Mau Liburan Anti Ribet? Staycation Aja Yuk!

38 comments:

Apapun profesimu, baik itu karyawan, freelancer ataupun ibu rumah tangga, pasti pernah mengalami fase jenuh. Jika fase ini terus dipupuk, efeknya sangatlah berbahaya. Apalagi jika kamu membandingkan hidupmu dengan orang lain.

Fase ini jangan dibiarkan terus-menerus karena akan membuat hidupmu menjadi semakin merana. Aku yakin, kamu pasti tahu kamu harus liburan. Namun sayang sekali, kamu bilang tak ada waktu untuk itu.

Memangnya, apa sih yang terlintas di pikiranmu tentang liburan?

… Ribet … 
… Mahal … 
… Harus cuti … 
… Susah izin sama suami … 
… Males, malah bikin cape … 

Hmm, iyakah seperti itu?

Untuk kamu yang gak mau ribet dan susah izin keluarga, sebenarnya kamu bisa melipir sejenak dari rutinitasmu untuk liburan. Kamu bisa liburan di kotamu sendiri, baik itu pergi ke mall, taman atau melakukan aktivitas lain di luar rutinitasmu. Istilah kerennya adalah staycation, kamu jadi turis di kotamu sendiri.

Saat honeymoon dulu, aku dan suami gak bisa pergi jauh-jauh. Jadi kami putuskan untuk pergi ke hotel di daerah kami. Dan tahukah kamu, pergi ke hotel di kota sendiri gak jauh beda sama hotel di kota lain. Barangkali karena suasananya berbeda, bisa leyeh-leyeh, banyak makanan enak dan bisa berenang.

Sebenarnya saat itu kami belum tahu akan pergi kemana setelah menikah. Maka keputusan untuk pergi ke hotel adalah spontan. Suami mendelegasikan semua pemesanan kepadaku. Ah, untung saja aku gak panik karena sudah biasa mendadak booking hotel saat kerja dulu. Apa yang kulakukan selanjutnya? Klik aplikasi Traveloka di ponselku tentu saja.


Ya, aku selalu memercayakan Traveloka untuk setiap rencana perjalananku. Baik urusan pribadi ataupun bisnis, memesan hotel atau pesawat. Kenapa? Karena anti ribet, tinggal klik-klik dan semua selesai. Pilihan hotel Traveloka dalam dan luar negeri sangat lengkap dan pembayarannya pun mudah. Selain itu, Traveloka memiliki fitur yang user friendly dengan tampilan yang eye catching.

Nah, aku punya rencana untuk mengunjungi temanku di Depok. Aku fikir bisa sekalian staycation di sana. Maka lagi dan lagi, aku mencari hotel berbintang yang on budget di Traveloka.

Setelah memasukkan tanggal dan kota pilihan, akhirnya aku mendapat hotel yang pas di hati. Aku memilih hotel dengan fasilitas lengkap, dekat dengan pusat hiburan dan harga yang terjangkau. Nah, ini nih yang aku suka dari Traveloka, filter pencariannya sangat oke sehingga aku gak perlu lama-lama melakuan pencarian. Aku bisa menyetel filter harga, star, fasilitas, bahkan sampai pada accomodation preferences seperti pay at hotel.


Oya, iseng nih aku cari harga di situs lain, eh ternyata masih lebih terjangkau di Traveloka. Selain itu filternya belum se-oke Traveloka. Kalau begini kan, susah aku untuk berpaling.

Cara bookingnya super gampang. Kita hanya perlu memasukkan tanggal, durasi dan memilih tipe kamar yang diinginkan, lalu klik book now. Aku memilih tipe kamar deluxe king bed. Dan beruntungnya aku, hotel yang aku pilih sedang diskon. Bayangkan, harga diskon itu sudah termasuk pajak dan biaya lain!


Setelah klik booking, kita akan diarahkan untuk mengisi data pribadi seperti nama, no telepon dan email. Selanjutnya adalah proses pembayaran. Ini nih yang keren, kita bisa melakukan pembayaran dengan banyak opsi seperti transfer, kredit, via ATM, CIMB Clicks, BCA Klikpay, Mandiri Debit, bahkan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Setelah proses pembayaran selesai, voucher hotel akan masuk ke email kita. Itulah tiket masuk kita ke hotel. Mudah bukan?

Pesan hotel di Traveloka itu gak perlu lama. Sebagai contoh, saat honeymoon dulu, saya memesan dan melakukan pembayaran hotel pada hari dimana kami akan menginap di hotel, alias 8 jam sebelum kami ke hotel. Haha, luar biasa bukan honeymoon dadakan kami.

Traveloka cocok sekali untuk kamu yang gak mau ribet pesan hotel. Jadi, sudah tahu mau staycation dimana? Kalau masih bingung, cek Traveloka dulu. Aku yakin, kamu akan dapat inspirasi. Karena seperti yang aku bilang tadi, booking hotel di Traveloka itu mudah, cepat dan lengkap. Ya, Traveloka memang teman setia perjalananku 😄


~ijaah~

Melukis Tujuan Hidup dengan Berguru

22 comments:
Tertohok.

Pada tiap kata yang Nati sampaikan dalam kulwap mingguan KIMI ini, sungguh sangat menyentuh sisi egoisme dan sok tahu selama ini. Ternyata tauhid itu belum sepenuhnya mengakar dalam diri. Segala sesuatu ditakar dengan logika, lupa ada Allah Yang Maha Segala. Sehingga saat jatuh terjerembap, diri ini sering alpa pada Tuhannya. Ah, mengapa aku terlalu asyik masyuk dengan kesedihan?

