Foodprep : Rapi, Ringkas dan Resik

24 comments:

Celoteh tetua itu benar, bahwa jika sudah menikah, urusan perut menjadi hal utama. Laman instagramku kini penuh dengan resep dari akun yang kuikuti. Cantik dan sedap semua, buatku ingin bisa membuatnya. Melihat itu gairah memasak melonjak, ingin sekali pandai meramu masakan seperti itu untuk suami dan anak-anakku. 

Ya, bisa dibilang menikah adalah faktor utama hingga akhirnya aku menemukan pleasure di dapur. Ada kepuasan yang menyeruak saat hasil cooking atau baking-ku ternyata enak. Meski tak selalu seperti itu, masak itu telah jadi candu. 

Seiring berjalannya waktu, mood memasakku terganggu oleh ketidakrapihan dapur seperti susunan perabot tak karuan, bumbu dapur yang sudah busuk, sayur terlanjur layu, dan daging yang belum jua dicuci. Belum lagi kekacauan ini membuatku bingung mencari bahan masakan, terlebih sekarang aku mempunyai bayi. Pencarian bahan itu membutuhkan waktu, sedang diri ini diburu waktu untuk tak berlama-lama di dapur.


Terus, harus gimana dong?




Perjalananku di dunia maya telah membawaku pada satu solusi praktis bernama Foodprep atau Food Preparation. Foodprep adalah salah satu teknik menyiapkan makanan dalam jumlah banyak untuk beberapa hari. Melihat foto foodprep di IG saja sudah sebegitu mengasyikan buatku. Bayangkan saja, wadahnya tersusun rapi, penuh warna dan instagramable. Aha, ini akan segera kuterapkan!

Namun ternyata penyelaman informasi terkait foodprep ini belum cukup greget. Maka syukur alhamdulillah saat beberapa waktu yang lalu KIMI mengadakan kulwap mengenai foodprep, aku sangat antusias untuk menyimaknya.

Pemateri kulwap foodprep ini adalah Wontyzza Rezkiyana yang merupakan seorang SAHM (stay at home mother) dengan tiga anak. Tiga anak? WOW! Mendengar ini, aku segera meluncur ke akun instagram mba Wonty dan seketika dibuat tercengang dengan kepandaiannya sebagai ibu. Tiga anak, jago masak, baking, dan punya ide kreatif bermain bersama anak.

Lalu, kok bisa sih Mba Wonty itu sepandai itu mengorganisir waktunya?



Salah satu jawabannya adalah si Foodprep ini. Menurutnya, memiliki tiga anak bukan menjadi alasan untuk melulu beli makan di luar. Dengan metode foodprep ini, aktivitasnya sebagai ibu sangatlah terbantu sebab :

  • Mood memasak jadi lebih terjaga karena kulkas rapi, ikan sudah tidak bau amis, sayur sudah bersih, bumbu tinggal disendok.
  • Memasak jadi jauh lebih hemat waktu. Jika biasanya butuh waktu 2 jam, bisa dipangkas menjadi 30 menit atau kurang.
  • Selalu ada masakan di rumah.
  • Lebih sehat dan hemat. Dalam sekali belanja, semua bahan terpakai semua. Belanja pun sesuai keperluan dan dalam jumlah banyak sehingga jauh lebih irit. 
Mau mulai coba Foodprep sekarang?

Catat dulu menu masakan untuk 3 hari, 5 hari, atau sesuai keinginan. Setelah itu, tuliskan bahan apa saja yang diperlukan sehingga saat pergi ke pasar kita sudah punya panduannya, juga meminimalisir supaya tidak lirik kanan kiri.

Foodprep akan membuat kita repot di awal, namun ini akan memangkas waktu memasak hingga beberapa menit. Untuk ibu-ibu teknik ini membantu sekali, baik ibu bekerja atau SAHM tanpa ART sepertiku.



