Dua Belas Purnama Bersama KIMI

10 comments:

"Aku gak cantik lagi, kasian suamiku. Kulitku kusam berjerawat, tidak langsing, tidak putih, tidak menarik. Aku juga hanya diam saja di rumah, tidak bekerja atau berorganisasi. Aku tidak biasa mengurus rumah tangga sepanjang waktu, ah, masakanku juga payah. Aku rindu traveling, nyetir mobil sendirian kemanapun aku mau, beli skincare sesuka hati, dandan minimalis keluar rumah, pake wedges, ngendarain motor semau aku. Sekarang aku merasa gak berguna. Zahra, kenapa aku jadi orang yang tidak percaya diri seperti ini?"


***

Mrs. Overthinking, itulah namaku di tahun 2017. Seharusnya aku bisa bahagia di tahun ini sebab aku menikah dengan lelaki yang aku cintai. Tapi ternyata pernikahan itu tak hanya menyoal finding your Mr. Darcy, tapi juga tentang embrace your imperfections.

Saat masih single dulu, aku tidak tahu sama sekali apa itu insecure. Semua hal yang terjadi di hidupku berjalan dengan baik dan aku tak mengenal rasa tidak percaya diri. Ya, aku sedang on fire saat itu sehingga hampir semua hal yang kuinginkan bisa tercapai.

Setelah menikah, kudapati ternyata diriku banyak kekurangannya. Tentang fisik, kemampuan mengurus rumah tangga, manajemen emosi dan waktu. Belum lagi dengan adanya larangan dari suami supaya aku tidak melakukan ini dan itu. Semuanya seakan berpadu sehingga menyebabkan aku merasa tidak mampu menjadi istri yang baik untuk suamiku.

Celakanya, pikiran negatif itu membuatku semakin terjerembap. Aku menjadi sosok yang berbeda dibanding saat single dulu : wajah kusam, sorot mata yang tidak bersinar, moody, mudah tersinggung, tidak percaya diri, merasa rendah diri dan tidak berguna.

Aku tahu bahwa ada yang salah dari diriku, tapi aku tidak tahu cara untuk memperbaikinya. Upaya perbaikan ibadah dan berpikiran positif sudah dilakukan, tapi nampaknya aku butuh bala bantuan. Iya, aku tidak bisa seorang diri menghadapi diriku yang rumit ini.

Maka akhirnya kuceritakan setiap detail kondisiku kepada Shantiara, sahabatku. Salah satu solusi yang ia tawarkan adalah supaya aku gabung di Komunitas Ibu Muda Indonesia (KIMI) yang mana dulu Ira pernah mengajakku. Saat itu aku menolaknya, namun untuk ajakannya yang kedua ini aku mengiyakan. Aku pikir tidak ada salahnya juga gabung di komunitas ini, meski jujur aku tidak memiliki ekspektasi apapun.



KIMI membuka tahun 2018 dengan tagline 'Menuju Glowing 2018'. Sebab untuk menjadi glowing bukan hanya menyoal skincare yang kamu pakai, tapi juga apa yang ada di dalam dirimu.

Setiap perserta diminta untuk mengirimkan foto (untuk di buku rapot KIMI) dan menuliskan impian yang ingin dicapai di tahun 2018. Jujur saja aku tidak ingat semua mimpi yang aku tuliskan kecuali rumah berhasil terjual dan kuliah lagi. Poin rumah berhasil, tapi tidak dengan impian untuk bisa kuliah di luar negeri. Hm, di sini terlihat kalau aku ternyata banyak magernya. Oiya kalau tidak salah aku menulis mimpi lebih dari yang diminta oleh KIMI. Hm, di sini terlihat sekali kalau aku serakah.

Siap bergabung di KIMI, berarti siap juga digosok, ditampar, disayat dan bertahan. Di awal gabung, jujur saja aku merasa kurang sreg dengan cara kerja KIMI. Kenapa kalau menasihati orang straight to the point a.k.a sangar banget sih? Kenapa juga grup ini jadi tempat muntahan emosi dari para bebo yang lagi curhat?

Aku sampaikan kegelisahan ini ke Ira dan ia hanya bilang : Bertahan ya, Jah!

Keanehanku pada KIMI bertahan cukup lama yakni 6 bulan. Artinya, aku harus melalui 6 KIMI challenge untuk pada akhirnya bisa mengerti cara kerja KIMI dan merasakan perubahan besar yang dibuat KIMI padaku. Lihat, lama sekali ya?

Semua proses yang diberi KIMI itu tidaklah instan. Dan justru ketidak-instan-an itulah yang membuat perubahan dalam diriku itu nyata adanya.



Janganlah mengira setelah bergabung di KIMI kita bisa selamanya bertahan di sana. Sebab setiap bulannya ada KIMI Challenge yang sukses membuat bebo yang tidak siap melakukan prosesnya, gugur dari medan perang. Di celeng (sebutan bebo untuk challenge) awal, aku nyaris saja gugur. Di situlah aku sedang diproses untuk mengenal diriku yang ternyata senang sekali menyalahkan orang lain, mager, suka menunda, tidak tepat waktu dan bermental korban.

Januari - Beberes
Celeng dimulai dengan menyortir mana barang yang diperlukan dan mana yang tidak. Di sini aku berproses untuk melepaskan hal yang tidak lagi penting dalam hidupku. Prosesnya sungguh membuatku pening karena selama ini aku senang sekali menyimpan barang yang tidak aku butuhkan. Namun aneh sekali saat melepaskannya, timbul perasaan tidak rela. Ah mungkin nanti perlu adalah kalimat yang seringkali mampir di benakku.

Februari - Start From Your Smile
Memasuki bulan Februari artinya due date kelahiran anakku semakin dekat. Aku mempersiapkan segalanya namun cenderung abai pada celeng KIMI yaitu periksa ke dokter gigi. Seharusnya celeng ini lebih mudah aku lakukan sebelum anakku lahir, tapi aku menundanya hingga molor sampai Februari pergi. Di celeng ini aku hampir menyerah, sebab aku nyaris tidak bisa pergi ke dokter gigi. Selain karena bayiku baru saja lahir, tidak ada siapapun yang bisa mengantarku sebab saat itu hanya ada aku dan mertuaku di rumah. Namun karena ada tekad untuk memperjuangkannya, akhirnya aku bisa pergi ke dokter gigi dengan berbagai drama. Lihat, aku ini orangnya suka menunda ya?

Maret - Hati Gembira Adalah Obat

Di bulan Maret ini aku menyelesaikan dua celeng : pergi ke dokter gigi (syukurlah bupon memberi waktu untukku lulus celeng bulan Februari) dan mengulas buku Hati yang Gembira Adalah Obat karya Sophie Navita. Buku itu tidak terlalu tebal dan aku enjoy sekali membacanya karena terasa begitu personal. Aku seperti merefresh pola pikir saat membaca ini dan aku sangat menyukainya. Celeng bulan ini membuatku semakin mengerti bahwa aku punya ketertarikan yang besar pada buku (baca ulasanku di sini).

April - Push Awareness


Celeng bulan ini menuntunku untuk mencari tahu seminar atau workshop mana yang memang aku butuhkan. Oleh karena baru saja menjadi ibu, seminar bertemakan parenting adalah yang kutuju. Alhamdulillah aku dimudahkan untuk mencari tahu informasi itu dan hadir dengan sepenuhnya di sana. Sehingga saat kembali ke rumah, bekal ilmu sungguh menanti untuk dipraktekan (baca ulasanku di sini).

Mei - Belajar Cukup
Di celeng ini aku diminta kembali untuk menyortir barang yang tidak lagi dipakai, namun fokus di kamar mandi dan dapur. Menurutku celeng ini memerlukan pola komunikasi yang baik dengan anggota rumah lain. Sebab saat itu aku tinggal di dua rumah yakni rumah orang tuaku dan mertuaku. Untuk itulah di celeng ini aku belum bisa dengan leluasa menyortir barang yang ada.

