Akhirnya Jerawat Hilang #35weeks

No comments:


Ada kelegaan yang luar biasa saat jerawat di wajahku menghilang. Sembuh! Setelah drama setahun lebih berjerawat akibat emosi, perubahan dalam hidup yang signifikan dan masif, perubahan suhu selama tinggal di Jepang dan juga karena hormon hamil, jerawatku berangsur-angsur mengecil. Apa pasal?

Barangkali karena memasuki usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, hormonku lebih stabil. Tetapi hal ini tidak hanya menjadi pemeran utama, pemilihan skin care yang tepat juga merupakan faktor yang sangat menentukan kesembuhan kulit wajahku.

Aku beralih menggunakan skin care plant based. Maksudnya adalah aku menggunakan produk perawatan kulit yang berbahan tumbuhan. Aku merasa kulit wajahku membaik setelah menggunakan Aloe Vera Nature Republic. Sebelumnya, aku hanya menggunakan The Body Shop, tapi ternyata di kulitku hasilnya kurang maksimal. Barulah setelah pake Aloe Vera NR, jerawatku menghilang. Sekarang tinggal bekas jerawat saja dan meski butuh waktu yang sangat lama untuk menghilangkannya, yang penting ada progresnya sedikit demi sedikit.

Oya, peran masker juga penting lho. Aku rutin menggunakan produk Mud Musk Jafra dan hasilnya kulit wajahku menjadi lembut dan lebih cerah. Aku juga menggunakan Beauty Water yang membantu melembabkan dan menjaga ph kulit. Jika jerawat muncul sesekali, aku menggunakan Toner dan Tea Trea Oil The Body Shop. Alhamdulillah membantu sekali. Tapi yang menjadi pertanyaan besar bagiku adalah peran dari serum Drop of White-nya TBS yang menurutku perannya tidak terlalu banyak di kulit wajahku.

--------

Ingin sekali rasanya memiliki kulit wajah seperti dulu, saat jerawat belum sebegitu gencarnya mewarnai kulit wajahku. Ingin sekali memiliki kulit yang bersih, cerah, kenyal dan sehat seperti saat sebelum menikah dulu. Tapi dulu itu dibantu dengan krim-krim dari klinik kecantikan. Sekarang aku mencoba untuk tidak menggunakan itu, meski saudara dan teman-temanku masih banyak yang menyerahkan perawatannya ke dokter kecantikan. Mengapa? Sebab saat ini aku sedang hamil dan kelak akan menyusui. Suami juga tidak mau aku tergantung dengan produk dokter sebab berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang. Alami saja, begitu katanya.

Sedikit demi sedikit. Alhamdulillah jerawat sudah sembuh, tinggal bagaimana merutinkan perawatan kulit wajah supaya sehat dan bersih. Untuk apa?

Tentunya untuk menyenangkan diri sendiri dan pasangan. Betul? :)


~ijaah~

Tips Aman Membeli Obat Batuk Untuk Anak – Anak

3 comments:
Sumber di sini

Saat anak mengalami sakit, sering kali kita langsung berpikir untuk memberikannya obat. Contohnya saat anak terkena batuk. Batuk pada anak sering kali membuat mood anak menjadi berubah. Ia bisa merasa tidak nyaman karena batuk kering atau batuk berdahak secara terus menerus. Nafsu makan pun bisa jadi berkurang karenanya. Saat anak terkena batuk, langkah pertama yang sering kita lakukan adalah membawanya ke dokter atau membeli obat batuk berdahak anak di apotek terdekat.

Sebenarnya, jika batuk pada anak masih tergolong pada jenis batuk yang ringan, pemberian minum air putih yang banyak dan menghindari makanan atau minuman yang bisa memperparah batuk adalah hal yang sudah cukup untuk dilakukan. Namun, jika batuk sudah mulai berat atau berlangsung selama berhari-hari, pemberian obat menjadi solusinya.

