Cara Buka Tabungan Haji di BRI Syariah dan Daftar Haji di Kemenag

21 comments:
Source : Unsplash

Pergi haji ke tanah suci
Menjalani niat yang murni
Wajahnya berseri-seri
Penuh rahmat dari Illahi
Semoga Tuhan merestui
Amal ibadah insani

***

Lagu Pergi Haji yang dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Ashilla ini selalu menghadirkan air di pelupuk mata. Liriknya yang indah serasa menembus ke relung hati terdalam, untuk kemudian memanggil-manggil jiwa untuk segera menunaikan rukun islam kelima, yakni haji.

Kapankah, duhai jiwa, engkau akan segera menghikhtiarkan pergi kesana?

"Kita masih muda, kuat dan memiliki peluang besar untuk menabung. Mau mengikhtiarkan haji sekarang?" kata suami suatu waktu.

Aku tersenyum mengiyakan, meski saat itu tabungan kami masih jauh dari perkiraan biaya haji. Namun kami tak patah arang, semangat tersebut tetap terpelihara dan terbawa dalam ikhtiar kami masing-masing.

Aku teringat, ada sebuah kisah yang menceritakan tentang anak, ayah dan sepeda. Ketika si anak meminta sepeda pada ayahnya, ia meminta anaknya untuk menabung di celengan ayam setiap hari. Si anak penuh semangat mengisi celengannya dengan uang koin yang ia sisihkan dari uang jajan setiap hari. Berbulan-bulan, rupanya tabungan di celengan tersebut tak cukup untuk membeli sepeda yang ia impikan. Maka sang ayah, dengan rasa sayangnya, juga rasa bangga atas perjuangan sang anak untuk menabung, menambahkan tabungan sang anak sehingga terbelilah sepeda impian tersebut.

"Allah yang akan mencukupkan kita" kata suami.

Maka atas rahmat-Nya yang tak terbatas, Ia mampukan kami untuk mengumpulkan uang yang jumlahnya cukup untuk mendaftar kursi haji. Masya Allah.

Pada tulisan ini, aku ingin berbagi kepada teman semua mengenai pengalaman membuka tabungan haji dan mendaftar haji di Kemenag. Tiada maksud selain untuk berbagi semangat. Semoga Allah mencatat ini sebagai kebaikan, bukan riya', yang justru akan merugikan kami dan menimbulkan keburukan hati baik bagi penulis ataupun pembaca.

Bismillah. Inilah langkah-langkah yang harus dilalui untuk mendaftarkan diri pergi haji ke Baitullah :

1. Membuka Tabungan Haji di Bank Syariah

Sesuai dengan peraturan pemerintah, nasabah hanya bisa membuka tabungan haji melalui bank syariah (bank konvensional tidak menerima pembukaan tabungan haji). BRI Syariah merupakan salah satu bank syariah yang melayani pendaftaran tabungan haji. Bank lainnya seperti BJB Syariah, Muamalat dan lain-lain.

Untuk membuka tabungan haji, nasabah cukup datang langsung ke bank syariah terdekat. Aku dan suami memutuskan untuk daftar di BRI Syariah. Caranya sangat mudah. Pertama, ambil antrian CS dan menunggu sampai nama kita dipanggil. Setelah itu, sampaikan pada CS bahwa kita akan membuka tabungan haji. Tak ada persyaratan khusus selain KTP dan mengisi formulir yang ada. Kemudian kita diminta untuk menabung setoran awal senilai Rp. 50.000,-. Maka resmi sudah kita memiliki tabungan haji. Mudah sekali, bukan?

2. Daftar Haji di Kemenag

Setelah memiliki tabungan haji, kita mulai bisa menabung secara berkala. Jumlah saldo tabungan agar bisa mendapatkan nomor antrian haji (nomor kursi haji) adalah Rp. 25.000.000,-. Jika nanti nama kita dipanggil untuk haji, kita harus melunasi biayanya yang berlaku pada tahun keberangkatan (setiap tahunnya, rata-rata biaya haji reguler di Indonesia adalah sekitar Rp. 35.000.000,-).