Juni - Prasangka Baik

Inilah tahap dimana pada akhirnya aku cinta pada KIMI. Celeng ini memintaku untuk meet up atau video call dengan anggota KIMI yang belum pernah kukenal sebelumnya. Di sini aku berproses untuk menanggalkan rasa malu berkenalan dengan orang baru dan ternyata saat melewatinya aku sangat bangga dengan diriku (baca ulasanku di sini).

Juli, Agustus  - Innerchild

Di bulan Juli para bebo diminta untuk meet up lagi dengan bebo KIMI lainnya dan alhamdulillah saat itu aku bisa bertemu dengan banyak bebo termasuk dengan bupon dan Teh Beb. Hua, senang sekali rasanya! :)

Dari semua celeng KIMI, inilah celeng yang paling berkesan untukku. Jadilah apa yang kamu citakan dulu, itulah maksud dari celeng ini. Saat itu aku dipaksa mengingat masa lalu pahit saat harus melewati celeng ini. Akhirnya aku tahu bahwa cita-citaku bukan menjadi dokter atau guru, tapi untuk menjadi mahasiswa ITB. Mengingat momen itu dadaku bergetar dan air mata sulit sekali untuk diberhentikan. Iya, aku mau jadi mahasiswa ITB, dan melalui celeng ini aku berhasil mewujudkannya meski hanya 2 jam. Sebuah pengalaman berharga yang mengubah diriku untuk mampu berdamai dengan diri. Alhamdulillah (baca ulasanku di sini).

September - Do What You Love
Bulan ini tidak ada celeng, para bebo diminta untuk melakukan hal yang disukai. Di bulan ini aku mulai menata impianku kembali dengan mulai membuat antologi dan optimasi blog. Meski begitu hal tidak berjalan dengan baik di bulan ini. Tapi tak mengapa itu adalah proses untukku belajar dalam hidup.

Oktober - Belajar Mendengarkan
Meski terlihat simpel, celeng ini ternyata sulit sekali. Aku jadi semakin mengerti jika aku ini lebih sering berbicara daripada mendengar. Untuk melewati celeng ini, aku bertekad untuk mendengar sepenuhnya saat berbicara dengan suami dan adik bungsuku. Meski kadang berhasil dan tidak (tapi aku akan terus belajar untuk mendengarkan), ada progres baik yang dalam hubunganku dengan suami.

November - Thanks to Me
Inilah akhir dari semua challenge yang KIMI tawarkan. Terima kasih, Zahra, atas semua upayamu untuk merubah dirimu menjadi lebih baik. Terima kasih untuk mau bergerak, menata hidup, berani dan bertahan. Aku tahu, kamu baru saja memulai hidupmu. Maka teruslah maju, gerak, konsisten, sebab mimpi sendang menunggu untuk kamu jemput.

Alhamdulillah sudah dua belas purnama bersama KIMI. Menuju glowing 2018 itu terasa. Pola pikirku berubah ke arah yang baik, ada lebih banyak senyum di wajahku, less drama dengan suami dan wajahku tampak lebih cerah. Alhamdulillah tak henti rasa syukur dipertemukan dengan KIMI.

KIMI, hal yang tak kuhiraukan di awal, ternyata mampu membawa perubahan besar dalam diriku. Semoga Allah berkahi setiap insan yang berperan dalam perwujudan kelompok ini. Dan terima kasih bupon, Teh Beb dan bebo KIMI lainnya atas satu tahun penuh gosokan ini. Aku mau terus berproses bersama kalian di KIMI, untuk semakin kenal dan mencintai diri sendiri, juga melakukan suatu hal bukan karena pengakuan orang lain.

Bismillah untuk 2019 yang lebih bersinar :)


~ ijaah ~

Tips Mudah Merawat Sling Bag Agar Tampak Seperti Baru

8 comments:


Sling bag merupakan varian tas yang kini semakin digemari wanita modern. Modelnya sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan segala aktivitas. Tampilan kasual maupun formal tampak semakin sempurna dengan penggunaan sling bag yang tepat. Proses merawat tas sling bag sebenarnya juga sangat mudah dan tidak menyita waktu terlalu lama.

Lakukan tips-tips ini agar tas sling bag kesayangan Anda selalu tampak seperti baru:


Membersihkan Jenis Sling Bag Sesuai Jenis Bahannya 

Setiap bahan sling bag yang berbeda tentu membutuhkan proses pembersihan yang berbeda pula. Tas sling bag berbahan dasar kulit harus dibersihkan dengan cairan pembersih khusus yang mengandung pelembap. Supaya tekstur kulitnya tetap lembut, tidak berubah warna, dan tidak mudah mengelupas.

Sedangkan sling bag berbahan kanvas, jeans, atau katun dapat dibersihkan dengan cara dicuci. Semakin sering Anda menggunakan sling bag tersebut, maka Anda pun harus semakin sering mencucinya, minimal satu bulan sekali. Jangan membiarkan sling bag kotor terlalu lama karena hal tersebut bisa mempengaruhi warna aslinya.

Bagian Dalam Sling Bag Juga Patut Diperhatikan

Bukan cuma bagian luar sling bag yang harus dibersihkan secara teratur. Bagian dalam sling bag juga patut dirawat dengan baik. Bersihkan bagian dalam sling bag dari debu dan kotoran. Sebaiknya Anda juga tidak meletakkan botol minum atau cairan yang rentan tumpah di dalam sling bag. Supaya nanti Anda tak repot membersihkan bagian dalam sling bag yang basah.

Melapisi Aksesori Logam pada Sling Bag

Biasanya sling bag dilengkapi aksesori logam pada bagian ritsleting, logo, atau bagian aksen lainnya. Jika Anda punya sling bag yang terdiri dari aksesori logam, lapisilah bagian logam tersebut dengan kuteks berwarna transparan. Kemudian diamkan selama beberapa jam agar kuteks benar-benar mengering. Lapisan kuteks transparan akan melindungi elemen logam tersebut dari karat. Sling bag pun akan tampak seperti baru meskipun sering terkena air.

Menyimpan Sling Bag dengan Cara yang Benar

Proses penyimpanan sling bag akan mempengaruhi bentuk tas dan talinya. Jadi, Anda tak boleh sembarangan meletakkan sling bag begitu saja. Usahakan untuk menggantung sling bag atau melipatnya dengan benar ketika akan menyimpannya. Sehingga tas sling bag kesayangan Anda tak mengalami perubahan bentuk jika disimpan dalam waktu lama.

Memilih Tempat Penyimpanan yang Tepat

Memilih tempat penyimpanan sling bag juga tak boleh sembarangan. Anda harus memastikan bahwa tempat penyimpanan tersebut kering, sejuk, dan terbebas dari tungau. Alangkah lebih baik jika Anda menyimpan sling bag dalam kantong kainnya. Karena kantong kain tersebut memang dibuat khusus untuk melindungi sling bag. Maka sling bag Anda akan tetap awet dan tak mengalami perubahan tekstur meskipun disimpan dalam waktu lama.

Jangan Membawa Barang Terlalu Banyak

Membawa barang dalam jumlah banyak sering dianggap sepele. Asalkan sling bag masih muat, berarti masih boleh diisi banyak barang. Padahal, isi tas sling bag yang berlebihan berisiko merusak tali dan jahitan sling bag. Akibatnya, jahitan sling bag jadi rapuh dan rentan rusak karena menahan beban berlebihan. Anda harus memastikan bahwa Anda tidak membawa beban barang melebihi kapasitas sling bag kesayangan.

Kalau Anda ingin membeli sling bag baru, coba klik website MatahariMall untuk melihat varian terbarunya. MatahariMall adalah online shop terbesar di Indonesia yang menyiapkan beragam produk kebutuhan secara lengkap. Membeli sling bag sesuai selera jadi lebih praktis sejak MatahariMall hadir di Indonesia. Jadi, jangan lewatkan promo harga sling bag istimewa persembahan MatahariMall. Yuk, pesan sekarang juga!