Sumber di sini

Jika ingin lebih aman, tentu kita bisa langsung membawa anak ke dokter untuk mengetahui penyebab batuk dan obat terbaik sesuai untuk jenis batuknya. Namun, tak jarang pula banyak orang tua yang lebih memilih untuk langsung pergi ke apotek dan membeli obat batu secara langsung tanpa resep dokter.

Jika itu yang juga Anda lakukan, maka berikut ini adalah tips aman membeli obat batuk untuk anak- anak. Diantaranya adalah :

  1. Tentukan terlebih dahulu jenis batuk yang diderita anak, apakah batuk kering atau batuk berdahak.
  2. Tanyakan obat batuk yang sesuai dengan usia dan jenis batuk anak pada apoteker.
  3. Saat membeli obat batuk, pastikan untuk selalu melihat tanggal kadaluarsanya.
  4. Perhatikan pula jika obat batuk tersebut sudah memiliki izin BPOM pada label kemasannya.
  5. Jangan membeli obat yang di kemasan tercantum “harus dengan resep dokter” karena itu berarti ada komposisi tertentu atau ketentuan tertentu yang hanya dokter yang tau. 
Paling penting, kita harus selalu waspada dengan setiap obat batuk berdahak yang diberikan pada anak. jika kita tidak yakin, lebih baik langsung membawa anak ke dokter agar dapat diberikan resep obat yang tepat dan cocok untuk anak.


~ ijaah for GoApotik ~

Tips Alami Mengatasi Keputihan

No comments:
Sumber di sini

Keputihan merupakan hal yang alami bagi setiap wanita, terlebih jika sedang hamil oleh karena perubahan hormon yang terjadi. Namun jika kondisi keputihan ini sudah parah, seperti membuat gatal-gatal pada area vagina atau menimbulkan bau tidak sedap, cairan lengket dan meninggalkan noda kuning pada celana, artinya organ reproduksi wanita tersebut sudah terganggu. Untuk itu, keputihan ini janganlah dianggap sepele sebab bisa menimbulkan gejala yang lebih serius yakni bahaya kanker rahim.

Ada beberapa cara untuk mengobati keputihan, bisa dengan medis maupun tradisional. Jika memilih pengobatan medis, biasanya dokter akan memberikan obat jamur yang diminum atau dimasukan langsung ke vagina. Tentu saja pengobatan ini membutuhkan biaya ekstra dan ketekunan dalam mengonsumsinya. Jika Anda bukan termasuk orang yang menyukai pengobatan medis, berikut ini adalah tips untuk mengobati keputihan secara alami :


1. Jus lemon

Sumber di sini

Seperti yang kita tahu, lemon mengandung vitamin C tinggi dan antibakteri yang baik bagi kesehatan tubuh. Zat aktif yang terkandung dalam lemon ini dapat mengobati beragam penyakit, salah satunya keputihan. Bagaimana cara pengolahannya?
  • Peras buah lemon dan campur dengan bawang putih yang sudah dihaluskan. 
  • Minum ramuan ini secara teratur hingga keputihan Anda sembuh. 
  • Lakukan secara rutin setiap hari karena tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.


2. Daun sirih

Sumber di sini

Sejak dulu, daun sirih dipercaya dapat mengatasi masalah reproduksi wanita. Salah satunya adalah untuk mengobati keputihan. Cara pengolahannya pun mudah, yakni:

  • Rebus beberapa helai daun sirih sampai mendidih. 
  • Setelah dingin, basuhkan air rebusan tersebut pada vagina Anda.

Atau bisa juga lakukan terapi uap dengan air rebusan daun sirih. Caranya :

  • Simpan air rebusan yang masih panas di dalam baskom.
  • Kemudian duduklah diatasnya atau berjongkok. 
  • Pastikan uap dari air tersebut menyentuh vagina Anda. 

Itulah tadi beberapa tips mengatasi keputihan. Mudah bukan mengolahnya?

