Terbang Bersama Batik Air dan Rasakan Sendiri Keindahan Pantai Kolbano Pulau Timor

No comments:

Demi liburan yang lebih baik, tidak ada salahnya untuk merencanakan perjalanan sejak jauh hari. Mengingat sering kali harga tiket penerbangan lebih murah didapat jika memesan lebih lama dari jadwal terbang. Bagi pecinta pantai, Bali dan Lombok bukan satu-satunya destinasi hits loh. Kamu bisa menjajal terbang dengan Batik Air ke Pulau Timor.

Pantai Kolbano Pulau Timor memiliki pemandangan super cantik yang bakal menghipnotis wisatawan. Untuk menuju ke pantai yang memiliki seribu warna cantik tersebut, kamu perlu naik Batik Air menuju ke Bandara El Tari yang terletak di Kupang.

Lantas mengapa pecinta pantai harus mencoba mampir ke Pantai Kolbano? Pantai yang terletak 147 km dari Australia ini mempunyai banyak keunikan yang tidak akan membuat wisatawan menyesal untuk mengunjunginya.

Pantai Seribu Warna

Pantai Kolbano sering kali disebut Pantai Seribu Warna karena secara alami memiliki berbagai aspek warna ketika dipandangi. Pantainya sendiri memiliki shades warna biru yang berbeda. Oya saat mata mamandang jauh, kita akan disapa oleh pemandangan gunung.

Sumber: pariwisata.serverjogja.com
Hal paling memukau dari Pantai Kolbano yang perjalanannya bisa ditempuh dengan Batik Air ini adalah bebatuan yang memenuhi pinggir pantai. Bebatuan ini sendiri memiliki berbagai warna dan bentuk. Jangan heran jika wisatawan dapat melihat bebatuan yang memiliki warna tak biasa seperti kuning, hitam, merah atapun hijau. Adapula batu dengan tiga warna sekaligus. Cantik, bukan?

Pantai Tanpa Pasir

Berbicara soal pantai, biasanya identik dengan pasir yang terbentang luas. Pantai Kolbano ini tampak berbeda oleh karena justru bebatuan lah yang berhambur di sepanjang bibir pantai. Hal ini tidak mengurangi pesona cantiknya dan justru menambah takjub wisatawan.

Telah sejak lama, Pantai Kolbano ini menjadi tempat mata pencaharian penduduk sekitar pantai. Meski belum terkenal seperti Bali, Pantai Kolbano merupakan pantai paling indah di Nusa Tenggara Timur.

Sumber: pariwisata.serverjogja.com
Air di pantai ini pun sangat bersih, sehingga wisatawan tidak akan khawatir saat berenang menjelelajahinya.  Melihat pantai yang indah seperti inj, siapa yang tak tergoda untuk langsung bermain air atau menceburkan diri?

Nikmati Sunset & Sunrise Sekaligus

Berbeda dengan perjalanan lewat udara dengan Batik Air yang tentunya memiliki jarak tempuh yang lebih singkat, wisatawan bisa memilih untuk lewat jalur laut. Sesampainya di Kupang, kamu masih harus menuju Terminal Oebobo dan menempuh perjalanan selama enam jam untuk tiba tempat tujuan.

Sumber: fotowisata.com

Meski tampaknya begitu lama, letihnya tubuh saat di perjalanan akan lenyap begitu saja setelah melihat pesona kecantika Pantai Kolbano. Jika saat siang hari saja begitu indah dan menawarkan seribu warna, bayangkan betapa indahnya pantai ini saat sunrise dan sunset? Ya, di pantai ini lah kamu bisa menikmati pesona matahari terbit dan sekaligus matahari tenggelam.
Dengan berbagai keunikan yang ditawarkan Pantai Kolbano Pulau Timor, pecinta pantai  mana yang menolak pesonanya? Segera jadwalkan liburanmu dengan Batik Air dan rasakan sendiri keindahan Pantai Kolbano yang bisa jadi dapat membuatmu susah berpindah hati.


~ijaah
~

Philips AVENT dan Seribu Hari Pertama Buah Hatiku

10 comments:


Sudah 38 minggu Allah hadirkan makhluk mungil dalam rahimku. Gemas! Inilah masa paling menyenangkan sekaligus menantang dalam hidupku. Tentang bagaimana aku dapat mencintainya jauh sebelum aku melihatnya dan rupa-rupa tantangan yang akan segera kuhadapi. Aku fikir, inilah kombinasi menarik yang dapat memicu diriku untuk belajar lebih banyak dalam mendidiknya kelak.