~ijaah~

Mewujudkan Impian Keluarga : Wisata Jejak Rasul Bersama Cheria Holiday

159 comments:

Di penghujung bulan Agustus 2016, hatiku sedang mekar dengan indahnya. Aku tahu, semua ini gara-gara kado itu. Oh, bukan! Semua ini karena orang yang mengirim kado indah itu, calon suamiku.

Kupandangi sekali lagi bingkisan yang telah menempuh ribuan kilometer untuk sampai ke tanganku ini. Apa gerangan ya isinya? Maka dengan diliputi rasa penasaran, kubuka pelahan kado itu. Aku tersenyum, ternyata di dalamnya ada surat dan miniatur landmark ibu kota dunia seperti Eiffel, London Eye, Brandenburg Gate dan lainnya.

"Nanti kita jelajah dunia bersama ya :)"

Aku tersipu. Kalimat terakhir di surat itu telah membuat pipiku merona merah. Maka dengan hati yang berbunga-bunga, kupeluk surat itu dan kupandang langit-langit kamar seraya berkata dengan perlahan dan penuh harap ...

"Insya Allah ya calon suamiku :)"




chatting dengan suami
Termenung. Rasa-rasanya suamiku belum pernah memberi bocoran tentang kota yang ingin ia kunjungi setelah Mekah. Aku menerka, barangkali jawabannya adalah kota-kota di Eropa karena seingatku suami pernah bilang bahwa ia ingin sekali ke Andalusia dan Turki untuk melihat jejak kejayaan Islam di sana. Atau mungkin Samarkand karena suamiku ingin ziarah ke makan Imam Bukhari. Tapi ternyata, semua jawabanku itu salah.

"Aa pengen banget ke Jerusalem..."

Deg! Pikiranku menembus lorong waktu. Aku ingat saat masih remaja dulu, kami seringkali terlibat dalam percakapan panjang tentang perjuangan rakyat Palestina. Sadar tak cukup banyak ilmu tentang Palestina, aku menukil beberapa redaksi dari buku tentang Palestina saat berdiskusi dengannya. Lewat percakapan itu akhirnya aku menyadari bahwa ghirah lelaki ini terhadap Palestina sangatlah besar.

Aksi Bela Palestina Jakarta dan Tokyo, Desember 2017
"Sayang, mau ikut Aksi Bela Palestina gak? Kalau mau, Aa izinkan."

Aku tergelak. Rupanya ghirah itu masih melekat dalam dirinya sampai-sampai bertanya demikian. Mulanya aku tak menanggapi pertanyaan tersebut dengan serius karena selain sedang mengandung 7 bulan, suamiku berada ribuan kilometer jauhnya. Namun karena beliau gencar sekali menunjukan sinyal supaya aku pergi kesana, akhirnya aku mengiyakan. Supaya anak kita ikut berjuang untuk Palestina, begitu katanya.

Aku ingat, jalanan menuju Monas saat itu dipadati peserta aksi yang berpakaian serba putih dan sedikit hitam. Mereka semua mengepalkan tangan ke udara seraya bertakbir. Allahu Akbar Allahu Akbar. Melihat itu semua tiba-tiba ada haru menyelinap dalam diri. Masya Allah, rasa lelah di perjalanan begitu tergantikan dengan gelora yang sama akan kedaulatan Palestina. Rasa bahagia pun turut ada sebab bayiku ikut serta dalam perjuangan ini.

Makasih sudah menemani mama ya, sayang :)

Jerusalem. Sumber foto : Canva
Pada waktu yang hampir bersamaan, nun jauh di sana, suamiku hadir pula dalam aksi bela Palestina di Tokyo. Masya Allah, kecintaannya pada Palestina terus hidup walau ia tinggal di negara non muslim. Kecintaan yang ia gelorakan ini, telah membuatku semakin yakin bahwa menghirup udara Palestina adalah impian besar kami. Ya, inilah pijakan awal kami untuk menapaki bumi Allah nan luas dan indah ini. Juga sebagai pelepas rindu, sebab Al-Quds telah menetap begitu lama di hati kami.



Mendidik Ibrahim dengan kisah kesholehan Nabi Ibrahim AS
"Ibrahim mau liat tempat Nabi Ibrahim tinggal di Palestina gak? Insya Allah Mama sama Baba ajak Ibrahim kesana ya. Kita sholat di Masjidil Aqsha dan ziarah ke makam Nabi Ibrahim di kota Hebron. Gimana sayang?"

Ibrahim tersenyum, matanya menyiratkan rasa antusias yang tinggi, dan tangannya bertepuk dengan riang. Masya Allah, Ibrahim selalu segirang itu ketika aku berkisah tentang Nabi Ibrahim. Menceritakan kisah Ibrahim AS ini adalah salah satu cara kami untuk mendidik Ibrahim di masa emas pertumbuhannya. Tujuannya supaya ia kenal dan mengikuti keshalehan Nabi Ibrahim AS sejak dini.

Baitul Maqdis (Al-Quds). Sumber foto : Canva
Selain menceritakan kisah Nabi Ibrahim, kami rutin memperdengarkan padanya surat Ibrahim. Iya, kami ingin Ibrahim hafal surat yang sama dengan namanya sejak dini. Dan untuk menggenapi kedua hal di atas, kami ingin membawa Ibrahim ke Palestina untuk melihat jejak peradaban yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. Rasanya ingin sekali menggendong Ibrahim ke Al-Haram Al-Ibrahimi sembari menceritakan kisah tauladan Ibrahim AS. Masya Allah, rupanya ghirah untuk pergi ke Palestina bukan hanya sekadar mewujudkan mimpi kami. Namun lebih dari itu, yakni sebagai cara untuk mendidik Ibrahim putera kami tercinta.

Cinta Palestina. Sumber foto : Canva
Demi mewujudkan impian itu, kami mulai membuat pos khusus untuk pergi kesana dan mencari informasi terkait tur wisata ke Jerusalem. Saat berselancar di dunia maya, alangkah terkejutnya aku saat menemukan penawaran paket wisata yang sangat mendukung impian keluarga kami: wisata jejak rasul!

Segera kukabari suami tentang info ini dan kukatakan padanya bahwa aku senang sekali menemukan agen perjalanan yang membuat program tur semenarik ini. Terlebih wisata napak tilas ini tidak hanya ke Jerusalem, namun juga ke Mesir dan Jordania! Masya Allah. Itulah dia Cheria Holiday, agen perjalanan halal yang namanya sudah sangat mahsyur di dunia industri pariwisata. Maka dengan penuh antusias dan diiringi sholawat, kupelajari setiap detail perjalanannya dan membayangkan kami bertiga pergi ke sana. Allahu Akbar! 



Jejak Rasul Bersama Cheria Holiday
Saat sedang asyiknya berselancar di laman wisata jejak rasul Cheria Holiday, tetiba saja ada air menggenang di pelupuk mataku. Paduan kata 'Katakanlah... Kamu akan mengunjunginya' yang tertulis di sana memberi desiran hangat di hatiku. Masya Allah, semangat menabung untuk pergi ke Palestina ya, Zah! :)

Insya Allah Cheria Holiday akan menjadi sahabat perjalanan terbaik bagiku dan keluarga. Mengapa? Karena rute perjalanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh Cheria begitu menarik, lengkap dan muslim friendly. Bayangkan, kami tidak akan merasa kebingungan mencari makanan halal di negeri orang sebab ada Cheria yang menjamin kehalalannya. Pun begitu dengan sholat, Cheria akan mengingatkan waktu sholat dan mengakomodasi tempat sholat yang nyaman. Masya Allah, tentu ini poin utama yang dicari oleh setiap muslim.

