. Marianne semakin larut dalam kepedihan dan jatuh sakit.

Sejak awal, Elinor merasa ada yang ganjal dengan sikap Willoughby. Rupanya, Willoughby bukanlah seorang pria terhormat. Kabar ini datang dari Colonel Brandon, yang mana anak angkatnya dibawa kabur oleh Willougby dan melahirkan seorang bayi. Kejadian kelam ini membuat Willoughby kehilangan hak warisan dari keluarganya. Atas dasar itulah Willoughby mendekati wanita kaya demi mendapat kekayaannya. Elinor lega bukan kepalang. Marianne selamat dari pesona jahat Willoughby.

Colonel Brandon menemani masa-masa kritis Marianne dan melakukan apapun agar Marianne selamat. Pada akhirnya, Marianne sadar bahwa lelaki yang benar-benar mencintainya adalah Colonel Brandon. Marianne menerima pinangan Brandon dan keduanya pun menikah.


Elinor dan Marianne. Sense and Sensibility. Aku seperti diajak untuk melihat bahwa cinta ada beragam bentuknya. Ada yang penuh kelembutan, ada yang penuh gairah dan ada yang perlu pembuktian. Elinor dan Edward menikah karena perasaan cinta yang lembut. Sedang Marianne menerima pinangan Colonel Brandon sebab lelaki itu mencintai Marianne sepenuh hati. Marianne luluh oleh pembuktian cinta dari Colonel Brandon.

Melihat film ini, aku diajak kembali untuk menikmati keindahan gaun-gaun pada abad ke-18 yang sangat indah. Aku selalu suka saat para wanita itu berlari-lari di padang rumput dengan gaun yang diangkat sehingga tampak jelas bahwa mereka mengenakan celana dan rok dalam. Lihatlah, betapa sopannya mereka dalam berbusana.

Aku pun menyukai sepatu yang mereka gunakan. Ada yang mengenakan sepatu boots, ada pula yang menggunakan sepatu heels dengan permukaan yang datar (sesuai pada zamannya). Untuk dapat bergaya seperti wanita abad 18, pilihlah gaun atau gamis dengan warna-warna vintage. Untuk sepatu, pilihlah warna-warna netral seperti hitam atau cokelat.

Oya terkait dengan sepatu heels, saat ini jenisnya semakin beragam. Ada yang namanya high heels, wedges dan platform heels. Terdapat banyak marketplace yang menjual sepatu high heels murah, namun aku ingin memperkenalkan pilihan marketplace berikut.


MatahariMall. Di sana, kita bisa menemukan pilihan beragam sepatu high heels murah, pun begitu dengan pilihan gaun. One stop shopping, dalam sekali berselancar kita bisa menemukan barang yang kita inginkan.

Siap bergaya seperti wanita abad ke-18?

Aku siap ツ

Aku pun siap untuk menyambut kisah cintaku seindah yang digambarkan oleh Jane Austen dalam novel-novelnya.
Duh!

~ijaah~

You May Also Like

4 comments

  1. mirip2 ama cerita pride and justri the zombie :D
    cerita yang sama kah?

    teteh nomor kakinya sabaraha? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceritanya beda Abang, hehe

      Kenapa nanya-nanya no kaki, mau ngasih :$

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)