Akhirnya aku mengerti, bahwa tujuan sebenarnya hidup adalah hidup bertuhan. Itulah nilai yang Nati Sajidah sampaikan pada kami. Nati yang merupakan seorang penulis buku, editor majalah dan scholarship hunter ini mengajak kami untuk memperbaharui tujuan hidup, untuk kemudian melukisnya. Kekayaan pengalaman yang ia dapat telah membuatnya matang dalam menyikapi kehidupan. Sehingga Allah memberi jalan baginya untuk berbagi, baik itu melalui pendidikan, komunitas, media sosial atau buku. 

Buku karya Nati Sajidah
Mengapa terasa sukar untuk menyandarkan diri pada-Nya saat resah melanda? Bukankah justru itu memudahkan?

Deg! Kalimat dalam buku Crayon untuk Pelangi Sabarmu itu membuat dadaku bergetar. Iya, mengapa logikaku seakan terbalik selama ini. Bukankah terasa mudah jika kita percaya bahwa Allah yang mengurus makhluknya? Mengapa dibuat sukar? Rupanya aku terlalu senang menyusahkan diri sendiri dengan pikiran liar yang kumainkan sendiri. 

Crayon untuk Pelangi Sabarmu ini dipenuhi ajaran Ahad yang tinggi. Sehingga aku seakan diingatkan kembali bahwa segala resah yang menyesakkan dada terjadi karena aku tidak hidup bertuhan. Aku terlalu mengedepankan logika dan kemampuan diri sendiri. Tapi apakah itu menenangkan hatiku?

Tentu tidak. Salah, keliru. Aku terlalu menuhankan akal, bukan menuhankan Tuhan. Nas akal amat lemah dan sempit, sehingga saat kita hanya mengandalkan prediksi akal, iman kita jadi kerontang, tak punya tujuan hidup. Salah, keliru. 


Aku harus bebenah. Ah, kita semua. Hijrah tak hanya perwujudan fisik seperti berhijab. Namun juga hijrah hati, jiwa dan akal. Hijrah sebenar-benarnya hijrah untuk hidup bertuhan, menyerahkan semua pada-Nya dan mempelajari ilmu-Nya. Lalu, bagaimana cara untuk bisa hidup bertuhan?

Seringkali kita mendengar himbauan agar hidup sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu tentu saja benar. Namun ada satu hal yang terlewat dan celakanya ini sangat signifikan, yakni tentang bagaimana cara kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Ternyata, caranya tidak hanya cukup dengan menghafal Al-Qur'an dan terjemahannya saja. Perlu cukup ilmu untuk mengetahui petunjuk dari ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Misalnya pada Hadits Nabi, kita perlu tahu asbabul wurud-nya, kepada siapa Nabi bersabda demikian, bagaimana istinabtul ahkam-nya dan sebagainya. Ya, ada banyak sekali yang harus dikuasai.

Contohya adalah saat Nati kuliah di jurusan Tafsir dan Hadits. Ia dibuat terhenyak saat mengetahui bahwa untuk mampu mengerti maksud ayat Al-Qur'an, sedikitnya ada 70 cabang ilmu yang harus dikuasai. Jika seperti ini, sulit bukan agar kita bisa mendapat petunjuk hidup dari Al-Qur'an dan Sunnah?

Sebelum menjawab itu, ingatkah kita bahwa Allah mewahyukan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan Jibril?

Aha! Kalau begitu, kita pun perlu perantara untuk memahami kalam Allah. Ya, inilah jalan pintasnya. Sang perantara itu adalah guru. Sebab kewajiban untuk menguasai ilmu agama (pengambilan hukum dari wahyu) tidak dibebankan kepada seluruh muslimin. Lantas, guru seperti apa yang seharusnya kita berguru kepadanya?


Guru yang silsilah keilmuannya sampai kepada Kanjeng Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Coba bayangkan saat kita sedang sakit, tentu kita akan datang kepada ahli yang mampu mengobati yakni dokter. Kita akan memilih dokter terbaik untuk diri sendiri, dimulai dengan mencari tahu dokter ini lulusan mana, praktek dimana dan testimoni pasien lain. Padahal ini untuk urusan duniawi, untuk urusan kesehatan jasad. Untuk urusan kesehatan ruhani, seharusnya kita melakukan hal yang sama. Kita harus seserius itu mencari guru yang tepat untuk akhirat kita. Guru yang belajar agamanya benar-benar dari ahlinya.

Sebagai seorang awam, tentu kita akan bertanya : Bagaimana cara mencari guru yang tepat sesuai dengan kaidah di atas?


1. Usaha
Dalam analogi sakit tadi, kita akan berusaha mencari tahu dokter terbaik untuk mengobati penyakit kita. Kita rela mengantri dan membayar panjang hanya untuk konsultasi dengannya. Hal yang sama seharusnya kita lakukan dalam mencari guru hidup. Sebab nanti yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah ruh kita, bukan jasad. Ingatlah, kesehatan ruh kita sangat bergantung pada bagaimana kita merawatnya dalam bimbingan agama.

2. Cari tahu latar belakang pendidikan guru
Dalam proses usaha tersebut, poin utama yang harus kita pegang adalah latar belakang pendidikan guru. Apakah beliau berguru atau otodidak? Sebab sebuah riwayat mengatakan, "Barangsiapa yang belajar tanpa guru, maka gurunya adalah syaitan". Cari tahu pula perihal silsilah keilmuan sang guru, apakah sampai kepada Nabi Muhammad?

Nati sendiri berguru kepada guru lulusan dari Ponpes Cipasung yang mana silsilah keilmuannya sampai pada Nabi Muhammad. Pada saat menulis buku Crayon Untuk Pelangi Sabarmu, Nati meminta arahan dan bimbingan Sang Guru untuk memverifikasi, apakah Nati sudah melakukan apa yang tertulis sehingga layak dibaca orang lain? Maka dengan izin Allah, banyak sekali yang merasa terbantu dengan buku ini. Nati meyakini bahwa hal ini terjadi karena bimbingan Sang Guru, yang mana hatinya selalu terpaut kepada Allah.




