Keputihan Selama Kehamilan #31weeks

No comments:


Bagaimana rasanya memasuki usia kandungan 30-an minggu?

Deg. Deg. Deg

Senang karena sebentar lagi akan melihat buah hati, namun menegangkan karena ini adalah persalinan pertamaku. Alhamdulillah meski suami tidak hadir secara fisik, aku dan bayiku mampu melewati segala drama kehidupan dengan pertolongannya. Meski merasa lancar saja (dalam artian tidak mual muntah) selama kehamilan ini, tetap saja ada gangguan klinis yang membersamai kehamilanku.

KEPUTIHAN

Ya, keputihan. Semenjak kehamilan memasuki 6 bulan, intensitas keputihan semakin banyak. Berulang kali periksa ke bidan dan beliau mengatakan bahwa keputihan adalah hal yang biasa diderita ibu hamil. Untuk itulah aku menganggap keputihan ini tidak perlu diobati, cukup dengan menjaga kebersihan vagina dan memakai kain pelapis untuk menampung keputihan.

Namun ternyata drama keputihan ini semakin bertambah-tambah. Pada usia kehamilan 7 bulan, warna noda keputihan berubah menjadi hijau kekuningan (sebelumnya putih saja) dan berbau. Ada perasaan khawatir sebab gumpalannya semakin bertambah jika aku beraktivitas banyak seperti berjalan jauh atau berdiri terlalu lama. Perihal ini telah kusampaikan kembali ke bidan, namun beliau tidak jua mengobati keputihanku. Untuk itulah aku merasa aman saja.

Hingga akhirnya aku memeriksakan diri ke dokter obgyn dan responnya sangat mengagetkan.

"Aduh, banyak sekali ini keputihannya! Ini harus dibersihkan. Jika tidak akan mengganggu jalan lahir dan menyebabkan kontraksi dini."

Mendengar itu, aku mengernyit. Apakah aku telat memeriksakan diri perihal keputihan ini? Ah, tidak, barangkali memang baru sekarang saatnya untuk diobati. Dokter lantas meresepkan 2 jenis obat vaginal suppo dan 1 obat oral untuk aku konsumsi selama 4 hari.

Alhamdulillah saat ini keputihanku telah sembuh, warnanya kembali putih dan tidak berbau menyengat. Aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk berobat secara medis dan non medis, sebab aku percaya bahwa tiap penyakit disebabkan pula oleh unsur psikologis. Untuk itulah aku harus bertaubat, memperbaiki diri, meminta maaf pada orang tua dan pasangan. Sebab barangkali keluhan ini muncul karena penyakit hati yang aku rasa.

Kalau kamu, selama kehamilan mengalami keputihan jugakah?



~ijaah~

Menghafal Qur'an Selama Kehamilan #30weeks

2 comments:

Di awal kehamilan, aku memiliki target untuk menghafal sekian juz dan tambahan surat pilihan. Kini usia kehamilanku telah mencapai 30 minggu. Sudah sampai mana hafalanku?

Dalam pembicaraan via telepon, suamiku selalu mengatakan ini di akhir percakapan kami, "Jadi, udah nambah hafalan berapa juz?". Aku hanya bisa meringis miris dan melempar umpan balik, "Kalau ayang udah nambah berapa emang?". Sebuah jawaban yang tak semestinya, tipikal orang yang tak siap ditanya progres hidup.

Iya, sudah nambah berapa? Malu sekali menjawabnya. Berkeinginan keras untuk memiliki anak pecinta dan penghafal Qur'an, tapi diri ini masih jauh dari kedekatan dengan Qur'an. Untuk itulah aku melakukan rupa-rupa upaya pencetus untuk menumbuhkan dan mewujudkan keinginan tersebut, salah satunya dengan mendengarkan dan menghadiri kajian mengenai cinta Qur'an dan cara menghafal Qur'an.

Hal yang menjadi catatan penting bagi diri adalah Allah sampai menyebutkan 4 kali dalam Al-Qur'an bahwa Allah telah memudahkan setiap jiwa untuk menghafal Qur'an. Hal ini benar adanya, saat kondisi hati dekat dengan-Nya, ayat Al-Qur'an begitu cepat melekat dalam ingatan dan jiwa. Namun jika diri ini sedang lalai dalam ibadah atau melakukan keburukan, begitu sulit rasanya dalam menghafal Al-Qur'an. Bilapun cepat ingat, dengan segera ingatan itu terlupakan.