"Ikatlah dirimu dengan ilmu dan belajarlah untuk menjadi orang baik. Akan tiba masa dimana nanti kamu akan menjadi orang tua. Persiapkan segalanya. Sebab kau tak hanya mendidik anakmu, namun mendidik generasi peradaban. Kau boleh jadi takut dan tidak tahu apa-apa. Namun bukankah ada beda antara pencari ilmu dengan yang tidak?"

Pada setiap geliat manja di rahimku, ingin sekali rasanya mendekap dan menciumnya, mengalirkan aroma cinta dan rindu selama sembilan bulan yang tertahan. Insya Allah sebentar lagi kami akan segera bertemu, dan anakku akan melanjutkan perjalanan 1000 hari pertamanya dengan lebih berwarna. Aku yakin ia akan belajar banyak, begitu pula aku.

Seribu hari pertama alias golden age adalah periode yang dihitung sejak 270 hari dalam kandungan dan 730 hari pada dua tahun pertama. Pada masa ini pertumbuhan anak berlangsung sangat cepat. Pemenuhan gizi yang baik pada masa ini akan membuat anak tumbuh dan belajar lebih baik sebab pembentukan fungsi otak dan sistem imun berlangsung dengan optimal.

Pada masa kehamilan dan 6 bulan pertama, pemenuhan gizi anak bergantung pada asupan nutrisi ibu. Bagiku pemenuhan gizi anak pada tahap ini relatif mudah, sebab ibu hanya perlu mengatur pola makan gizi seimbang. Menjadi lebih menantang saat anak melewati usia 6 bulan dan mulai diperkenalkan makanan padat (MPASI). Sehingga ibu dituntut harus kreatif dalam mengolah MPASI untuk anak.


Perlu diingat bahwa MPASI tidak dapat menggantikan peran ASI. Insya Allah, selama periode 1000 hari pertama, aku berniat untuk menyusui selama 2 tahun dan memberikan MPASI home-made untuk anakku.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, sudah ada wishlist yang kusiapkan, salah satunya adalah AVENT 4-in-1 Healthy Baby Food Maker (informasi produk ini aku dapat dari salah satu artikel di The Urban Mama). Dari namanya saja kita dapat mengetahui bahwa produk ini dapat melakukan 4 hal, yakni mengukus, menghaluskan, mencairkan dan memanaskan makanan dalam satu tabung. Dengan alat ini, bahan makanan bayi dapat dikukus dengan tingkat kematangan merata tanpa dididihkan terlebih dahulu. Setelah selesai dikukus, angkat dan putar posisi wadah 180 derajat untuk menghaluskan makanan. Hebatnya lagi, akan ada bunyi ‘bip’ yang menandakan makanan telah selesai diproses.

Bila nanti anak telah melewati masa MPASI, alat ini masih dapat digunakan untuk membuat jus/smoothies, sup sayuran, bubur, saus bahkan mashed potato. Alat serba guna ini unggul dalam meminimalkan drama ibu saat menyiapkan makanan untuk anak dan dapat menghemat waktu. Hebat bukan?


Sebenarnya, masih banyak produk perawatan bayi dari Philips AVENT seperti pompa asi, penghangat dan pensteril botol, serta dot dan botol bayi. Ragam produk ini semakin menegaskan kehadiran Avent sebagai solusi bagi para orang tua di jaman modern. Sebab dalam mengembangkan produknya, Philips AVENT melibatkan dokter anak, psikolog dan orang tua.



Ada kabar baik bagi para orang tua, Philips Avent mengadakan promo spesial akhir tahun dan kontes Apresiasi Cinta Bunda sejak 15 November 2017 – 31 Januari 2018 dengan hadiah utama Produk Elektronik dan Avent senilai 100 juta! Selain itu, ada hadiah mingguan berupa voucher belanja dan hampers Philips Avent.

Beragam produk dan juga hadiah yang ditawarkan Philips Avent kembali menegaskan bahwa Avent Sahabat Bunda. Sebagai seorang ibu muda yang hidup di jaman modern, kehadiran produk Avent sangatlah membantu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anakku.

Sebentar lagi, insya Allah, petualanganku sebagai ibu akan segera dimulai. Aku harus banyak belajar dan cermat dalam memilih produk pendamping dalam merawat anakku kelak. Aku memilih Philips Avent untuk menemani 1000 hari pertama anakku. Kalau moms? 😊

#TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda


Mulai Berkemas #37weeks

No comments:


Counting days... 