3. Jangan hanya belajar agama dari buku atau artikel
Apa yg terjadi jika kita membaca sendiri? Bukankah seringnya kita mengambil kesimpulan sendiri?

Kembali ke analogi sakit tadi. Kita seringkali mencari artikel kesehatan baik di buku maupun dunia maya. Namun pasti di ujung artikel itu selalu disebutkan agar kita mengkonsultasikan langsung kepada dokter. Mestinya untuk urusan agama dan akhirat, kita memandang lebih serius. Jika memang gemar membaca, sebaiknya kita mendiskusikan isi buku tersebut dengan Sang Guru agar tetap terkontol.

Mengaji di Youtube tentu saja boleh. Namun kita harus mencari tahu latar belakang pendidikannya apakah berguru atau otodidak. Tidak mau bukan kita mengontrol kesehatan kepada dokter yang belajarnya otodidak? Jika ustadz itu pernah pesantren, cari tahu pesantrennya dan silsilah keilmuannya.

4. Cari guru di majelis ilmu, bukan hanya di Youtube
"Jumat yg lalu, saya ikut tadarusan pengajian ibu-ibu di Masjid Pesantren. Masing-masing dapat jatah dua ayat Al-Quran. Tiba giliran Ibu Tini. Beliau membaca ayat pertama dengan lancar. Pada ayat kedua, tiba-tiba kepalanya merunduk, tangannya gemetar dan tak lama kemudian beliau terkulai di atas Al-Quran. Beliau wafat saat membaca AlQuran. Masya Allah... Bu Tini ini rumahnya paling jauh dari Pesantren, tapi selalu tercepat datang ke Masjid. Karena beliau yakin, belajar di Pesantren bukan hanya mendapatkan ilmu, tapi juga BERKAH. Sampai beliau meninggal dalam kondisi yg luar biasa indah... diliputi keberkahan..."

Kisah penuh keberkahan yang Nati sampaikan tadi merupakan impian setiap muslim. Keberkahan ini, tidak bisa didapat jika kita hanya belajar agama dari Youtube. Sebab gurunya tidak tahu kita sedang berguru. Selain itu kita tidak mendapatkan pahala dalam setiap langkah menuju majelis ilmu, padahal setiap langkahnya dibukakan pintu surga. Tak juga kita dapatkan pahala berkumpul di majelis ilmu yang dinaungi dan didoakan malaikat.

Setiap usaha yg dikerahkan untuk berguru langsung sangatlah bernilai besar. Berkah ilmu, berkah berguru, berkah tempat ilmu.



Bergurulah, sebab hidup ini perlu ilmu. 
Bergurulah, supaya kita dibimbing, diawasi, diberikan arahan.
Bergurulah, supaya ada yang menilai kita dengan objektif.
Bergurulah, supaya ada yang menyemangati.
Bergurulah, supaya kita mampu mengenal Tuhan.
Bergurulah, supaya kita tidak payah dalam mencari ilmu agama.

Masya Allah, aku ingin memiliki private guru, bukan hanya dengan mendengar kajian di masjid atau Youtube. Maka dengan segera kukatakan niat ini pada suamiku. Ya Rabbi, mudahkanlah pencarian guru untuk keluarga kami.

Sebagai penutup, Nati menyampaikan pesan indah dari gurunya,
Hidup ini adalah seni menyikapi takdir Allah. Sikapi dengan sebaik-baik sikap, dan sikap terbaik adalah Husnuzhon.

Masya Allah, seperti yang Nati sampaikan, semoga kita bisa terus belajar dengan cara belajar yang benar. Semoga Allah ridho kepada kita.

Teman, yuk kita lukis tujuan hidup kita, untuk bisa selamat menapak bumi ini, untuk pada akhirnya pulang dan kembali pada-Nya.



***

Source                             : Kulwap KIMI @ibumudaindonesia
Photo credit                   : @natisa_23


~ ijaah ~

Lezatnya Sharon Soft Banana Cake

50 comments:

Saat kecil dulu, aku senang sekali jika ibu membelikanku roti bagelen dari Sharon. Ah, rasanya nikmat sekali. Kesukaan itu terbawa hingga sekarang. Jika ingin roti, pastilah aku pilih Sharon. Terlebih saat ini Sharon mengeluarkan varian produk yang banyak. Ada steamed cheese, waffle, dorayaki, dan yang terbaru adalah Soft Banana Cake.

Sharon Bakery adalah perusahaan pembuat roti sejak tahun 1988. Pabriknya sendiri ada di Majalaya, tempat kelahiranku. Maka pada saat tahu bahwa Sharon akan mengirimkan Soft Banana Cake untuk aku coba, aku senang sekali. Majalaya proud! 


Pada saat membuka bingkisan, aku sangat terkejut bahwa packaging-nya mewah dan bagus sekali. Untuk satu boks, terdapat 8 buah Soft Banana Cake. Tak hanya itu, ada juga gantungan kunci unyu berbentuk pisang di dalamnya. 


Kuenya berbentuk lonjong dan berwarna kuning. Teksturnya lembut dan boom! Saat menggigitnya, kita akan dikejutkan dengan rasa manis yang enak dari dalam kue. Itulah selai pisang yang menjadi 'pemain utama' kue ini.

Oya, semua roti produksi Sharon memakai ragi alami sehingga ketahanannya lebih lama dibanding dengan ragi instan. Ragi sendiri berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi asam yang menghambat pertumbuhan jamur.


Mau coba roti ini?

Sharon memiliki beberapa store yakni di Sharon Cafe Pascal Hypersquare, Sharon Cake and Bakery di Kota Wisata Cibubur dan di supermarket atau minimarket terdekat.

Atau kita juga bisa membelinya secara daring di Tokopedia, Bukalapak, JD ID, Blibli atau Shopee.