Lalu, bagaimana cara Mba Wonty menerapkan teknik Foodprep? Berikut adalah rinciannya :

  • Protein hewani mentah (ayam, ikan, udang, cumi, dll). Setelah dicuci, tiriskan, masukkan ke wadah lalu langsung masuk freezer. (Note : daging merah seperti sapi dan kambing jangan dicuci dulu kalau tidak langsung diolah, langsung masukkan saja ke wadah lalu dibekukan).
  • Protein hewani matang (ayam ungkep, daging semur, udang tumis). Setelah dimasak, dinginkan, lalu masukkan ke wadah dan disimpan di chiller (bagian bawah).
  • Sayur. Potong-potong, lalu cuci bersih dan tiriskan. Setelah kering, masukkan ke wadah lalu simpan di chiller (bagian bawah). Sayuran seperti wortel, brokoli, kangkung, bayam bisa bertahan sampai seminggu dalam keadaan sudah dicuci dan diiris. Ada beberapa orang yang memakai tisu dapur/kain dalam wadah supaya tidak lembab. Khusus kentang dan toge, setelah dicuci dan dipotong, masukkan ke dalam wadah berisi air. Selain itu terong dibiarkan utuh saja setelah dicuci, lalu dibungkus dengan clingwrap.

  • Bumbu dasar. Siapkan bahan bumbu dasar merah, putih dan kuning. Blender/ulek kemudian tumis sampai matang, dinginkan, lalu masukkan ke wadah. Bumbu dasar ini bisa bertahan hingga +/- 1 bulan. Sehingga saat akan memasak, kita tinggal memasukan bumbu (tidak perlu kupas dan ulek bawang dan lainnya). Nah, mba Wonty berbagi resep bumbu dasar yang praktis. Tipsnya adalah masak sampai benar-benar matang (tidak ada bau langu dari bawang dan cabe yang belum matang) dan tumis dengan minyak yang banyak (sebagai pengawet).


  • Santan mentah (baru diperas) masuk freezer jika tidak akan langsung dimasak. Santan matang (berupa sayur dll) simpan di chiller.
  • Kaldu. Setelah kaldu selesai dibuat, dinginkan, lalu masukkan ke wadah plastik atau plastik ziplock yang food grade (dibagi misal per 250 ml shg tidak perlu memanaskan semua kaldu). Atau bisa juga dimasukkan ke wadah es batu untuk meminimalisir penggunaan plastik, ini juga membantu sekali dalam pembuatan MPASI.
Hal penting lain dari Foodprep ini adalah wadah. Pilihlah wadah yang ada logo sendok garpu dan kode segitiga PP5 (bisa dipakai berulang). Pilih juga yang tahan di freezer dan microwave. Harganya beragam, aku sendiri sudah punya dan harga per wadahnya adalah 8 ribu rupiah. Tapi perlu diingat, jangan dulu beli wadah baru ya kalau ada banyak wadah di rumah.

Terpana tapi merasa bingung? 

Hee, aku pun begitu.

Solusinya adalah mulai saja dulu, learning by doing. Karena jika tidak begitu, kita akan merasa bingung. Nah di bawah ini ada beberapa tips dari Mba Wonty untuk si pemula yang baru akan memulai Foodprep :

  1. Mulai siapkan wadah yang ada di rumah, mau itu Tupperware atau wadah plastik bekas jajan di luar. Jika kurang, baru beli. Ada banyak online shop yang menjualnya, punyaku merk Frenzy.
  2. Tentukan menu masakan, kemudian buat daftar belanja. Ini dibuat supaya kita fokus pada bahan yang diperlukan.
  3. Ingat, masukkan sayur ke dalam wadah harus dalam keadaan kering (tiriskan beberapa saat dan atau dilap) supaya tidak cepat busuk.
  4. Disiplin, jangan malas di awal karena merasa ribet. Percayalah, setelah badai datang, terbitlah santai.
  5. Scrolling feed IG dengan hashtag foodprep, belajar dan aplikasikan.
  6. Tanya orang atau Mbah Google.
Setelah menyelami materi Foodprep ini, pesan penting yang aku dapat adalah perencanaan adalah penting, belanja dan masak seperlunya (sesuai kondisi ekonomi dan keluarga). Dan apa yang aku rasakan setelah menerapkan Foodprep ini adalah suasana memasak menjadi lebih indah dan membuat semakin candu. Bagaimana tidak? Kulkas tampak rapi, dapur menjadi resik dan tak perlu repot kupas, cuci dan potong bahan masakan. Selain itu waktuku di dapur menjadi lebih ringkas sebab ada buah hati yang minta ditemani selalu.

Coba yuk Foodprep ini. Insya Allah mengasyikan.