Lakukan terapi tersebut jika keputihan Anda mulai menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal dan bau. Sebab keputihan yang normal tidak akan mengganggu alat reproduksi wanita. Bila Anda membiarkan keputihan tersebut, hal ini dapat menimbulkan bahaya kanker rahim jika tidak diobati.


~ ijaah for GueSehat ~

Mencintai Surat Luqman III #34weeks

No comments:


يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus agi Maha Mengetahui."

Bagaimana cara terbaik memberi nasihat pada anak? Adalah dengan membaca dan memahami surat Luqman kita menemukan jawabannya. Lihatlah tentang bagaimana cara Luqman menasihati anaknya. Seluruhnya mengandung unsur ketaatan pada Allah.


يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."

Tentang bagaimana Allah membalas perbuatan sekecil apapun itu, tentang perintah untuk shalat, dakwah dan sabar dan tentang cara berinterkasi dengan sesama manusia.


وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُورٍ

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."


وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Adalah benar jika surat ini dianjurkan dibaca saat sedang hamil. Sebab setiap ayatnya mengandung hikmah, unsur pendidikan parenting dan refleksi. Betapa Allah begitu baik memberikan sumber ilmu bagi kita untuk bersikap. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, ya kita yang menentukan langkah. Hendak mengikuti petunjuk dalam Al-Qur'an atau tidak.


~ijaah~

Jatuh CInta Pada Surat Luqman II #33weeks

No comments:

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."


Pada setiap ayat dari Surat Luqman, aku terpana. Seluruhnya merupakan nasihat dan pengingat, terlebih pada ayat ke-12 hingga 19. Bagian itulah yang membuatku seringkali mengharu biru, mengingat itulah nasihat Luqman terhadap anaknya. Sebuah nasihat yang hendak aku berikan pada anakku juga, namun secara bersamaan seperti berkaca, tentang sejauh mana aku bersikap pada orang tua.



وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Tentang bagaimana tentang bersikap baik pada orang tua sejauh apapun perbedaan jarak pemahaman tentang keimanan. Sulit? Sudah pasti. Harus ada seni khusus untuk tetap berbuat baik pada orang tua meski ada pemaksaan atau pengaruh dari orang tua kepada kita untuk tak menjalankan syariat-Nya.

Hanya pada Allah-lah tempat kembali. Selama hayat di kandung badan, seorang muslim adalah ia yang melaksanakan shalat dan rukun islam lainnya. Hanya pada Allah-lah segala kehendak, kiranya kita tetap istiqomah untuk tetap berbuat baik pada orang tua sejauh apapun perbedaan iman kita dengannya.


~ijaah~

Mencintai Surat Luqman I #32weeks

No comments:


وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."


Membaca Surat Luqman saat sedang mengandung merupakan sebuah candu. Ingin lagi dan lagi membacanya, menghafalkannya. Setiap ayat yang terkandung di dalamnya merupakan jalan untuk bermuhasabah, sebuah jalan untuk mendidik anak.


وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."


Pikiranku seketika berkelana, seistimewa apakah Luqman sehingga namanya Allah abadikan dalam Al-Qur'an? Rupanya aku menemukan jawabannya. Setiap nasihat yang Luqman berikan pada anaknya merupakan cerminan kebersihan hatinya dan ketundukan yang utuh pada Tuhannya. 

Mari membaca surat ini, mari menghafalkannya. Supaya diri yang sering alpa ini mengingat terus nasihat terbaik untuk selalu bersyukur pada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.


~ijaah~

Tertawan Kenawa

2 comments:
Pemandangan dari bukit di Pulau Kenawa

Lombok dan Sumbawa. Inilah dua pulau besar yang membentuk gugusan bernama Nusa Tenggara Barat. Pada kali keempat kunjungan ke NTB ini, saya pada akhirnya berkesempatan untuk menyeberang dari Lombok ke Sumbawa. Dengan menggunakan ferry dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur menuju Pelabuhan Pototano di Sumbawa, kami menyiapkan diri untuk melihat suguhan indah di pulau yang terkenal dengan kuda dan madu berkhasiat tersebut.