Produk ini cocok sekali untuk dijadikan gift karena kemasannya yang cantik. Cobain yuk Soft Banana Cake ini. Adikku sangat doyan dengan roti ini, begitu pun aku. Tapi aku mesti hati-hati karena jika tidak dikontrol berat badanku bisa naik. Hahaha, maklum baru melahirkan :)


Sharon Soft Banana Cake : lezat, bergizi dan lembut!



~ijaah~

Mau Jadi Freelancer? Ini Caranya!

42 comments:
Lagi, KIMI telah sukses membuatku jatuh cinta. Bagaimana tidak? Setiap minggunya kami diberikan materi keren yang mampu membuat hidup menjadi lebih baik, lebih sadar, sekaligus lebih produktif sebagai seorang ibu. Menjadi lebih menyenangkan lagi saat kulwap ini diisi oleh pemateri dari ragam kalangan yang mumpuni di bidangnya. Kece!

Minggu ini, kami kedatangan tamu seorang ibu yang banting setir dari karyawan menjadi seorang freelancer. Ia adalah Shasya Pashatama, pemilik akun instagram dan twitter @pashatama dan blog pashatama.com. Aktivitasnya sebagai seorang freelancer sangatlah beragam. Selain mengelola akun pribadi, ia pun menulis ulasan tentang makanan enak di @surgamakan dan surgamakan.com, mengelola katering di @cateringmasakanrumah, mengerjakan beberapa kampanye digital dan akun media sosial, serta jalan-jalan atas undangan lalu mengulasnya di blog.


Sebelum menjadi freelancer, ia bekerja sebagai PR di salah satu perusahaan keuangan selama hampir 16 tahun. Atas dasar keinginan sendiri dan kepentingan keluarga, ia melepas jabatan tersebut dan memilih menjadi freelancer. Meski ia tak menampik bahwa munculnya keberanian untuk melepas jabatan ini melalui proses yang sangat lama.

Freelance ini sesungguhnya sudah menjadi incaran saya sejak dulu. Karena sama seperti mba Shasya, saya pun ingin menjadi ibu yang produktif. Syukurlah saya sudah punya blog yang cukup produktif dan telah bekerja sama dengan beberapa brand. Maka saat mba Shasya mengisi kulwap di KIMI, saya merasa seperti menemukan suhu, terlebih mba Shasya juga sering diundang sebagai travel blogger, sama seperti saya dulu.


Menurut mba Shasya, enaknya menjadi freelancer adalah bisa melakukan pekerjaan sesuai hobi dan bisa sepenuhnya menemani anak sekolah, les dan bermain. Peluang kerjasama pun terbuka lebar saat hasil karya dinilai baik dan unik. Meski begitu, ia mengakui bahwa cashflow jadi berantakan jika ada pembayaran yang mampet. Tentu saja penghasilan menjadi freelancer tidak serutin saat bekerja dulu, tapi bukan berarti lebih sedikit. Buktinya banyak freelancer yang penghasilannya lebih besar dibanding saat ia bekerja kantoran.

Lalu, apa yang harus dilakukan seorang karyawan yang ingin menjadi seorang freelancer? Berikut ini adalah tipsnya.


Ingat. Putuskan akan menjadi freelance di bidang apa, tekuni dan baru memutuskan resign jika pekerjaan itu sudah menghasilkan. Pilihlah bidang yang disuka dan sesuai dengan hobi karena kita akan melakukan pekerjaan dengan bahagia. Nah, jika memilih menjadi freelancer namun pasangan kita masih bekerja, ini relatif lebih aman karena kebutuhan pokok ditunjang oleh pasangan. Namun jika kita sendiri adalah pencari nafkah, alangkah lebih baik jika menabung dulu untuk kebutuhan selama 6 bulan, baru setelah itu memutuskan resign.


Networking yang baik adalah modal utama seorang freelancer. Seperti yang mba Shasya sampaikan, ia selalu mendapat kenalan baru dalam setiap job yang ia terima. Sehingga dengan otomatis nama mba Shasya dikenal dan mampu menarik job dari brand lain. Ibarat gula dan semut, pihak agency maunya melekat selalu dengan mba Shasya karena hasil pekerjaannya bagus dan mampu menaikkan kepopuleran mereka.

Komunikasi. Meski berada di rumah, komunikasikan dengan anak dan pasangan bahwa pada jam-jam tertentu kita harus bekerja. Dengan pola komunikasi itu, anak dan suami mba Shasya mengerti bahwa sang ibu untuk sementara tidak bisa diganggu. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menciptakan support system yang baik di lingkungan keluarga.

Tingkatkan skill setiap hari untuk mengundang peluang. Jika kamu seorang blogger seperti mba Shasya, perbaharui blog secara berkala, rajin blogwalking, hidupkan sosial media dan bergabunglah di komunitas blogger. Karena peluang training dan job sangat besar bila kita berada di lingkaran yang sama. Nama Shasya sendiri mulai banyak dikenal karena dirinya aktif dan dikenal banyak orang. Maka undangan untuk menjadi influencer dan buzzer pun berdatangan. Tak hanya itu, ajakan traveling dalam rangka promosi wisata pun ada. Traveling pertamanya adalah ke Palembang atas undangan dari Kementrian Pariwisata dalam program Pesona Indonesia. Keren ya!

Temukan style-mu sendiri. Berbekal skill dan potensi yang kamu punya, kamu bisa berkarya sesuai dengan karaktermu sendiri, sebab dengan begitu orang akan rindu dengan karyamu. Seperti halnya mba Shasya, ia sudah menemukan style sendiri dalam menulis dan angle khusus dalam memotret.

