Tahfidz Bayi Metode TES

by - Wednesday, July 18, 2018


"Temen-temen, ini ada info tentang kulwap Tahfidz Bayi Metode TES. Yang tertarik mangga join ya."

Berpilin. Berputar. Metode TES? Rasanya aku pernah mendengar namanya. Maka dalam hitungan sepersekian detik, jalinan sinaps di hipokampus-ku bekerja. Ah ya, aku ingat!

"Metode TES itu yang pernah teteh share waku liqo di Istiqomah ya?", seruku memastikan.

Teh Sissy mengiyakan. Tanpa perlu waktu lama, aku segera bergabung dengan grup Whatsapp tersebut. Rupanya peminatnya banyak sekali, termasuk suamiku. Alhamdulillah kami berdua ada di grup yang sama.

Materi kulwap tersebut dipandu langsung oleh Bang Jemmi, founder TES. Namun seiring berjalannya waktu, pemberian materi dilakukan oleh admin.

Poin penting dari Tahfidz Bayi ini adalah mengoptimalkan pendengaran bayi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Bukankah ada sebuah teori yang mengatakan bahwa jika ingin pandai bicara, maka perbanyaklah mendengar? Jadi kunci dari metode ini adalah interaksi dengan Al-Qur'an. Caranya adalah orang tua yang memperdengarkan Al-Qur'an kepada anak, bukan murattal audio seperti hafidz doll (audio ini hanya alat pendamping saja, yang utama tetap suara orang tua).

Yuk perjelas lagi! Kunci Tahfidz Bayi metode TES adalah :

  1. Perbanyak interaksi orang tua - anak dengan Al-Qur'an.
  2. Pengulangan surat dan ayat berkali-kali.
  3. Dibacakan oleh orang tua.
Nah, berdasarkan kurikulum TES saat ini, jumlah pengulangan yang dimaksud adalah sebanyak 50x. Misal An-Naba dibacakan sebanyak 50x baru melangkah ke surat lainnya. Terus dimulai dari surat mana dulu nih?

An-Naba 50x
An-Naba dan An-Nazi'at 50x
An-Naba sampai 'Abasa 50x
An-Naba sampai At-Takwir 50x
dst.

Jadi, setiap memasuki surat baru, surat yang sebelumnya tetap harus dibacakan. Perlu ditekankan pula bahwa tidak ada patokan waktu sehari berapa kali, yang penting sampai pada target 50x dan bisa dilakukan dalam kondisi apapun misal saat menggendong, menyusui, bermain atau rutinitas sebelum tidur.

Metode ini bisa dimulai sejak bayi dalam kandungan dengan cara orang tua mengajak janin untuk bersama-sama membaca dan menghafalkan Al-Qur'an sembari perutnya dielus-elus. Memasuki usia 0-5 tahun, ajak anak untuk sama-sama menghafal Al-Qur'an dengan nada lembut dan wajah berseri-seri, sembari menyentuh tubuh dan menatap mata anak. Jika tidak memungkinkan, bacakan saja terus. Sebab meski ia sedang sibuk bermain, sejatinya telinganya mendengarkan.

Metode ini mengusung konsep simbiosis mutualisme : anak terbiasa mendengar Al-Qur'an, orang tua pun bisa sambil muraja'ah dan menambah hafalan baru :)

Yuk praktekan ayah bunda shalihat. Mulailah dan istiqomah membersamai buah hati dengan Al-Qur'an. Sebab diri ini tak hanya menginginkan anak shaleh, namun juga ingin menjadi orang tua shaleh untuk menemani ananda semakin dekat dengan-Nya.


~ ijaah ~

You May Also Like

8 comments

  1. Masya Allah PR buat saya buat menghafal juz amma. Terima kasih infonya

    ReplyDelete
  2. Jazakillah khoir atas tulisannya, mau coba saya praktekkan di rumah.

    dini // sejenakberceloteh.com

    ReplyDelete
  3. Bismillah, makasih infonya teh semoga selain m3nghafal, anak saya juga jadi generasi PENGAMAL Al Qur'an, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin :') mari berjuang bersama2 teh sandra :)

      Delete
  4. MasyaAllah..
    Tulisan yang bermanfaat sekali nih..
    Anak kecil harus diajarkan membaca al-qur'an dari kecilnya..
    Nanti orang tua sendiri yang akan bahagia jika anaknya menjadi seorang hafizd atau hafizhah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Jazakillah khoir. Yuk sama-sama mengamalkannya :)

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)