Sunday, October 22, 2017

Sembilan Bulan Menikah

Pagi itu, negeri Sakura menyambutku. Suhu Jepang di bulan Mei serupa seperti suhu di kawasan Bandung atas. Sejuk.

Suamiku menyambut kedatanganku dengan pelukannya yang hangat. Empat bulan sudah kami berpisah jarak, dan Allah telah mempertemukan kami kembali dalam kehendak-Nya Yang Maha. Air mata menetes dari mataku. Betapa aku merindukan dia, lelaki pertama yang aku cinta dan kini menjelma menjadi suamiku. Tak henti rasa syukurku pada Allah atas pertemuan ini. 

Segera aku menyadari, bahwa kebersamaan ini akan diwarnai oleh manis dan pahit pernikahan. Maka selama tiga bulan kebersamaan ini, kami semakin dipahamkan dengan karakter kami masing-masing. Kami harus melalui tawa, tangis, saling diam untuk mampu saling mengerti. Ya, aku semakin dipahamkan bahwa menikah adalah tentang mengendalikan ego masing-masing, belajar untuk memperpanjang sabar dan untuk terus memperpanjang diri. Teringat akan sebuah nasihat indah tentang pernikahan.
Teruslah berjuang untuk menjadi jodoh impian untuk jodohmu.

Thursday, August 31, 2017

Menikmati Indahnya Senja di Uluwatu


Mataku menyipit terkena terik matahari. Aku baru saja tiba di Pura Uluwatu saat matahari mulai beranjak pergi ke ufuk barat. Saatnya shalat Ashar, begitu batinku. Maka sebelum memasuki kawasan pura, aku dan kawan lainnya sholat di sebuah gazebo yang terletak di luar kawasan pura. Mengunjungi Uluwatu adalah salah satu destinasi jalan-jalan yang diadakan oleh perusahaan tempatku bekerja, setelah menghabiskan waktu beberapa hari untuk meeting.

Setiap pengunjung yang datang ke pura, wajib untuk memakai kain selendang. Baru saja selendang selesai kuikat, sekawanan monyet mulai datang menghampiri. Agaknya mereka merayu untuk diberi makan, namun aku diwanti-wanti oleh seorang kawan untuk jangan memberi makan monyet. Aku manut, maka aku melanjutkan langkah menuju kawasan pura dengan sebelumnya berpapasan dengan seorang rekan yang sepertinya berniat tidak masuk ke kawasan pura.

Lagi datang bulan nih, begitu katanya.

Wednesday, August 30, 2017

Menyambut Hadirnya Sang Buah Hati Bersama Prelo

Sekitar pertengahan tahun yang lalu, saya belum mengerti apa itu preloved. Kata itu mulai saya kenal di Instagram. Beberapa akun selebgram yang saya ikuti menjual barang dengan kata preloved dalam caption-nya. Belum lagi, saya mulai menemukan banyak akun dengan nama preloved sebagai ID. Dan kini, transaksi jual beli barang preloved secara online telah menjadi sebuah tren. Sesungguhnya, apa sih preloved itu?

Saya perlu mencari arti kata itu dalam kamus dan saya menemukan bahwa preloved adalah previously owned / secondhand. Barulah saya tahu bahwa preloved adalah barang bekas dalam bahasa Indonesia. Dan ternyata, peminat barang bekas itu tidak sedikit. Ini dibuktikan dengan banyaknya komentar dari setiap barang bekas yang diunggah. Terlebih untuk konsumen yang kehabisan barang yang diinginkan, mereka mulai mengincar barang bekas dari barang tersebut demi memenuhi keinginannya.

Monday, August 28, 2017

Pisang Sunpride : Sahabat Terbaikku Saat Hamil

Garis dua!
Alhamdulillah 'ala kulli haal. Masih terekam dengan jelas, betapa bahagianya aku dan suami saat mengetahui bahwa aku positif hamil. Garis merah berjumlah dua itu, telah membuat pagiku terasa sangat indah. Aku sungguh tak dapat menghentikan senyumku. Berita baik ini tentu saja langsung aku kabarkan kepada keluarga dan sahabat terdekat. Kebahagiaanku ini rupanya tertular kepada mereka, terlebih kepada kedua orang tuaku. Sebab insya Allah sebentar lagi keduanya akan memiliki cucu untuk kali pertama 😊.


