Student Mom dan Simfoni yang Menyertainya

by - Wednesday, August 01, 2018




Sore itu di negeri Sakura, kami berdua terlibat pembicaraan yang begitu dalam. Dengan suara parau kukatakan pada lelaki itu bahwa aku ingin sekali sekolah, seperi normalnya remaja lulusan SMA. Masa lalu pahit, begitu kataku. Ia tersenyum dan mendengarku seperti takkan bosan. Tatapanya begitu teduh, namun kemudian mengernyit saat kukatakan bahwa itu tak mungkin terjadi lagi.

Kamu boleh kuliah, aku izinkan.

Ada air menetes dari sudut mataku.

Boleh?

Ia mengangguk seraya tersenyum. Aku lantas memeluknya erat dan mengucap terima kasih yang banyak. Akhirnya kudapatkan restu itu, restu yang tak aku dapatkan di masa lalu. Restu yang hadir saat buah hatiku tumbuh dalam rahimku. Kuliah sambil mengurus anak? Aku tak dapat membayangkan itu.

Kamu bisa, aku yakin. Semangat ya, bismillah.

***

Ada petuah yang mengatakan bahwa saat menginginkan sesuatu, maka diri kita akan sepenuhnya fokus pada hal itu. Perjalananku di dunia maya telah mempertemukanku dengan sosok student mom yang mana selaras dengan impian dan perjuanganku kini. Ada Dewi Nur Aisyah, Ratih Nur, Karina Hakman, Nunuy Nanan Nuraeni, dan sekarang KIMI mempertemukanku dengan Monika Oktora, seorang student mom dan juga penulis. 



Membaca kisah dan perjuangan Monika Oktora adalah seperti melihat diriku dengan impiannya dulu. Kami memiliki latar belakang pendidikan yang sama yakni farmasi, suka menulis di blog dan sama-sama berikhtiar mencari beasiswa saat memiliki anak yang baru berusia bulanan (ia mendapatkan beasiswa di Universitas Groningen Belanda jurusan farmasi saat anaknya berusia 1.5 tahun). Sebuah perjalanan hidup yang membuat dadaku bergemuruh. Betapa itulah impian yang aku genggam sejak lama.

Saat KIMI menghadirkan sosok student mom dalam kulwap mingguannya, diri ini sungguh bersemangat untuk menyimak kisahnya. Bayangkan saja, seorang student mom harus dapat menyelaraskan aktivitasnya sebagai ibu dan mahasiswa. Apalagi mba Monik ini aktif sekali menulis dan mengikuti berbagai komunitas menulis yang menghantarkannya untuk menerbitkan buku. Hingga saat ini, beliau telah melahirkan karya berupa 7 buku antologi dan sebuah buku solo pada awal tahun 2018 yakni Groningen Mom's Journal.


Buku ini mengisahkan simfoni kehidupan mba Monika sebagai seorang Ibu dan mahasiswa di Belanda. Lika-liku kehidupan student mom diceritakan dengan menarik seperti tantangan yang dihadapi saat proses adaptasi di lingkungan baru, rasa lelah saat harus mengatur keluarga sembari kuliah, putus asa dan galau saat masalah melanda, tapi sekaligus merasa bahagia dan gembira saat mampu mewujudkan impian. 

Tak hanya menyoal kisah, penulis menyisipkan solusi untuk mengantisipasi saat galau melanda yakni dengan memilih untuk menerima kondisi, menyusun prioritas dan fokus pada hal yang dikerjakan. Jangan sampai ada keinginan untuk melakukan banyak pekerjaan sendiri, jangan pula membawa pesoalan rumah hingga ke kampus (begitupun sebaliknya). Selain itu, kerja sama dengan suami dan anak sangat penting seperti dalam urusan domestik dan saling ikhlas menerima peran masing-masing.



Dalam urusan menulis, inspirasi bisa didapatkan dengan banyak membaca buku dan jalan-jalan. Selain itu, melakukan free writing dan blogging untuk melatih kemampuan menulis, juga bergabung di komunitas menulis untuk mendapatkan banyak peluang menerbitkan buku.


Melihat perjalanan hidup mba Monik membuatku sadar bahwa menjadi ibu bukan berarti mengubur cita. Justru bersama suami dan anak, ia mampu mengangkasa dan menggapai mimpinya. Tentu saja hal ini didapat karena restu dari suami dan kehendak Allah. 


Seperti yang pernah suamiku katakan, biarkan anak kita melihat Ibunya berjuang menuntut ilmu. Ya, inilah perjuanganku untuk mampu menjadi seorang ibu pembelajar yang tak henti berjuang mewujudkan impian. Di atas itu semua, perwujudan mimpi dan perjuangan ini adalah untuk akhiratku.

Ada banyak sekali role model untuk menjadi ibu pembelajar di luar sana. Semoga Allah kuatkan langkah bagi siapapun yang ingin kembali kuliah, ingin menjadi seorang student mom.

Semangat ya, Moms! :)




***

Source : Kulwap KIMI
Photo Credit : @monikaoktora


~ ijaah ~

You May Also Like

24 comments

  1. Aku juga sedang mengajukan proposal sekolah lagi ke mas Iwan. Semoga segera di acc juga. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Student mom, saya dulu tuh selesaikan S1 pas neng Marwah usia 3 tahun, apalagi pas sselesaikan skripsinya mantabs, anak rewel huhuhuhu. Tapi kl niat pasti bisa!

    ReplyDelete
  3. keren sangat ya, menginspirasi. Tapi kalo aku kayaknya nggak sanggup momong 3 anakkku yg masih sambil kuliah. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya teh, dgn mjd full mom jg itu keren sekali :)

      Delete
  4. aku selalu kagum dengan mama-mama yang semangat meneruskan kuliah.
    nggak kebayang deh kalau aku jadi mamah2 itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya masya Allah. Dukungan suami dan anak tentu jg berperan besar ya mba

      Delete
  5. Pengen kuliah lagi atau setidaknya dapet residensi. Mudah2an ada kesempatannya.

    ReplyDelete
  6. Menjadi ibu bukan mengubur cita tapi justru sebaliknya bener banget. Suka kagum dengan para student mom yang pandai mengelola waktu dan segala prioritasnya. Love love

    ReplyDelete
  7. Wah student mom itu luar biasa, keren banget bisa membagi waktu antara mengurusi anak dan kuliahnya... :)

    ReplyDelete
  8. Wuih keren. Impianku banget jadi student mom. Tapi sekarang, mimpinya sudah menguap. Usia dan kesempatan semakin tidak memungkinkan. :(

    ReplyDelete
  9. Buku ini udh aku masukin keranjang di online shop. Mau baca juga 😁

    ReplyDelete
  10. semangat Kak, jangan pernah mengecilkan mimpi-mimpimu. Teruslah melangkah

    ReplyDelete
  11. Salam kebal teh, saya ex-KIMi :D
    Dulu ikut pas awal2 banget. Makin keren aja ya rutin kulwap juga skrg, sukseess..

    ReplyDelete
  12. Iya mba skrg KIMI makin kece :)

    Tertarik join lg ga mba? Hehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung di Ijaah. Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)