Peluang menjadi freelance sangat banyak. Selain seorang blogger, mba Shasya juga mengisi beberapa campaign digital. Seperti menjadi influencer untuk iklan online, misalnya dari brand Neurobion, Telkomsel, Grab, Citilink dan lainnya. Atau bisa juga menjadi koordinator yang mencari buzzer untuk iklan online baik di twitter atau blog. Sebagai contoh, mba Shasya baru saja pergi ke Pangkalan Kerinci di Riau untuk menengok kebun kelapa sawit terbesar di sana. Setelah itu ia mesti nge-blog perihal pengalaman di sana. Atau misalnya ajakan dari Citilink untuk pergi ke destinasi wisata yang mana selama traveling itu, ia diminta untuk nge-tweet. Selain itu, menjelang akhir tahun ia biasa diminta oleh Kementrian Pariwisata untuk mencarikan destinasi wisata dan mendampingi blogger asing dalam program Trip of Wonders. Jika masih bingung, coba beberapa platform untuk mencari peluang freelance, seperti freelancer.com, sribulancer, projects.co.id dan lainnya.

Ajak seorang teman untuk mendukung pekerjaanmu. Jika memerlukan bala bantuan, kita bisa bekerja sama dengan rekan lain yang memiliki skill di luar kemampuan kita. Mba Shasya sendiri menggandeng seorang teman yang memilik design yang cocok dengan seleranya.

Jika jenuh, istirahatlah. Saat pekerjaan banyak dan mood sedang tidak baik, istirahat sejenak dan nikmati hidupmu. Entah itu tidur siang yang lama, hangout, baca buku, nonton ataupun ngopi. Freelancer mah bebas :)


Bagi seorang Shasya Pashatama, menjadi seorang freelancer adalah panggilan hatinya karena ia bisa dekat dengan keluarga dan melakukan hal dicintainya. Hal-hal seperti rasa bosan atau ketidakcocokan dengan agency pasti ada, namun hal itu jarang terjadi karena ia cinta apa yang dilakukannya.

Nah, kalian tim karyawan, freelance atau SAHM?

Share ya di kolom komentar! :)


***

Source                             : Kulwap KIMI @ibumudaindonesia
Infographic                    : ijaah.com

~ ijaah ~

Natural Home Cleaner : Buat Sampah Jadi Pembersih Rumah

48 comments:


"Buibu, sebenernya sampah organik itu gak melulu bisa dikompos, tapi kita bisa juga mengubahnya jadi pembersih rumah. Termasuk si minyak jelantah, doi bisa dibuat jadi sabun lho..."


Wait, whaaat?!

***

Syok dan tercengang. Bayangkan saja, semua yang semula kita fikir adalah sampah sebetulnya bisa kita kelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan aman. Tak hanya itu, semua hal yang tadinya kita fikir bisa membersihkan, ternyata bisa merusak lingkungan dan diri kita. Oleh karena itu guys, persiapkanlah diri kalian saat membaca tulisan ini karena semua isinya mencengangkan!


Tulisan ini dinukil dari kulwap KIMI bersama mba Mae, seorang penggiat lingkungan dan healthy food consumption. Semua yang tertulis di sini sebenarnya merupakan cerminan dari rethink the norm yang menjadi prinsip Zero Waste. Jadi intinya, pikirkan lagi setiap benda yang akan kita buang, apakah masih bisa dipakai atau dikreasikan menjadi bentuk lain atau tidak. Dan ya, Natural Home Cleaner (NHC) ini jadi jawaban atas tantangan tersebut. 


Sejak menerapkan pola hidup sehat, Mae merasa masih ada sesuatu yang belum pas dalam hidupnya. Ia merasa sudah makan sehat, membuat kompos dan menanam tanaman sendiri. Lantas apa yang kurang? Sampai akhirnya pada suatu hari ia membaca sebuah artikel yang mengejutkan, bahwa ternyata pembersih rumah tangga kimia memberi sumbangsih besar bagi penyakit dan pencemaran lingkungan.


Apakah kalian pernah mendengar orang yang terkena pernyakit berbahaya meski ia menjaga betul makanan dan pola hidupnya? Nah, bisa jadi penyakit tersebut muncul akibat paparan bahan kimia dari pembersih rumah tangga yang digunakannya. Sungguh mengesalkan bukan, sudah mahal tapi berdampak buruk bagi penghuni rumah. 

Artikel yang berjudul 'A surprising new source of air pollution as bad as cars : Personal and Household Products' tersebut menjelaskan tentang dampak kerusakan lingkungan seperti kematian ikan dan polusi sungai akibat penggunaan deterjen dan VOC (phosphorus, nitrogen, ammonia). Juga dampak pada manusia karena menghirup racun dari zat kimia tersebut.

Memang kita tak dapat memungkiri bahwa penggunaan pembersih modern sangat praktis, mudah didapat, harum dan diyakini dapat membersihkan kuman dengan totalitas. Tapi kerugian yang ditimbulkan tak kalah hebat karena mengandung zat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup.


Selain itu, pengelolaan sampah organik yang tidak baik dapat menimbulkan efek negatif yang tak kalah hebat. Bayangkan, sampah makanan yang terhimpun di penampungan sampah akan menghasilkan gas metan yang kekuatannya 23 kali lebih kuat dari karbondioksida dalam menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca.

Jika dilihat dari dua permasalahan di atas, sebenarnya kita bisa memotong rantai metan tersebut dengan membuat pembersih rumah tangga dari limbah makanan. Sounds crazy, right?


Nah siap-siap saja, karena di bawah ini adalah life hacks yang biasa Mae lakukan untuk membuat pembersih rumah tangga dari sampah organik. Apa sajakah itu?

1. Pembersih semprot serbaguna dari kulit jeruk


Pembersih kompor, kaca, perabotan adalah komponen paling karsinogenik. Tapi tahukah kalian bahwa sebenarnya kita bisa membuatnya dari jeruk dan cuka? Caranya adalah dengan menumbuk biji jeruk sampai hancur, lalu satukan dengan kulit jeruk dalam kontainer kaca. Tambahkan cuka sampai semua bahan terendam dan diamkan selama sebulan. 