Friday, May 26, 2017

Cara Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga ke Jepang

Setelah menikah, salah satu hal penting yang harus dipikirkan adalah tempat tinggal. Hendak tinggal dimana nanti setelah menikah adalah pertanyaan yang belum terjawab meski aku dan calon suami saat itu sudah sering membicarakannya. Calon suamiku bekerja di Jepang, sedang aku bekerja di Bandung. Selama setahun masa ta'aruf, kami merencanakan beragam macam skenario supaya kami bisa tinggal bersama.

Aku harus melakukan sesuatu selama di Jepang supaya aku bisa mendapat visa tinggal tetap. Opsi melanjutkan sekolah S2 di Jepang adalah pilihan utama. Maka mulailah aku merencanakan semuanya. Namun rupanya, di tengah jalan aku belum cukup siap untuk mengajukan beasiswa S2 ke Jepang sebab pada saat itu waktuku masih terbagi untuk bekerja. Untuk sementara waktu, rencana melanjutkan sekolah disimpan dulu.

Maka itulah muncul opsi kedua yaitu menggunakan visa kunjungan keluarga selama 3 bulan di Jepang. Setidaknya, aku dan suamiku bisa bertemu dan tinggal bersama untuk sementara waktu. Berita baiknya, visa kunjungan keluarga ini kabarnya bisa diperpanjang. Namun untuk hal ini, aku harus menanyakannya lebih lanjut.

Monday, March 6, 2017

Ada Apes dan Kelak Batih di Sembalun. Apa Itu?

Meski hanya menghabiskan waktu 1 hari 1 malam di Desa Sembalun, aku begitu terkesan dengan suasana alam desa ini. Bayangan saja, malam itu bintang seakan berjarak begitu dekat. Bintang-bintang itu berkelip dengan jenaka, seolah menggodaku untuk terus memandanginya. Pagi harinya, pemandangan yang pertama kulihat saat keluar penginapan adalah Gunung Rinjani yang berdiri begitu kokoh. Udara yang kuhirup sejuk sekali, dan embun seakan melingkupiku dengan kelembutannya yang sangat. Ah, aku rindu Sembalun.

Aku rindu pada masakan khas Sembalun. Masakan yang bahan-bahannya diambil langsung dari tanah Sembalun yang subur. Dengan hanya berbahan sederhana, putri Sembalun mampu menyulap bahan-bahan itu menjadi masakan yang memanjakan lidah. Ah, aku rindu Sembalun. Rindu pada semua yang ada pada Sembalun.

Aku meminta resep Banteng Ngangaq, Apes dan Kelak Batih kepada Ibunda Mas Riyal. Aku mencatat dalam notes di handphone-ku setiap detail resepnya. Bila ada hal yang terlewatkan, aku sampai berkirim pesan kepada Mas Riyal untuk mengirimkan kembali resep-resep itu. Tujuannya supaya masakanku setidaknya mendekati nikmatnya masakan Ibunda Mas Riyal.

Sunday, March 5, 2017

Banteng Ngangaq : Si Pedas - Pedas Manja Dari Sembalun

Ayam taliwang, plecing kangkung, beberoq adalah kuliner khas Lombok yang namanya sudah masyhur. Di seputaran Mataram, restoran dan kaki lima yang menjual ayam taliwang begitu menjamur. Setiap pelancong yang datang ke Lombok, haruslah mencicipi kuliner khas tersebut. Tapi, pernahkah teman-teman mendengar Banteng Ngangaq?

Tunggu. Ini harus diluruskan. Banteng Ngangaq bukanlah banteng yang ngakak (oke ini gak lucu). Banteng Ngangaq adalah kuliner khas Desa Sembalun. Desa ini letaknya berada di kaki Gunung Rinjani. Saya dan rekan blogger lainnya berkesempatan menikmati kuliner khas Desa Sembalun dalam rangkaian kegiatan Travel Writers Gathering 2015 di Lombok.

Ada enam masakan khas Sembulan yang kami nikmati siang itu. Selain Banteng Ngangaq, ada juga Apes, Kelak Batih, Kelak Sin, Ikan Beloh dan Suberang. Keenam masakan itu dimasak oleh putri Sembalun asli, dan kami menikmati masakan nikmat itu di atas tanah Sembalun. Perpaduan yang sempurna bukan?

Thursday, March 2, 2017

Embara Rasa Sembalun

Bayang matahari tak tampak lagi mengikutiku, agaknya matahari telah menggapai puncak. Sinarnya sungguh menyilaukan, terlebih saat ini aku sedang berjalan dengan teramat perlahan menuruni Bukit Pergasingan yang konon medannya nyaris menyerupai Gunung Rinjani.

"Mas Riyal, kok bisa sih jalannya cepat begitu? Ini medannya terjal luar biasa!"