Setelah tabungan haji mencapai Rp. 25.000.000 atau lebih, kita diperkenankan untuk daftar haji ke Kemenag untuk mendapatkan nomor kursi haji. Maka, kita harus melampirkan beberapa persyaratan Tahap 1 seperti yang tercantum dalam gambar di atas, yakni :

  • Setoran awal BPIH dari Bank 4 lembar (dikeluarkan oleh Bank Syariah)
  • Fotokopi KTP 3 lembar
  • Fotokopi KK 3 lembar
  • Fotokopi Surat Keterangan Domisili 3 lembar (SKD dibuat di Desa, tanda tangan di atas materai 6000 dan diketahui oleh Kecamatan)
  • Foto 3x4 10 lembar
  • Foto 4x6 10 lembar (Foto latar putih dengan fokus 80% - foto khusus haji)
  • Fotokopi Akta Lahir/Ijazah/Surat Nikah

Jika sudah melengkapi seluruh lampiran tersebut, kita sudah bisa daftar langsung ke Kemenag. Oleh karena aku dan suami tinggal di Kab. Bandung, kami mendatangi Kantor Kemenag di Baleendah.

Ternyata, proses registrasi nomor kursi haji itu sangatlah mudah. Kita hanya perlu mendatangi petugas di bagian registrasi yang akan menyeleksi semua berkas yang kita bawa. Selepas itu, kita akan diberi nomor antrian untuk sidik jari, foto dan tanda tangan.

Sidik jari, foto dan tanda tangan di Kantor Kemenag
Setelah itu, resmi sudah kita terdaftar sebagai peserta antrian haji. Masya Allah, mudah ya!

Meski begitu, lama tunggu haji untuk kawasan Kabupaten Bandung sudah mencapai 16 tahun. Itu artinya, kami berdua baru bisa berangkat haji di tahun 2035 yang mana usiaku sudah 44 tahun dan suami 45 tahun. 

Tak mengapa, sudah berikhtiar sejauh ini merupakan anugerah tak terkira. Alhamdulillah.

Sebenarnya bisa saja kita pergi haji tanpa menunggu antrian lama, yakni dengan daftar haji khusus. Hanya saja biaya yang dikeluarkan mahal sekali, bisa sampai ratusan juta. Jika teman-teman ada rezekinya, daftar haji khusus bisa menjadi pilihan.

Oya, ada beberapa orang yang bertanya pada kami, mengapa kami tidak berangkat haji dari Jepang saja? Iya, memang awalnya niat kami demikian, mumpung kami sedang tinggal di Jepang. Tidak harus menunggu antrian dan harganya pun tidak semahal ONH Plus. Namun kami harus memikirkan anak kami yang masih kecil, juga bayi yang sedang kukandung. Siapa yang akan menjaga? Kalaupun dipulangkan sementara ke Indonesia, bagaimana dengan status libur suami yang terbatas?

Untuk itulah kami memilih haji dari Indonesia saja. Insya Allah saat berangkat haji di usia kepala 4 pun, anak-anak sudah besar dan bisa ditinggal pergi. Selain itu, lama waktu haji pun lama, bisa sampai sebulan lebih. Sedang di Jepang, lama haji sekitar 3 minggu saja.

Allah sebaik-baik pemberi rencana.

Semuanya karena Allah, uang yang terkumpul karena-Nya, diberi tenaga dan waktu untuk daftar haji pun karena-Nya. Tiada yang perlu disombongkan karena semua karena-Nya.

Akhir kata, semoga tulisan ini memantik semangat bagi teman-teman yang sedang berikhtiar untuk menabung haji. Terus semangat untuk berikhtiar menggenapkan rukun islam kita. Semoga Allah mampukan dan sampaikan kita kesana. Aamiin.

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik
Innalhamda Wanni'mata Laka Walmulk
Laa Syariika Laka


~ijaah~




Follow me on Instagram