Aku sudah coba, kamu kapan? :)


***

Source                  : Kulwap KIMI
Photo credit        : @wontyzza



~ijaah~

Zero Waste : Apa dan Bagaimana Memulainya

54 comments:


Zero Waste. Istilah tersebut pertama kali kudengar saat membaca artikel yang menceritakan kisah seorang wanita bernama Lauren yang hanya menghasilkan satu toples sampah dalam 4 tahun. Zero-waste lifestyle yang menjadi pola hidupnya itu banyak menginspirasi orang banyak. Bagaimana tidak? Ia tetap berpenampilan cantik dan modis dengan pakaian bekas, peralatan jadul dan bahkan skin care alami buatan sendiri.

Sebenarnya ketertarikanku pada ZW sudah ada sejak lama. Aku terbiasa membawa kantong sendiri saat berbelanja dan seringkali menolak kresek saat membeli makan di warung. Ya, bisa dibilang hanya sebatas itu saja yang aku tau. Maka pada saat Komunitas Ibu Muda Indonesia (KIMI) mengadakan kulwap Zero Waste, rasa ingin tahuku perihal ini semakin bertambah-tambah.

Pemateri kulwapnya adalah Mba Jeanny (@zerowastenusantara). Perempuan berusia 35 tahun ini mulai tertarik dengan konservasi lingkungan sejak duduk di bangku SMP. Ia secara independen mengkampanyekan efek buruk penggunaan barang sekali pakai dan upcycle barang bekas. Bahkan tugas akhirnya saat kuliah dulu (menyusun business plan budidaya kepiting di Aceh), telah membawanya terbang ke UC Berkeley Amerika Serikat dalam rangka mewakili Indonesia di kompetisi social venture. Sejak 2014, ia mulai mempraktekan sedikit demi sedikit zero waste dalam keseharian rumah tangganya dan dua tahun kemudian ia bersama beberapa rekan membangun komunitas Zero Waste Nusantara dengan channel medsos di Facebook dan Instagram.

It sounds great, doesn't it? :)


Apa Itu ZERO WASTE?

Zero Waste adalah gerakan menghindari timbulnya sampah sejak dari hulu, dalam artian menolak masuknya sampah ke hidup kita sejak dari awal. Perlu diperhatikan bahwa ZW ini bukan berarti mengkonsumsi produk yang menghasilkan sampah terus menerus dan mengopernya ke bank sampah. Zero Waste adalah penerapan program 5R yaitu Refuce, Reduce, Reuse, Recycle, Rot.


Gambar di atas sesungguhnya membuat alisku terangkat. Recycle yang selama ini digadang-gadang sebagai solusi terbaik dalam mengatasi sampah, ternyata tidak berada di tempat pertama. Adalah Refuse yang memiliki porsi terbesar dalam penanganan isu lingkungan. Mind blowing!

Maka, prioritas utama dalam penerapan ZW adalah Refuse, yakni menolak barang sekali pakai dan beralih menggunakan barang reusables (pakai lagi yang bisa dipakai, gunakan lagi yang masih berfungsi).

The Big Four 
Botol plastik, keresek, sedotan, gelas sekali pakai atau yang biasa disebut The Big Four adalah penyumbang terbesar sampah di muka bumi. Produk disposables ini bisa diganti dengan reusables seperti botol minum, tas kain, sedotan stainless/kaca/bambu dan gelas reusables. Perubahan kecil ini sangatlah memberi dampak yang besar bagi bumi.

Kemudian Reduce, yakni mengurangi konsumsi barang yang tidak perlu. Lebih baik jika kita memilih produk multifungsi, sehingga tidak ada barang yang menumpuk di rumah.

Reuse. Gunakan barang yang sudah ada di rumah, termasuk saat kita mulai ber-zw. Jadi jangan tergoda membeli ZW kit yang unyu-unyu itu ya, kecuali untuk barang yang kita tidak punya.

Kate Middleton dalam gaun yang sama (Reuse) #slowfashion
Selanjutnya adalah Recycle yang menduduki urutan ke-4. Kenapa daur ulang menempati posisi keempat? Karena hal ini perlu dilakukan jika terpaksa. Jadi, prioritaskan dulu tiga yang di atas ya fellas, baru daur ulang.

Rot, maksudnya adalah membuat kompos dari sampah-sampah organik kita. Sampah organik bisa dibuat kompos supaya siklusnya menjadi closed-loop, dalam artian kompos hasil sampah organik dapat digunakan untuk menumbuhkan produksi organik. Tentu saja hal ini dapat mengurangi beban TPA secara signifikan.

Closed-Loop

Harus Mulai Ber-ZW Darimana?