Perjalanan selama kurang lebih 1 jam menuju Pulau Sumbawa sungguh tak terasa. Dengan segera, kami menuju perahu kecil yang akan membawa kami langsung menuju Pulau Kenawa. Siang itu matahari Sumbawa nampak sedang garang-garangnya, namun kami mau tak mau harus memanfaatkan waktu untuk snorkeling di siang bolong jika tak mau melewatkan kesempatan langka melihat keindahan biota laut Sumbawa. Maka dengan kenekatan yang paripurna, saya memantapkan diri untuk membiarkan kulit terbakar di siang bolong.

Pulau Kenawa

Setelah dirasa cukup menjelajahi laut, kami segera menapakkan kaki di bukit Kenawa yang keindahannya telah mahsyur. Pada akhir tahun seperti ini, rerumputan di Kenawa berwarna kuning. Jika nanti musim penghujan tiba, Kenawa yang diselubungi warna kuning kecokelatan akan berubah warna menjadi hijau yang memikat.


Sebenarnya kaki ini teramat sangat lelah setelah pendakian di Bukit Pergasingan. Namun kesempatan yang bisa jadi tak datang dua kali ini akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan. Maka, saya dan kawan lainnya memutuskan untuk mendaki bukit Kenawa. Namun sayang, kondisi kaki saya pada saat itu tidak mengizinkan saya untuk sampai puncak. Meski begitu, pemandangan yang ditawarkan telah sebegitu indahnya dan memanjakan mata.

Sore itu, dengan sisa-sisa tenaga yang dihabiskan selama acara TWG II, semilir angin juga aroma laut telah turut serta menambah rasa syukur saya pada Tuhan. Tentang betapa ajaibnya tulisan di blog ini bisa membawa saya kemana-mana. Adalah sangat mungkin bagi Tuhan mewujudkan ingin kita melalui passion yang kita miliki. Dengan menulis, kaki ini telah menambah langkahnya, hati ini semakin luas karenanya. Rasanya saya ingin di sini saja, membersamai alam memuja pada-Nya.


Atas setiap karunia yang telah Ia berikan, saya ingin terus menulis. Membaktikan ilmu ini melalui sarana yang barangkali akan tetap terbaca saat saya telah pergi meninggalkan bumi yang indah ini. Terima kasih yang teramat sangat kepada panitia, Mas Teguh dan Kak Emma yang telah mengundang ijaah.com dalam acara Travel Writers Gathering II. Sungguh sebuah kehormatan yang sangat tinggi bagi saya selaku pemilik ijaah.com. 

Insya Allah saya akan kembali ke Nusa Tenggara Barat. Bersama suami barangkali? Ha! Semoga pak suami membaca ini dan kelak kami bisa mengagendakan perjalanan ke pulau dengan keindahan alam yang sungguh sangat menawan. 


***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

10. Tertawan Kenawa


~Ijaah~


Jelajah Gili di Timur Lombok

No comments:
Pantai Tangsi
Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno adalah gili yang namanya sudah mahsyur. Ketiga gili tersebut terletak di Lombok Barat, wilayah yang paling sering dikunjungi wisatawan oleh karena ibukota Lombok terdapat di kawasan tersebut. Akses menuju wisata di Lombok Barat, termasuk di dalamnya ketiga gili tersebut, terbilang mudah. Selain itu, sarana untuk wisatawan sudah terbangun dengan baik.


Namun, sudah familiar kah kalian dengan nama Gili Sunut, Gili Kambing dan Gili Maringkik?