Jangan kepo adalah penting supaya cairan terproses dengan sempurna. Setelah sebulan, kita mulai bisa menggunakan cairan tersebut. Caranya : masukan cairan tersebut ke dalam botol semprot lalu campurkan air dengan perbandingan 1:1. Supaya tidak bau kecut, kita bisa menambahkan essential oil (EO) seperti lavender atau citronella. 

Cairan pembersih serbaguna alami ini bisa digunakan untuk 2 bulan. Semua perabot, alat dapur dan kaca (termasuk kaca mobil) jadi bersih seketika.


2. Pembersih piring dan baju dari lerak

Sumber di sini
Lerak umumnya dikenal untuk mencuci batik. Namun ternyata, kegunaannya bisa untuk mencuci baju dan piring. Bahkan menurut Zero Waste Nusantara, lerak bisa digunakan juga untuk keramas, mandi dan mengepel lantai.

'Adonan' yang biasa Mae buat untuk mencuci baju adalah 5 butir lerak dan 1 liter air. Caranya adalah panaskan lerak dengan air hingga menyerupai air teh, dinginkan dan blender sampai berbusa. Cairan lalu disaring dan dimasukkan ke dalam botol. Adonan ini bisa untuk 3 kali mencuci jika rata-rata mencuci adalah 3 kg sehari. Untuk mencuci piring, cairan sari tadi bisa ditambahkan air lagi, lebih baik jika dikombinasikan dengan abu gosok. Sedang biji lerak hasil saringan tadi bisa dikomposkan.

Lerak bisa didapatkan di toko daring @thewisdomshop atau Ecocamp Bandung. Untuk yang tinggal di Jogja dan Solo, lerak lebih mudah didapatkan.


3. Pencuci serbaguna dari fermentasi kulit buah (MOL)



Sering membuat jus atau makan buah di rumah? Nah, kulitnya jangan langsung dibuang karena kita bisa mengolah kulit buah tersebut menjadi MOL (mikro organisme lokal) alias Fermented Fruit Juice Organism sebagai pencuci serbaguna.

Bahan dan alat yang dibutuhkan adalah :

  • 3 kg kulit buah (kecuali durian karena nanti meledak)
  • 1 kg gula merah kelapa
  • 10 liter air
  • Ember ukuran 20 liter

Cara membuatnya : Masukkan kulit buah, gula merah dan 10 liter air ke dalam ember, tutup dan biarkan selama 1bulan. Jangan kepo (ini kuncinya) meski kadang ada bau asing. Ember harus ditutup rapat sekali dengan lakban, lebih maksimal lagi jika ditimpa dengan sesuatu yang berat semisal batu bata. Setelah sebulan, saring cairan tersebut karena yang dipakai sebagai pembersih adalah airnya (cairan sudah tidak bau lagi). Jumlah cairan yang dihasilkan adalah sekitar satu jerigen, sedang ampasnya bisa kita komposkan atau dikubur.

Selanjutnya, MOL ini bisa kita gunakan untuk mengepel lantai dengan cara mencampurkan 3 tutup botol MOL dengan 1 tutup botol karbol sereh. MOL ini ramah lingkungan jika dibandingkan dengan penggunakan pembersih kimiawi yang justru membasmi bakteri baik di lingkungan kita.

MOL juga bisa digunakan utuk meningkatkan kualitas tanaman seperti meningkatkan daya tahan dan rasa manis pada buah. Atau juga sebagai dekomposter pada proses pembuatan pupuk kompos. Multiguna!

Note : Karbol sereh bisa kita dapatkan di supermarket atau membuat DIY-nya dengan cara mencampurkan soda api dengan air dan minyak sereh.

4. Sabun cuci piring dan baju dari minyak jelantah



Sabun dari minyak jelantah?

Jujur saja, rata-rata perlakuan minyak jelantah di setiap rumah tangga itu ada dua. Jika tidak dibuang, maka digunakan lagi untuk menggoreng. Padahal menggoreng dengan minyak jelantah sangatlah berbahaya, apalagi jika warna minyak sudah pekat sekali. Nah selain dua cara itu, sebenarnya kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi. Maka dari semua life hacks yang Mae berikan, minyak jelantah ini yang paling mencengangkan!

Bahan dan alat

  • Minyak jelantah 1 liter
  • 8 butir norit
  • 400 ml air
  • 120 gram caustic soda
  • Kain saring
  • Wadah

Cara membuatnya :

  • Saring minyak jelantah dengan kain saring hingga tidak ada remah-remahnya. Lalu masukkan 8 butir norit untuk menyerap racun dan biarkan selama 24 jam. Setelah itu, saring kembali hingga tidak ada sisa norit di dalam minyak.
  • Di tempat terpisah, masukkan 120 gram caustic soda ke dalam wadah berisi air. Lalu hancurkan dengan handblender hingga tercampur selama 15 menit. Tuang minyak jelantah, aduk perlahan dan diamkan selama 1 bulan. Simpan campuran tersebut dalam suhu ruang di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan sinar matahari. Setelah satu bulan, kita bisa menggunakan sabun ini dengan cara dikerik.
  • Karena sabunnya berbentuk padat, kita dapat membuatnya menjadi liquid dengan cara mencampurkan segenggam sabun yang sudah dikerik dengan 400 ml air. Untuk membuatnya menjadi wangi, kita bisa menambahkan EO saat mencairkannya. Deterjen cair siap digunakan!
Note :

  • Semakin pekat minyak jelantah, norit yang diberikan pun semakin banyak.
  • Fungsi caustic soda adalah untuk membuat reaksi penyabunan dengan minyak. Meski masih tergolong bahan kimia, caustic soda ini bebas dari phtalate (penyebab asma), formaldehyd (penyebab kanker), 1-4 dioksan (penyebab kanker), ,  (penyebab kerusakan ginjal) dan amonium quarter (penyebab kerusakan paru-paru).