Hebatnya lagi, Cheria menawarkan 9 kali perjalanan wisata jejak rasul di tahun 2018 ini. Bayangkan, berarti hampir setiap bulannya ada perjalanan wisata ke negeri para nabi. Keren!

Sumber foto : Canva
Lihat, itenerary-nya sangat lengkap bukan?

Sungguh, aku sangat tertarik dengan semua detail perjalanan yang ditawarkan Cheria ini. Ingin rasanya ke Pyramid dan Sphinx, kuburan raksasa para raja Mesir kuno yang konon dibangun oleh 100.000 pekerja. Ingin pula ke Egyptian Museum untuk melihat koleksi mumi dan harta karun Tuthankhamen, si raja muda yang kematiannya penuh misteri.

Meski ada banyak sekali tempat yang dikunjungi selama di Mesir, hal terbesar yang ingin kudapatkan dari Mesir adalah ziarah dan menapaki jejak peradaban para nabi dan shalafush shalih. Seperti ziarah ke makam cucu Rasulullah SAW, Nabi Harun, Nabi Sholeh, Nabi Daniyal dan Lukmanul Hakim yang namanya diabadikan dalam surat ke-31 Al-Qur'an, yakni Surat Luqman (ini adalah surat favoritku untuk mendidik Ibrahim, masya Allahi), melihat 'Uyun Musa yang merupakan 12 sumur air Nabi Musa, lokasi dimana Fir'aun tenggelam di Laut Merah, Pohon Yang Terbakar pada saat Allah berbicara langsung kepada Nabi Musa, dan melihat Surat Perjanjian/Jaminan Nabi Muhammad kepada umat Kristen yang hidup di bawah kepemimpinan Islam.

Keseruan tur bersama Cheria Holiday tak berhenti sampai di situ. Peserta tur akan diajak ke Istana Montazah yang merupakan tempat peristirahatan Raja Farouk, melintasi Terusan Suez yang memisahkan Benua Asia dan Afrika, mendaki Gunung Sinai untuk melihat keindahan matahari terbenam seraya berdoa, kunjungan ke El Khalili Bazaar yang merupakan pusat pernik-pernik khas Mesir dan dinner di Nile Cruise yang merupakan restoran apung di Sungai Nil. Seru!

Mesir bersama Cheria Holiday (foto dari berbagai sumber)
Setelah dari Mesir, peserta tur akan diajak untuk menapaki jejak para nabi di Baitul Maqdis. Masya Allah, ini adalah perjalanan yang paling kunantikan. Ada dua hal penting yang ingin aku lakukan di sini dan alhamdulillah Cheria mengakomodir semuanya.

Pertama, sholat di Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat Rasulullah naik ke sidratul muntaha (masya Allah bahkan pada saat menulis ini hatiku gemetar). Kedua, mengisahkan kepada Ibrahim tentang keshalehan Nabi Ibrahim dan keturunannya langsung dari Al-Haram Al-Ibrahimi yang merupakan tempat suci kedua setelah Masjidil Aqsha di Palestina dan keempat dalam Islam setelah Mekah, Madinah dan Jerusalem. Selain makam Nabi Ibrahim, di tempat ini terdapat pula makam keturunannya yakni makam Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub dan istri-istrinya. Itulah mengapa aku ingin sekali mengajak Ibrahim ke tempat berkumpulnya para nabi ini, sebab kesyahduan ilmu akan meresap dalam dirinya dan terkenang sepanjang masa, insya Allah.

Sumber foto : Canva
Hal seru lain yang Cheria tawarkan adalah peserta tur diajak untuk merasakan sensasi berjalan di dalam tembok Al-Quds melalui Via Dolorosa, ziarah ke makam Rabi'ah Al-Adawiyah (the mother of the grand master) dan pergi ke Bukit Golgotha atau lebih dikenal sebagai tempat Yesus disalibkan oleh kaum Yahudi. Menariknya, bukit ini dijaga oleh kaum Muslim turunan langsung dari Shalahudin Al-Ayubi yang sangat dihargai dan dihormati di Eropa sebab berhasil menaklukan Jerusalem.

Palestina bersama Cheria Holiday (foto dari berbagai sumber)
Sedangkan di Jordania, peserta tur akan dibawa ke icon negara Jordania apalagi kalau bukan Petra The Lost City. Bangunan cantik berwarna merah muda yang sempat hilang selama ribuan tahun itu menyimpan sejuta misteri tentang kecanggihan peradaban dan pengetahuan masa lalu. Bayangkan saja, meski hidup di zaman kuno, masyarakat Petra mampu membuat pahatan yang sangat simetris pada petra (batu) dan memiliki sistem pengairan yang menggunakan teknologi pompa hidrolik. Keren!

Hal paling menarik dari Jordania (tentu selain ziarah ke makam Nabi Musa dan para sahabat nabi) adalah mengunjungi Ashabul Kahfi yang merupakan gua tempat tujuh pemuda melarikan diri dari kekejian raja Dikyanus dan tertidur di dalamnya selama 300 tahun. Juga menikmati sensasi berada di gurun Wadi Rum. Masya Allah.

Jordania bersama Cheria Holiday (foto dari berbagai sumber)
Semua keseruan yang ditawarkan oleh Cheria ini semakin lengkap saja dengan kenyamanan akomodasi dan transportasi yang diberikan. Bayangkan, dengan harga $1640, Cheria memfasilitasi hotel sampai berbintang 5 dan moda transportasi yang bagus. Lengkap, nyaman, seru, affordable. Itulah yang menggambarkan 11 hari wisata jejak rasul bersama Cheria Holiday


Melihat keseruan peserta tur Cheria Holiday di atas membuatku tak henti menyunggingkan senyum. Betapa senang dan tenangnya wisata dengan Cheria Holiday, karena Cheria telah memudahkan peserta tur untuk mencari makanan halal dan juga beribadah. Kepiawaian Cheria untuk memuaskan para tamunya memang sudah tidak diragukan lagi. Perusahaan halal tour yang berdiri sejak 2012 ini telah melayani ribuan wisatawan dan peziarah ke dalam dan luar negeri dengan harga bersaing, serta garansi kepuasan bagi para peserta tur.

Profil Cheria Holiday
Tentunya untuk perjalanan yang berkesan, kita harus mempersiapkan banyak hal supaya less drama selama di tempat tujuan. Bersama Cheria, hal-hal yang acapkali luput kita persiapkan dapat diantisipasi dengan profesionalitas dari setiap mitra Cheria. Peserta tur akan di briefing sejak sebelum keberangkatan dan dikenalkan kepada peserta tur lain. Hal ini akan menciptakan bounding antar peserta sehingga perjalanan akan dirasa lebih menyenangkan.

Profesionalitas serta komitmen yang diusung Cheria berjalan penuh harmoni. Ini terlihat dari output dan testimoni peserta tur yang puas dan ketagihan traveling bersama Cheria Holiday dan bahkan banyak di antara mereka yang merekomendasikan Cheria sebagai sahabat terbaik dalam perjalanan wisata. Salut!

Testimoni peserta tur Cheria Holiday
Sesuatu yang memiliki nilai baik, akan memancing banyak hal baik mendekatinya. Barangkali itulah kebaikan yang dimiliki Cheria yang tidak melulu berpikir soal profit, namun juga tentang keberkahan yang didapat. Bahkan Cheria telah menjadi wadah bagi travel agent manapun yang ingin belajar wisata halal dari Cheria. Masya Allah ini bisnis berpahala. Itulah Cheria Holiday!

Tentang Cheria Holiday
Segala kebaikan yang ada di Cheria ini telah membuatku semakin yakin bahwa Cheria akan menjadi sahabat perjalanan keluargaku ke Baitul Maqdis. Lihatlah, wisata bersama Cheria itu whole package: wisata dapat, ilmu dapat, belanja dapat, -dan yang lebih besar dari itu semua- cahaya Islam dapatInsya Allah. Sekarang tinggal bagaimana kami mempersiapkan diri dari mulai tabungan, kesiapan fisik, juga waktu terbaik untuk pergi ke sana.