Ketiga gili tersebut terletak di kawasan Lombok Timur dan belum banyak dijamah oleh wisatawan. Untuk menuju ke gili-gili tersebut, kita perlu menuju Tanjung Luar untuk selanjutnya menaiki perahu untuk menjelajahi setiap gili. Tanjung Luar sendiri terkenal dengan pasar ikannya. Saya begitu tergoda dengan segarnya ikan laut yang baru saja ditangkap oleh nelayan. Namun seruan untuk menjelajahi pulau kecil seakan menahan sejenak bagi saya untuk membelinya.

Di perjalanan menuju gili-gili, kami melihat jermal yang dikelilingi oleh camar. Indah sekali rasanya bisa melihat camar bersahutan dari dekat. Pak Hadi, pemandu kami saat itu berkata bahwa kawasan ini sering dijadikan tempat untuk menangkap hiu. Setengah kaget saat mendengar Pak Hadi mengucap itu. Rupanya masih banyak nelayan yang belum mengindahkan seruan dari para aktivis lingkungan.

Jalan menuju Gili Maringkik dari Gili Kambing
Perahu semakin melaju dan sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an dari gili di seberang sana. Itulah Gili Maringkik, yang saat mata kami tertuju padanya, terlihat deretan rumah dan tersembul di antaranya menara masjid. Di pulau kecil itu, terdapat sekolah dimulai dari TK hingga SMP. Sehingga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi, anak-anak Maringkik harus angkat kaki dari pulau ini setiap harinya. Hal ini mengingatkan saya akan cerita anak-anak di Gili Sudak yang bahkan sedari SD sudah harus menyeberang pulau demi menuntut ilmu.

Jalan menuju Gili Maringkik sejatinya bisa kami tempuh dengan berjalan kaki. Jika air sedang surut, timbunan pasir bisa dijadikan pijakan untuk melangkah. Namun saat kami ke sana, air sedang pasang sehingga timbunan pasir tertutup air laut. Hanya deretan tiang listrik saja yang terlihat, yang menandakan bahwa benar ada jejak jalan yang tersembunyi di bawahnya. Inilah kali pertama saya melihat tiang listrik di tengah laut.


Perahu yang kami tumpangi akhirnya merapat di gili tak berpenghuni bernama Gili Sunut. Menurut Pak Hadi, dulunya terdapat pemukiman di pulau kecil ini. Namun karena akses dari dan menuju ke gili ini jauh, maka pemerintah memindahkan penduduk ke pulau Lombok. Hal menarik yang terdapat di gili ini adalah terdapat bangunan peninggalan Jepang. Apakah gerangan keistimewaan pulau ini sehingga menarik hati para tentara Jepang untuk membangun penjagaan di pulau kecil ini?


Perahu segera beranjak menuju pulau lainnya. Segera kami tiba di Pantai Tangsi atau lebih sering dikenal dengan Pantai Pink. Hatiku bersorak gembira. Bagaimana tidak? Pink merupakan warna favoritku, sehingga berkunjung ke pantai ini merupakan hal yang sangat menyenangkan.


Terumbu karang berwarna merah adalah penyebab pasir di pantai ini berwarna pink. Pantai ini masih sepi dari jamahan wisatawan, sebab saya hanya melihat beberapa orang turis asing baru saja tiba di pantai ini dengan menggunakan motor. Ya, akses menuju pantai ini bisa juga melalui darat dari pulau Lombok. Pantai pink ini begitu damai, sebuah keadaan hening yang menyenangkan. Namun sayang kami tak sempat melihat biota laut di dalamnya sebab hujan turun dengan segera.

Rasa haus untuk melihat biota laut di timur Lombok ini segera terpuaskan saat kami mampir sejenak di Teluk Semangkok. Masya Allah, sajian terumbu karang dengan beragam biota lautnya teramat sangat indah. Bahkan cerminan keindahan tersebut telah terlihat dengan jelas dari atas perahu.

"Masih ada 1 spot lagi untuk snorkeling. Ayo kita menuju Gili Petelu!"

