Sunday, December 18, 2016

Menanti Suami di Coban Rondo

Alkisah, tersebutlah sepasang muda mudi yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mereka adalah Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Keduanya hidup dalam pernikahan yang penuh kebahagiaan. Pada suatu ketika, Dewi Anjarwati mengajak sang suami berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Namun niat Dewi Anjarwati tersebut mendapat penolakan dari orang tuanya sebab kedua mempelai baru menikah selama 36 hari (selapan).
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, pasangan pengantin yang belum memasuki masa selapan tidak diperkenankan untuk bepergian jauh karena sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Namun kedua mempelai mengabaikan anjuran orang tua Dewi Anjarwati dan bersikeras untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Anjasmoro. 
Di tengah perjalanan, keduanya dikejutkan oleh kehadiran Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat pada pesona kecantikan Dewi Anjarwati dan berniat untuk merebutnya dari sang suami. Perkelahian antar lelaki tak terhindarkan. Kepada punakawan, Raden Baron Kusuma menginstruksikan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di sebuah tempat yang ada coban-nya (air terjun). Perkelahian berlangsung sengit dan pada akhirnya kedua lelaki yang berselisih itu gugur. 
Dewi Anjarwati selalu menanti kehadiran sang suami, namun lelaki yang dicintainya itu tak pernah datang. Maka resmi sudah Dewi Anjarwati menjadi seorang rondo (janda dalam bahasa jawa). Konon di atas batu besar yang terletak di bawah air terjun, Dewi Anjarwati duduk merenungi nasibnya. [end]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...