Lalu, apakah NHC ini mampu menghilangkan noda membandel pada kain?

Untuk menghilangkan noda yang sulit dihilangkan dengan lerak atau sabun dari minyak jelantah, kita perlu menambahkan bala bantuan lain seperti cuka atau less chemical cleaners (citric acid, garam krosok dan baking soda) pada pembersih alami yang telah dibuat.

Sebagai tips tambahan, Mae menyarankan kita untuk menyiapkan beberapa tempat sampah (wadah) khusus supaya pemisahan limbah dilakukan sejak awal, sehingga proses pembuatan pembersih alami lebih mudah diterapkan.

Selain ramah di kantong dan lingkungan, NHC ini membantu kita untuk menerapkan prinsip Zero Waste dengan lebih holistik. Limbah makanan yang tidak sepenuhnya dikomposkan, bisa kita olah menjadi pembersih alami di rumah. Jadi, tidak ada sama sekali limbah makanan yang terbuang (siklus closed-loop).

Bagaimana, tertarik untuk mencoba keempat life hacks tadi?

Coba yuk, guys!


***

Source                             : Kulwap KIMI @ibumudaindonesia
Photo Credit                   : Mae @thepunkvironment


~ ijaah ~

Tips dan Trik Flatlay Bagi Pemula

60 comments:

Empat tahun sudah aku menjadikan blog ini sebagai profesi. Tulisan ijaah cukup banyak, sudah pernah ikut lomba dan dipinang oleh marketplace juga. Namun tetap saja ada satu hal yang masih menjadi PR ijaah, yakni foto. Ya, kuakui memang aku tak punya kepandaian untuk mengambil dan mengedit foto. Meski begitu keinginan untuk membuat blog dan instagram yang diisi dengan foto-foto cantik tetap ada. Tapi bagaimana caranya? Lagipula, aku tak punya kamera yang bagus.

Maka beruntungnya aku saat KIMI mengadakan kulwap basic flatlay bersama Kulniya Sally. Terlebih materi flatlay kali ini adalah dengan menggunakan smartphone. Rupaya untuk mendapatkan hasil foto yang bagus tidak perlu menggunakan peralatan canggih. Ya, buang semua alasan negatif untuk tidak bisa memotret dengan baik. Ini sudah diberi kemudahan mengakses ilmu fotografi. Tinggal dirinya sendiri yang mengamalkan ilmunya, bukan?


Flatlay adalah salah satu teknik pengambilan foto dengan posisi kamera tegak lurus di atas objek (memotret dari atas). Kelebihan foto flatlay adalah simpel (tidak perlu gear canggih atau lighting yang ribet) dan bisa dilakukan dimanapun selama cahaya matahari mencukupi.

Adapun komponen penting dalam foto flatlay adalah :

1. Kamera. Bila menggunakan HP, usahakan kekuatan kamera minimal 5 MP. Gadget yang digunakan mba Sally sendiri adalah Xiaomi Redmi 3 dengan kamera 5 MP.

2. Cahaya. Idealnya adalah pagi hari pukul 8.00 - 10.00 atau sore pukul 15.00 - 16.00 karena cahaya yang jatuh cukup terang dan lembut. Jika memotret di atas jam 11, biasanya akan menimbulkan bayangan yang tebal karena cahaya matahari tajam. Selain itu hasil foto akan menjadi blur dan noise jika foto diambil di atas jam 5 sore.

3. Alas foto. Motif dan bahan alas foto sangat memengaruhi. Gunakan bahan yang sifatnya doff supaya cahaya yang dihasilkan tidak memantul, juga pilih alas dengan warna netral seperti putih, hitam dan abu. Misalnya dengan menggunakan alas handuk atau kertas.

Alas berupa handuk
4. Komposisi dan styling
Komposisi foto merupakan tata letak komponen foto dan kombinasinya secara keseluruhan, termasuk POI (point of interest) beserta properti pendukung di sekelilingnya. Caranya adalah :

  • Tempatkan POI di titik yang mencolok (tengah/sepertiga frame).
  • Pilih properti yang senada warnanya. Jika ada kombinasi, jangan terlalu banyak.
  • Ukuran dan bentuk bervariasi. Misal ada yang kecil, ada yang besar, bentuknya bulat, kotak, dsb.
  • Beri jarak dalam penyusunan properti (jangan terlalu dekat).
  • Usahakan antara POI dan properti saling berhubungan. Misal saat memotret makanan, maka propertinya bisa sendok, piring, teh, dsb.
  • Properti tidak semuanya harus masuk frame. Flatlay itu semacam "kekacauan yang terorganisir". Jadi dengan adanya properti yang hanya muncul sedikit di frame dan susunan yang tidak teratur, justru akan menambah kesan natural namun tetap estetik.
5. Edit Foto. Untuk menghasilkan hasil akhir foto flatlay yg bagus, tentunya diperlukan editing. Ada banyak aplikasi edit foto di HP, mba Sally sendiri menggunakan aplikasi Snapseed untuk editing dasar (brightness, kontras, saturasi, meratakan lighting, cropping) dan aplikasi VSCO untuk mengatur tone.


Tips lain bagi pemula yang akan memotret dengan teknik flatlay adalah :

  • Mulai coba praktekan dengan properti yang sedikit atau minimalis (flatlay minimalis). 
  • Posisi terbaik untuk memotret supaya hasil foto tidak goyang adalah menggunakan tripod atau memotret dengan dua tangan. Jika ingin menghadirkan unsur hidup dengan menghadirkan tangan pada foto, tangan kanan yang memotret ditopang oleh lutut kanan dengan posisi jongkok (jika foto di atas lantai). Lebih baik lagi jika meminjam tangan orang lain supaya kedua tangan kita fokus memotret.
  • Tidak direkomendasikan memotret di malam hari meski menggunakan cahaya tambahan. Cahaya matahari di jam ideal adalah modal utama. 
  • Latihan dan praktek terus untuk melatih kemampuan mata untuk membidik foto yang bagus.
  • Alas foto dan properti bisa dibeli di @mocca_treasure, @zethacoffeestuff, @niken.gallery, @multicompany dan toko daring lainnya.