Pak Hadi menyeru kami untuk segera naik ke atas perahu untuk menuju Gili Petelu. Benar saja, nemo dan terumbu karang di sini aduhai indahnya, bahkan dari tepi pantai sekalipun.

Suguhan keindahan bawah laut yang ditawarkan Lombok Timur sangatlah melegakan. Sore telah tiba dan saatnya kami untuk beranjak pulang. Namun sebelum kami sampai di Pulau Lombok, kami mampir sejenak di Gili Pasir untuk menikmati indahnya sunset di pulau tak berpenghuni ini.

Gili Pasir
Keindahan Gili Pasir nampak jelas dari undakan pasir yang seirama. Untung saja air laut sedang surut sehingga kami bisa menjejakan kaki di pulau yang seakan menjadi hantu saat air sedang pasang. Sore itu, bias lembayung senja semakin menambah nuansa hipnotis yang ditawarkan alam. Aduhai, indah nian. Beruntungnya saya lahir di bumi pertiwi yang indah ini.

Hari beranjak malam dan tiba saatnya kami untuk kembali pulang. Hari yang penuh dengan petualangan ini teramat sangat mengesankan. Duhai Lombok, kau selalu punya cara untuk membuatku terpikat. Semoga masih ada kesempatan lain untuk saya bertamu padamu lagi. Insya Allah :)

***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

9. Jelajah Gili di Timur Lombok


~Ijaah~

D'Oria, Nauli dan Svarga

No comments:
Svarga Resort, Senggigi
Segala puji bagi Allah yang telah berkenan memberi kesempatan pada saya untuk mengunjungi Lombok kembali pada tahun 2015. Ini adalah kali ke-4 saya mengunjungi pulau indah di timur Bali ini. Adalah karena Travel Writers Gathering II, saya hadir kembali di sini. Hal beda dari TWG II yang saya rasakan dibanding dengan TWG I tahun 2014 adalah tahun ini kami lebih banyak mengeksplor Lombok Tengah, Sumbawa, juga resort yang unik dan berbeda setiap malamnya.


D'ORIA SENGGIGI




Mengusung konsep rumah adat sasak dengan design interior bernuansa kayu dan batu, D'Oria adalah resort yang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mengecap indahnya nuansa alam nusantara. Belum lagi, resort ini menghadap langsung ke arah barat yakni pantai Senggigi. Dari pantai Senggigi, wisatawan dapat melihat keindahan sunset dan kokohnya Gunung Agung. Masya Allah, indah sekali. 


Nuansa khas Indonesia terasa sekali sejak tiba di lobby resort. Ada congklak, pajangan khas nusantara, juga kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Pada saat tiba, kami disuguhkan dengan segelas es jeruk segar yang semakin membuat kami semangat untuk mendokumentasikan setiap sudut resort ini. Oya, saya juga membuat timelapse untuk merekam cantiknya matahari terbenam sore itu.



NAULI BUNGALOW



Bungalow yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini merupakan tempat yang tepat untuk wisatawan yang sedang menikmati keindahan alam Sembalun. Menghadap langsung ke arah Gunung Rinjani, tempat ini menyuguhkan spot yang indah bagi siapa saja yang ingin mengabadikan dirinya dengan latar gunung tertinggi kedua di Indonesia itu.

Pada malam hari, taburan bintang di atas langit tampak begitu sangat dekat, seakan bisa diraup dengan tangan. Terlebih, malam setibanya kami di Sembalun, langit tampak sangat cerah. Seakan menunjukkan bahwa asap hasil erupsi Barujari tidak sampai ke Sembalun.


Penginapan ini sangat sederhana, namun kekayaan alam yang dihidangkan sungguh tak ternilai. Terlebih keramahan sang tuan rumah yang telah menambah rasa nyaman kami tinggal di Nauli ini. Adalah Mba Lia dan anaknya Aisyah yang semakin menambah warna persinggahan kami di sini.



