Keputihan Selama Kehamilan #31weeks

No comments:


Bagaimana rasanya memasuki usia kandungan 30-an minggu?

Deg. Deg. Deg

Senang karena sebentar lagi akan melihat buah hati, namun menegangkan karena ini adalah persalinan pertamaku. Alhamdulillah meski suami tidak hadir secara fisik, aku dan bayiku mampu melewati segala drama kehidupan dengan pertolongannya. Meski merasa lancar saja (dalam artian tidak mual muntah) selama kehamilan ini, tetap saja ada gangguan klinis yang membersamai kehamilanku.

KEPUTIHAN

Ya, keputihan. Semenjak kehamilan memasuki 6 bulan, intensitas keputihan semakin banyak. Berulang kali periksa ke bidan dan beliau mengatakan bahwa keputihan adalah hal yang biasa diderita ibu hamil. Untuk itulah aku menganggap keputihan ini tidak perlu diobati, cukup dengan menjaga kebersihan vagina dan memakai kain pelapis untuk menampung keputihan.

Namun ternyata drama keputihan ini semakin bertambah-tambah. Pada usia kehamilan 7 bulan, warna noda keputihan berubah menjadi hijau kekuningan (sebelumnya putih saja) dan berbau. Ada perasaan khawatir sebab gumpalannya semakin bertambah jika aku beraktivitas banyak seperti berjalan jauh atau berdiri terlalu lama. Perihal ini telah kusampaikan kembali ke bidan, namun beliau tidak jua mengobati keputihanku. Untuk itulah aku merasa aman saja.

Hingga akhirnya aku memeriksakan diri ke dokter obgyn dan responnya sangat mengagetkan.

"Aduh, banyak sekali ini keputihannya! Ini harus dibersihkan. Jika tidak akan mengganggu jalan lahir dan menyebabkan kontraksi dini."

Mendengar itu, aku mengernyit. Apakah aku telat memeriksakan diri perihal keputihan ini? Ah, tidak, barangkali memang baru sekarang saatnya untuk diobati. Dokter lantas meresepkan 2 jenis obat vaginal suppo dan 1 obat oral untuk aku konsumsi selama 4 hari.

Alhamdulillah saat ini keputihanku telah sembuh, warnanya kembali putih dan tidak berbau menyengat. Aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk berobat secara medis dan non medis, sebab aku percaya bahwa tiap penyakit disebabkan pula oleh unsur psikologis. Untuk itulah aku harus bertaubat, memperbaiki diri, meminta maaf pada orang tua dan pasangan. Sebab barangkali keluhan ini muncul karena penyakit hati yang aku rasa.

Kalau kamu, selama kehamilan mengalami keputihan jugakah?



~ijaah~

Menghafal Qur'an Selama Kehamilan #30weeks

2 comments:

Di awal kehamilan, aku memiliki target untuk menghafal sekian juz dan tambahan surat pilihan. Kini usia kehamilanku telah mencapai 30 minggu. Sudah sampai mana hafalanku?

Dalam pembicaraan via telepon, suamiku selalu mengatakan ini di akhir percakapan kami, "Jadi, udah nambah hafalan berapa juz?". Aku hanya bisa meringis miris dan melempar umpan balik, "Kalau ayang udah nambah berapa emang?". Sebuah jawaban yang tak semestinya, tipikal orang yang tak siap ditanya progres hidup.

Iya, sudah nambah berapa? Malu sekali menjawabnya. Berkeinginan keras untuk memiliki anak pecinta dan penghafal Qur'an, tapi diri ini masih jauh dari kedekatan dengan Qur'an. Untuk itulah aku melakukan rupa-rupa upaya pencetus untuk menumbuhkan dan mewujudkan keinginan tersebut, salah satunya dengan mendengarkan dan menghadiri kajian mengenai cinta Qur'an dan cara menghafal Qur'an.

Hal yang menjadi catatan penting bagi diri adalah Allah sampai menyebutkan 4 kali dalam Al-Qur'an bahwa Allah telah memudahkan setiap jiwa untuk menghafal Qur'an. Hal ini benar adanya, saat kondisi hati dekat dengan-Nya, ayat Al-Qur'an begitu cepat melekat dalam ingatan dan jiwa. Namun jika diri ini sedang lalai dalam ibadah atau melakukan keburukan, begitu sulit rasanya dalam menghafal Al-Qur'an. Bilapun cepat ingat, dengan segera ingatan itu terlupakan.

30 minggu. Masya Allah, sebentar lagi anakku akan lahir ke dunia. Hai diriku, yuk semangat untuk menghafal target yang telah dicanangkan. Bismillah. Insya Allah, Dia akan memampukanmu.


~ijaah~

Qur'an Everyday #29weeks

No comments:

Masa kehamilan adalah masa pendidikan terbaik bagi ibu untuk merekatkan kelekatan dengan Allah. Hal ini kian terasa saat secara emosional, ibu banyak sekali terpengaruh oleh lintasan pikiran yang tak karuan. Adalah dengan semakin mendekatkan diri pada-Nya, kekacauan emosi tersebut dapat lebih terkendali.

Jaga sholat wajib, perbanyak sholat sunnah, perbanyak tilawah dan hafalannya...

Sudah 29 minggu, adakah aku telah cukup mencurahkan ayat-ayat Qur'an pada anakku?

Melihat rupa-rupa kejadian selama kehamilan ini, ada rasa takut bahwa anakku menjadi tak bahagia karena emosiku yang tak stabil. Pengaruh dari luar diri begitu masif dan aku seringkali menangis atas perlakuan sesuatu yang tidak sesuai dengan keharusannya.

Ya Rabb, di dalam kedhaifan diri ini, di tengah kedunguan memahami tanda kasih sayang-Mu, dikurung kualitas ibadah yang tak jua khusyuk, semoga Engkau menerima tiap upaya ibadah yang kulakukan ini. Semoga kebaikan yang kulakukan sampai pada anakku, tapi jangan tanamkan padanya keburukan yang telah aku lakukan. Ya Rabb, anakku adalah insan yang suci. Sinari ia dengan cahaya Illahi-Mu yang penuh kasih, jadikanlah ia diselubungi tabir dari keburukan yang orang tua dan sekitarnya lakukan, jadikan ia kuat menghadapi segala macam tantangan hidup nanti, tanamkan kecintaan pada-Mu dan Rasul dalam hatinya, tumbuhkan Huda dalam jiwanya, jadikan ia generasi Rabbani yang kelak dapat kembali pada-Mu dalam keadaan terbaiknya.

Semoga Allah selalu jaga kita untuk tilawah setiap hari dalam upaya taqarrub pada-Nya, juga membiasakan anak dalam janin dengan lantunan Al-Qur'an. Kiranya Allah berkenan meridhoi, meski ujian hidup tak henti merongrong diri untuk keluar dari batas kebaikan.


~ijaah~

Kehangatan Rahim #28weeks

No comments:

Kekuatan seorang ibu untuk mengatasi kelemahan hatinya secara ilahiah, kekariban seorang ibu dengan Allah dalam penghangatan dan kehangatan rahim adalah cerita kehidupan di dunia yang paling asyik, paling penting dan paling indah, yang bisa diberikan ibu kepada anaknya.
MRA



Apakah ada insan di dunia ini yang ingat saat dirinya tumbuh di alam rahim? Aku fikir tidak, sebab kita dibuat lupa dengan masa kehidupan sebelum alam dunia. Kita lupa pada kehidupan di alam rahim, seperti halnya kita lupa saat dulu berjanji pada Allah di alam ruh. Padahal kehidupan di kedua alam itu merupakan tempat terindah yang pernah kita rasakan dalam kelekatan diri dengan Allah.

Sudah 28 minggu, anakku sedang merasakan rahim-Nya yang begitu besar dalam rahimku. Rasa aman dan kehangatan tercurah begitu besar untuknya. Sehingga jelas sudah saat ia lahir nanti, sifat rahim Allah ada padanya. Begitu suci, bersih dan penuh kasih sayang. 

Sebuah pertanyaan mengemuka dari benakku. Adakah aku mampu mendidiknya kelak dengan cahaya illahi?

Tiada yang kuminta kepada Allah selain untuk memampukan aku dan suami dalam mendidik anak kami kelak, supaya ia tak kehilangan dan tak lupa akan rahim Allah yang sedang ia rasakan kini. Orang tua adalah sebuah perpanjangan, dalam penghadiran bentuk rahim Allah tersebut di alam dunia. Tugas yang tak mudah, namun Allah senantiasa akan menuntun.