Kontraksi bisa muncul kapan saja. Sampai saat ini, aku sudah mulai merasakan sakit di bagian rahim seperti sakit saat PMS. Saat diajak jalan pagi pun, panggulku mulai merasa berat, sehingga kecepatan jalan harus dikurangi.

Aku mulai berkemas, melengkapi keperluanku yang sudah aku persiapkan sejak usia kehamilan 8 bulan. Aku cek kembali, barangkali ada baju, samping atau perlengkapan pribadiku yang terlewat. Aku menyiapkan 2 tas, satu untuk bayiku dan satu untukku.

Aku pun mulai re-check kembali buku Gentle Birth yang ditulis oleh Bidan Yesi Aprillia. Membaca kembali bagaimana teknik pernapasan dan afirmasi untuk kelahiran minim sakit dan trauma. Meski rasanya masih ada rasa takut saat persalinan nanti. Sebab jika membaca buku itu, lingkungan harus dikondisikan kondusif dalam artian ada support dari suami secara langsung. Tapi rasanya hal itu jangan aku fokuskan terlebih dahulu sebab hanya akan mengganggu penerimaan yang sudah aku kondisikan sejak lalu. Bismillah.

Inginnya ada suami menemani, namun mungkin belum waktunya demikian. Jika aku fokus pada ingin-ku, rasanya aku telah menjadi pribadi yang tidak nrimo. Yakin bahwa ini kondisi terbaik yang Allah beri untukku dan janinku. Semoga Allah menguatkan kami.

Bismillah, ada orang tua yang menemani. Semangat untuk selalu percaya bahwa Allah telah mengkondisikan tubuh wanita untuk melahirkan. Semangat berikhtiar untuk mempersiapkan persalinan.  Bismillah... segala sesuatu adalah atas kehendak Allah.

Semangat!


~ijaah~

Diet, Neng! #36weeks

No comments:


"Berat badan bayinya sudah cukup, tapi berat badan ibunya berlebih. Diet ya, Neng?"

Apa?!

Antara kaget dan ingin tertawa, itulah responku saat mendengar penuturan bidan saat mengetahui berat badanku sudah mencapai kepala 7 di usia kehamilan 36 minggu. Aku meringis, memang selama 2 minggu ini berat badanku naik sebanyak 4 kilo. Ha!

Total, aku sudah 18 kg naik berat badan di kehamilan pertamaku ini. Aku kembali meringis. Sampai usia kehamilan 6 bulan, berat badanku naik hanya sedikit dan perutku seperti orang yang buncit saja. Banyak orang yang bilang, "Zahra hamilnya kecil ya...". Haha. Mereka harus melihat perutku yang sekarang, sebab sejak memasuki usia kandungan 7 bulan, perutku membesar secara cepat, begitu pula dengan berat badanku.

Bidan lalu memberikan petuahnya terkait menu makanan dietku. Makan nasi 3 kali sehari dengan maksimal 3 centong nasi per piring, minum susu hamil, minum sayur dan buah yang banyak, minum air putih yang banyak, stop konsumsi roti dan olahan tepung lainnya (sayonara cilok, cimol, kue huhu...) dan rajin olahraga. Baiklah ibu, akan kulakukan petuahmu.

Jika aku melihat ke belakang, biang kerok kenaikan berat badanku adalah konsumsi roti dan kue yang lumayan lebih sering. Aku punya alibi, ah sedang hamil ini, padahal harusnya tidak begitu. Jika sering merasa lapar, konsumsi saja buah yang mengenyangkan seperti pisang. Belum lagi, porsi nasiku yang segunung dibanding saat sebelum hamil dulu.

Padahal jika saja aku masih tinggal di Jepang, dokter akan memarahiku jika berat badanku lebih dari 12 kg. Ya, ibu hamil tidak boleh berat lebih dari pada itu sebab dapat mengganggu jalan lahir nanti. Kalau di Indonesia, gemuk itu malah menjadi kewajaran. Kalau dianggap kurus dan badannya segitu-gitu saja, ibu hamil itu dianggap seperti kurang gizi. Mmm, berbeda sekali ya pemahaman suatu negara terhadap ilmu.

Jadi, sekarang aku sedang rutin meminum jus buah sayur, mengurangi porsi nasi, memperbanyak gerak dan konsumsi buah-sayur, serta mengurangi makan kue dan roti.

Tinggal hitungan hari lagi bagiku untuk bertemu buah hatiku, insya Allah. Yuk, semangat dalam menjaga makanan untuk selalu sehat dan bergizi! :)


~ijaah~


Follow me on Instagram