Menuntaskan rindu dan menggenapkan pendidikan Islami pada Ibrahim adalah dua alasan utama bagi aku dan suami pergi ke Jerusalem. Mimpi itu sudah ada lama dan menetap di hati dengan begitu indahnya. Rasanya ingin sekali menggelar sajadah di Masjidil Aqsha, tersungkur, mengadu, bersujud, berdoa dan terisak di sana. Tiadalah yang lebih indah dari itu semua, yakni untuk dapat sholat di tempat yang memiliki keutamaan besar setelah sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bersama Cheria Holiday insya Allah perjalanan mewujudkan impian ini menjadi lebih menyenangkan dan menenangkan :)



Duhai Baitul Maqdis, tunggu kami ya. Semoga Allah segerakan kita untuk berjumpa, untuk melepas rindu, juga untuk menggenapkan pendidikan islami bagi anak kami tercinta, Ibrahim. Aamiin.


~ijaah~


***

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Artikel Kreatif #8 
Cheria Holiday 2018



***

Sumber artikel dan foto:

  1. https://www.cheria-travel.com
  2. https://facebook.com/cheriaholiday/
  3. https://www.islampos.com/61214-61214/
  4. https://id.wikipedia.org/
  5. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/05/07/p8cu4k366-7-tuntutan-aksi-indonesia-bebaskan-baitul-maqdis
  6. https://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/10/04/137976-hebron-di-sana-tiga-nabi-bersemayam
  7. https://www.kompasiana.com/iffahrochmah/5a2e0a4ddd0fa83e8d120352/fakta-yerusalem-al-quds-yang-harus-diketahui?page=all
  8. http://generaltoursegypt.com
  9. https://medium.com/@joshuashawnmichaelhehe/the-great-sphinx-and-pyramids-of-giza-f0988a38d597
  10. http://tripadvisor.com 

Aplikasi Traveling Wajib untuk Jalan-Jalan ke Depok

24 comments:

Berbagai wilayah Jakarta, termasuk Depok, menawarkan berbagai tujuan wisata menarik. Tempat wisata di Depok cocok untuk semua jenis pelancong, mulai dari tempat makan hingga waterpark. Agar perjalanan lebih mudah dan menyenangkan, Anda harus punya aplikasi traveling yang tepat, terutama bagi yang belum pernah berwisata ke Depok.

Tidak perlu repot-repot mencari aplikasi terbaik. Airy Rooms hadir untuk memenuhi kebutuhan utama perjalanan Anda, yaitu hotel dan tiket pesawat.


Alasan Menggunakan Aplikasi Airy Rooms

Hotel dan tiket pesawat adalah dua kebutuhan dasar setiap pelancong. Anda yang tinggal di luar Jakarta atau bahkan pulau Jawa akan mendapat banyak kemudahan setelah mengunduh aplikasi ini. Berikut beberapa keuntungan yang ditawarkan:

• Mendapat akomodasi murah 
Bingung mencari hotel murah di Depok? Aplikasi ini akan memberi Anda pilihan berbagai jenis penginapan, mulai dari homestay hingga hotel yang relatif mewah. Jaringan Airy Rooms adalah yang terluas di Indonesia, sehingga Anda bisa mendapat penginapan murah di mana saja.

• Mendapat kamar/tiket dengan cepat
Apakah Anda tipe yang sering berburu kamar atau tiket dadakan? Aplikasi ini akan memberi informasi kamar atau tiket murah dengan harga “bersih”, tanpa ongkos tersembunyi. Informasi ketersediaan kamar hotel serta tiket diperbarui seketika, sehingga Anda bisa memesan saat itu juga.

• Pesan dan check-in secepat kilat
Anda tipe yang senang membuat rencana dadakan? Gunakan aplikasi ini untuk memesan hotel serta melakukan check-in kilat, bahkan pada hari yang sama. Kemudahan ini juga cocok untuk Anda yang harus melakukan urusan penting dengan cepat di Depok.

• Fasilitas e-voucher untuk konfirmasi
Lupakan kerepotan mencetak bukti reservasi. Anda bisa langsung mendapat e-voucher yang bisa langsung digunakan untuk check-in, baik di bandara maupun hotel. Cocok untuk Anda yang senang melakukan perjalanan ke beberapa tempat, atau tidak menemukan tempat untuk mencetak bukti reservasi.

• Pilihan hotel yang melimpah
Aplikasi ini memberi banyak pilihan hotel di berbagai area di Indonesia. Jumlah jaringan Airy Rooms termasuk yang terluas di Indonesia dan terus bertambah, sehingga Anda bisa mendapat penginapan di mana saja. Anda juga bisa mendapat kamar di berbagai area pilihan di Depok, sehingga dekat dengan tempat wisata atau tujuan liburan.

Lihatlah, semua kemudahan ini menjadikan aplikasi Airy Rooms sempurna untuk pelancong masa kini. Dapatkan aplikasinya secara gratis dengan mengunduhnya dari Google Play Store atau Apple Store.


Mengapa Menginap di Airy Rooms?

Selain memberi kemudahan untuk melancong, aplikasi ini juga memberi Anda kamar berkualitas dengan harga terjangkau. Anda tidak akan kecewa dengan kualitas setiap kamar yang ditawarkan. Tempat tidur bersih, pendingin ruangan, pancuran air panas, dan TV layar datar adalah fasilitas standar di setiap kamar. Anda juga bisa menggunakan Wi-Fi atau menikmati air mineral gratis. Airy Rooms juga menyediakan perlengkapan mandi gratis.

Setelah memiliki aplikasi ini di ponsel Android atau Apple Anda, merencanakan perjalanan menjadi lebih mudah. Setiap transaksi bisa diselesaikan seketika dengan transfer bank biasa atau kartu kredit. Terdapat lebih dari 3.000 pilihan kamar di berbagai penjuru Indonesia, sehingga Anda bisa bebas memilih tujuan wisata. Cocok untuk pelancong backpacker, turis golongan menengah, maupun penyuka wisata “koper” yang menginginkan kenyamanan.

Lupakan pemesanan hotel secara manual, ongkos tersembunyi, serta harga yang mahal. Aplikasi Airy adalah pilihan terbaik untuk Anda yang ingin berwisata tanpa kerepotan.


~ijaah~

Tampil Percaya Diri Pasca Melahirkan dengan Mooimom Seamless Slimming Suit

22 comments:

12 jam pasca melahirkan, aku langsung mengenakan gurita dewasa untuk menyangga perut yang melar. Namun karena ribet karena harus dibantu ibu saat memakainya, akhirnya aku tak lagi menggunakan gurita dan beralih ke korset. Alhamdulillah korset ini membantu sekali untuk mengempeskan perutku, tinggal di maintain dengan olahraga toned abs untuk mengencangkan kembali bagian perut pasca melahirkan.

Oya, tidak ada merk korset di korset yang kupakai itu. Meski korset itu adalah preloved-nya kakak iparku, kemampuannya masih oke. Tapi ada satu kekurangannya, prekat korset itu sering lepas saat menyusui, mungkin karena badanku tidak tegak.

Karena kendala itulah, aku hanya bertahan memakai korset selama satu bulan. Aku merasa sudah percaya diri karena perutku cepat mengecil. Tapi ternyata, sisa-sisa perjuangan pasca melahirkan itu masih ada. Ini jadi warning buatku supaya tidak menyepelekan perut yang melar. Solusinya adalah merutinkan workout toned abs dan segera mencari baju pelangsing yang berkualitas baik.

Mooimom Seamless Slimming Suit

Setelah pencarian di dunia maya yang cukup menyita waktu, akhirnya aku menemukan baju pelangsing yang aku mau di Mooimom. Kalau sudah mendarat di website Mooimom itu, ah, rasanya ingin punya semua karena cantik-cantik, moms. Tapi aku harus fokus nih, sekarang aku hanya boleh mencari baju pelangsing. Ingat, beli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan hehe.