Selamat menikmati hangatnya rahim anakku sayang, insya Allah masih ada minggu-minggu lainnya. Semoga Allah seanantiasa menguatkan, menyehatkan dan membahagiakanku. Siapkan dirimu untuk lahir ke dunia ini sayang, nanti kita sama-sama berjuang di alam dunia ya :).


~ijaah~

Genap 26 tahun #27weeks

No comments:


Dua puluh enam tahun. Itulah usiaku kini. Masya Allah.

Dulu, aku selalu bermimpi bahwa di usia lewat dua puluh lima, kehidupanku sudah matang dan sukses. Alhamdulillah poin-poin sebagai definisi sukses yang bernilai duniawi telah aku capai sebelum usiaku 25 tahun. Sudah pergi ke tempat A, sudah bisa beli barang B, sudah bisa investasi dalam bentuk C dan sebagainya. Tapi apakah aku matang dan sukses seperti yang aku inginkan?

Belum. Ternyata belum.

Baru aku sadari bahwa parameter kehabagiaan dalam hidup bukanlah sukses secara materi. Ada yang lebih membahagiakan daripada itu, yakni pencapaian fitrah dalam diri. Fitrah yang berarti goals atau tujuan penciptaan diri ini ke bumi. Apa fitrahku? Sayangnya, aku belum menemukannya. Sudah dua puluh enam tahun, apa kontribusiku dalam kehidupan ini? Apa yang telah aku lakukan sebagai bagian dari arsitek peradaban?

Hampa. Untuk itulah aku memutuskan untuk melepas keduniawian yang nyatanya tidak membuatku bahagia secara batiniah. Tahun ini aku melepas pekerjaan yang sejatinya tidak aku inginkan. Meski memang pekerjaan itu telah membuatku lebih dari cukup, namun bertahun-tahun aku melakukannya bukan karena passion, tapi karena butuh. Aku mencoba untuk menenangkan diri dengan berkata bahwa ini adalah proses pembelajaran, proses syukur, proses mengenal diri dan proses melihat dunia. Tapi hati kecilku terus meronta untuk melepas itu semua. 

Sungguh, aku tidak mau lagi berkata bahwa selama 8 tahun bekerja, aku melakukannya karena terpaksa. Sudah cukup penghakiman itu. Kini aku menganggap bahwa 8 tahun yang berlalu adalah bagian dari kehidupanku. Pahit manisnya aku terima, dan aku bersyukur itu pernah terjadi dalam hidupku. Delapan tahun itu telah membentuk diriku yang sekarang.

Aku tidak akan menangis karena masa lalu yang tidak berjalan sesuai dengan inginku, tapi aku akan tersenyum karena itu semua pernah terjadi.

Kini, aku memulai hidupku yang baru. Di usia dua puluh enam, aku resmi menjadi pengangguran, sebuah gelar yang tidak pernah tersemat dalam diriku sebelumnya. Meski begitu, aku telah menjelma menjadi seorang istri, calon ibu dan scholarship hunter. Tiga gelar yang aku inginkan sejak lama. Ya, telah tiba saatnya bagiku untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan mimpi-mimpiku. Dan beruntungnya aku, proses ini kulalui dengan kehadiran buah hati dalam rahimku. Beruntung pula aku, sebab suami memberiku restu untuk memperjuangkan kembali mimpi-mimpiku dan orang tua yang selalu menyayangiku.

Namun, ada satu hal penting yang perlu aku tanyakan pada diriku sendiri. Apakah kondisi ini telah serta merta membuatku lebih bahagia?

Delapan tahun yang penuh dengan kesibukan bekerja dan kesedihan (oleh sebab aku belum menerima kenyataan), telah mengubur semua mimpi sekaligus membuatku buta akan dunia akademisi yang tengah aku kejar saat ini. Aku tidak tahu bagaimana cara mendaftar beasiswa dan sekolah ke luar negeri, tidak tahu cara mengisi essay, tidak tahu apapun tentang IELTS, tidak tahu jurusan yang cocok dengan jurusan dan IPK yang seadanya, tidak tahu harus memilih universitas yang sesuai dengan kemampuanku.

Delapan tahun penuh dengan kecukupan telah membuatku cukup untuk membeli apapun dengan uang sendiri. Statusku sebagai istri dan calon ibu, telah memutarkan sebagian besar pribadi yang telah terbentuk selama ini. Aku harus bisa lebih hemat, mengatur prioritas, bepergian hanya ke tempat yang memberi manfaat dan banyak hal lainnya. 

Proses adaptasi ini acapkali membuatku gusar. Sebab hey aku tak biasa! Tapi tentu saja ini bukanlah masalah besar. Sebab aku harus melalui proses ini untuk memperjuangkan mimpi-mimpiku yang tertunda. Aku harus betul-betul meluruskan niat untuk menempuh pendidikan tinggi, banyak bertanya terkait beasiswa, harus lebih giat belajar untuk mempersiapkan diri, dan tidak menyerah atas apapun kondisi yang terjadi. Tugasku adalah berikhtiar, membayar rupa-rupa kejadian di masa lalu dengan perjuanganku kini. Sehingga di akhir masa hidup nanti, tak ada kata menyesal dalam kamus hidupku hanya karena takut tak memperjuangkan mimpi-mimpiku.

Tak ada kata terlambat. Sungguh, tak ada.

Bismillah. Dua puluh enam tahun. Titik dimana aku meninggalkan kekecewaan selama 8 tahun, untuk memperjuangkan impianku pada tahun-tahun selanjutnya dalam hidupku. Seberat apapun itu, aku akan terus berjuang, tak akan menyerah. Sebab seperti orang mahsyur pernah katakan, impian itu berhak untuk diperjuangkan.

Kepada anakku yang telah berusia 6 bulan di alam rahim. Terima kasih telah menemani Ibu melalui proses perubahan, adaptasi dan perjuangan ini. Segala tangis dan tawa Ibu telah dedek rasakan pula. Maafkan pula Ibu ya sayang. Semoga Allah senantiasa melimpahi rahmat, keberkahan, kebaikan hidup, kesehatan, kecerdasan dan kekuatan untuk dedek dalam menjalani hidup. Untuk menjadi insan shaleh, sang arsitek peradaban, sang pembaharu, sang pendidik, serta cahaya bagi sekitarmu kelak.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin...

Jatuh Cinta Pada Anak Shaleh #26weeks

2 comments:



هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang shaleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."


Penggalan ayat ke-189 Surat Al-A'raf tersebut merupakan doa, juga harapan untuk dikaruniai anak yang shaleh. Bahwa untuk memiliki anak yang shaleh diperlukan senjata berupa doa, harap dan amal kebaikan yang tak pernah putus dari kedua orang tua.

Memasuki usia kehamilan 26 minggu, janinku semakin aktif menggeliat dalam rahim. Selalu ada senyum dan bahagia saat melihat perut ini bergerak lucu nan lincah. Anakku, sedang apa gerangan kau di alam rahim? Ibu sudah sedemikian cintanya padamu, meski Ibu belum melihatmu. Selalu ada desiran hangat dalam hati, juga kubangan air mata saat Ibu mengingatmu. Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan pada Ibu untuk mengandungmu sayang.

Kehamilan pertama ini, harus kulalui tanpa suami. Namun segala bentuk rindu dan sedih ini harus ditepis sedikit demi sedikit, sebab aku dan janinku harus bahagia. Tapi siapalah aku ini. Aku bukanlah wanita hebat yang mampu menyimpan segala bentuk rasa sedih dengan apik. Tetap saja aku sering menangis, namun sebisa mungkin tangisan ini terjadi saat aku bermunajat kepada-Nya. Sebab hanya Dia sebaik-baik tempat mengadu.

Suamiku, ayah dari anak-anakku, selalu mengingatkan untuk senantiasa membaca doa untuk kebaikan janin kami. Ikhtiar kami adalah berdoa, melakukan kegiatan yang manfaat, juga menghindari hal negatif yang dapat membuat hati kotor. Memang, aku tak dapat mengendalikan faktor luar yang menyapaku dan janinku. Tapi aku dapat mengendalikan diriku, dengan keyakinan pada Rabb, berharap semoga Dia menguatkanku dalam menghadapi setiap kejadian manis maupun pahit selama aku mengandung. Pada-Nya aku berdoa supaya janin yang kukandung dapat menjadi anak yang shaleh, tumbuh sehat, memiliki organ sempurna, terpapar hal yang baik dan aku sebagai ibunya mampu mendidiknya dengan baik.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk anak yang shaleh

Shaleh sering diartikan baik secara spiritual. Namun jika ditinjau lebih jauh, makna shaleh ternyata sangatlah luas. Tak hanya berarti baik dalam ketaatan pada Allah, tapi shaleh juga meliputi kebaikan raga, jiwa serta intelektual. Seperti yang disampaikan oleh Ust, Adi Hidayat dalam ceramahnya terkait konsep mendidik anak dalam Al-Qur'an. Disebutkan bahwa ada 5 kata baik yang tersebut dalam Al-Qur'an, yaitu :

  1. Thayib yang berarti baik kondisi fisik dan jiwanya
  2. Khair berarti baik sifatnya
  3. Ma'ruf berarti baik sikapnya
  4. Ihsan berarti orang beriman yang berlaku baik dan semua amalannya untuk Allah SWT
  5. Shaleh berarti kebaikan yang meliputi keempat hal di atas
Masya Allah. 