Pria berusia 19 tahun itu mengedipkan mata dengan jenaka seraya menolong kami -para wanita penuh rasa takut- menuruni bukit terjal ini. Melihat penampilannya saat itu aku diliputi takjub. Berani-beraninya dia mendaki gunung hanya dengan mengenakan sandal Swallow!

"Ayo semangat Mbak Zahra. Mamak saya memasak banyak sekali masakan khas Sembalun untuk makan siang. Mbak lapar bukan? Ayok semangat turun!"

Aku meringis. Mendengar masakan perutku jadi keroncong luar biasa. Tadi aku makan pagi jam 4 subuh sebab harus segera mendaki Pergasingan. Selama pendakian, aku hanya minum air putih. Belum lagi dengan tenaga yang dikeluarkan untuk mendaki, cacing di perutku semakin meronta-ronta untuk diberi makan.

Monday, February 27, 2017

Menjelajahi Tempat Wisata di Sekitar Hotel Aston Bandung

Berbicara tentang tempat wisata di Bandung merupakan hal yang tidak akan pernah tuntas. Bandung memiliki berbagai macam tempat wisata, dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata bersejarah, wisata buatan, wisata edukasi, hingga wisata belanja. Kota yang mendapat julukan 'Kota Kembang' ini memang memiliki potensi dan pesona yang luar biasa. Tidak heran jika setiap musim liburan para penduduk dari kota-kota di sekitar Bandung mengunjungi kota ini.

Saat berlibur ke Bandung, ada baiknya kamu menginap di Hotel Aston yang berlokasi di daerah Pasteur Bandung.
Kenapa Hotel Aston? 
Sebab Aston terletak di jantung kota Bandung dan dekat dengan berbagai tempat wisata. Selain itu, fasilitas hotel mewah dan modern ini sangat lengkap dan memadai. Oya, kamu dapat memesan akomodasi di Bandung ini dengan sangat mudah melalui aplikasi Traveloka.

Wednesday, February 22, 2017

Kulit Cantik dan Sehat dengan Redwin Sorbolene Moisturiser

Tiga bulan menuju pernikahan wajahku tampak sangat berminyak dan tumbuh banyak jerawat. Namun anehnya kulit pergelangan tangan dan kaki kering luar biasa. Dihadapkan pada kondisi tubuh seperti itu, aku semakin stres. Mau menikah kok ya malah jerawatan dan kulit kusam?

Aku seperti berlomba dengan waktu untuk memperbaiki kondisi kulit supaya sehat seperti sebelumnya. Untuk jerawat, pada akhirnya aku memeriksakan diri ke dokter kulit karena waktunya mepet sekali. Dan dokter mengatakan bahwa faktor penyebab tumbuhnya jerawatku adalah karena stres dan pola makan tidak teratur. Apa mungkin aku mengalami stres menjelang pernikahan?

Dokter lantas meresepkan krim jerawat dan antibiotik sebab jerawatku lumayan besar dan banyak. Seumur-umur baru kali ini aku mengalami jerawat batu sebesar ini. Dokter menambahkan obat lain yang fungsinya mengabsorbsi minyak di permukaan kulit. Sasaran utamanya adalah kulit wajah. Namun obat ini berefek pula pada keringnya kulit tangan dan kaki.
Dok, sebentar lagi saya akan menikah. Apa gak apa-apa konsumsi obat itu? Bukannya nanti kulit saya semakin kering? Ini saja sudah terasa kering dok.

Friday, January 27, 2017

Cetaphil : Sahabat Cantik Saat Perjalanan

Bagi seorang wanita, mementingkan kondisi kesehatan kulit wajah dan tubuh itu sangatlah penting, apalagi bila sedang dalam perjalanan. Ini disebabkan karena paparan matahari saat di luar ruangan sangatlah tinggi. Jika kulit tidak dilindungi, sinar matahari dapat menyebabkan efek-efek kusam dan kering pada kulit.

Aku memiliki tipe kulit berminyak yang sangat rentan kusam dan berjerawat. Aku juga adalah seorang yang suka berpetualang. Sehingga memilih produk yang tepat untuk kesehatan kulit menjadi faktor yang penting. Sebagai seorang pengelana, tentunya kepraktisan menjadi hal yang utama.

Sudah banyak cleanser yang aku coba, dari yang bentuknya foam hingga yang mengandung scrub. Tapi, duh, sepertinya aku belum berjodoh dengan mereka. Menemukan cleanser yang cocok dengan kulit sensitifku ini perlu perjuangan dan kegagalan berkali-kali.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...