30 minggu. Masya Allah, sebentar lagi anakku akan lahir ke dunia. Hai diriku, yuk semangat untuk menghafal target yang telah dicanangkan. Bismillah. Insya Allah, Dia akan memampukanmu.


~ijaah~

Qur'an Everyday #29weeks

No comments:

Masa kehamilan adalah masa pendidikan terbaik bagi ibu untuk merekatkan kelekatan dengan Allah. Hal ini kian terasa saat secara emosional, ibu banyak sekali terpengaruh oleh lintasan pikiran yang tak karuan. Adalah dengan semakin mendekatkan diri pada-Nya, kekacauan emosi tersebut dapat lebih terkendali.

Jaga sholat wajib, perbanyak sholat sunnah, perbanyak tilawah dan hafalannya...

Sudah 29 minggu, adakah aku telah cukup mencurahkan ayat-ayat Qur'an pada anakku?

Melihat rupa-rupa kejadian selama kehamilan ini, ada rasa takut bahwa anakku menjadi tak bahagia karena emosiku yang tak stabil. Pengaruh dari luar diri begitu masif dan aku seringkali menangis atas perlakuan sesuatu yang tidak sesuai dengan keharusannya.

Ya Rabb, di dalam kedhaifan diri ini, di tengah kedunguan memahami tanda kasih sayang-Mu, dikurung kualitas ibadah yang tak jua khusyuk, semoga Engkau menerima tiap upaya ibadah yang kulakukan ini. Semoga kebaikan yang kulakukan sampai pada anakku, tapi jangan tanamkan padanya keburukan yang telah aku lakukan. Ya Rabb, anakku adalah insan yang suci. Sinari ia dengan cahaya Illahi-Mu yang penuh kasih, jadikanlah ia diselubungi tabir dari keburukan yang orang tua dan sekitarnya lakukan, jadikan ia kuat menghadapi segala macam tantangan hidup nanti, tanamkan kecintaan pada-Mu dan Rasul dalam hatinya, tumbuhkan Huda dalam jiwanya, jadikan ia generasi Rabbani yang kelak dapat kembali pada-Mu dalam keadaan terbaiknya.

Semoga Allah selalu jaga kita untuk tilawah setiap hari dalam upaya taqarrub pada-Nya, juga membiasakan anak dalam janin dengan lantunan Al-Qur'an. Kiranya Allah berkenan meridhoi, meski ujian hidup tak henti merongrong diri untuk keluar dari batas kebaikan.


~ijaah~

Kehangatan Rahim #28weeks

No comments:

Kekuatan seorang ibu untuk mengatasi kelemahan hatinya secara ilahiah, kekariban seorang ibu dengan Allah dalam penghangatan dan kehangatan rahim adalah cerita kehidupan di dunia yang paling asyik, paling penting dan paling indah, yang bisa diberikan ibu kepada anaknya.
MRA



Apakah ada insan di dunia ini yang ingat saat dirinya tumbuh di alam rahim? Aku fikir tidak, sebab kita dibuat lupa dengan masa kehidupan sebelum alam dunia. Kita lupa pada kehidupan di alam rahim, seperti halnya kita lupa saat dulu berjanji pada Allah di alam ruh. Padahal kehidupan di kedua alam itu merupakan tempat terindah yang pernah kita rasakan dalam kelekatan diri dengan Allah.

Sudah 28 minggu, anakku sedang merasakan rahim-Nya yang begitu besar dalam rahimku. Rasa aman dan kehangatan tercurah begitu besar untuknya. Sehingga jelas sudah saat ia lahir nanti, sifat rahim Allah ada padanya. Begitu suci, bersih dan penuh kasih sayang. 

Sebuah pertanyaan mengemuka dari benakku. Adakah aku mampu mendidiknya kelak dengan cahaya illahi?

Tiada yang kuminta kepada Allah selain untuk memampukan aku dan suami dalam mendidik anak kami kelak, supaya ia tak kehilangan dan tak lupa akan rahim Allah yang sedang ia rasakan kini. Orang tua adalah sebuah perpanjangan, dalam penghadiran bentuk rahim Allah tersebut di alam dunia. Tugas yang tak mudah, namun Allah senantiasa akan menuntun.

Selamat menikmati hangatnya rahim anakku sayang, insya Allah masih ada minggu-minggu lainnya. Semoga Allah seanantiasa menguatkan, menyehatkan dan membahagiakanku. Siapkan dirimu untuk lahir ke dunia ini sayang, nanti kita sama-sama berjuang di alam dunia ya :).


~ijaah~