Menjadi hamba yang shaleh adalah ikhtiar sepanjang hidup. Bagi seorang manusia, perjalanan hidup di alam dunia ini dimulai dengan proses kehamilan. Adalah tugas orang tua untuk mendoakan serta mendidik anak untuk menjadi anak yang shaleh dan menghadapi segala rupa kejadian yang ditawarkan dunia. 

Catatan ini adalah sebagai pengingat. Bahwa ada amanah besar yang sedang kukandung. Semoga Allah senantiasa menguatkan, mengingatkan untuk selalu bahagia demi kebaikan janin, memampukan aku dan suami untuk selalu berserah pada-Nya dalam mendidik anak-anak kami kelak.

Bismillah. Mohon doakan kami ya teman-teman. Mari sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan :)


~ijaah~

Simfoni Ukhuwah di Blogger Muslimah Meet Up Bandung

7 comments:
Sudah terlalu lama rasanya saya bersemedi dalam gua, berjarak sejenak dari ruang lingkup blogger yang kian semarak. Jarak ini membawa saya pada ketertinggalan yang lumayan jauh, terbukti dengan jumlah pengunjung blog yang menurun, juga Alexa yang kian terjun bebas. Saya ingin memulai kembali, tapi momentum itu belum saya dapatkan jua. Hingga akhirnya saya menemukan kabar baik ini : Blogger Muslimah Meet Up Bandung.

Tak perlu berpikir panjang, saya segera mendaftar. Syukurlah, Allah izinkan saya untuk hadir dalam pertemuan ini. Saat itu saya yakin sekali, saya akan mendapatkan value yang baik untuk kehidupan saya. Bismillah, saya niatkan kehadiran ini untuk menuntut ilmu dan menjalin silaturahim.


Mengenal Blogger Muslimah sejak tahun 2015, banyak manfaat yang bisa saya petik dari komunitas ini. Selain saling bertukar cerita di blog, jejaring pertemanan saya semakin bertambah. Nilai lebih dari komunitas ini adalah keterpaduan hati di antara sesama anggota karena kami memiliki identitas sama yakni seorang muslimah. Insya Allah kami mampu saling mengingatkan bahwa setiap tulisan yang tertulis di dunia maya ini kelak akan pula dipertanggungjawabkan di akhirat.

Membaca Dunia, Menulis Semesta. Itulah tagline dari Blogger Muslimah. Tagline ini berkesinambungan dengan visi Blogger Muslimah yaitu untuk menjadi mesin penggerak bagi para muslimah Indonesia untuk aktif menulis di blog. Adapun misi yang diemban adalah untuk memberdayakan para muslimah melalui aktivitas menulis di blog dengan tetap mejaga identitas sebagai seorang muslimah, memfasilitasi muslimah yang suka untuk mengelola blog dengan baik dan menjalin rasa kebersamaan antar muslimah dalam sebuah komunitas.

Acara dimulai dengan presentasi yang disampaikan oleh Novia Syahidah Rais, founder Blogger Muslimah. Saya baru tahu ternyata banyak sekali tim dibalik komunitas ini. Salah satu yang saya kenal adalah Amy Zet Maukar sebagai tim kajian kemuslimahan. Untuk itulah teh Amy ditunjuk sebagai key person dalam pelaksanaan acara ini.

Ada beberapa presentasi dalam acara ini, yakni presentasi dari JD.id, Seply by Ethica dan Jafra. Ketiganya memberikan insight yang bagus pada peserta, khususnya bagi saya pribadi. Saya jadi tahu peluang bisnis tambahan dengan pemaparan dari presenter.


JD.id
Terpikat. Itu barangkali yang saya rasakan saat pertama kali mengetahui JD.id dari sebuah iklan. Pesan yang disampaikan oleh iklan JD.id itu berkesinambungan dengan tagline JD.id sebagai marketplace yang menjamin semua barangnya asli.

Ada beberapa kelebihan JD.id dibanding marketplace lain yakni JD.id mempunyai kurir sendiri dan ada Service After Sale sehingga jika ada barang yang rusak, kita tak perlu kebingungan. Serahkan pada JD.id, nanti pihaknya yang akan menghubungi provider-nya.

Hal yang baru saya tahu dari JD.id adalah adanya program JD.id partnership. Maksudnya adalah JD.id memberi ruang bagi siapapun untuk memiliki usaha tambahan dengan sistem reward. Setiap peserta yang hadir dalam acara ini telah didaftarkan sebagai anggota JD.id. Maka setiap pembelian di JD.id, anggota akan diberikan reward dari setiap belanja. Selain itu, apabila anggota melakukan promosi ke orang lain dengan menggunakan referral keanggotaan, lantar mereka gabung dan belanja di JD.id, anggota pun akan mendapat reward.

Oya, promo di JD.id ini banyak sekali. Langsung cek ke JD.id ya! :)


Seply by Ethica
Keseruan silaturahim di acara Blogger Muslimah ini semakin lengkap saja dengan gamis yang disediakan oleh Seply. Kami, seluruh peserta, harus menggunakan gamis ungu cantik ini selama acara berlangsung. Saya teramat sangat suka sekali! Haha hiperbola sekali. Tapi itulah yang saya rasakan saat mengenakan gamis ini. Nyaman!

Saya langsung memperhatikan setiap gamis yang ada di instagram Seply. Masya Allah bagus semua, baik itu gamis maupun khimarnya. Saya jatuh hati pula dengan khimar dari Ethica, terlebih saat sahabat saya, teh Raisa, mendapat hadiah khimar berwarna ungu muda dari Ethica yang cantik sekali. Aduh, saya ingin punya juga :')

Selain presentasi, ada pula demo hijab dengan menggunakan produk Ethica. Yang saya suka adalah khimar ini berbahan tebal, tidak panas dan mudah sekali digunakan. Cocok sekali untuk muslimah aktif dan menyukai kepraktisan.


Jafra
Nampaknya, Jafra adalah kosmetik yang sedang banyak digandrungi oleh wanita Indonesia. Saya pribadi menggunakan mud mask dari Jafra. Sangat membantu mengurangi bekas jerawat yang telah saya alami setahun lebih, alhamdulillah.

Ada demo skin care dan make up by Jafra. Intinya, kita perlu melakukan setiap tahapan skin care dengan benar dan baik supaya kondisi kulit tetap sehat dan lembab. Selain demo, ada pula presentasi oleh Mbak Fitri selaku ambassador Jafra. Beliau menceritakan pengalaman suksesnya di Jafra. Bahwa semenjak dirinya bergabung, kesempatan untuk sukses semakin terbuka lebar baginya. Seperti berkesempatan untuk keliling Indonesia dan keliling dunia karena bergabung di Jafra.

Ibu beranak tiga ini cantik sekali, masya Allah. Kulitnya segar, tampak awet muda dan selalu energik. Ketika ditanya alasannya, selain karena selalu melakukan tahapan skin care dengan tepat, beliau selalu menjaga makanannya, olahraga dan membuang pikiran negatif. Beliau sangat menekankan pada hal yang terakhir. Sebab kata beliau, tiap orang itu memiliki masalahnya masing-masing, yang membedakan adalah cara menghadapinya. Bila sedang ada masalah, jangan larut di dalamnya yakni dengan cara buang seluruh pikiran negatif dan tetaplah bahagia.