1. Beberes rumah.
Lihat lagi barang-barang di lemari, dapur, gudang, boks. Apakah ada barang yang bisa digunakan untuk ber-zw? Kita bisa mulai menyiapkan beberapa barang sebagai pengganti disposable seperti botol air minum, tas serut untuk belanja sayur dan buah, tas belanja besar dan wadah untuk take away makanan.


2. Belanja di pasar tradisional sebab kita dapat belanja tanpa plastik sama sekali. Jika di luar negeri, pasar seperti ini namanya bulk store.


3. Memakai sabun dan sampo batang karena kemasannya lebih minimal daripada sabun cair. Oya, sekarang ada sampo dalam bentuk batangan ya. Atau mau bikin sendiri? Bisa tengok resep-resep DIY di dunia maya ya.

4. Menggunakan sikat gigi bambu. Meski bristle atau bulu sikatnya masih dari nilon, namun batangnya bisa dikompos.

5. DIY pembersih rumah seperti baking soda, lerak atau eco enzyme. Asyiknya lagi, produk-produk ini bisa multifungsi, mulai dari cuci baju, piring dan mengepel lantai.

Eco Enzyme dari kulit buah
6. Minimalkan buangan atau food waste saat menyiapkan makanan. Salah satu mantra ZW adalah "rethink the norm" atau pikirkan ulang yang tadinya dianggap biasa. Misalnya semangka, bagian bawahnya yang berwarna putih bisa disisihkan kemudian diblender dan diminum (boleh tambah gula jika suka).


7. Sayonara pospak. Gantilah popok sekali pakai dengan popok kain berdaya serap baik (clodi). Untuk wanita, bisa gunakan menspad atau menstrual cup (tidak perlu kucek). Selain tidak menghasilkan sampah, penggunaan popok dan pembalut reusable aman dan sehat untuk kulit.

Clodi, Menspad, Menstrual Cup

8. Menghindari pakaian berbahan poliester/sintetik karena akan melepaskan partikel mikroplastik ketika dicuci dan mencemari lingkungan. Juga gunakan baju lama, jika bosan modifikasi saja.

9. Tidak melakukan selebrasi berupa balon. Kemana balon-balon itu akan pergi setelah diterbangkan?  Suatu saat nanti, balon-balon itu akan jatuh di darat atau laut dan menjadi sampah yang dapat membahayakan orang penduduk bumi baik itu hewan besar dan kecil. Menurut Mba Jeanny, ironis sekali jika kita berbahagia namun menyebabkan keburukan bagi orang lain. Informasi lengkap terkait bahaya pelepasan balon ada di ballonsblow.org ya.


9. Negosiasi minim plastik saat belanja online. Sering merasa bungkusan plastiknya itu lebay? Berikut ini tips-tips bagi penyuka belanja online :


10. Membuat kompos sendiri. Sering merasa kesal saat menunggu sampah diangkut? Sering kali sampah baru diangkut saat tempat sampah sudah penuh dan bau busuk. Untuk mengatisipasi itu, buatlah kompos dari sampah organik. Lalu bagaimana kalau rumah kita miminalis dan memiliki lahan kecil?

Tidak perlu risau karena sekarang ada takakura, biopori, komposter indoor dan jenis komposter lainnya. Mba Jeanny sendiri memiliki taman 2x3 meter dan masih bisa dibuat 4 lubang biopori.

Komposter Indoor

Biopori
Komposter banyak menarik perhatian, bahkan kini mudah menemukan penjualnya. Jika bingung mau pilih yang mana, Mbak Jeanny menyarankan sebagai berikut :

- untuk yang tidak suka ribet dan punya lahan, pilihlah biopori karena tinggal cemplung.
- untuk yang tidak punya lahan, pilihlah komposter indoor (plus pupuk cair nantinya).
- ingin praktis dan mudah dibuat, pilih takakura (harus diaduk seminggu sekali).

***

Itulah tadi langkah-langkah ber-ZW yang sebenarnya mudah untuk diaplikasikan. Sebelum memulai hidup minim sampah ini, yuk kita ingat dan resapi lagi pakem Zero Waste di bawah ini :

  1. Pegang erat prinsip 5R. Dahulukan Refuse, prioritasnya begitu. 
  2. Jangan terjebak dengan solusi jangka pendek dalam mengatasi sampah.
  3. Preparation is Key. Siapkah ZW Kit di tas atau mobil sehingga jika ingin belanja atau jajan, wadah dan kantongnya sudah tersedia.
  4. Rethink the Norm. Jangan puas dengan yang sudah dilakukan orang banyak. Kaji ulang apakah hal tersebut sudah tepat.

