Wednesday, August 30, 2017

Menyambut Hadirnya Sang Buah Hati Bersama Prelo

Sekitar pertengahan tahun yang lalu, saya belum mengerti apa itu preloved. Kata itu mulai saya kenal di Instagram. Beberapa akun selebgram yang saya ikuti menjual barang dengan kata preloved dalam caption-nya. Belum lagi, saya mulai menemukan banyak akun dengan nama preloved sebagai ID. Dan kini, transaksi jual beli barang preloved secara online telah menjadi sebuah tren. Sesungguhnya, apa sih preloved itu?

Saya perlu mencari arti kata itu dalam kamus dan saya menemukan bahwa preloved adalah previously owned / secondhand. Barulah saya tahu bahwa preloved adalah barang bekas dalam bahasa Indonesia. Dan ternyata, peminat barang bekas itu tidak sedikit. Ini dibuktikan dengan banyaknya komentar dari setiap barang bekas yang diunggah. Terlebih untuk konsumen yang kehabisan barang yang diinginkan, mereka mulai mengincar barang bekas dari barang tersebut demi memenuhi keinginannya.



Ada banyak selebgram yang menjual barang preloved, namun hanya sedikit di antara mereka yang membeli barang preloved. Setidaknya itu yang saya tau. Satu di antara selebram yang menyukai barang-barang preloved adalah Lauren Singer dengan akun Instagram @trashisfortossers. Perempuan berusia 26 tahun asal Amerika ini adalah salah satu penggiat zero-waste yang mana dalam setiap aspek kehidupannya, ia selalu menghindari penggunaan plastik. Maka dari pada itu, ia jarang sekali membeli barang baru. Skin care dan kosmetik yang ia gunakan adalah buatannya sendiri, sedangkan pakaian dan barang lainnya (termasuk sepeda) ia beli dari toko barang bekas. Lauren bangga dengan pilihannya saat ini. Menurutnya, barang bekas adalah juga merupakan cara untuk ramah pada bumi. Gaya hidup zero-waste ini telah membuat Lauren hanya menghasilkan 1 toples sampah selama 4 tahun. Keren sekali, bukan?

Sumber di sini

Saya adalah termasuk golongan masyarakat yang suka membeli barang bekas secara online. Saya pernah membeli barang bekas di Instagram dan saya merasa kecewa dengan kualitas barang yang saya beli. Saat itu saya membeli jilbab dan gamis. Alangkah kagetnya saya karena barang yang saya terima tidak persis sama seperti yang ada dalam gambar. Jilbabnya kotor dan jahitan gamisnya berantakan. Sejak saat itu saya tidak lagi membeli barang bekas di toko online karena khawatir akan kualitasnya dan juga tidak ada jaminan saat membelinya.

Pandangan itu bertahan selama beberapa waktu dan berhenti pada saat saya menemukan informasi mengenai PRELO di jejaring sosial. Dari namanya, saya menduga bahwa marketplace ini menjual barang preloved. Dugaan saya ternyata benar. Hebatnya lagi, Prelo menjual barang bekas bermerk dan asli alias non KW.

Infografis oleh ijaah.com | Sumber : prelo.co.id dan dailysocial.id

Menurut founder Prelo, Fransiska Hadiwidjana, Prelo menjamin kualitas barang yang dijual sebab pihaknya memiliki mekanisme untuk memastikan kualitas barang yang disajikan. Selain itu, Prelo memberikan insentif kepada pengguna yang mengunggah barang autentik (dengan pemberian batch The Authentic Club) dan memberikan batch The Inspector kepada pengguna yang melaporkan barang mencurigakan (fitur Report).

Prelo juga menjaga keamanan berbelanja bagi konsumen. Sebab Prelo memberi garansi pembelian dan uang kembali untuk pembelian yang tidak sesuai ekspektasi. Konsumen dapat melapor ke Prelo dalam periode 3x24 jam dan hal ini akan segera diproses oleh Prelo. Selain itu, rekening yang digunakan adalah rekening bersama Prelo atas nama PT. Kleo Appara Indonesia. Hal ini merupakan langkah yang tepat untuk mencegah penipuan pada konsumen.