My White Bag & Moz5
Gamis baru, peluang bisnis baru, motivasi sukses. Ah, sudah lengkap sekali rasanya. Tapi, uni Novia seakan ingin sekali memanjakan kami dengan tote bag dari My White Bag yang didalamnya berisi voucher perawatan di salon Moz5. Masya Allah, tabarakallah. Terima kasih Blogger Muslimah :)

Minggu ceria, benar-benar ceria. Puji syukur kehadirat Illahi atas karunia ukhuwah ini. Terima kasih atas segala ilmu, persahabatan dan peluang kebaikan yang dihadirkan melalui acara ini. Semoga semakin mengangkasa wahai muslimah Indonesia! Agar senantiasa membaca dunia, dan menulis untuk semesta. Insya Allah :)


~ ijaah ~

Sembilan Bulan Menikah

2 comments:

Pagi itu, negeri Sakura menyambutku. Suhu Jepang di bulan Mei serupa seperti suhu di kawasan Bandung atas. Sejuk.

Suamiku menyambut kedatanganku dengan pelukannya yang hangat. Empat bulan sudah kami berpisah jarak, dan Allah telah mempertemukan kami kembali dalam kehendak-Nya Yang Maha. Air mata menetes dari mataku. Betapa aku merindukan dia, lelaki pertama yang aku cinta dan kini menjelma menjadi suamiku. Tak henti rasa syukurku pada Allah atas pertemuan ini.

Segera aku menyadari, bahwa kebersamaan ini akan diwarnai oleh manis dan pahit pernikahan. Maka selama tiga bulan kebersamaan ini, kami semakin dipahamkan dengan karakter kami masing-masing. Kami harus melalui tawa, tangis, saling diam untuk mampu saling mengerti. Ya, aku semakin dipahamkan bahwa menikah adalah tentang mengendalikan ego masing-masing, belajar untuk memperpanjang sabar dan untuk terus memperbaiki diri. Teringat akan sebuah nasihat indah tentang pernikahan.

Teruslah berjuang untuk menjadi jodoh impian untuk jodohmu.

Ya, menikah bukan hanya semata menemukan sosok idaman, namun untuk menjadi sosok idaman itu sendiri. Dan in tidaklah mudah seperti yang dikatakan. Perbedaan otak dasar manusia terkadang menyebabkan pertentangan. Dan yang ditakutkan bukan semata dia tidak mengerti tentang aku, namun aku yang tidak mampu berbuat yang terbaik untuknya.

Allah tidak akan membebani suatu hal di luar batas kemampuan diri.

Menjalani pernikahan jarak jauh tak pernah terbayang olehku sebelumnya. Selama 14 tahun pertemanan, kami hanya bertemu beberapa kali saja. Bahkan proses menuju pernikahan pun dilakukan dengan jarak jauh. Barangkali Tuhan sedang melatih kami untuk terbiasa berjauhan, supaya lebih kuat saat sudah menikah nanti.

Meski begitu, rindu yang hadir setiap saat selalu meminta untuk dikenyangkan. Aku masih saja sering menangis bila mengingatnya, meski tentu berkabar adalah kegiatan kami setiap hari. Adalah lebih baik bila kami bersama, namun kondisi belum menyambut kebersamaan kami. Seperti yang suami pernah katakan, bersabarlah. Suatu saat nanti kita akan selalu bersama, merenda rumah tangga hingga ke jannah-Nya.

Sembilan bulan bersama. Ah masih sangat muda usia pernikahan kami. Masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak impian yang harus dikejar. Bersama, semoga Allah menguatkan kami untuk mampu menghadapi badai pernikahan. Juga untuk bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan. Termasuk kehadiran buah hati kami yang sedang berjuang dalam rahimku. Semoga kami menjadi orang tua terbaik untuknya, mampu mendidiknya dengan sepenuh jiwa sesuai dengan ketentuan-Nya.

Untuk suamiku, aku merindu dirimu setiap detik. Semoga Allah memberkahi engkau selalu dan memelihara nikmat iman dalam dirimu.


~ijaah~

Pisang Sunpride : Sahabat Terbaikku Saat Hamil

6 comments:
Garis dua!
Alhamdulillah 'ala kulli haal. Masih terekam dengan jelas, betapa bahagianya aku dan suami saat mengetahui bahwa aku positif hamil. Garis merah berjumlah dua itu, telah membuat pagiku terasa sangat indah. Aku sungguh tak dapat menghentikan senyumku. Berita baik ini tentu saja langsung aku kabarkan kepada keluarga dan sahabat terdekat. Kebahagiaanku ini rupanya tertular kepada mereka, terlebih kepada kedua orang tuaku. Sebab insya Allah sebentar lagi keduanya akan memiliki cucu untuk kali pertama 😊.



Nasihat tentang kehamilan mengucur deras dari mereka. Bahwa aku harus makan sehat, banyak makan buah, susu, ikan, kacang-kacangan, hindari vetsin, jangan makan yang mentah-mentah, jangan kecapekan, jangan angkat beban berat dan harus selalu bahagia supaya janinnya turut bahagia pula. Aku tersenyum dan bergumam dalam hati, insya Allah aku siap memberikan asupan terbaik baik raga maupun rohani kepada permata hati yang sedang tumbuh dalam rahim ini. 

Hal menakjubkan terjadi pada hari-hari selanjutnya. Rasa mual mulai melanda, meski frekuensinya tidak setiap hari dan tidak pula sampai muntah. Hanya perasaan tidak enak perut saja, namun itu sudah cukup membuatku pusing. Rasa lapar pun sering terjadi, ini akibat dari porsi makan nasiku yang menjadi sedikit. Iya, kehamilan ini membuatku irit nasi, rasanya mual jika terlalu banyak makan nasi.

Jika terus seperti ini, aku khawatir terhadap janin dalam rahimku. Bagaimana bila nutrisinya tidak mencukupi?

Untung saja ada pisang. Iya, pisang. Bisa dikatakan pisang adalah sahabat kehamilanku, penawar mual terbaik. Setiap kali mual dan lapar, aku langsung makan pisang. Rasanya yang manis, enak dan pulen ini langsung mengenyangkan perut dan meredakan mual. Beda rasanya bila makan biskuit, pisang ini lebih mengenyangkan.


Sunpride 💛

Selain itu pisang sangat membantu pencernaanku. Sedari sebelum hamil, aku memiliki kebiasaan susah BAB dan gejala ini terus terjadi selama kehamilan. Perutku menjadi kembung dan kepala menjadi pusing. Namun setelah mengonsumsi pisang dalam jumlah yang banyak, pencernaan menjadi lancar dan perut kembali terasa ringan. Syukurlah. Aku tak mau lagi kembung karena gas, 'kembungnya' karena dedek bayi saja ya 😊.

Setelah berselancar sana sini, melihat banyak video perihal kehamilan di Youtube dan membaca buku kehamilan, pisang rupanya adalah buah yang sangat direkomendasikan bagi wanita hamil. Sebab kalium atau potassium, asam folat dan mineral lain yang terkandung dalam pisang sangat penting bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibunya.

Aku mencoba untuk merangkumkan manfaat pisang yang ternyata sangat banyak, masya Allah.


Infografis oleh ijaah.com


Kaya akan Asam Folat 

Seperti yang kita ketahui bersama, asam folat merupakan sumber esensial untuk perkembangan saraf, otak serta tulang belakang janin. Asam folat dibutuhkan untuk mencegah bayi lahir prematur atau lahir dengan cacat. Maka tak ayal dokter dan bidan akan memberikan kapsul asam folat pada setiap ibu hamil pada trimester pertama. Namun karena pada awal-awal kehamilan tidak langsung kontrol ke dokter, banyak sekali pisang yang aku makan. Iya, banyak sekali 😋.


Melancarkan BAB

Konstipasi atau sulit untuk buang air besar merupakan gejala yang sering terjadi pada wanita hamil. Ini pula gejala yang aku rasakan selama hamil. Perut terasa sakit sekali dan merasa tidak nyaman. Namun dengan mengonsumsi pisang, pencernaan menjadi lancar kembali. Ya, pisang kaya akan serat dan zat pektin yang fungsinya antara lain untuk memudahkan pengeluaran feses dari dalam usus. Banana is totally my ultimate hero!

Mengurangi rasa mual

Pisang adalah penyelamatku dikala mual melanda. Seperti yang kita ketahui bersama, mual dan muntah sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Rasa pisang yang enak dan manis membantuku untuk segera pulih dari kondisi mual.

Mem-booster energi 

Pisang mengandung 3 jenis gula alami yakni glukosa, fruktosa dan sukrosa yang menunjang kebutuhan energi pada wanita hamil. Aku sering merasa cepat lapar dan beberapa kali merasa lemas pada trimester pertama kehamilan. Namun segera setelah mengonsumsi pisang, energi serasa terisi kembali. Sering aku sarapan dengan pisang-susu kedelai, oats atau smoothies dengan toping pisang. Enak sekali!