Setelah, lagi dan lagi, mengalami kebingungan saat memilih produk Mooimom, akhirnya pilihanku jatuh ke Mooimom Seamless Slimming Suit yang insya Allah mampu membantu perutku kembali rata seperti saat gadis dulu. Ahem!

u-shaped

Mooimom Seamless Slimming Suit ini sangat efektif untuk menekan lemak, meratakan bagian perut, mengecilkan pinggang dan pinggul. That's why aku memilihnya. Lalu, apa saja sih fitur yang dimiliki produk ini sehingga memiliki manfaat yang sangat banyak itu?


#1 Underbust design
Coba deh perhatikan, desain lingkar dadanya berbentuk U. Ini memberikan efek push-up bagi payudara sehingga tampilan payudara menjadi lebih indah. Meski begitu, u-shaped ini tidak menekan payudara sama sekali, sehingga kita akan merasa nyaman saat sedang menyusui si kecil. Fitur ini yang sangat aku cari, moms!

5 cm long

#2 Ultimate recovery
Memiliki fitur tali bahu selebar 5 cm, baju pelangsing ini mampu meringankan beban pada bagian pundak dan tidak meninggalkan bekas pada kulit. Kalau sudah begini, kita akan merasa nyaman saat menggunakannya. Betul kan, moms?

breathable

#3 Breathable and comfortable
Mooimom Seamless Slimming Suit ini terbuat dari bahan katun berkualitas tinggi dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Oya moms, sirkulasi udara yang baik itu mampu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Tentu saja hal ini baik untuk program pelangsingan dan kesehatan. 

Mooimom mengklaim bahwa baju pelangsing ini lembut dan nyaman dipakai. Ternyata, apa yang Mooimom janjikan itu terbukti benar adanya. Nyess, sejuk sekali saat mengenakannya, terlebih saat menyusui. So, untuk moms yang sering berkeringat saat sedang menyusui, tidak perlu khawatir memakai produk ini ya. Adem!


Senangnya, alhamdulillah, aku menemukan produk ini. Aku baru mencobanya beberapa hari dan happy sekali. Aktivitas menyusui menjadi lebih menyenangkan (tidak panas dan tertekan), merasa lebih puas saat melihat bentuk tubuh di cermin, dan rasanya tidak ingin melewatkan satu hari pun tanpa memakainya :)

Semoga dengan pemakaian yang rutin, perutku akan kembali rata, menjadi langsing dan padat berisi. Ah Mooimom, terima kasih ya sudah membuat produk sekeren ini. Ter-love!


***

MOOIMOM INDONESIA



***

~ijaah~


Penyelamatku Saat MengASIhi : Mooimom Super Elastic Seamless Maternity and Nursing Bra

38 comments:

Mooimom Super Elastic Seamless Maternity and Nursing Bra

Tak terasa, sudah 7 bulan saya menyusui si kecil Ibrahim. Masih ingat rasanya perjuangan di awal menyusui. Dimulai dari ASI yang baru keluar di hari ketiga, payudara bengkak, badan meriang, puting sakit, juga badan yang terasa lelah. Ada senang, ada sakit, ada pula lelah. Namun semuanya berpadu dan membentuk simfoni yang begitu indah : saya telah jadi ibu.

Kemudian saya menyadari bahwa bentuk badan dan payudara tidak sekencang dulu. Ini menandakan bahwa produksi ASI melimpah dan Ibrahim menyusu dengan baik. Alhamdulillah. Namun tetap saja, keinginan untuk menjaga dan mengencangkan-tubuh-dengan-segera itu tetap ada.

Hal pertama yang bisa segera saya lakukan untuk menjaga payudara pasca melahirkan adalah dengan menggunakan bra khusus menyusui. Saya sudah membeli beberapa sejak sebelum melahirkan, dan sudah digunakan juga. Namun ternyata, setelah 2 bulan menyusui, bra tersebut tidak mampu lagi menyangga payudara yang telah membengkak.

Ah, setiap ibu pasti bisa membayangkan dan merasakan bentuk payudara yang tak lagi kencang saat menyusui. Untuk itu saya harus segera mengganti bra menyusui ini dengan kualitas menyangga yang lebih baik. Bismillah, pencarianku pun dimulai.

Akhirnya, setelah 6 bulan merasa 'merana' karena menggunakan bra menyusui yang tidak pas, saya menemukan bra menyusui yang saya mau. Adalah di Mooimom, tempat saya menemukan ragam bra menyusui yang berkualitas baik dengan model yang cantik. Rasanya ingin membeli semua, karena kan butuh juga dan harganya affordable. 

Setelah melalui tahap kebingungan karena semua bra menyusuinya bagus, akhirnya saya memilih Mooimom Super Elastic Seamless Maternity & Nursing Bra. Ah, saya sangat suka bra ini karena seperti namanya, bra ini sangat elastis dan mampu mengikuti perubahan bentuk payudara, which is yang saya butuhkan saat ini. Selain itu model bra ini simpel dan kasual, dengan pilihan warna yang natural dan lembut. Saya memilih warna pink dari tiga warna yang tersedia yakni hitam, pink dan ungu.

Lalu, apa lagi sih yang membuat saya suka dengan Super Elasic Seamless Maternity & Nursing Bra?

seamless and wire free

Seamless and wire free
Moms, tidak ada kawat dan jahitan. Sudah terbayang rasanya, saya pasti akan merasa nyaman saat memakai bra ini, dan ternyata memang begitu! Tidak ada rasa tertekan dan sakit saat mengenakan dan menyusui dengan bra ini. Happy!

Super elastic
Coba bayangkan, cup bra ini bisa stretch sampai 2-3 cup, sehingga bisa menyesuaikan bentuk payudara saat hamil dan menyusui. Sounds great, right!

w-design and super elastic

W-Design
Desain-nya yang berbentuk huruf W, bra ini memiliki kemampuan untuk menopang payudara dengan optimal sehingga payudara tidak kendur/menurun karena menyusui. Ini penting sekali kan moms?

Good circulation
Terkadang menyusui itu buat keringat mengucur. Untuk itulah kita perlu bra menyusui yang memiliki sirkulasi yang baik. Adem.

removable pad

Removable pad
Ini salah satu fitur super elastic bra yang tidak saya temukan di bra yang saya beli sebelumnya. Busa yang ada di dalam bra, bisa moms lepas atau tukar dengan breastpad ketika menyusui sehingga baju moms tidak terkena rembesan ASI. 

easy nursing access

Easy nursing access
Saya mau compare lagi dengan bra menyusui yang sebelumnya saya beli nih, moms. Bra yang dulu itu, kancing bukaannya susah dilepas dan kain penyangganya menekan payudara. Jadinya kancing bukaan itu tidak saya gunakan dan bra menyusui itu tidak saya gunakan sebagaimana mestinya. Nah saat melihat fitur super elastic bra ini, saya langsung jatuh hati karena semua permasalahan yang saya sebutkan di atas itu : nihil. Kancingnya bisa dibuka dengan satu tangan dan kain penyangganya tidak menghalangi bayi saya saat menyusui. Super duper happy!

Dengan kualitas se-elastis ini, bahan yang digunakan apa ya? Mungkin ini yang jadi pertanyaanku dan moms juga.

Bahan yang digunakan untuk membuat bra sekeren ini adalah 83.3% nylon, 9.3% spandex dan 7.4% polyester. Kombinasi ketiganya membuat tekstur bra ini sangat halus. Sentuhannya yang lembut pada setiap sisi tubuh ini membuat hari-hari moms terasa menyenangkan saat mengASIhi buah hati dimanapun moms berada.



Ya, bra ini adalah my saviour. Tidak terbayang jika saya terus menerus menggunakan bra yang lama. Mungkin kendur, mungkin jadi buat tidak percaya diri. Sebab menjaga bentuk badan itu adalah investasi dan kita sebagai wanita akan merasa feel so good saat bentuk badan kita terlihat baik-baik saja.