Source : www.adventurose.com

Source : www.adventurose.com

SVARGA RESORT


Svarga. Sesuai namanya, resort ini menyajikan indahnya paduan alam dan kontemporer menjadi satu. Barangkali karena terlalu indah - dan memang begitu adanya -, tempat ini mewujud bak surganya dunia. Ruangan dengan 2 kamar tidur, kamar tamu luas, dapur dan balkon yang menghadap ke deretan pohon kelapa, juga privat pool yang langsung menghadap ke laut, menjadikan resort ini tempat terbaik bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga.


Untuk pasangan yang sedang berbulan madu, sungguh tempat ini adalah tempat yang sangat cocok. Saya ingin sekali mengajak suami dan anak saya ke tempat ini. Indah!


Svarga adalah penginapan terakhir kami dalam rangkaian TWG II. Adalah sebuah pilihan yang pas bahwa Svarga Resort ini ditempatkan di penghujung acara. Segala kelelahan kami terbayar dengan indahnya alam yang berpadu dengan modernitas.

Mau pilih penginapan yang mana? :)

Saya yakin, masih ada banyak penginapan unik lainnya di pulau Lombok ini. Oya satu kelebihan dari Lombok, pulau ini merupakan pulau seribu masjid. Sehingga setiap resort yang ada di pulau ini mengusung konsep ramah muslim. Termasuk di Gili Trawangan lho, sebab ada masjid agung di tengah hedonisme yang disajikan gili tersebut.


***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

8. D'Oria, Nauli dan Svarga


~Ijaah~

Pergasingan dan Kejutan Yang Menyertainya

2 comments:
Gunung Rinjani
Rasa kantuk nyatanya telah hilang sepenuhnya saat air dingin membasuhi kulitku saat berwudhu. Saat itu pukul 4 pagi, dingin sekali rasanya. Aku sedang berada di Desa Sembalun. Desa yang terletak di ketinggian 1.156 km ini merupakan desa di kaki Gunung Rinjani. Saat membuka pintu penginapan, pandanganku langsung tertuju pada Rinjani yang berdiri kokoh. Seakan ingin menunjukkan kepada siapa saja tentang tugas yang dibebankan Tuhan padanya, yakni sebagai pasak pengokoh bumi.

Pukul 4 lewat sekian menit, aku dan rombongan pergi menuju Bukit Pergasingan. Saat itu kami tak berkesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani. Selain karena tidak ada agenda mendaki Rinjani, sang anak bernama Barujari sedang mengaktifkan sumbu-sumbunya. Rinjani ditutup untuk sementara, maka ada beberapa pendaki yang lalu mengalihkan pendakiannya di perbukitan di sekitar Gunung Rinjani.

Bodohnya aku, sudah tahu mendaki, aku sama sekali tidak membawa sepatu gunung. Hey, ini cuma bukit kan? Bayangan perbukitan di Dieng melintas. Bukit, yang menurut penerawangan awamku bukanlah sebuah medan yang begitu berat, membuatku yakin bahwa dengan hanya mengenakan sepatu Crocs, aku sudah merasa cukup.

Medan Pergasingan
Ternyata aku salah. Seribu topan badai salah! Bukit Pergasingan bukanlah seperti bukit pada umumnya, yang cukup dengan mudah untuk mendakinya. Medan bukit ini sungguhlah terjal. Tak banyak ranting untuk menahan tubuh, hanya ada ilalang kering dan bebatuan. Bahkan konon katanya Pergasingan memiliki medan yang serupa dengan Rinjani. Pantas saja!

"Mas Riyal, tolong saya!"

Dengan penuh ketegangan, aku meminta tolong pada pemandu kami pada saat itu. Berkali-kali aku kesulitan menemukan batu pijakan untuk mendaki, sebab sepatu Crocs ini sangat licin. Namun yang membuatku tak habis pikir adalah pemandu yang masih berusia sangat muda ini menggunakan sandal Swallow untuk mendaki.