Menyeimbangkan tekanan darah

Potassium atau Kalium yang terkandung dalam pisang berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan darah. Satu buah pisang mengandung 467 Kalium yang memberikan perlindungan kuat untuk sistem kardiovaskular. Mengonsumsi pisang secara rutin menjadi penting, terlebih saat mendekati proses kelahiran. Kalium juga membantu untuk mengurangi rasa keram pada otot.


Sumber Kalsium

Kita tahu bahwa kalsium dapat kita dapatkan dari susu, namun pisang juga mengandung kalsium meski jumlahnya tidak besar. Pisang dapat memasok tubuh dengan kelimpahan fructooligosaccharide yakni salah satu zat yang mendorong probiotik (bakteri ramah dalam sistem pencernaan) untuk mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium lebih tinggi. Mengonsumsi pisang secara teratur sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan sistem rangka janin, juga menyuplai kebutuhan kalsium sang ibu.


Mencegah Stres

Potassium yang terkandung dalam pisang berfungsi sebagai pemasok energi elektrolit. Sebab pisang juga mengandung triptofan, serotonin dan norepinefrin yang membantu mencegah depresi serta mampu mendorong perasaan relaksasi/santai. Selain itu, vitamin B-6 (pyridoxin) yang terkandung dalam pisang membantu masalah sulit tidur, perubahan suasana hati dan mudah marah. Lagi, pisang menyelamatkanku. Sebab selama trimester pertama kehamilan aku menjadi lebih sensitif. Maafkan istrimu ini ya pak suami 😉.

Mencegah Anemia

Hal yang sering terjadi saat kehamilan dan bahkan saat proses kelahiran adalah anemia atau kekurangan sel darah merah. Pisang kaya akan sumber zat besi, sehingga setiap wanita hamil sebaiknya mengonsumsi pisang untuk menyuplai kebutuhan zat besi selama kehamilan. Pisang juga mengandung Vitamin B-6 yang dapat membantu produksi hemoglobin.


Kaya Akan Vitamin dan Mineral

Pisang mengandung vitamin A, vitamin E, zat besi, magnesium, fosfor, kolin, karoten, mangan dan vitamin C yang berguna untuk melawan radikal bebas yang hendak masuk ke dalam tubuh.

Cemilan Sehat dan Masker Wajah

Lebih baik makan pisang daripada ngemil makanan ringan atau biskuit yang banyak mengandung gula buatan dan MSG. Selain sangat enak, pisang juga kaya manfaat bagi ibu dan janin. Selama hamil, kulitku semakin dipenuhi jerawat. Tapi ternyata jerawat bisa diatasi dengan masker pisang. Ya, aku sempat melihat tutorial salah satu beauty vlogger yang memakai masker pisang sebagai anti jerawat. Aku harus mencoba masker ini.


Ada banyak jenis pisang yang pernah aku makan, namun jenis yang paling sering aku makan adalah pisang cavendish. Pisang ini memiliki daging berwarna putih kekuningan dan rasanya manis agak asam (sedikit). Teksturnya lunak, sedap sekali. Kulit buahnya agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning cerah dengan permukaan halus. Menurutku, pisang cavendish ini cantik sekali warnanya. Dan merk pisang yang paling sering aku beli tentu saja Sunpride 💕.


Deretan pisang Sunpride di Supermarket yang selalu memikat!

Pisang Pasti Sunpride. Hampir setiap ke supermarket, aku selalu membeli pisang Sunpride. Bentuknya yang mulus serta warnanya yang cantik selalu membuat aku ingin membelinya. Juga karena stok pisang di rumah cepat habis, jadilah aku selalu membeli pisang Sunpride. Dulu saat belum menikah dan stok keuangan sedang menipis, aku jarang membeli mie. Aku malah membeli pisang untuk asupan karbohidrat. Iya, makan pisang banyak itu kenyang.

Tak hanya nikmat dimakan langsung, pisang Sunpride juga nikmat dibuat smoothies, es krim dan bolu. Saat bulan Ramadhan kemarin, aku membuat es krim pisang yang nikmat. Tekstur pisang yang creamy membuat proses pembuatan es krim terasa mudah. Tak perlu tambahkan creamer, cukup dua bahan saja yakni pisang sudah dibekukan (frozen) dan susu kental manis.


Es krim pisang yang paling atas. 
Bentuknya gak rapi, tapi rasanya menurutku enak XD.


MENGAPA HARUS SUNPRIDE?
Saat kecil dulu, ibu ayah mengatakan bahwa pisang yang bagus itu adalah pisang Sunpride. Dan aku sangat senang sekali saat keduanya membelikan pisang kuning yang cantik itu. Saat itu, aku dan bahkan kedua orang tuaku menyangka bahwa pisang Sunpride ini adalah pisang impor karena warnanya yang cantik dan nikmat rasanya. Tapi ternyata anggapanku selama ini salah.




Sumber di sini

Ternyata, pisang Sunpride adalah 100 % buah Nusantara. Aku sungguh terkaget-kaget dengan fakta ini karena ternyata Indonesia punya kualitas buah yang sangat bagus.



Pisang dicuci secara berkala untuk membersihkan getah dan bebas dari jamur. Pisang dipilih dan dipilah sesuai dengan Standar Produk Sunpride (kemanisan, tingkat kematangan dan kualitas) untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hasil panen pun dites secara berkala. Setiap enam bulan sekali, sampel dikirim ke Sucofindo untuk dilakukan uji berkala. Setiap saat dilakukan proses pengontrolan supaya tumbuh dengan sempurna. Masa panen juga dikerjakan sangat teliti dan hati-hati. Buah pisang yang dipotong tidak boleh jatuh ke tanah. Hal ini dilakukan untuk menjaga produk Sunpride supaya benar-benar aman bagi konsumen.

Proses pembibitan pisang Sunpride dilakukan dengan metode kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit, seperti layu moko akibat Pseudomonas solonacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense. Mulai dari pembibitan hingga masa panen membutuhkan total waktu sekitar satu tahun.

Selain itu, ada 3 jenis pisang cavendish Sunpride yang dijual di pasaran, yakni cluster, finger dan single. Cavendish cluster terdiri dari 3-8 buah pisang, Cavendish finger terdiri dari 1-2 buah pisang dan Cavendish single hanya ada 1 buah pisang dan dikemas dalam plastik khusus yang berlubang supaya menjaga suhu buah dan tidak menyebabkan pisang berjamur.


Pisang cavendish Sunpride single. Sumber di sini



Sunpride bisa ditemukan di banyak market di Indonesia
dan di stand Sunpride yang bertebaran
di jalanan kota Bandung :)

Jelas sudah mengapa pisang Sunpride selalu tampil menawan dengan rasa yang sangat nikmat. Sebab dibalik penampilan anggun dan menarik hati, terdapat proses dan kerja keras yang luar biasa. Upaya maksimal dari PT. Sewu Segar Nusantara ini membuahkan hasil. Buah berlabel Sunpride selalu identik dengan jaminan kualitas dan mutu.

Insya Allah, pisang akan selalu menjadi buah utama selama kehamilan dan hingga kelahiran nanti. Bisa dibilang, pisang akan menjadi pisang favoritku sepanjang masa. Untuk pilihan pisangnya, aku lebih menyukai pisang cavendish dibandingkan pisang ambon. Ini perihal selera tentu saja, aku lebih menyukai cavendish sebab ada asam-asamnya sedikit. Lalu apa merk pisang cavendish yang akan aku beli?

Sunpride pastinya, sebab Pisang Pasti Sunpride 😊




***




Salam anakku tersayang,
Terima kasih sudah menemani ibu selama 14 minggu ini. Betapa menakjubkan ada kamu dalam perut ibu. Ibu tak dapat berhenti tersenyum. Iya, ibu dan ayah sangat bahagia ada kamu. Kini ibu tak sendiri lagi dalam menjalani hari, ada kamu sayang.
Anakku sayang, insya Allah ibu akan berjuang untuk memberikan asupan gizi terbaik untukmu. Dedek sudah sering ibu berikan pisang, ikan, sayur, susu dan buah-buahan segar lainnya sedari masa kandungan 1 bulan. Semoga dedek tumbuh sehat dalam rahim ibu, ya. Insya Allah dedek akan terus ibu berikan pisang dan makanan sehat lainnya. Hingga dedek sudah lahir ke alam dunia, hingga dedek meminum ASI, hingga dedek mulai mengenali makanan padat. Iya, pisang akan menjadi sahabat kita hingga nanti.
Selamat berjuang dalam perut ibu ya sayang. Insya Allah kita ketemu beberapa bulan lagi. Ibu dan ayah sayang dedek 💕.