Bismillah. Siap mulai? :)

Mulailah dari langkah yang paling mudah dan bisa kita lakukan. Sebab perubahan kecil mampu membuat perubahan besar bagi diri kita dan bumi. Praktekan segera mungkin, sebab jika sekadar tahu, tidak akan terjadi perubahan. 

Kuy ah, mulai hidup minim plastik dari sekarang! :)


***

Source                             : Kulwap KIMI @ibumudaindonesia
Photo Credit                   : Mba Jeanny @zerowastenusantara
Referensi website ZW  : www.zerowastehome.com , www.trashisfortossers.com


~ ijaah ~

Tahfidz Bayi Metode TES

8 comments:

"Temen-temen, ini ada info tentang kulwap Tahfidz Bayi Metode TES. Yang tertarik mangga join ya."

Berpilin. Berputar. Metode TES? Rasanya aku pernah mendengar namanya. Maka dalam hitungan sepersekian detik, jalinan sinaps di hipokampus-ku bekerja. Ah ya, aku ingat!

"Metode TES itu yang pernah teteh share waku liqo di Istiqomah ya?", seruku memastikan.

Teh Sissy mengiyakan. Tanpa perlu waktu lama, aku segera bergabung dengan grup Whatsapp tersebut. Rupanya peminatnya banyak sekali, termasuk suamiku. Alhamdulillah kami berdua ada di grup yang sama.

Materi kulwap tersebut dipandu langsung oleh Bang Jemmi, founder TES. Namun seiring berjalannya waktu, pemberian materi dilakukan oleh admin.

Poin penting dari Tahfidz Bayi ini adalah mengoptimalkan pendengaran bayi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Bukankah ada sebuah teori yang mengatakan bahwa jika ingin pandai bicara, maka perbanyaklah mendengar? Jadi kunci dari metode ini adalah interaksi dengan Al-Qur'an. Caranya adalah orang tua yang memperdengarkan Al-Qur'an kepada anak, bukan murattal audio seperti hafidz doll (audio ini hanya alat pendamping saja, yang utama tetap suara orang tua).

Yuk perjelas lagi! Kunci Tahfidz Bayi metode TES adalah :

  1. Perbanyak interaksi orang tua - anak dengan Al-Qur'an.
  2. Pengulangan surat dan ayat berkali-kali.
  3. Dibacakan oleh orang tua.
Nah, berdasarkan kurikulum TES saat ini, jumlah pengulangan yang dimaksud adalah sebanyak 50x. Misal An-Naba dibacakan sebanyak 50x baru melangkah ke surat lainnya. Terus dimulai dari surat mana dulu nih?

An-Naba 50x
An-Naba dan An-Nazi'at 50x
An-Naba sampai 'Abasa 50x
An-Naba sampai At-Takwir 50x
dst.

Jadi, setiap memasuki surat baru, surat yang sebelumnya tetap harus dibacakan. Perlu ditekankan pula bahwa tidak ada patokan waktu sehari berapa kali, yang penting sampai pada target 50x dan bisa dilakukan dalam kondisi apapun misal saat menggendong, menyusui, bermain atau rutinitas sebelum tidur.

Metode ini bisa dimulai sejak bayi dalam kandungan dengan cara orang tua mengajak janin untuk bersama-sama membaca dan menghafalkan Al-Qur'an sembari perutnya dielus-elus. Memasuki usia 0-5 tahun, ajak anak untuk sama-sama menghafal Al-Qur'an dengan nada lembut dan wajah berseri-seri, sembari menyentuh tubuh dan menatap mata anak. Jika tidak memungkinkan, bacakan saja terus. Sebab meski ia sedang sibuk bermain, sejatinya telinganya mendengarkan.

Metode ini mengusung konsep simbiosis mutualisme : anak terbiasa mendengar Al-Qur'an, orang tua pun bisa sambil muraja'ah dan menambah hafalan baru :)

Yuk praktekan ayah bunda shalihat. Mulailah dan istiqomah membersamai buah hati dengan Al-Qur'an. Sebab diri ini tak hanya menginginkan anak shaleh, namun juga ingin menjadi orang tua shaleh untuk menemani ananda semakin dekat dengan-Nya.


~ ijaah ~

Follow me on Instagram