Kalau moms, punya pengalaman kurang menyenangkan saat menyusui dan menemukan penyelamatnya tidak?

Share yuk!


***

MOOIMOM INDONESIA



***

~ijaah~





Mau Liburan Anti Ribet? Staycation Aja Yuk!

40 comments:

Apapun profesimu, baik itu karyawan, freelancer ataupun ibu rumah tangga, pasti pernah mengalami fase jenuh. Jika fase ini terus dipupuk, efeknya sangatlah berbahaya. Apalagi jika kamu membandingkan hidupmu dengan orang lain.

Fase ini jangan dibiarkan terus-menerus karena akan membuat hidupmu menjadi semakin merana. Aku yakin, kamu pasti tahu kamu harus liburan. Namun sayang sekali, kamu bilang tak ada waktu untuk itu.

Memangnya, apa sih yang terlintas di pikiranmu tentang liburan?

… Ribet … 
… Mahal … 
… Harus cuti … 
… Susah izin sama suami … 
… Males, malah bikin cape … 

Hmm, iyakah seperti itu?

Untuk kamu yang gak mau ribet dan susah izin keluarga, sebenarnya kamu bisa melipir sejenak dari rutinitasmu untuk liburan. Kamu bisa liburan di kotamu sendiri, baik itu pergi ke mall, taman atau melakukan aktivitas lain di luar rutinitasmu. Istilah kerennya adalah staycation, kamu jadi turis di kotamu sendiri.

Saat honeymoon dulu, aku dan suami gak bisa pergi jauh-jauh. Jadi kami putuskan untuk pergi ke hotel di daerah kami. Dan tahukah kamu, pergi ke hotel di kota sendiri gak jauh beda sama hotel di kota lain. Barangkali karena suasananya berbeda, bisa leyeh-leyeh, banyak makanan enak dan bisa berenang.

Sebenarnya saat itu kami belum tahu akan pergi kemana setelah menikah. Maka keputusan untuk pergi ke hotel adalah spontan. Suami mendelegasikan semua pemesanan kepadaku. Ah, untung saja aku gak panik karena sudah biasa mendadak booking hotel saat kerja dulu. Apa yang kulakukan selanjutnya? Klik aplikasi Traveloka di ponselku tentu saja.


Ya, aku selalu memercayakan Traveloka untuk setiap rencana perjalananku. Baik urusan pribadi ataupun bisnis, memesan hotel atau pesawat. Kenapa? Karena anti ribet, tinggal klik-klik dan semua selesai. Pilihan hotel Traveloka dalam dan luar negeri sangat lengkap dan pembayarannya pun mudah. Selain itu, Traveloka memiliki fitur yang user friendly dengan tampilan yang eye catching.

Nah, aku punya rencana untuk mengunjungi temanku di Depok. Aku fikir bisa sekalian staycation di sana. Maka lagi dan lagi, aku mencari hotel berbintang yang on budget di Traveloka.

Setelah memasukkan tanggal dan kota pilihan, akhirnya aku mendapat hotel yang pas di hati. Aku memilih hotel dengan fasilitas lengkap, dekat dengan pusat hiburan dan harga yang terjangkau. Nah, ini nih yang aku suka dari Traveloka, filter pencariannya sangat oke sehingga aku gak perlu lama-lama melakuan pencarian. Aku bisa menyetel filter harga, star, fasilitas, bahkan sampai pada accomodation preferences seperti pay at hotel.


Oya, iseng nih aku cari harga di situs lain, eh ternyata masih lebih terjangkau di Traveloka. Selain itu filternya belum se-oke Traveloka. Kalau begini kan, susah aku untuk berpaling.

Cara bookingnya super gampang. Kita hanya perlu memasukkan tanggal, durasi dan memilih tipe kamar yang diinginkan, lalu klik book now. Aku memilih tipe kamar deluxe king bed. Dan beruntungnya aku, hotel yang aku pilih sedang diskon. Bayangkan, harga diskon itu sudah termasuk pajak dan biaya lain!


Setelah klik booking, kita akan diarahkan untuk mengisi data pribadi seperti nama, no telepon dan email. Selanjutnya adalah proses pembayaran. Ini nih yang keren, kita bisa melakukan pembayaran dengan banyak opsi seperti transfer, kredit, via ATM, CIMB Clicks, BCA Klikpay, Mandiri Debit, bahkan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Setelah proses pembayaran selesai, voucher hotel akan masuk ke email kita. Itulah tiket masuk kita ke hotel. Mudah bukan?

Pesan hotel di Traveloka itu gak perlu lama. Sebagai contoh, saat honeymoon dulu, saya memesan dan melakukan pembayaran hotel pada hari dimana kami akan menginap di hotel, alias 8 jam sebelum kami ke hotel. Haha, luar biasa bukan honeymoon dadakan kami.

Traveloka cocok sekali untuk kamu yang gak mau ribet pesan hotel. Jadi, sudah tahu mau staycation dimana? Kalau masih bingung, cek Traveloka dulu. Aku yakin, kamu akan dapat inspirasi. Karena seperti yang aku bilang tadi, booking hotel di Traveloka itu mudah, cepat dan lengkap. Ya, Traveloka memang teman setia perjalananku 😄


~ijaah~

Melukis Tujuan Hidup dengan Berguru

22 comments:
Tertohok.

Pada tiap kata yang Nati sampaikan dalam kulwap mingguan KIMI ini, sungguh sangat menyentuh sisi egoisme dan sok tahu selama ini. Ternyata tauhid itu belum sepenuhnya mengakar dalam diri. Segala sesuatu ditakar dengan logika, lupa ada Allah Yang Maha Segala. Sehingga saat jatuh terjerembap, diri ini sering alpa pada Tuhannya. Ah, mengapa aku terlalu asyik masyuk dengan kesedihan?

Akhirnya aku mengerti, bahwa tujuan sebenarnya hidup adalah hidup bertuhan. Itulah nilai yang Nati Sajidah sampaikan pada kami. Nati yang merupakan seorang penulis buku, editor majalah dan scholarship hunter ini mengajak kami untuk memperbaharui tujuan hidup, untuk kemudian melukisnya. Kekayaan pengalaman yang ia dapat telah membuatnya matang dalam menyikapi kehidupan. Sehingga Allah memberi jalan baginya untuk berbagi, baik itu melalui pendidikan, komunitas, media sosial atau buku. 

Buku karya Nati Sajidah
Mengapa terasa sukar untuk menyandarkan diri pada-Nya saat resah melanda? Bukankah justru itu memudahkan?

Deg! Kalimat dalam buku Crayon untuk Pelangi Sabarmu itu membuat dadaku bergetar. Iya, mengapa logikaku seakan terbalik selama ini. Bukankah terasa mudah jika kita percaya bahwa Allah yang mengurus makhluknya? Mengapa dibuat sukar? Rupanya aku terlalu senang menyusahkan diri sendiri dengan pikiran liar yang kumainkan sendiri. 

Crayon untuk Pelangi Sabarmu ini dipenuhi ajaran Ahad yang tinggi. Sehingga aku seakan diingatkan kembali bahwa segala resah yang menyesakkan dada terjadi karena aku tidak hidup bertuhan. Aku terlalu mengedepankan logika dan kemampuan diri sendiri. Tapi apakah itu menenangkan hatiku?

Tentu tidak. Salah, keliru. Aku terlalu menuhankan akal, bukan menuhankan Tuhan. Nas akal amat lemah dan sempit, sehingga saat kita hanya mengandalkan prediksi akal, iman kita jadi kerontang, tak punya tujuan hidup. Salah, keliru. 