~ ijaah ~ 


Referensi : sunpride.co.id

Cara Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga ke Jepang

28 comments:
Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Setelah menikah, salah satu hal penting yang harus dipikirkan adalah tempat tinggal. Hendak tinggal dimana nanti setelah menikah adalah pertanyaan yang belum terjawab meski aku dan calon suami saat itu sudah sering membicarakannya. Calon suamiku bekerja di Jepang, sedang aku bekerja di Bandung. Selama setahun masa ta'aruf, kami merencanakan beragam macam skenario supaya kami bisa tinggal bersama.

Aku harus melakukan sesuatu selama di Jepang supaya aku bisa mendapat visa tinggal tetap. Opsi melanjutkan sekolah S2 di Jepang adalah pilihan utama. Maka mulailah aku merencanakan semuanya. Namun rupanya, di tengah jalan aku belum cukup siap untuk mengajukan beasiswa S2 ke Jepang sebab pada saat itu waktuku masih terbagi untuk bekerja. Untuk sementara waktu, rencana melanjutkan sekolah disimpan dulu.

Maka itulah muncul opsi kedua yaitu menggunakan visa kunjungan keluarga selama 3 bulan di Jepang. Setidaknya, aku dan suamiku bisa bertemu dan tinggal bersama untuk sementara waktu. Berita baiknya, visa kunjungan keluarga ini kabarnya bisa diperpanjang. Namun untuk hal ini, aku harus menanyakannya lebih lanjut.

Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga via Travel Agent
Hal pertama yang terlintas saat akan mengajukan visa adalah meminta bantuan travel agent untuk pengajuan visa. Berdasarkan rekomendasi ayah, aku meminta bantuan ke Bayu Buana Travel. Namun sayang, pihak travel agent (TA) enggan untuk memproses pengajuan visa kunjungan keluarga selama 3 bulan. Mereka hanya mau memproses visa turis saja (2 minggu).

Suamiku lantas meminta nomer kontak representatif TA kepada salah satu temannya yang pernah membawa keluarga ke Jepang. Aku diminta untuk menghubungi nomer kontak tersebut dan rupanya hasilnya sama, mereka tidak dapat membantuku untuk membuat visa kunjungan keluarga selama 3 bulan. Padahal sebelumnya mereka dapat membantu pengajuan visa tersebut.

Usut punya usut, penolakan dari TA tersebut dikarenakan pihak kedutaan memberlakukan wawancara kepada pemohon yang mengajukan visa lebih dari 2 minggu. Padahal tujuan utama pemohon meminta bantuan kepada TA adalah supaya pemohon tidak perlu pergi ke kedutaan. Sehingga untuk menghindari kerugian pada kliennya, pihak TA menolak membantu pengajuan visa lebih dari 2 minggu.

Aku sempat meminta bantuan kepada salah satu anggota grup Backpacker Dunia di Facebook yang menawarkan jasa pembuatan visa Jepang. Namun sama, dia tidak dapat membantuku untuk memproses pengajuan visa 3 bulan. Baiklah, mungkin memang sudah seharusnya aku yang mengurus visa sendiri langsung ke KBJ. Maka dari itu aku mempersiapkan semua dokumen dengan teliti dan hati-hati, juga mempersiapkan pertanyaan apa saja yang kira-kira akan ditanyakan saat sesi wawancara nanti.

Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga Langsung ke Kedutaan
Sebelum pergi ke Kedutaan Besar Jepang, terlebih dahulu aku berselancar di dunia maya untuk mencari referensi terkait proses pengajuan visa seperti lokasi parkir, tempat sholat dan best time visit. Alhamdulillah aku menemukan salah satu blog yang begitu lengkap menuliskan perihal itu dan aku merasa sangat terbantu. Untuk itulah aku ingin berbagi pula lewat tulisan ini, sebab ada hal-hal baru yang kutemukan selama mengurus visa. Semoga dapat membantu bagi siapa saja yang sedang merencanakan pengajuan visa langsung ke Kedutaan Besar Jepang (KBJ). Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a. Aturan Ganjil - Genap dan Tempat Parkir
Lupa. Aku datang ke KBJ pada saat tanggal ganjil, sedangkan mobil yang kubawa berplat nomer genap. KBJ sendiri terletak di Jl. MH Thamrin yang merupakan salah satu wilayah pemberlakuan aturan ganjil-genap. Untuk itulah aku harus memutar arah ke Tanah Abang untuk menghindari Jl. MH Thamrin sebab aku tiba di Jakarta pukul 8 pagi. Aturan ganjil-genap sendiri berlaku pada pukul 07.00-10.00 dan 16.00-20.00. Untuk lokasi parkir terbaik, pilihlah parkir di Plaza Indonesia. Pilih blok V, W, X, Y, Z baik pada P1, P2 atau P3 sebab lokasi blok ini dekat dengan eskalator yang membawa kita langsung ke pintu keluar Plaza Indonesia yang letaknya dekat dengan KBJ (yang ada Bistro Baron). Dari situ kita hanya perlu berjalan kaki ke KBJ.

b. Dimana Tempat Sholat, Makan, Foto dan Print?
Itulah mengapa aku memilih parkir di Plaza Indonesia, sebab semua fasilitas ada di sini. Mushola tersedia di basement dan di lantai 3, restoran dan kafe sudah dipastikan banyak, tempat untuk print dokumen dan foto kopi ada di Office 2000. 

c. Dokumen Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Informasi terkait pengajuan visa kunjungan keluarga ke Jepang bisa dilihat di sini. Hal penting yang perlu dilampirkan adalah bukti keuangan dari keluarga yang tinggal di Jepang (bila pengundang adalah pihak yang bertanggung jawab atas kehidupan pemohon selama di Jepang). Bukti keuangan ini berupa surat jaminan dan buku tabungan atau surat keterangan penghasilan. Perlu juga melampirkan Alien's Registration Card (semacam KTP) keluarga kita yang tinggal di Jepang.

Dokumen Untuk Pengajuan Visa Kunjungan Keluarga

Perlu dipastikan bahwa semua dokumen di atas harus dilampirkan dalam kertas A4 (termasuk KTP) dan disusun sesuai dengan nomer urutan. Jika ada persyaratan yang belum diprint atau kurang tepat dan lengkap, kita bisa print atau foto kopi dokumen ke Office 2000 yang letaknya ada di Plaza Indonesia. Jika kita terlanjur ada di dalam ruang loket, sebelum ke Office 2000, ada baiknya kita mengambil nomer antrian terlebih dahulu karena pemohon visa jumlahnya sangat banyak. Dengan begitu, kita dapat lebih menghemat waktu.

Proses Pengajuan Visa
Setibanya di KBJ, antrian pemohon visa mulai mengekor. Pemohon harus melewati pemeriksaan berlapis dan menukarkan KTP dengan tanda pengenal sebelum masuk ke dalam KBJ. Proses pengajuan visa berlangsung dari jam 8 pagi hingga 12 siang.

Hal pertama yang perlu dilakukan saat masuk ke ruangan loket adalah mengambil nomer antrian yang berada dalam kotak berhiaskan bendera Jepang. Kotak tersebut dibagi menjadi dua bagian : A dan B. Bagi pemohon visa, ambil nomer urutan di bagian A, sebab bagian B adalah nomer antrian untuk pengurusan birokrasi warga negara Jepang.

Ada satu lagi formulir yang harus kita isi yakni bukti pengambilan visa. Formulir ini tersedia di meja dekat kotak nomer antrian, namun biasanya petugas kedutaan mengedarkan formulir bagi pemohon yang belum mengisi formulir tersebut.

Bila semua dokumen sudah lengkap dan nomer antrian sudah diambil, sudah tiba saatnya kita memperhatikan nomer antrian pada layar di loket pengajuan visa. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada speaker di loket tersebur.

Perlukah Wawancara?
Momen yang mendebarkan itu akhirnya datang juga. Aku menyerahkan semua dokumen ke petugas loket dan menunggu.

"Mbak, ini semua dokumennya sudah lengkap. Namun untuk ke depannya, jika mbak melampirkan buku rekening suami, baiknya mbak melampirkan pula halaman depan buku rekening suami mbak. Untung saja suami mbak melampirkan slip gaji, jadi dokumen ini bisa kami proses."

Syukurlah.

Aku mengucapkan hamdallah berkali-kali sebab dokumenku sudah lengkap. Namun ada satu hal yang aku rasa belum aku lakukan. Bukankah seharusnya aku diwawancara?