Terakhir, mba Sally berpesan bahwa kita semua pasti bisa asal latihan terus. Beliau saja baru terjun di dunia flatlay ini di awal tahun 2018. Lihatlah, dengan ketekunan semua pasti bisa.

Apa kalian tertarik dengan Flatlay ini?

Kalau saya iya. Tidak sabar rasanya untuk menghias blog dan instagram dengan hasil foto yang ciamik. Kuy ah, segera praktek!


***

Source : Kulwap KIMI
Photo Credit : @kulniyasally


~ijaah~



Student Mom dan Simfoni yang Menyertainya

24 comments:



Sore itu di negeri Sakura, kami berdua terlibat pembicaraan yang begitu dalam. Dengan suara parau kukatakan pada lelaki itu bahwa aku ingin sekali sekolah, seperi normalnya remaja lulusan SMA. Masa lalu pahit, begitu kataku. Ia tersenyum dan mendengarku seperti takkan bosan. Tatapanya begitu teduh, namun kemudian mengernyit saat kukatakan bahwa itu tak mungkin terjadi lagi.

Kamu boleh kuliah, aku izinkan.

Ada air menetes dari sudut mataku.

Boleh?

Ia mengangguk seraya tersenyum. Aku lantas memeluknya erat dan mengucap terima kasih yang banyak. Akhirnya kudapatkan restu itu, restu yang tak aku dapatkan di masa lalu. Restu yang hadir saat buah hatiku tumbuh dalam rahimku. Kuliah sambil mengurus anak? Aku tak dapat membayangkan itu.

Kamu bisa, aku yakin. Semangat ya, bismillah.

***

Ada petuah yang mengatakan bahwa saat menginginkan sesuatu, maka diri kita akan sepenuhnya fokus pada hal itu. Perjalananku di dunia maya telah mempertemukanku dengan sosok student mom yang mana selaras dengan impian dan perjuanganku kini. Ada Dewi Nur Aisyah, Ratih Nur, Karina Hakman, Nunuy Nanan Nuraeni, dan sekarang KIMI mempertemukanku dengan Monika Oktora, seorang student mom dan juga penulis. 



Membaca kisah dan perjuangan Monika Oktora adalah seperti melihat diriku dengan impiannya dulu. Kami memiliki latar belakang pendidikan yang sama yakni farmasi, suka menulis di blog dan sama-sama berikhtiar mencari beasiswa saat memiliki anak yang baru berusia bulanan (ia mendapatkan beasiswa di Universitas Groningen Belanda jurusan farmasi saat anaknya berusia 1.5 tahun). Sebuah perjalanan hidup yang membuat dadaku bergemuruh. Betapa itulah impian yang aku genggam sejak lama.

Saat KIMI menghadirkan sosok student mom dalam kulwap mingguannya, diri ini sungguh bersemangat untuk menyimak kisahnya. Bayangkan saja, seorang student mom harus dapat menyelaraskan aktivitasnya sebagai ibu dan mahasiswa. Apalagi mba Monik ini aktif sekali menulis dan mengikuti berbagai komunitas menulis yang menghantarkannya untuk menerbitkan buku. Hingga saat ini, beliau telah melahirkan karya berupa 7 buku antologi dan sebuah buku solo pada awal tahun 2018 yakni Groningen Mom's Journal.


Buku ini mengisahkan simfoni kehidupan mba Monika sebagai seorang Ibu dan mahasiswa di Belanda. Lika-liku kehidupan student mom diceritakan dengan menarik seperti tantangan yang dihadapi saat proses adaptasi di lingkungan baru, rasa lelah saat harus mengatur keluarga sembari kuliah, putus asa dan galau saat masalah melanda, tapi sekaligus merasa bahagia dan gembira saat mampu mewujudkan impian. 

Tak hanya menyoal kisah, penulis menyisipkan solusi untuk mengantisipasi saat galau melanda yakni dengan memilih untuk menerima kondisi, menyusun prioritas dan fokus pada hal yang dikerjakan. Jangan sampai ada keinginan untuk melakukan banyak pekerjaan sendiri, jangan pula membawa pesoalan rumah hingga ke kampus (begitupun sebaliknya). Selain itu, kerja sama dengan suami dan anak sangat penting seperti dalam urusan domestik dan saling ikhlas menerima peran masing-masing.



Dalam urusan menulis, inspirasi bisa didapatkan dengan banyak membaca buku dan jalan-jalan. Selain itu, melakukan free writing dan blogging untuk melatih kemampuan menulis, juga bergabung di komunitas menulis untuk mendapatkan banyak peluang menerbitkan buku.


Melihat perjalanan hidup mba Monik membuatku sadar bahwa menjadi ibu bukan berarti mengubur cita. Justru bersama suami dan anak, ia mampu mengangkasa dan menggapai mimpinya. Tentu saja hal ini didapat karena restu dari suami dan kehendak Allah. 


Seperti yang pernah suamiku katakan, biarkan anak kita melihat Ibunya berjuang menuntut ilmu. Ya, inilah perjuanganku untuk mampu menjadi seorang ibu pembelajar yang tak henti berjuang mewujudkan impian. Di atas itu semua, perwujudan mimpi dan perjuangan ini adalah untuk akhiratku.

Ada banyak sekali role model untuk menjadi ibu pembelajar di luar sana. Semoga Allah kuatkan langkah bagi siapapun yang ingin kembali kuliah, ingin menjadi seorang student mom.

Semangat ya, Moms! :)




***

Source : Kulwap KIMI
Photo Credit : @monikaoktora


~ ijaah ~