"Saya sudah sering kesini mba. Bahkan penduduk Sembalun jaman dulu seringkali main gasing ke bukit ini. Itulah mengapa bukit ini disebut sebagai Bukit Pergasingan."

Mulutku seketika menganga. Main gasing ke bukit seterjal ini?

Keterkejutanku tak hanya sampai di situ. Saat mendaki, kami berpapasan dengan seorang porter tanpa alas kaki yang membawa banyak sekali carrier dalam punggungnya. Ini terjal sekali, tapi beliau tampak mudah saja mendaki. Malahan pendakian kami disusul oleh beliau. Sungguh, keterbiasaan mampu membawa manusia melakukan hal-hal ajaib.

Jalur pendakian Bukit Pergasingan
Hal lain yang membuatku merasa amat bersalah telah meremehkan bukit ini adalah puncaknya. Aku mengira bahwa puncak Bukit Pergasingan adalah tanah datar yang dapat kulihat dengan jelas dari titik pendakian. Namun nyatanya, puncak bukit ini terletak di belakang tanah datar itu. Ajaibnya lagi, medannya sungguh terjal luar biasa.

Aku merapalkan banyak doa. Semoga aku bisa sampai ke puncak dengan selamat, meski kami gagal melihat sunrise karena kami lambat sekali saat mendaki. Meski dirasa sulit, pendakian ini menyajikan panorama alam yang begitu indah. Belum sampai puncak saja pemandangannya sudah seindah ini. Apalagi nanti?

Teh Icha dengan latar Gunung Rinjani
Masya Allah. Dari atas puncak bukit ini, Gunung Rinjani yang disinari mentari pagi tampak semain kokoh. Bubungan asap Barujari nampak terlihat, namun ajaibnya angin membawa asap itu ke arah barat sehingga tak sampai menyelubungi Desa Sembalun. Dari atas sini, kami sungguh dimanjakan dengan panorama alam yang aduhai indahnya. Pegunungan nampak mengelilingi Desa Sembalun yang di bawahnya jelas sekali terhampar permadani sawah hijau yang sangat memanjakan mata.

Apakah ini?
Ada hal unik yang kutemukan di bukit ini. Di punggung bukit, aku melihat segerombolan sapi sedang memakan rumput. Aku mengira bahwa sapi ini memang dipelihara di atas bukit, namun ternyata sapi ini berasal dari Desa Sembalun. Setiap paginya, mereka mendaki bukit ini untuk memakan rumput. Untuk kesekian kalinya, mulutku menganga.

Untuk itulah di beberapa trek pendakian kami menemukan gundukan cukup besar berwarna hitam yang ternyata merupakan tai sapi. Huh! Tapi bukankah hal ini harus diabadikan, terlebih jika latarnya adalah Gunung Rinjani, betul bukan?

Setelah kurang lebih 2 jam di atas puncak, perut kami mulai keroncongan. Mas Riyal mengajak kami untuk turun yang ternyata tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada saat mendaki. Maka dengan mengucap basmallah, aku meniti dengan perlahan medan turun ini. Tak apa lambat, tak apa ngesot, yang penting selamat.


Setelah tiba dengan selamat di titik awal pendakian, aku mengucap syukur dengan teramat. Sebuah pengalaman yang teramat luar biasa, juga pembelajaran hidup yang sungguh penting. Bahwa tawadhu adalah hal yang patut dimiliki oleh setiap insan, juga perencanaan dalam kehidupan. Ya, mulai detik ini, aku takkan meremehkan bukit.

Pergasingan, terima kasih atas kejutanmu. Sampai jumpa nanti, insya Allah aku akan kembali ke Lombok :)

***

Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Travel Writers Gathering 2015 bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat. Tulisan lain dalam rangkaian TW Gathering adalah sebagai berikut :

7. Pergasingan dan Kejutan Yang Menyertainya


~Ijaah~

Follow me on Instagram