"Oh, gak perlu wawancara mbak. Dokumen mbak sudah lengkap. Jika nanti ada yang perlu kami tanyakan, kami akan menelpon mbak."

Syukurlah. Satu tahapan sudah terlewati, tinggal satu lagi proses yang perlu aku lewati yakni pengambilan visa. Proses final ini barangkali yang paling mendebarkan, karena lewat proses inilah kita akhirnya tahu apakah pengajuan kita diterima sesuai dengan jumlah hari yang diajukan atau tidak.

Pengambilan Visa
Aku datang kembali ke KJB 4 hari setelah pengajuan visa dengan membawa bukti pengambilan visa yang diisi sebelumnya. Jika saat pengajuan visa kemarin aku datang pagi dengan membawa kendaraan dari Bandung ke Jakarta, saat pengambilan ini aku datang siang hari dan memilih menggunakan travel karena lebih simpel dan hemat 😁.

Bukti Pengambilan Visa

Pilihlah travel yang pool-nya terletak di MH Thamrin. Aku memilih Baraya Travel dengan pemberhentian akhir di Sarinah. Dari Sarinah, aku naik Kopaja dan turun di Halte Bundaran HI. Sebenarnya jalan pun dekat, tapi mengingat sedang dibangun MRT, akses untuk pejalan kaki sementara ditutup. Dari Halte Bundaran HI, kita hanya perlu jalan kaki ke Kedutaan Besar Jepang.

Antrian panjang pemohon visa

Setibanya di KBJ, antrian pemohon mengekor panjang sekali hingga ke parkiran motor. Inilah barangkali mengapa ada jasa pembuatan visa, sebab perjuangannya lumayan menguras energi dan materi 😶.

Setelah melalui proses pemeriksaan dan menunggu nomer antrian, akhirnya tiba giliranku untuk mengambil visa. Alhamdulillah, visa selama 3 bulan diterima. Aku sangat girang dan langsung menghubungi suamiku. Sebahagia ini ternyata mendapatkan peluang untuk bertemu dengan suami 😊.

Visa 3 bulan di Jepang

Biaya permohonan visa Jepang (per Maret 2017) adalah Rp. 330.000,-. Informasi yang perlu kita perhatikan dalam visa adalah :
  1. Date of issue adalah tanggal dimana kita sudah dapat memasuki Jepang.
  2. Date of expiry adalah tanggal terakhir dimana kita bisa memasuki Jepang.
  3. For stay (s) of adalah batas maksimal tinggal di Jepang.
Aku berencana untuk pergi ke Jepang pada bulan Mei, sehingga aku harus pulang ke Indonesia pada bulan Agustus (untuk masa tinggal 90 hari / 3 bulan). Atau aku dapat memperpanjang visa sebelum masa tinggalku di Jepang habis.

Oya, aku sempat menanyakan kepada pihak KBJ mengenai visa kunjungan keluarga lebih dari 3 bulan. Jawabannya membahagiakan sekali, sebab ternyata ada visa khusus untuk tinggal di Jepang selama 1 tahun. Persyaratannya adalah harus ada Certificate of Eligibility yang diurus oleh suami di Imigrasi Jepang. Sertifikat itu yang perlu dilampirkan oleh pemohon sebagai syarat pengajuan visa 1 tahun. Pemohon tidak perlu lagi melampirkan bukti keuangan suami dan surat jaminan sebab semua itu sudah terwakili oleh Certificate of Eligibility.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang hendak mengunjungi keluarga ke Jepang. Oya, jika ada di antara teman-teman yang pernah memperpanjang visa kunjungan keluarga, sharing yuk!


~ Ijaah ~

Ada Apes dan Kelak Batih di Sembalun. Apa Itu?

No comments:
Apes
Meski hanya menghabiskan waktu 1 hari 1 malam di Desa Sembalun, aku begitu terkesan dengan suasana alam desa ini. Bayangan saja, malam itu bintang seakan berjarak begitu dekat. Bintang-bintang itu berkelip dengan jenaka, seolah menggodaku untuk terus memandanginya. Pagi harinya, pemandangan yang pertama kulihat saat keluar penginapan adalah Gunung Rinjani yang berdiri begitu kokoh. Udara yang kuhirup sejuk sekali, dan embun seakan melingkupiku dengan kelembutannya yang sangat. Ah, aku rindu Sembalun.

Aku rindu pada masakan khas Sembalun. Masakan yang bahan-bahannya diambil langsung dari tanah Sembalun yang subur. Dengan hanya berbahan sederhana, putri Sembalun mampu menyulap bahan-bahan itu menjadi masakan yang memanjakan lidah. Ah, aku rindu Sembalun. Rindu pada semua yang ada pada Sembalun.

Aku meminta resep Banteng Ngangaq, Apes dan Kelak Batih kepada Ibunda Mas Riyal. Aku mencatat dalam notes di handphone-ku setiap detail resepnya. Bila ada hal yang terlewatkan, aku sampai berkirim pesan kepada Mas Riyal untuk mengirimkan kembali resep-resep itu. Tujuannya supaya masakanku setidaknya mendekati nikmatnya masakan Ibunda Mas Riyal.

Setelah Banteng Ngangaq, aku meminta resep Apes. Apes ini sekilas seperti otak-otak, namun ternyata isinya adalah campuran kepiting dan kelapa yang dibungkus daun pisang. Aroma kepiting dicampur daun pisang yang begitu menggoda. Sudah terbayang rasa nikmatnya dan aku sungguh tak sabar untuk menyantapnya.

APES
Khas Sembalun

Bahan :
- satu buah kelapa (agak muda)
- 10 kepiting kali (air tawar)

Bumbu :
- cabe 10 buah
- bawang putih 9 siung ukuran besar
- bawang merah 8 siung ukuran sedang
- laos 5 gram
- daun jeruk purut 6 lembar

Cara :
- bumbu digiling sampai halus
- campurkan dengan kelapa yang sudah diparut, aduh hingga rata
- bungkus dengan daun pisang secara memanjang dan pipih
- panggang hingga 15 menit atau sampai daun pisang menjadi kehitaman
- apes siap disajikan


Kelak Batih

Kelak Batih serupa seperti sayur kacang merah, hanya saja ada tambahan daun di dalamnya. Bahan utama Kelak Batih adalah buncis dan daun balung adang. Lho, katanya sayur kacang merah tapi kenapa bahannya buncis?

Tenang. Jadi Sembalun itu, buncis bukanlah jenis sayur berwarna hijau dengan batang panjang. Buncis adalah sebutan lokal untuk kacang merah. Jadi kalau ke Sembalun, jangan kaget ya kalau buncis itu adalah kacang merah 😊. Sedangkan daun balung adang adalah sebutan lokal untuk daun ubi kayu.


KELAK BATIH
Khas Sembalun

Bahan :
- 1/4 kg buncis (kacang merah) kering
- 20 lembar daun balung adang (bisa juga menggunakan daun singkong)

Bumbu :
- cabe 5 buah
- bawang merah 9 siung ukuran sedang
- bawang putih 8 siung ukuran sedang
- tomat 4 buah
- terasi 20 gram
- gula merah 10 gram

Cara :
- buncis dimasak selama 15 menit kemudian airnya ditambah secukupnya, tunggu hingga mendidih
- bumbu digiling dan masukan ke dalam air
- setelah buncis empuk, masukan daun balung adang
- kelak batih siap disajikan


Resepnya mudah dipelajari, bukan? Namun sekali lagi, beda koki biasanya beda rasa. Tapi semoga paduan bahan dalam resep ini bisa senikmat kelak batih yang aku rasakan di Sembalun.

Tak ada oleh-oleh yang kubawa dari Sembalun selain resep masakan Sembalun tersebut. Sebab dengan begitu, aku tetap dapat menikmati nikmatnya masakan khas Sembalun, meski aku sedang berada jauh dari desa permai di kaki Gunung Rinjani ini.


***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

6. Ada Apes dan Kelak Batih di Sembalun. Apa Itu?


~Ijaah~

Banteng Ngangaq : Si Pedas - Pedas Manja Dari Sembalun

2 comments:
Banteng Ngangaq. Foto oleh Dee An
Ayam taliwang, plecing kangkung, beberoq adalah kuliner khas Lombok yang namanya sudah masyhur. Di seputaran Mataram, restoran dan kaki lima yang menjual ayam taliwang begitu menjamur. Setiap pelancong yang datang ke Lombok, haruslah mencicipi kuliner khas tersebut. Tapi, pernahkah teman-teman mendengar Banteng Ngangaq?