Aku harus bebenah. Ah, kita semua. Hijrah tak hanya perwujudan fisik seperti berhijab. Namun juga hijrah hati, jiwa dan akal. Hijrah sebenar-benarnya hijrah untuk hidup bertuhan, menyerahkan semua pada-Nya dan mempelajari ilmu-Nya. Lalu, bagaimana cara untuk bisa hidup bertuhan?

Seringkali kita mendengar himbauan agar hidup sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu tentu saja benar. Namun ada satu hal yang terlewat dan celakanya ini sangat signifikan, yakni tentang bagaimana cara kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Ternyata, caranya tidak hanya cukup dengan menghafal Al-Qur'an dan terjemahannya saja. Perlu cukup ilmu untuk mengetahui petunjuk dari ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Misalnya pada Hadits Nabi, kita perlu tahu asbabul wurud-nya, kepada siapa Nabi bersabda demikian, bagaimana istinabtul ahkam-nya dan sebagainya. Ya, ada banyak sekali yang harus dikuasai.

Contohya adalah saat Nati kuliah di jurusan Tafsir dan Hadits. Ia dibuat terhenyak saat mengetahui bahwa untuk mampu mengerti maksud ayat Al-Qur'an, sedikitnya ada 70 cabang ilmu yang harus dikuasai. Jika seperti ini, sulit bukan agar kita bisa mendapat petunjuk hidup dari Al-Qur'an dan Sunnah?

Sebelum menjawab itu, ingatkah kita bahwa Allah mewahyukan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan Jibril?

Aha! Kalau begitu, kita pun perlu perantara untuk memahami kalam Allah. Ya, inilah jalan pintasnya. Sang perantara itu adalah guru. Sebab kewajiban untuk menguasai ilmu agama (pengambilan hukum dari wahyu) tidak dibebankan kepada seluruh muslimin. Lantas, guru seperti apa yang seharusnya kita berguru kepadanya?


Guru yang silsilah keilmuannya sampai kepada Kanjeng Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Coba bayangkan saat kita sedang sakit, tentu kita akan datang kepada ahli yang mampu mengobati yakni dokter. Kita akan memilih dokter terbaik untuk diri sendiri, dimulai dengan mencari tahu dokter ini lulusan mana, praktek dimana dan testimoni pasien lain. Padahal ini untuk urusan duniawi, untuk urusan kesehatan jasad. Untuk urusan kesehatan ruhani, seharusnya kita melakukan hal yang sama. Kita harus seserius itu mencari guru yang tepat untuk akhirat kita. Guru yang belajar agamanya benar-benar dari ahlinya.

Sebagai seorang awam, tentu kita akan bertanya : Bagaimana cara mencari guru yang tepat sesuai dengan kaidah di atas?


1. Usaha
Dalam analogi sakit tadi, kita akan berusaha mencari tahu dokter terbaik untuk mengobati penyakit kita. Kita rela mengantri dan membayar panjang hanya untuk konsultasi dengannya. Hal yang sama seharusnya kita lakukan dalam mencari guru hidup. Sebab nanti yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah ruh kita, bukan jasad. Ingatlah, kesehatan ruh kita sangat bergantung pada bagaimana kita merawatnya dalam bimbingan agama.

2. Cari tahu latar belakang pendidikan guru
Dalam proses usaha tersebut, poin utama yang harus kita pegang adalah latar belakang pendidikan guru. Apakah beliau berguru atau otodidak? Sebab sebuah riwayat mengatakan, "Barangsiapa yang belajar tanpa guru, maka gurunya adalah syaitan". Cari tahu pula perihal silsilah keilmuan sang guru, apakah sampai kepada Nabi Muhammad?

Nati sendiri berguru kepada guru lulusan dari Ponpes Cipasung yang mana silsilah keilmuannya sampai pada Nabi Muhammad. Pada saat menulis buku Crayon Untuk Pelangi Sabarmu, Nati meminta arahan dan bimbingan Sang Guru untuk memverifikasi, apakah Nati sudah melakukan apa yang tertulis sehingga layak dibaca orang lain? Maka dengan izin Allah, banyak sekali yang merasa terbantu dengan buku ini. Nati meyakini bahwa hal ini terjadi karena bimbingan Sang Guru, yang mana hatinya selalu terpaut kepada Allah.




3. Jangan hanya belajar agama dari buku atau artikel
Apa yg terjadi jika kita membaca sendiri? Bukankah seringnya kita mengambil kesimpulan sendiri?

Kembali ke analogi sakit tadi. Kita seringkali mencari artikel kesehatan baik di buku maupun dunia maya. Namun pasti di ujung artikel itu selalu disebutkan agar kita mengkonsultasikan langsung kepada dokter. Mestinya untuk urusan agama dan akhirat, kita memandang lebih serius. Jika memang gemar membaca, sebaiknya kita mendiskusikan isi buku tersebut dengan Sang Guru agar tetap terkontol.

Mengaji di Youtube tentu saja boleh. Namun kita harus mencari tahu latar belakang pendidikannya apakah berguru atau otodidak. Tidak mau bukan kita mengontrol kesehatan kepada dokter yang belajarnya otodidak? Jika ustadz itu pernah pesantren, cari tahu pesantrennya dan silsilah keilmuannya.

4. Cari guru di majelis ilmu, bukan hanya di Youtube
"Jumat yg lalu, saya ikut tadarusan pengajian ibu-ibu di Masjid Pesantren. Masing-masing dapat jatah dua ayat Al-Quran. Tiba giliran Ibu Tini. Beliau membaca ayat pertama dengan lancar. Pada ayat kedua, tiba-tiba kepalanya merunduk, tangannya gemetar dan tak lama kemudian beliau terkulai di atas Al-Quran. Beliau wafat saat membaca AlQuran. Masya Allah... Bu Tini ini rumahnya paling jauh dari Pesantren, tapi selalu tercepat datang ke Masjid. Karena beliau yakin, belajar di Pesantren bukan hanya mendapatkan ilmu, tapi juga BERKAH. Sampai beliau meninggal dalam kondisi yg luar biasa indah... diliputi keberkahan..."

Kisah penuh keberkahan yang Nati sampaikan tadi merupakan impian setiap muslim. Keberkahan ini, tidak bisa didapat jika kita hanya belajar agama dari Youtube. Sebab gurunya tidak tahu kita sedang berguru. Selain itu kita tidak mendapatkan pahala dalam setiap langkah menuju majelis ilmu, padahal setiap langkahnya dibukakan pintu surga. Tak juga kita dapatkan pahala berkumpul di majelis ilmu yang dinaungi dan didoakan malaikat.

Setiap usaha yg dikerahkan untuk berguru langsung sangatlah bernilai besar. Berkah ilmu, berkah berguru, berkah tempat ilmu.



Bergurulah, sebab hidup ini perlu ilmu. 
Bergurulah, supaya kita dibimbing, diawasi, diberikan arahan.
Bergurulah, supaya ada yang menilai kita dengan objektif.
Bergurulah, supaya ada yang menyemangati.
Bergurulah, supaya kita mampu mengenal Tuhan.
Bergurulah, supaya kita tidak payah dalam mencari ilmu agama.

Masya Allah, aku ingin memiliki private guru, bukan hanya dengan mendengar kajian di masjid atau Youtube. Maka dengan segera kukatakan niat ini pada suamiku. Ya Rabbi, mudahkanlah pencarian guru untuk keluarga kami.

Sebagai penutup, Nati menyampaikan pesan indah dari gurunya,
Hidup ini adalah seni menyikapi takdir Allah. Sikapi dengan sebaik-baik sikap, dan sikap terbaik adalah Husnuzhon.

Masya Allah, seperti yang Nati sampaikan, semoga kita bisa terus belajar dengan cara belajar yang benar. Semoga Allah ridho kepada kita.

Teman, yuk kita lukis tujuan hidup kita, untuk bisa selamat menapak bumi ini, untuk pada akhirnya pulang dan kembali pada-Nya.



***

Source                             : Kulwap KIMI @ibumudaindonesia
Photo credit                   : @natisa_23


~ ijaah ~