HAL YANG SAYA SUKA DARI PRELO

Ada satu hal dari Prelo yang sangat saya suka yaitu semangat yang diusung Prelo untuk memerangi peredaran barang palsu alias bajakan. Telah banyak sekali kasus konsumen yang dirugikan atas pembelian barang palsu. Dengan hadirnya Prelo, konsumen memiliki pilihan lebih untuk berbelanja barang bermerek berkualitas baik dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal lain yang saya sukai dari Prelo adalah fiturnya yang menarik dan mudah digunakan. Salah satu fitur yang disediakan Prelo adalah Lovelist. Fitur ini memudahkan saya untuk menandai barang yang disuka sehingga saya tak perlu lagi mencari barang itu di fitur Browse. Cukup klik fitur Lovelist, saya dapat menemukan barang itu kembali dan melanjutkan prosesnya ke menu pembayaran.

Akun dan Lovelist saya di Prelo

Segala puji bagi Allah, saat ini saya tengah mengandung anak pertama. Saat ini janin saya berusia 14 minggu. Sebagai wanita yang baru pertama kali hamil, saya banyak sekali belajar mengenai kehamilan dan amalan-amalan yang baik untuk janin. Untuk itu, saya memerlukan alat untuk membantu saya memberikan yang terbaik kepada janin. 

Saya mulai membiasakan janin mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an dari speaker handphone sedari usia kandungan 1 bulan. Suami mulai meminta kepada saya supaya nanti membeli ear earphone khusus janin saat usia janin mencapai 4 bulan, karena pada saat itu janin sudah mulai ditiupkan roh. Oleh karena waktunya sebentar lagi, saya harus mencari produk itu sedari sekarang. Jauh sebelum saya menikah, saya pernah membaca ulasan Andra Alodita mengenai earphone khusus janin bernama Belly Buds. Andra merekomendasikan sekali earphone ini untuk digunakan selama kehamilan. Seakan diingatkan kembali, saya langsung mencari Belly Buds bekas di Prelo dan alhamdulillah saya menemukannya 😊.

Chat dengan penjual Belly Buds di Prelo

Ear phone Belly Buds ini nyaman digunakan bagi ibu hamil karena dapat ditempelkan ke perut. Sehingga ibu tetap dapat beraktivitas sembari memperdengarkan murattal atau musik klasik kepada janin. Karena fiturnya yang menarik inilah, harga dari Belly Buds ini mahal sekali. Untung saja produk ini tersedia di Prelo. Dengan segera, saya menanyakan perihal kondisi Belly Buds second ini kepada penjual dengan menggunakan fitur Chat. Insya Allah saya akan segera membeli ear phone ini. Hanya tinggal satu langkah lagi bagi saya untuk mendapatkan earphone ini 😊.

Barang lain yang saya masukkan ke dalam Lovelist tak jauh dari tema kehamilan hehe. Saya memasukkan buku Parenting ++ dan Pola Makan Sehat Saat Hamil. Penjual menuliskan dalam deskripsi bahwa buku tersebut sudah selesai dibaca dan masih dalam kondisi bagus, dalam artian tidak sobek dan tidak ada coretan. Saya juga menandai notebook untuk diary sebab kondisinya masih bagus. "Stok jualan", begitu kata penjualnya.

Untuk saat ini, baru itu yang saya perlukan. Sebenarnya saya gatal ingin beli yang lain setiap kali melihat barang-barang di menu Baby & Kids. Saya ingin sekali membeli baby cribs dan gendongan Baby Bjorn yang terkenal itu hehe. Tapi nanti, saya harus tahan-tahan dulu. Tunggu kehamilan mencapai trimester ketiga barulah saya harus membeli barang-barang itu. Sementara ear phone dan buku-buku 😉.



Selain dalam bentuk website, Prelo sudah tersedia dalam aplikasi yang bisa kita temukan di App Store dan Google Play. Penggunaan dengan aplikasi lebih nyaman karena bisa kita gunakan dimana saja. Proses pendaftaran akun tidak sulit, kita bisa langsung register menggunakan akun Facebook kita. Iya, semudah itu.

Belanja di Prelo terasa nyaman dan aman. Tersedia beragam jenis barang bekas bermerk dengan harga terjangkau dan transaksi yang terjamin. Menjual barang bekas di Prelo memberi dampak positif baik bagi lingkungan dan ekonomi.

Ya. Bersama Prelo, barang bekas menjadi berkah.


~ijaah.com~

2 comments :

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...