Tunggu. Ini harus diluruskan. Banteng Ngangaq bukanlah banteng yang ngakak (oke ini gak lucu). Banteng Ngangaq adalah kuliner khas Desa Sembalun. Desa ini letaknya berada di kaki Gunung Rinjani. Saya dan rekan blogger lainnya berkesempatan menikmati kuliner khas Desa Sembalun dalam rangkaian kegiatan Travel Writers Gathering 2015 di Lombok.

Ada enam masakan khas Sembulan yang kami nikmati siang itu. Selain Banteng Ngangaq, ada juga Apes, Kelak Batih, Kelak Sin, Ikan Beloh dan Suberang. Keenam masakan itu dimasak oleh putri Sembalun asli, dan kami menikmati masakan nikmat itu di atas tanah Sembalun. Perpaduan yang sempurna bukan?

Dari keenam masakan itu, yang paling aku sukai adalah Banteng Ngangaq. Rasanya paling pedas di antara yang lainnya. Aku sampai menambah Banteng Ngangaq sebanyak tiga kali. Rasanya lidah ini ingin terus bermanja-manja dengan Banteng Ngangaq. Ini karena aku begitu suka rasanya.

Meski pedas, Banteng Ngangaq dinikmati pula oleh mereka yang tidak menyukai masakan pedas. Salah satunya adalah Mbak Lutfi, blogger yang turut ikut dalam TW Gathering 2015. Ia begitu menikmati Banteng Ngangaq. Ini enak banget! Padahal aku gak begitu suka pedas, begitu katanya.

Banteng Ngangaq langsung menjadi primadona. Aku bahkan sampai meminta resepnya langsung pada Ibunda Mas Riyal. Berharap nanti bila aku merindukan Sembalun, aku dapat memasak masakannya di rumahku. Dan inilah resep Banteng Ngangaq yang nikmat itu.


BANTENG NGANGAQ 
Khas Sembalun

Bahan :
- 1/2 kg cabai hijau
- 1/4 kg teri
- 2 buah kelapa

Bumbu :
- terasi kurang lebih 50 gram
- kunyit secukupnya
- asam kurang lebih 50 gram
- gula merah kurang lebih 60 gram
- bawang putih 50 gram
- bawang merah 70 gram
- garam secukupnya

Cara :
- bumbu digiling sampai halus
- sebelum dimasak, cebe diiris jadi 3 atau 4 bagian, kemudian dicuci dengan air garam
- kelapa dibuat santan
- semua bahan dimasak dengan api yang tidak terlalu besar selama 30 menit.


Sekilas nampak mudah bukan? Namun biasanya beda koki, beda rasa. Aku harap semoga Banteng Ngangaq buatanku seenak buatan Ibunda Mas Rial 😇.

Oya, rasa pedas dalam Banteng Ngangaq tidak menimbulkan sakit perut. Sebab cabai hijau yang jumlahnya banyak itu dipotong dan dicuci dengan air garam terlebih dahulu, baru kemudian dimasak dengan kuah santan. Itu jika kita memakannya dengan porsi yang cukup ya. Kalau berlebih, tentu perut bisa kepanasan, dan tidak baik juga bukan? 😁

***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

5. Banteng Ngangaq : Si Pedas-Pedas Manja Dari Sembalun


~Ijaah~

Embara Rasa Sembalun

No comments:
Bayang matahari tak tampak lagi mengikutiku, agaknya matahari telah menggapai puncak. Sinarnya sungguh menyilaukan, terlebih saat ini aku sedang berjalan dengan teramat perlahan menuruni Bukit Pergasingan yang konon medannya nyaris menyerupai Gunung Rinjani.

"Mas Riyal, kok bisa sih jalannya cepat begitu? Ini medannya terjal luar biasa!"

Pria berusia 19 tahun itu mengedipkan mata dengan jenaka seraya menolong kami -para wanita penuh rasa takut- menuruni bukit terjal ini. Melihat penampilannya saat itu aku diliputi takjub. Berani-beraninya dia mendaki gunung hanya dengan mengenakan sandal Swallow!

"Ayo semangat Mbak Zahra. Mamak saya memasak banyak sekali masakan khas Sembalun untuk makan siang. Mbak lapar bukan? Ayok semangat turun!"

Aku meringis. Mendengar masakan perutku jadi keroncong luar biasa. Tadi aku makan pagi jam 4 subuh sebab harus segera mendaki Pergasingan. Selama pendakian, aku hanya minum air putih. Belum lagi dengan tenaga yang dikeluarkan untuk mendaki, cacing di perutku semakin meronta-ronta untuk diberi makan.


Masakan khas Sembalun

Syukurlah, kami semua sudah tiba kembali di Desa Sembalun. Kami segera melaju menuju rumah Mas Riyal, dan di sana sang Ibu menyambut kami dengan senyuman yang teramat hangat.

"Silakan masuk Mba, Mas. Sudah capek mendaki yang paling enak adalah istirahat, minum dan makan."

Teh dan kopi segera dihidangkan setibanya kami di rumah Mas Riyal. Kami duduk lelesan. Duh! Nikmat sekali rasanya dapat berselonjor. Ini seakan memberi rehat pada kaki yang telah bekerja keras pagi ini.

Kopi yang dihidangkan bukanlah kopi biasa. Ini adalah kopi khas Sembalun. Sayang seribu sayang, aku tidak mencicipinya sebab aku tidak begitu menyukai kopi pahit. Aku juga tidak mengerti bagaimana perbedaan rasa kopi pahit. Namun menurut teman-teman yang mencoba, rasanya enak dan khas.

Masakan yang dihidangkan ada enam jenis dan semuanya adalah khas Sembalun. Aku menelan ludah, dari aroma dan penampilannya saja sudah sangat menggairahkan. Keenam masakan itu adalah Banteng Ngangaq, Apes, Kelak Batih, Kelak Sin, Ikan Beloh dan Suberang. Nama-nama yang unik, bukan?

Banteng Ngangaq. Foto oleh Dee An
Apes

Banteng Ngangaq dibuat dengan bahan dasar Ikan Teri dan Cabe Hijau. Ini adalah masakan yang paling pedas di antara semuanya. Saking pedasnya, aku nobatkan Banteng Ngangaq sebagai masakan favoritku selama di Desa Sembalun.

Apes. Melihat penampilannya, sekilas nampak seperti otak-otak. Namun ternyata bahan dasar Apes adalah kepiting yang dicampur dengan kelapa parut, cabe, bawang, laos, daun jeruk dan kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dipanggang.

Kelak Batih. Foto oleh Dee An

Kelak Sin

Kelak Batih. Masakan ini berbahan dasar kacang merah dan daun balung adang. Lucunya, kacang merah dalam bahasa sembalun disebut buncis. Nah lho, bukan buncis yang hijau panjang itu ya 😁 Sedangkan daun balung adang adalah bahasa lokal untuk daun ubi kayu. Mas Riyal bilang, jika sulit menemukan daun balung adang, bisa diganti dengan daun singkong.

Kelak Sin adalah sayur bening yang berisi bayam dan labu siam.

Suberang. Foto oleh Dee An

Ikan Beloh

Suberang serupa dengan kering kentang atau biasa disebut dengan mustofa.
Ikan Beloh sekilah seperti ikan salem. Ikan ini digoreng seperti biasa dengan tentu saja sebelumnya diberi bumbu.

Porsi Makanku

"Masya Allah, Alhamdulillah... Rasanya enak sekali. Terima kasih Ibu..."

Aku tak henti-hentinya memuji masakan Ibunda Mas Riyal. Rasanya enak, pedas, gurih dan sampai membuatku menambah lauk sebanyak tiga kali. Semakin nikmat dengan hadirnya nasi merah asli sembalun yang dalam bahasa lokal disebut beaq ganggas.

Aku sampai meminta resep Banteng Ngangaq, Kelak Batih dan Apes. Sebab ketiganya belum pernah aku rasakan sebelumnya. Semoga saja nanti, aku dapat memasak senikmat masakan Ibunda Mas Riyal.

Perut sudah kenyang dan tenagaku terisi kembali. Hari ini aku benar-benar menghirup aroma keindahan dan kenikmatan Desa Sembalun, desa indah yang terletak di kaki Gunung Rinjani. Keenam masakan itu, mungkin tak banyak dikenal oleh khalayak ramai. Maka, berkesempatan untuk mencicipi masakan khas Sembalun langsung di tanah Sembalun adalah sebuah pengalaman yang takkan pernah lupa. Sungguh mengesankan.

***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

4. Embara Rasa Sembalun


~Ijaah~